ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 24 Januari 2014

Tekhnik Ajaib Mengubah Garis Tangan (Palmistry)

Apakah selama ini anda meyakini bahwa Garis Tangan anda mempengaruhi nasib anda..? Atau sebaliknya,  Nasib anda yang mempengaruhi Garis Tangan anda..? Atau bahkan mungkin keduanya hanyalah akibat, yang disebabkan oleh State of mind kita, kondisi fikiran dan juga persaan kita..

Anda penasaran..? Simak artikel ini yang merupakan rangkaian saya dari beberapa Status Facebook Pak Yan Nurindra. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Saya memiliki Sahabat yang sangat ahli dalam membaca "garis tangan" (Palmistry). Yg sangat menarik, dia pernah terkejut melihat garis tangan saya yg mengalami perubahan 3x dalam setahun. Kesimpulan saya, setelah bereksperimen dengannya selama hampir 10 tahun, garis tangan adalah pola kecenderungan "nasib", dan merupakan ekspresi dari pola pikir kita saat itu, sehingga garis tangan ini secara otomatis akan terubah ketika pola pikir kita berubah. Jadi, tidak usah puyeng dengan garis tangan yg buruk [menurut Palmistry], ubah saja pola pikir, pasti terubah. Silakan coba.

Masa depan adalah "misteri". Seberapapun upaya kita memikirkan masa depan, tetap ia adalah "misteri" dengan berbagai kemungkinan yg dapat terjadi. Mau tahu persisnya? Apakah 10 tahun silam anda pernah berpikir bahwa hari ini anda berada di situasi dan kondisi hari ini? Saya jamin banyak melesetnya.

Kehidupan adalah seni memainkan "paradoks" (dua hal yang berlawanan). Karena di setiap isme, pengetahuan, bahkan keyakinan, selalu mengandung dualisme. Secara normal biasanya manusia berawal dengan cenderung memilih satu sisi, sampai suatu hari ini nanti mereka akan memahami bahwa kedua sisi ini harus dimainkan dengan selaras.

Manusia adalah mahluk pembelajar, entah belajar hal baik atau hal buruk, entah belajar secara sadar ataupun secara tidak sadar (Unconsciously). Bahkan keahlian untuk selalu beruntung atau selalu sial, itupun pasti melalui proses pembelajaran yang lama dan persisten. Nah jika semua ini adalah soal "belajar", tentu kitapun dapat membelokkan hidup kita kemanapun juga, asal kita mau "belajar" dan mengulang-ulang semua pelajaran yg terkait dengan arah hidup yg kita inginkan, sampai kita pandai.

Jika sukses itu seperti perjalanan menuju ke kota A, maka kita tidak memiliki kendali utk memastikan bahwa kita akan benar2 sampai ke sana. Tetapi, kita pasti punya kendali untuk mempersiapkan berbagai hal untuk menuju ke sana, mulai dari menyiapkan peta, memeriksa kondisi kendaraan, menyiapkan perbekalan, menyiapkan fisik dan mental utk perjalanan itu, dsb.. Dan biasanya jika semua telah disiapkan dengan baik, maka besar kemungkinan kita akan benar2 dapat mencapai kota A.

Setiap TUJUAN pasti dirancang di suatu kondisi dan situasi tertentu, bahkan pola pikir tertentu. Jangan ragu untuk merubah TUJUAN jika ternyata ia sudah tidak lagi relevan, atau kita sudah menemukan TUJUAN lain yang lebih besar. Fleksibel.

"Fleksibel" adalah suatu kata yang sederhana, tetapi tidak banyak yang memahaminya dengan baik apalagi menjadikannya sebagai perilaku. Fleksibel adalah salah satu kunci agar kita "lentur" dalam menjalani proses menuju Tujuan, termasuk lentur untuk menekan "ego" diri sendiri yang acapkali menjadi "pembajak" dan membelokkan proses ke arah yang berbeda.

Sakit hati dapat menghasilkan energi yg dahsyat untuk melakukan sesuatu yang positif [mungkin untuk upaya pembuktian]. Tetapi saat kita sudah berada di "track" yang dimaksud, maka lupakanlah sakit hati ini dan tetap pada tujuan positif dimaksud. Tidak ada gunanya kita memelihara "musuh bayangan" selamanya.

