ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 22 Februari 2014

Saya Protes ke Adi W Gunawan, Soal Hypnotic Age Regression

INFO TRAINING, KLIK GAMBAR
Saya Protes ke PAK Adi W Gunawan , Soal Hypnotic Age Regression

Dalam statusnya di Facebook Offical Page-nya beliau menulis :
Mengapa Umumnya Hipnoterapis Tidak Melakukan Regresi?

Dari sekian banyak teknik dalam hipnoterapi, regresi (hypnotic age regression) adalah salah satu teknik paling efektif untuk menemukan akar masalah (ISE). Namun sayangnya banyak hipnoterapis tidak menggunakan teknik ini dalam praktik mereka. Mengapa? Simak selengkapnya di www.AdiWGunawan.com.
Maka saya jawab :
Tidak semua begitu bos, Regresi malah jadi tekhnik Favorite saya bos.. apalagi kalau pake tekhnik Ego State Therapy... Malah sangat mudah melakukan Regressi hingga menemukan ISE...
Link Status Pak Adi W Gunawan: https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10151975320061938
Link Status saya : https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/574451262646880

Dan karena saya penasaran dengan status Pak Adi W Gunawan, maka sayapun langsung meluncur ke TKP... eh... ke web pak Adi maksudnya... hehehehehe.... dan berikut ini adalah tulisan pak Adi W Gunawan yang melatar belakangi beliau membikin status Facebook seperti di atas.


Mengapa Umumnya Hipnoterapis Tidak Melakukan Regresi?
di Posting tanggal 22 Februari 2014, Pukul 09:03 WIB.
Link Artikel : http://www.adiwgunawan.com/?p=article&action=shownews&pid=200

Beberapa waktu lalu saya menangani klien yang datang dari luar kota. Klien ini, sebut saja Pak Budi, mengalami kecemasan tinggi yang berakibat pada meningkatnya produksi asam lambung dan sering mimpi buruk.

Saat wawancara, sesuai prosedur standar yang diterapkan di lembaga AWG Institute, saya bertanya antara lain seputar riwayat masalah yang Pak Budi alami: kapan ia mulai mengalami cemas berlebih, apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya, bagaimana kondisinya hingga saat ini, dan apa saja yang telah ia lakukan untuk mengatasi masalahnya.

Pak Budi menjelaskan bahwa ia telah “berobat” ke empat hipnoterapis di dalam negeri dan Singapore. Ia menjelaskan bahwa para hipnoterapis ini menerapi dirinya hanya membutuhkan waktu rata-rata sekitar satu jam dan semuanya hanya menggunakan sugesti.

Pak Budi kebetulan banyak membaca dan cukup memahami proses dan teknik hipnoterapi. Ia bertanya, “Pak Adi, apa memang teknik terapi itu hanya dengan sugesti? Saya baca di beberapa buku dan situs internet ada teknik regresi. Selama saya menjalani hipnoterapi belum pernah saya diregresi. Apakah teknik regresi memang jarang dipraktikan dalam hipnoterapi?”

Saya jelaskan pada Pak Budi bahwa sebenarnya teknik yang digunakan tentu perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi klien, tidak harus dengan regresi. Terapi tidak harus menggunakan regresi. Ada banyak teknik lain yang juga sangat efektif. Dan setahu saya ada banyak hipnoterapis di Indonesia atau di luar negeri yang cakap melakukan regresi. Mungkin saja ia belum sempat bertemu hipnoterapis ini.

Kembali Pak Budi bertanya, “Tapi mengapa dari empat hipnoterapis ini tidak ada satupun yang menggunakan regresi? Apakah teknik regresi tidak efektif, sulit dipelajari, atau memang jarang diajarkan sehingga jarang ada yang menggunakannya?”

Saya berusaha mendapatkan informasi lebih mendalam dan bertanya, “Pak Budi, berapa sesi terapi yang Bapak jalani dengan masing-masing hipnoterapis?”

“Saya hanya menjalani masing-masing hanya sekali saja. Dengan dua hipnoterapis saya hanya diajak bicara. Dengan yang lainnya saya diminta rileks dan diberi sugesti,” jawabnya.

Nah, di sinilah saya mendapat titik terang. Setiap terapis tentu punya strategi terapi yang akan ia gunakan untuk membantu klien. Dan tentu strategi ini tidak perlu dijelaskan pada klien. Teknik terapi adalah sesuatu yang dipelajari, dipahami, dan dipraktikkan oleh terapis dan dialami oleh klien. Ada terapis yang baru akan menggunakan regresi di sesi kedua atau ketiga, bergantung kesiapan, kebutuhan, situasi, dan kondisi klien. Jadi, tidak serta merta langsung menggunakan teknik regresi di sesi pertama. Dan belum tentu hipnoterapis sebelumnya tidak menguasai teknik regresi.

