ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 13 Maret 2014

Rahasia Dibalik Ritual Sang Caleg

Kenapa "Esoterisme" selalu menarik bagi sebagian besar masyarakat kita?

Karena manusia memerlukan "pintu keluar" untuk melepaskan diri dari logika, terutama saat terjadi persoalan yang sudah tidak dapat diselesaikan dengan logika empiris biasa. Pada dasarnya setiap orang memiliki sisi mindset "esoteris", hanya saja dalam kondisi Normal biasanya mereka "tidak mengaku" dan tidak mau mengakui itu.

Namun, ketika ada sebuah hal besar sedang dipertaruhkan. Maka pada umumnya manusia akan kembali menengok Sisi Mindset Esoteris Yang dia miliki. Termasuk yang saat ini sedang marak dilakukan oleh para Caleg, yaitu melakukan ritual-ritual mistik yang aneh-aneh.

Blitz News : Ritual Sang Caleg ( Source Kompas.com)
Calon anggota legislatif (Caleg) Dapil V DPRD Kabupaten Ngawi dari Partai Demokrat, Miftahul Jannah, ditemani suaminya menggelar ritual doa dan mandi di Sungai Tempuk Alas Ketonggo (Srigati) Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Rabu (12/3/2014) kemarin. Ritual dilakukan agar bisa lolos menjadi anggota DPRD Kabupaten Ngawi dalam Pemilihan Umum Lagislatif (Pileg) 9 April 2014.

Berbagai upaya, termasuk upaya spiritual yang tidak masuk akal dilakukan para caleg di daerah untuk mendapatkan berkah dan terpilih menjadi wakil rakyat. Puluhan caleg mendatangi tempat ini, tetapi kebanyakan melakukan ritual di sungai ini secara sembunyi. Tak hanya Miftahul Jannah, sejak sebulan mendekati pelaksanaan pemilihan umum legislatif (Pileg), puluhan calon anggota legislatif (Caleg) sudah berdatangan ke Alas Ketonggo (Srigati).

Mereka datang ke Alas Ketonggo untuk menggelar ritual doa dan mandi di Sungai Tempuk yang ada di tengah hutan jati itu. Juru Kunci Alas Ketonggo, Marji, mengatakan, sudah banyak caleg yang datang ke Alas Ketonggo untuk menggelar ritual berdoa dan mandi di Sungai Tumpuk. Rata-rata mereka berharap bisa lolos menjadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, dan DPD di lokasi yang dianggap keramat itu.

"Yang datang kalau puluhan atau sekitar 50 orang sudah ada. Rata-rata datangnya secara sembunyi-sembunyi. Kalau namanya saya lupa mereka merata dari bermacam-macam partai yang bertarung dalam Pileg 9 April itu. Wong sehari sudah ada 3 sampai 5 orang sejak dua pekan terakhir," kata Marji.
Rahasia Dibalik Ritual Sang Caleg
Semua tradisi esoterisme (termasuk mantra, doa-doa, bahkan Ritual Yang super aneh sekalipun), hanyalah sekedar metodologi belaka. Yang luar biasa sebenarnya justru "Manusia"-nya sendiri. Bahkan bagi yang mau bereksperimen, pakai cara yang Super Gendeng Bin Koplax-pun dapat menghasilkan efek yang sama.

Dan sesungguhnya, semua tradisi esoteris apapun saja. Pastilah melibatkan 3 hal berikut ini :
1. Mind Power
2. Quantum Vibration (Energi)
3. Hukum Alam termasuk di dalamnya adalah The Law of Attraction (LOA).

Fenomena LOA berada di wilayah "esoterism". Jadi percuma jika membahas LOA dengan Logika Otak Kiri (Rasionalitas), karena akan menjadi debat panjang tidak berujung. Sederhananya jika mempercayai fenomena ini, gunakan, sebaliknya jika tidak mempercayai ya tinggalkan.

Itulah sebabnya, ketika para Caleg sudah mentog dalam menggunakan upaya-upaya yang rasional, maka mereka akan mendaya gunakan sisi Irasional yang mereka miliki. Kehidupan adalah seni memainkan "paradoks" (dua hal yang berlawanan). Karena di setiap isme, pengetahuan, bahkan keyakinan, selalu mengandung dualisme. Secara normal biasanya manusia berawal dengan cenderung memilih satu sisi, sampai suatu hari ini nanti mereka akan memahami bahwa kedua sisi ini harus dimainkan dengan selaras.

Di dunia ini tidak ada yang "ajaib", tidak ada suatu Kebetulan yang benar-benar sebagai suatu kebetulan, segala peristiwa pasti dapat dijelaskan mekanismenya, atau paling banter "belum" diketemukan penjelasannya. Sakit pasti ada sebabnya, sehat pasti ada sebabnya, kaya - miskin - pintar - bodoh - beruntung - sial juga pasti ada sebabnya. Dan, kita dapat mempelajari semua penyebab yang akan berubah menjadi akibat dari berbagai hal yg kita inginkan dalam hidup ini.