Jika kita tidak mampu bersaing utk soal finansial, atau soal intelektual, atau soal sosial, maka kita masih mampu bersaing untuk soal "kebahagiaan". Karena bahagia itu tidak perlu modal apapun juga, walaupun banyak yg mencari-cari "penyebab" agar dapat "berakibat" bahagia. "Bahagia" adalah kata kerja, ya harus dikerjakan.

Jangan pernah mengambil keputusan saat kita "lapar" alias "rindu order". Keputusan di situasi dan kondisi seperti ini banyak "salah"-nya dari "benar"-nya. Percayalah! Ini pengalaman pribadi saya sendiri bertahun-tahun. Ambillah keputusan di saat "perut kenyang" dan suasana hati "agak sombong".

Tahun 2014 saya menerapkan konsep marketing "baru" dan "agak aneh". Hal paling mengasyikkan justru bukan pada hasilnya, melainkan pada prosesnya yg berliku dan agak "out of the box", mirip dengan keasyikan bermain "game". Sekali lagi hal ini membuktikan bahwa TUJUAN hanyalah titik koordinat semata, sedangkan proses adalah energi positif yang sesungguhnya.

Saya pernah dekat dengan seseorang yg dulunya memiliki profesi sebagai pemilik pabrik "con block" (di tahun 80an), dan hari ini beliau adalah owner dari salah satu Stasiun TV Swasta Nasional. Hari ini saya baru dapat memahami bahwa kekuatan utama dari beliau adalah ketrampilan dalam hal "BERKOMUNIKASI" dengan orang lain.

70% lebih kegiatan manusia moderen adalah berkomunikasi. Sukses dan Gagal seringkali dipengaruhi oleh kualitas komunikasi kita. Nah tunggu apa lagi? Jadikan kemampuan komunikasi sebagai skill dasar yg patut diasah terus menerus sebagai salah satu infrastruktur untuk mencapai sukses di kehidupan moderen ini.

Bagi mereka yang "punya hati", semua itu pasti ada "maksudnya". Dan, bagi mereka yang hatinya "terbuka", semua itu sudah benar2 "pada tempat"-nya. [De Mello]. Nah, semua peristiwa yang terjadi adalah tidak lepas dari "grand design" yg kita susun sendiri, entah kita menyusunnya secara "sadar" atau "tidak sadar" (unconsciously).

INTERMEZO
"Pak, gimana caranya punya uang banyak?", "Ya, kerja yg keras, kerja yg tepat, dan kerja yang cerdas.", "Wah susah juga ya Pak, ada yg lebih mudah?", "Ada, merampok Bank atau kawin dengan anak Konglomerat.", "Wah, itu masih susah Pak. Pakai cara gaib saja bisa Pak?", "Tentu bisa, tapi hasilnya juga uang gaib, dan hanya dapat untuk membeli benda gaib. Mau?", "Xxx, %%%, &&??".

"Pak, bagaimana cara Blog saya biar rame pengunjung?", "Ya, bikin artikel yg banyak dong, dan harus original", "Wah saya nggak pandai menulis Pak.", "Ya boleh copy dari artikel luar tapi diterjemahkan yang baik.", "Wah, saya juga nggak pandai menyusun terjemahan yg baik Pak". "Ya sudah, pakai Ghost Writer, paling beberapa puluh ribu per artikel.", "Wah, saya tidak punya uang untuk itu Pak.", "Ya sudah kalau gitu Blog-nya di-doakan saja, siapa tahu doa sampeyan manjur!!!"

Pak, Friends FB saya 4.998 orang. Boleh dong saya bikin status agak "marketing", kan eranya Digital Marketing. Eittss jangan ke-"pede"-an dulu. Walau temen sebanyak itu, tapi yang "nyambung" (engagement) dengan kita paling 50 orang (dan itu2 aja). Wkkkkk ... percuma mau marketingan via FB kalau kondisinya seperti itu.

Source : Status Facebook Pak Yan Nurindra