Setelah selesai menerapi Pak Budi saya duduk termenung di ruang kerja saya. Pertanyaannya kembali mengiang di telinga saya, “Apakah teknik regresi tidak efektif, sulit dipelajari, atau memang jarang diajarkan sehingga jarang ada yang menggunakannya?” Semakin lama pertanyaan ini membuat saya semakin pemasaran dan mendorong saya untuk menemukan jawabannya.

Ingatan saya bergerak mundur ke masa awal saya belajar hipnosis dan hipnoterapi di tahun 2004/2005. Selanjutnya, menyusuri garis waktu, muncul memori saat saya menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga membaca berbagai buku yang saya beli dari Amazon.com dan berbagai toko buku bekas di Amerika, dan juga membaca sangat banyak informasi di situs para praktisi dan pakar hipnoterapi di luar negeri. Saya juga ingat waktu dulu saya dengan antusias, sehari sampai enam jam, memelajari berbagai teknik terapi, termasuk regresi, dengan menonton dan memelajari ratusan DVD yang saya beli dari luar negeri.

Singkat cerita, setelah sungguh-sunguh mencermati, saya akhirnya sampai pada satu simpulan menarik. Ternyata memang tidak banyak trainer hipnoterapi di luar negeri yang benar-benar mendalami teknik regresi secara sangat mendalam. Demikian juga dengan buku. Ada banyak buku bagus membahas topik hipnosis dan hipnoterapi. Namun hanya sedikit yang khusus membahas regresi. Kalaupun ada, pembahasannya hanya pada tataran teori atau konsep, sangat jarang ada yang membahas hal yang sifatnya praktis. Apalagi sampai menjelaskan langkah demi langkah cara melakukan regresi dengan contoh kasus riil. Sejauh ini, buku yang menjelaskan dengan detil teknik dan proses regresi yang dilanjutkan dengan penanganan abreaksi sangat sedikit.

Regresi, selain sangat efektif untuk mencari dan menemukan akar masalah juga dapat digunakan untuk mengakses memori positif dari kejadian tertentu di masa lalu. Regresi jenis ini bertujuan untuk mengalami kembali pengalaman positif, sikap dan pola pikir positif yang mungkin selama ini dorman atau tidak aktif, emosi-emosi positif yang telah "pudar" seiring waktu berjalan. Ini sangat baik untuk membangkitkan kembali berbagai kondisi mental dan emosi yang konstruktif dan bermanfaat bagi kemajuan hidup klien.

Beberapa kendala yang biasanya dialami hipnoterapis pemula dalam melakukan regresi, seperti yang dulu saya alami saat baru belajar dan mempraktikkan hipnoterapi, antara lain:

1. Terapis merasa tidak mampu atau tidak siap karena ego strength yang kurang kuat.

2. Klien tidak siap, bisa tidak siap mengingat kembali pengalaman traumatik atau cemas dengan kemungkinan emosi yang muncul.

3. Ketidakmampuan membawa klien masuk ke kedalaman hipnosis yang sesuai untuk teknik regresi. Agar teknik regresi yang dilanjutkan dengan revivifikasi, bukan sekedar hipermnesia, bisa bekerja dengan baik dan optimal dibutuhkan kedalaman profound somnambulism. Tanpa kedalaman ini regresi yang berlanjut dengan revivifikasi mustahil bisa dilakukan.

4. Terapis tidak siap dan merasa tidak mampu menangani abreaksi atau luapan emosi yang terjadi saat klien mengalami revivifikasi pengalaman traumatik berisi muatan emosi yang intens. Umumnya, bila terjadi abreaksi, apalagi sampai abreaksi hebat, terapis akan panik atau takut saat melihat klien “mengamuk” atau marah, berteriak, memukul, menangis, dll. Belum lagi kalau klien sampai sesak napas, kram di daerah perut, lengan, atau kaki.

5. Terapis tidak paham teknik regresi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klien serta tidak menggunakan semantik yang sesuai saat memulai regresi dan mempertahankan klien dalam kondisi teregresi.

6. Terapis tidak menguasai teknik resolusi trauma. Abreaksi adalah satu hal dan tidak bersifat terapeutik. Abreaksi perlu dilanjutkan dengan resolusi trauma sehingga masalah klien benar-benar tuntas ditangani.

