ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 16 Februari 2014

Penerbangan Dari & Ke Surabaya Aman, Info Pasca Letusan Gunung Kelud

Udan Awu; Hujan Abu Vulkanik Gunung Kelud
Sempat kaget juga ketika jumat pagi kemarin (14/02/2014) saat saya mengantarkan anak saya sekolah pake motor. Tiba-tiba mata saya terasa agak perih dan kelilipan terus. Selidik punya selidik, ternyata inilah yang katanya Udan Awu (Hujan Debu) yang dulu sering diceritakan orang-orang tua di kampung saya.

Hujan abu ini adalah efek letusan Gunung Kelud yang terjadi semalam. Dan saya melihat, abu vulkanik Gunung Kelud ini juga menerobos masuk ke dalam rumah. Dan beberapa perabot rumah tangga terselimuti selaput tipis debu Vulkanik dari Gunung Kelud ini.

Maklum saja, daerah saya yaitu Gresik Jawa Timur. Tidak ada gunung berapi yang aktif. Jadi pengalaman mengenai adanya Udan Awu. Tentu merupakan suatu pengalaman yang langka.

Letusan Gunung Kelud yang berada di daerah Kediri Jawa Timur ini seolah mengulang kembali sejarah. Sejarah distribusi abu vulkanik akibat erupsi Kelud, seperti tercatat dalam Data Dasar Gunung Api Indonesia (Badan Geologi, Kementerian ESDM, 2011), pernah sampai ke Bandung. Kejadian itu pada 31 Agustus 1951. Saat itu, asap tebal putih keluar dari puncak Kelud disertai suara bergemuruh dan tercatat ada 7 korban jiwa.

Saat erupsi Kelud pada 19 Mei 1919, yang disebut-sebut salah satu erupsi paling dahsyat pada abad ke-20, hujan abu vulkanik terbawa ke timur hingga Pulau Bali. Dentuman erupsi waktu itu tercatat terdengar hingga Kalimantan. Saat itu, Kelud menelan korban 5.160 orang.

Sebelumnya, pada 22-23 Mei 1901, distribusi abu vulkanik dilaporkan mencapai Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. Di Kediri, abu panas turun pada dini hari beserta bau belerang yang sangat menyengat. Tercatat ada korban jiwa, tetapi tidak disebutkan jumlah pastinya.


Efek dari letusan Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur berimbas pada penerbangan yang ada di pulau Jawa. Yaitu penutupan beberapa bandara hingga waktu yang belum ditentukan akibat landasan tertutup abu vulkanis. Dari berbagai berita yang saya baca, beberapa Bandara yang sempat ditutup adalah :
  1. Bandara Internasional Juanda Surabaya, 
  2. Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang
  3. Bandara Internasional Adi Sumarmo, Solo 
  4. Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta
  5. Bandara Abdurrahman Saleh Malang 
  6. Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung
  7. bandara Tunggul Wulung Cilacap
  8. Lanud Iswahyudi, Madiun.
Kabar mengenai ditutupnya bandara Juanda ini juga membuat saya kebanjiran sms dan telfon dalam beberapa hari ini yang menanyakan kondisi penerbangan menuju Bandara Juanda Surabaya. Maklum banyak peserta event Pelatihan Hipnotis yang saya selenggarakan tanggal 23 February 2014 di Surabaya Hari Minggu besok, adalah berasal dari luar kota, luar pulau, bahkan banyak pula yang datang dari Luar Negeri. Dan mereka kebanyakan datang melalui jalur udara.

Dan Alhamdulillah, berita terakhir yang saya baca menyatakan bahwa Bandara Juanda sudah dibuka kembali.

Bandara Juanda Surabaya, Resmi Dibuka Kembali.
REPUBLIKA.CO.ID, Sabtu, 15 Februari 2014, 21:16 WIB

Pengelola Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, PT. Angkasa Pura, resmi kembali membuka operasionalnya. Petugas Airport Duty Officer (ADO) Mardi Budoyo mengatakan, geliat aktivitas di bandara tersebut sudah menuju normal.

Namun, kata dia, sejak dibuka, hinga besok pagi, Ahad (16/2) belum akan ada aktivitas penerbangan. Baik dari atau pun menuju Bandara Juanda.Hal tersebut, dikatakan dia, lantaran belum ada satu pun permintaan maskapai untuk melakukan penerbangan atau pun pendaratan. ''Operasionalnya sore tadi sudah mulai normal. Tepat pukul 18:00 (WIB) sudah kembali beroperasi,'' kata Mardi, saat dihubungi, Sabtu (15/2).

Mardi menerangkan, aktivitas penerbangan pertama terjadwal dari Juanda, tercatat pukul 05:15 WIB, Ahad (16/2), yaitu, dari Juanda menuju, Soekarno Hatta, Jakarta.

Mardi juga mengatakan, landasan udara Bandara Juanda, sudah bersih dari abu vulkanik dan pasir halus akibat letusan Gunung Kelud. Sejak erupsi, Kamis (13/2), abu vulkanik dan pasir muntahan Gunung Kelud, dikatakan Mardi, nyaris melumpuhkan aktivitas operasional dan menghentikan semua jadwal penerbangan bandara utama di Jawa Timur itu.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, dalam pesan singkatnya, Sabtu (15/2) membenarkan informasi tersebut. Kata dia, sudah tidak ada kendala apa pun terkait penerbangan dari dan menuju Bandara Juanda. ''Jika ada maskapai yang siap, malam ini pun sudah boleh terbang,'' ujar dia.

INFO TRAVEL TRANSPORTASI PESERTA.

Jalur Udara
Untuk peserta yang datang melaui Bandara Juanda, bila anda membutuhkan transportasi dari Bandara menuju Hotel. Anda dapat menggunakan jasa Taxi Bandara atau menggunakan jasa Travel dari Arifin Travel Sidayu. Yang berkantor di sebelah kiri pintu Keluar dari Pintu Kedatangan International Bandara Juanda.

Atau silahkan menghubungi Arifin Travel Sidayu di nomer ini :
+62 31 3940728
+62 31 3944578
+62 815 5360 0005
+62 813 3259 0550

Sebenarnya, lebih murah bila anda menggunakan jasa Taxi yang ada di Bandara, perkiraan ongkos taxi dari Bandara ke Tengah Kota adalah sekitar Rp. 75.000,- Namun, bila anda ragu-ragu untuk menggunakan jasa Taxi. Anda boleh menggunakan jasa dari Arifin Travel Sidayu. Karena bos dari Jasa Travel ini saya kenal dengan baik, jadi bila terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Saya dapat langsung contact dan menghubungi beliau.

Jalur Darat 

Bis Kota
Dari Terminal Bis Bungurasih, silahkan Naik Bis Damri Jurusan Purabaya - Bratang yang melewati Jalan Jemursari Surabaya.

Jalur Kereta Api
Stasiun Kereta Api yang terdekat dengan Hotel Santika Jemursari adalah Stasiun Wonokromo Surabaya, dari sini anda dapat naik Taxi atau naik angkot.