Seluruh peristiwa yang menghampiri kehidupan kita umumnya tidak datang "tiba-tiba" begitu saja, pasti ada urutan logis kenapa hal tersebut terjadi, entah karena ketekunan kita atau mungkin karena kelalaian kita. Selalu ada benang merah yang dapat diamati dalam prosesnya.

"Kebetulan yang bukan kebetulan’ tersebut berjalan secara alamiah atas dasar prinsip ‘sinkronitas’ dengan ketidaksadaran kolektif, seperti yang diungkapkan oleh Carl Gustav Jung. Carl Gustav Jung (1875 – 1959) menyatakan bahwa setiap manusia memiliki ‘ketidaksadaran kolektif’, dimana melalui hal itulah manusia saling terhubung satu sama lain. Ketidaksadaran kolektif memuat nilai, gagasan atau kebijaksanaan yang bersifat universal, yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dan melalui inilah budaya – budaya jaman dahulu serta seseorang mengakses alam semesta terhadap kebijaksanaan universal. Dan ketika seseorang mengakses Kecerdasan Universal dengan sebuah cara-cara tertentu, hal itu merupakan sebuah upaya untuk memunculkan kejadian ‘kebetulan yang bukan kebetulan’ yang oleh Jung diungkapkan sebagai synchronity atau sinkronitas bahwa segala sesuatu saling berhubungan dengan sesuatu yang lain, yang terkoneksi dengan ketidaksadaran kolektif.

Manusia adalah mahluk pembelajar, entah belajar hal baik atau hal buruk, entah belajar secara sadar ataupun secara tidak sadar (Unconsciously). Bahkan keahlian untuk selalu beruntung atau selalu sial, itupun pasti melalui proses pembelajaran yang lama dan persisten. Nah jika semua ini adalah soal "belajar", tentu kitapun dapat membelokkan hidup kita kemanapun juga, asal kita mau "belajar" dan mengulang-ulang semua pelajaran yg terkait dengan arah hidup yg kita inginkan, sampai kita pandai.

Mengapa kita sering gagal dalam menggapai suatu impian atau tujuan? Karena umumnya secara sadar saja (Consciousness) mungkin kita belum benar2 "clear" menginginkan hal ini. Impian dan tujuan pasti memiliki paket lain yg tidak dapat dipisahkan, yaitu konsekwensi holistik (positif & negatif) saat impian & tujuan ini tercapai.

Seluruh Mimpi kita PASTI terwujud jika seluruh kesadaran (Consciousness, SubConsciousness, SuperConsciousness) berada di arah vector yang sama dengan mimpi ini. Toh mimpi kita walaupun liar, tapi sebenarnya selalu masih dalam batas wajar (karena orang lain mungkin sudah mewujudkannya).

Setiap orang memiliki sisi "Sang Bijak" yang bersemayam di dalam dirinya, dan dapat membantu untuk menyelesaikan problematika sehari-hari dan bahkan memberikan solusi untuk meraih impian-impiannya. "Sang Bijak" ini dapat ditemui di keadaan hening, jadi biasakan untuk sesekali memasuki keheningan, diantara hiruk pikuknya putaran roda kehidupan.

Dan untuk memasuki kondisi yang hening, sesungguhnya tidaklah harus kita bertapa di gua-gua, di tengah hutan, dll... Dimanapun saja, kita dapat mengakses keheningan jiwa, memasuki Dimensi Kecerdasan Super, dan bergetar dalam Vibrasi Kun Fa Yakuun. Karena keheningan itu letaknya ada di dalam hati dan pikiran kita sendiri.

Oleh sebab itulah, sungguh sangat di sayangkan. Bila para Celg kita ini, lebih memilih kembali menjadi manusia primitive dan lebih suka bertapa di Gua angker untuk mendaya gunakan sisi Mindset Esoterisnya. Sungguh, saya sempat bertanya dan mempertanyakan Kualitas Para Caleg yang seperti ini. Bagaimana mereka bisa membawa kemajuan yang signifikan bagi Bangsa dan negara, bila Kualitas Cara Berfikir mereka, masihlah tidak jauh dengan Manusia Gua di Era Zaman Batu.

RITUAL SANG CALEG
Bila Ritual Mistis di tempat yang angker, di gua, di hutan, dll.. itu adalah merupakan bagian dari keyakinan dan kepercayaan agamanya... Maka itu adalah hal yang wajar dan normal....

Namun bila sebenarnya itu bukan bagian dari keyakinannya..?
Maka, hal inilah yang saya pertanyakan di dalam artikel Rahasia Dibalik Ritual Sang Caleg http://goo.gl/R0VDjd yang saya tulis di atas..

Kok sampe segitunya... hehehehe...
Apakah demi rakyat ataukah demi ambisi pribadi...??????

Referensi : Yan Nurundra