7. Terapis telah mencoba teknik regresi namun tidak berhasil menemukan akar masalah sehingga beranggapan teknik ini tidak efektif. Memang ada banyak teknik regresi. Dan dari sekian banyak teknik, dari pengalaman klinis kami, hanya ada satu atau dua teknik yang benar-benar sangat efektif untuk menemukan akar masalah.


INFO TRAINING, KLIK GAMBAR

Nah,setelah membaca uraian beliau di artikel di atas. Maka saya setuju dengan beliau. Adakalanya Hypnotic Age Regression tidak dapat diterapkan di sesi awal terapi, dan biasanya itu terjadi ketika klien mempunyai Type Suggestibilitas Intelectual/Emotional yang memang agak sulit untuk di bimbing masuk ke dalam kondisi hypnosis. Sehingga diperlukan beberapa sesi Hypnotic Training di awal-awal sesi yang di jalani oleh klien tersebut. Apa itu Type Sugestibilitas, Baca di Sini : SUGESTI & SUGESTIBILITAS.

Demikian juga ketika permasalahan yang dihadapi klien termasuk topik yang sangat sensitif bagi dia dan mungkin hal itu dianggapnya sebagai suatu aib yang akan merusak Citra Dirinya atau mungkin takut menyinggung pihak lain.. Sehingga klien menutup sangat rapat terhadap kasusnya. Menghadapi klien yang demikian, memang diperlukan usaha yang sedikit agak lama, terutama untuk membangun Building Rapport. Atau menanamkan kepercayaan kepada klien, sehingga klien dapat terbuka kepada terapist.

Saya juga setuju dengan pak Adi W Gunawan, bahwa memang tidak banyak Hypnotherapist yang menguasai dengan baik tekhnik Hypnotic Age Regression. Pada umumnya mereka hanya mengandalkan tekhnik Sugesti Terapi saja, dengan kata lain. Walaupun mereka sudah mempunyai sertifikasi sebagai Hypnotherapist (CHt), tetapi kemampuannya barulah di level Master Hipnotis. Yaitu hanya sekedar mampu menghipnotis. Dan baru matang di aspek Strategi Hipnosis, sedangkan pelajaran di level Advanced yang lebih menitik beratkan pada kompetensi di bidang Strategy Terapi, belumlah dikuasai secara maksimal.

Hal ini terjadi mungkin karena kurangnya pengalaman dalam hal menangani klien yang perlu pendalaman hingga akar masalah, akibat jarang menemui klien yang demikian. Atau terlanjur ke-enakan menggunakan Pola Sugesti Terapi, sehingga enggan untuk melakukan Strategi Terapi yang lain. Karena merasa sudah cukup nyaman dengan hanya sugesti terapi saja.

Padahal Tekhnik Sugesti Terapi adalah Tekhnik dasar dari Ilmu Hypnotherapy Yang di ajarkan di kelas Basic atau Fundamental Hypnotherapy. Dan bila praktisi tersebut sudah level Advanced. Maka dia haruslah mempertajam skillnya di bidang strategi terapy. Karena kompetensi itu juga sudah mereka pelajari di kelas Advanced Hypnotherapy.

Oleh karena itulah, sering saya itu menghimbau agar mereka rajin untuk praktek dan latihan. Karena sebuah kompetensi bila jarang digunakan, maka kemampuan tersebut dapat menurun kualitasnya.

BERANI PRAKTEK
Link Status : https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/574071516018188

Pernah saya membikin status yang menyarankan kepada para Hipnoterapis untuk rajin praktek dan latihan, agar dengan demikian kemampuan mereka akan semakin bertambah tajam dan juga semakin mahir....

Status yang demikian diprotes oleh beberapa sahabat..

Mereka bilang, Praktek kok coba-coba, pasien kok dibuat percobaan...

Saat itu, koment yg demikian saya diamkan saja, karena saya memaklumi keterbatasan pengetahuan mereka sebagai orang yang awam terhadap hipnoterapi...

Sebenarnya, saat seseorang telah mengikuti pendidikan sebagai Hipnoterapist dan telah dinyatakan lulus serta memperoleh sertifikasi. Maka dia sudah mempunyai kemampuan untuk melakukan terapi....

Jadi apa yang dia lakukan di ruang praktek itu bukanlah suatu tindakan try & error atau tindakan coba-coba... Tetapi merupakan suatu tindakan professional yang di dukung oleh pendidikan dan juga pelatihan yang sudah berstandard....

Maksud saya dengan memperbanyak praktek adalah dikarenakan permasalahan setiap Klien itu unik. Sehingga dari pengalaman menerapi berbagai macam pasien dari berbagai latar belakang yang berbeda...

