ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 29 Maret 2014

Hitam Putih Hipnotis

Hitam Putih Hipnotis
Hipnotis, sebuah nama yang mempunyai ribuan makna. Setiap Kepala mempunyai makna yang berbeda, seribu mata, seribu persepsi, seribu pandangan. Dan entah kenapa tanpa alasan yang jelas. Walau pendidikan serta Training Hipnosis resmi banyak yang beredar, namun pemahaman masyarakat tentang benda yang satu ini tetap saja beragam.

Bahkan, diantara praktisi Hipnotis itu sendiri. Setiap praktisi memaknai dengan berbeda terhadap keilmuannya ini. Hipnotis, satu nama dengan seribu makna. Karena sedemikian luasnya cakupan dari fenomena pikiran manusia yang masuk dalam kategori fenomena hipnosis.

Mitos Dan Fakta Hipnotis.

Mitos 1: Seorang ahli Hipnotis mampu mengontrol pikiran orang lain.
Fakta : Tidak ada seorangpun yang dapat mengontrol pikiran kita, kecuali kita memperbolehkannya. Tidak ada sekalipun waktu kita bisa kehilangan kontrol terhadap pikiran kita sendiri, bahkan ketika kita tidur sekalipun. Pikiran (bawah sadar) kita mampu untuk selalu mengetahui sugesti yang tidak kita setujui, atau tidak mengerti, dan mampu secara langsung menolak hal tersebut bila bertentangan dengan nilai dasar kita.

Memang benar saat dalam kondisi hipnosis filter mental, yang disebut critical factor, sudah off. Namun, ini kan filter yang ada di pikiran sadar. Bukan di pikiran bawah sadar. Di pikiran bawah sadar juga ada filter mentalnya. Ini yang selama ini jarang dibahas oleh sebagian besar orang. Saat critical factor dari pikiran sadar menjadi nonaktif karena relaksasi pikiran, benar sugesti dapat dimasukkan dengan leluasa ke pikiran bawah sadar, namun sugesti ini tetap akan melewati empat filter mental di pikiran bawah sadar.

Empat filter mental dari Pikiran Bawah Sadar ini yaitu :
  1. Filter Survival (keselamatan hidup).
  2. Filter Moral/agama.
  3. Filter Benar/salah.
  4. Filter Masuk akal/tidak.
Ketika sugesti yang diberikan bertentangan dengan Filter Mental dari Pikiran Bawah sadar ini, walaupun subyek berada di dalam kondisi Hypnosis. Dia secara otomatis akan menolak dan bahkan melawan setiap sugesti yang bertentangan dengan Nilai-nilai yang ada di dalam filter mentalnya. Dan bahkan, subjek dapat memutuskan untuk mengakhiri suatu sesi Hipnosis yang sedang terjadi, dan menolak untuk melanjutkannya bila pikiran bawah sadarnya menilai ada sesuatu yang tidak benar di dalam proses tersebut.

Sekedar Contoh : Anda Masih ingat dengan kasus Eyang Subur yang berseteru dengan Adi Bing Slamet..? Nah, itulah sebuah contoh ketika seorang subyek melawan sugesti dari sang master hipnotis.

Mitos 2 : Saya akan berbuat hal-hal yang memalukan, seperti menggongong seperti anjing, dll.
Fakta : Asumsi ini berdasarkan pada Stage Hypnosis (utk entertainment) dan film-film semata. Pada kenyataannya, orang-orang yang ditampilkan pada acara-acara stage hypnosis di televisi merupakan orang orang yang mengajukan diri untuk tampil dan membiarkan diri mereka untuk menerima sugesti-sugesti yang bersifat konyol untuk keperluan entertainment. Ada beberapa persiapan yang dilakukan oleh seorang performer Stage Hypnosis terlebih dahulu dibelakang panggung sebelum acara tersebut dilakukan.

Mitos 3 : Hipnotis merupakan sesuatu yang didasari dari ilmu hitam atau hal supranatural
Fakta : Hipnotis merupakan proses alami yang telah diteliti dan dipelajari secara ilmiah. Seorang hypnotist (ahli hipnotis) bukan merupakan seorang paranormal atau sebangsanya yang memiliki “kekuatan” gaib/ istimewa. Hypnosis/Hypnotherapy merupakan sebuah bidang ilmu yang berdasarkan riset secara klinis oleh beberapa orang psikolog terkemuka, seperti Dr. Sigmund Freud dan Dr. Carl Jung, dan oleh Dr. Milton Erikson dan Dr. John Kappas.

Mitos 4 : Jika saya dihipnotis, maka saya tidak akan sanggup bangun sendiri
Fakta : Hypnosis merupakan proses yang sangat ilmiah dan aman, dan faktanya adalah bahwa hipnosis merupakan keadaan dengan kesadaran yang luar biasa. Banyak orang yang “menyimpulkan” atau “menyamakan” proses hypnosis dengan “lepasnya” jiwa atau pikiran dari tubuh, sebenarnya hypnosis tidak ada sama sekali hubungannya dengan perginya jiwa atau pikiran kita dari tubuh, sehingga kita mampu dan sanggup bangun walaupun sebelum penghipnotis membangunkan kita. Setiap saat ada keadaan yang bisa membahayakan jiwa kita, kita mampu secara natural keluar dari keadaan hypnosis dengan membuka mata dan berbicara, serta terbangun dalam kondisi yang sangat baik.

Mitos 5 : Saya belum pernah memasuki kondisi hypnosis sebelumnya
Fakta : Tiap orang secara alami memasuki keadaan hipnotis paling sedikit 2 kali sehari, yaitu sebelum tidur di malam hari dan ketika bangun dari tidur di pagi hari. Ketika kita menonton film, menonton TV, mengendarai kendaraan, atau saat membaca buku yang mengasyikkan, dimana secara focus dan emosi kita terbawa kedalamnya, sebenarnya saat itupun kita memasuki sebuah kondisi di dalam pikiran kita (terdeteksi dengan alat pengukur secara ilmiah) yang kita sebut sebagai hypnotic trance. Jadi, sebenarnya kita seringkali memasuki kondisi hypnosis tanpa kita sadari.

Mitos 6 : Hipnotis merupakan pengobatan yang ajaib
Fakta : Hipnotis merupakan metode yang relatif cepat untuk menanamkan kemajuan yang permanen, tetapi Hypnosis bukan merupakan suatu Pil Ajaib. Setiap individu pasti mengalami perubahana pada kecepatannya sendiri-sendiri, dan berbeda untuk satu orang dengan orang yang lainnya. Mengapa? Karena proses hypnosis sangat bergantung pada keadaan pikiran, nilai dasar, dan banyak system di dalam pikiran bawah sadar seseorang. Berhati-hatilah pada orang-orang yang mengklaim keberhasilan dalam waktu cepat.

Mitos 7 : Hipnotis merupakan perangkat hebat untuk membuat seseorang “mengaku”
Fakta : Sesi hypnotherapy merupakan sesi yang bersifat individu, privat, dan rahasia. Sesi hypnotherapy belum dapat digunakan untuk pengakuan di pengadilan. Hypnosis bukan merupakan alternatif untuk deteksi kebohongan. Memang dengan beberapa teknik tertentu, kita bisa mengetahui (secara garis besar) apakah seseorang mengatakan sesuatu kebenaran atau tidak, tetapi hypnosis tidak dapat digunakan untuk memaksa seorangpun untuk mengatakan “yang sebenarnya” atau mengakui sesuatu.

Mitos 8 : Ketika di hipnotis, saya akan kehilangan semua sensitifitasan saya terhadap sekeliling saya, dan tidak akan mengingat sesudahnya.
Fakta : Hypnosis bukan merupakan kondisi ketidaksadaran dalam tidur. Kenyataannya, banyak orang yang melaporkan memiliki peningkatan sensitifitasnya, konsentrasi, dan fokus, dan bahkan dapat mendengar dengan lebih baik selama sesi berlangsung. Jika terjadi kejadian seseorang “lupa” apa yang telah terjadi setelah sesi Hypnosis, maka semua hal yang seolah-olah ia lupakan tersebut dengan mudah dapat diingat kembali dengan sebuah proses tertentu.

Mitos 9 : Self-Hypnosis lebih aman, lebih baik, atau lebih efektif daripada datang ke seorang profesional Hypnotherapist
Fakta : Self-Hypnosis terkadang dapat berbahaya ketika tidak diajarkan oleh seorang instruktur profesional, seperti munculnya kebiasaan negatif atau kepercayaan tentang seseorang yang dimasukkan yang tergantung pada sugesti yang diberikan. Hal ini dapat menyebabkan stress dan masalah dalam jangka panjang. Hypnotherapy secara langsung mampu mengakses pikiran bawah sadar hingga menjangkau ke akar masalah, sementara Self-Hypnosis tidak mampu sedalam itu. Terkadang beberapa value (nilai dasar) dan belief (kepercayaan) yang kita miliki sebelumnya, bisa menghambat kecepatan pengaruh dari self hypnosis.