Maka sang Terapist akan semakin kaya akan pengalaman.

Dalam hal ini pak Adi W Gunawan berkata :
Link : https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10151971964966938

Setiap hari saya melakukan terapi. Tujuan utama adalah untuk membantu para klien mengatasi masalah yang berhubungan dengan emosi atau perilaku. Kasus yang ditangani juga sangat beragam. Mulai dari yang ringan sampai yang (sangat) berat. Mulai anak-anak hingga lansia.

Satu hal yang saya cermati dan juga dirasakan oleh para terapis aktif yaitu semakin banyak kami melakukan terapi semakin berkembang pula pemahaman dan kebijaksanaan dalam memandang hidup dan kehidupan.

Ini semua terjadi karena sebenarnya saat melakukan terapi, disadari atau tidak, kami juga menerapi diri sendiri. Berbagai masalah atau kasus yang klien alami dan diproses di sesi terapi adalah bahan pelajaran sangat penting yang bersumber dari Buku Kehidupan para klien. Buku Kehidupan ini mengajarkan begitu banyak hal yang tidak pernah kami pelajari di sekolah maupun di buku-buku teks hipnosis/hipnoterapi.

Hipnoterapis menjadi semakin cerdas, pengetahuannya luas, cakap dan kompeten membantu klien karena "diajar" oleh klien-kliennya.

Jadi, terima kasih yang sebesarnya kami sampaikan kepada para klien yang telah mengajari kami begitu banyak hal penting melalui Buku Kehidupan mereka.

Demikianlah kenyataannya.....

Virtual Hypnotherapy.
Dalam kelas Advanced Hypnotherapy, ada 11 Hypno Therapeutic Technique yang dipelajari yaitu : Direct Suggestion, Ideo Motor Response, Age Regression, Anchor, Role Model, Desensitization, Future Pacing, Affect Bridge, Informed Child Technique (ICT), Parts Therapy, Chair Therapy, Gestalt Dialogue, Forgiveness Therapy, Object Imagery.

Adakalanya dalam praktek di klinik kita. Tidak semua tekhnik terapi itu kita gunakan. Karena biasanya keluhan pasien ya cuman itu-itu saja. Sehingga akhirnya beberapa tekhnik terapi menjadi jarang dipergunakan.

Nah, agar ketrampilan kita dalam menggunakan berbagai tekhnik itu tidak menjadi tumpul. Maka boleh juga kita menggunakan tekhnik Virtual Hypnotherapy.

Yaitu kita melakukan sesi Hypnotherapy menggunakan imajinasi kita. Lakukan simulasi terapi di fikiran... Kalau perlu, setting dengan memunculkan kendala-kendala yang mungkin terjadi. Umpamanya ada Resistensi dari klien sehingga sulit memasuki kondisi hypnosis, dll...

Dengan sering-sering melakukan Virtual Hypnotherapy secara rutin. Maka walaupun dalam prakteknya kita jarang menggunakan tekhnik itu, maka ketrampilan dan skil kita tetaplah tajam dan ampuh serta siap praktek.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

TIPS MENGHIPNOTIS ORANG YANG TIDAK SUGESTIBLE
Orang yang nggak sugestibel maksudnya adalah type orang yang kesulitan memasuki kondisi Trance yang cukup dalam....

Untuk membantu orang yang bertype demikian agar mudah memasuki kondisi Trance yang cukup dalam, kuncinya sederhana saja.... yaitu :
  1. DURASI dan 
  2. Re-Hypnotisation......
Beri dia sesi yang cukup lama, dan supaya anda ndak bosen, anda boleh gunakan berbagai variasi deepening.... Kemudian ulangi sesi tersebut dua hingga tiga kali, dan untuk sesi yang kedua dan seterusnya, durasinya makin diperpendek...

Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat...


Artikel Terkait dengan Regresi :

  1. AGE REGRESI DALAM HYPNOTHERAPY
  2. Hypnotic Age Regression: What, Why, and How?
  3. Age Regression dengan Waking Hypnosis
  4. Regresi Dengan Multi-ISE



HIPNOTIS MATA DEWA
Ada dua efect yang terjadi pada subjek bila kita menggunakan Tekhnik induksi Hypnosis Mata ini :

1. Tubuh lemas, pikiran melayang, dan kemudian tertidur.
2. Tubuh Kaku dan kejang seperti patung.

Untuk menimbulkan masing-masin efect, kita gunakan tekhnik Non Verbal Sugesti yang berbeda....

SELENGKAPNYA BACA DI SINI.....