ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 09 Mei 2014

Sejuta Khasiat Beton, Si Biji Nangka

Mendengar kata beton, mungkin yang terlintas di pikiran anda adalah sebuah benda yang terbuat dari semen, pasir, dan batu... Sebenarnya Beton adalah nama untuk isi dari buah nangka (Biji Nangka) dalam bahasa jawa.

Beton (Biji Nangka) yang dimasak dengan direbus dalam air ataupun dikukus adalah termasuk makanan kesukaan saya. Dan makanan ini banyak dijual di sekolah-sekolah yang ada di daerah saya. Hanya saja, bila kita terlalu banyak mengkonsumsi beton. Biasanya Bau Kentut kita akan lebih bau daripada biasanya. Hehehehehe........

Selain nikmat dijadikan cemilan, sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari beton (Biji Nangka). Selain tinggi protein, karbohidrat, serat, vitamin A, C, dan B, biji nangka juga dilengkapi dengan kalsium, seng, dan fosfor.

Biji nangka juga dikenal dengan fitonutriennya seperti lignan, isoflavon, dan saponin yang merupakan antioksidan yang membantu mencegah kanker. Nah, untuk lebih mengerti lagi manfaat biji nangka, berikut pemaparannya.

1. Melawan keriput
Kandungan antioksidan yang tinggi pada biji nangka bisa melawan penuaan di wajah. Campurkan saja biji nangka dengan susu dingin, kemudian hancurkan biji hingga halus dan ratakan pada wajah. Jika dilakukan rutin, keriput di wajah pun akan berkurang.

2. Mencegah konstipasi
Makan biji nangka secara rutin akan memberikan manfaat bagi kesehatan. Kandungan kaya seratnya akan mencegah konstipasi. Biji nangka juga dapat dimanfaatkan dalam upaya pengeluaran racun atau detoks dari tubuh.

3. Membersihkan noda pada kulit
Siapa sangka biji nangka bisa membuat kulit lebih mulus? Campurkan biji nangka kering ke dalam susu dan madu. Setelah beberapa waktu, hancurkan biji menjadi pasta dan ratakan pada kulit yang bernoda, setelah kering, bilas dengan air bersih.

4. Mengatasi stres dan penyakit kulit
Diketahui tinggi protein dan mikronutrien lainnya, biji nangka pun baik digunakan sebagai bahan terapi penyakit kulit dan mengatasi stres. Rutin makan biji nangka juga menjaga kulit tetap lembab alami.

5. Memberikan volume pada rambut
Biji nangka memiliki manfaat besar terhadap menjaga aliran darah tetap baik. Sementara aliran darah yang baik diperlukan untuk pertumbuhan rambut yang sehat. Ditambah lagi, makan biji nangka juga baik untuk menjaga kadar gula darah karena kaya akan mangan.

6. Mencegah anemia
Biji nangka mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menghindari anemia.

7. Mencegah rambut rontok
Di dalam biji nangka, terdapat kandungan vitamin A yang menjaga penglihatan. Namun tak hanya itu, vitamin A yang berasal dari biji nangka juga berfungsi untuk melawan kerontokan rambut.

8. Menambah kenikmatan seksual
Biji nangka dapat dipanggang seperti chestnut. Biji nangka panggang dianggap sebagai afrodisiak yang baik untuk meningkatkan gairah bercinta.

9. Menangkal Penyakit Kanker Kolon
Yoghurt dicampur tepung biji nangka terbukti manjur menangkal kanker kolon. Penemuan tersebut adalah buah riset mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB), Umi Kartika Safitri. Di bawah bimbingan Winiati Puji Rahayu, penelitian tersebut menemukan, biji nangka memiliki sifat prebiotik sehingga dapat menangkal kanker kolon.

Dia menambahkan, risiko terkena kanker kolon dapat diturunkan dengan cara meningkatkan konsumsi serat makanan, termasuk prebiotik dan probiotik. Hasil tersebut tertuang dalam beberapa penelitian sebelumnya yang juga telah melalui tahapan uji coba pada hewan.

Biji nangka berpotensi sebagai prebiotik karena mengandung polisakarida dan oligosakarida yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan serta mampu menstimulasi pertumbuhan bakteri Lactobacillus. Melihat kandungan biji nangka itu, Umi menambahkannya dalam minuman susu fermentasi sinbiotik. Dalam susu fermentasi itu, Umi menggunakan dua jenis bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus brevis.

Umi mengungkap, banyak keunggulan yang diperoleh dengan menambahkan biji nangka dalam pembuatan susu fermentasi. Salah satunya, biji nangka dapat diolah menjadi tambahan susu fermentasi sinbiotik untuk meningkatkan daya guna, daya simpan, dan nilai ekonomisnya.

"Susu hasil fermentasi kaya bakteri asam laktat memiliki efek positif bagi kesehatan karena dapat menghambat beberapa spesies bakteri patogen seperti Salmonella, Listeria dan Clostridium. Selain itu, susu fermentasi mengandung bakteri asam laktat mampu meningkatkan kerja enzim galaktosidase yang mempermudah pencernaan laktosa usus, meningkatkan kualitas gizi, menurunkan kadar kolesterol darah, mencegah kanker dan mengatasi diare," urai Umi, seperti dikutip dari siaran pers IPB yang diterima Okezone, Selasa (10/12/2013).

Sebelum dibuat tepung, biji nangka dicuci untuk menghilangkan kotoran. Biji nangka lalu direbus dalam suhu 90 derajat Celsius selama sepuluh menit menggunakan steam jacket untuk menghilangkan lendir dan mempermudah pelepasan kulitnya.

Setelah itu, biji nangka dipisahkan dari kulit yang masih menempel menggunakan abrassive peeler. Kemudian biji nangka diiris menggunakan slicer menjadi bagian-bagian kecil untuk memudahkan proses pengeringan.

Proses pengeringan dilakukan pada suhu 60 derajat celsius selama empat jam. Pengeringan ini untuk mengurangi kadar air dalam biji nangka sehingga mempermudah penggilingan. Selanjutnya, dilakukan penggilingan dengan disc mill dengan ukuran 60 mesh, kemudian diayak dengan ukuran seratus mesh agar tekstur produk akhir tidak berpasir. Rendemen yang diperoleh dari proses tersebut adalah 9,66 persen.

"Tahap selanjutnya adalah pembuatan minuman sinbiotik yang diawali dengan penyiapan kultur starter. Bakteri yang digunakan adalah L plantarum yang bersifat homofermentatif dan L brevis yang bersifat heterofermentatif," jelasnya.

Pembuatan minuman sinbiotik dilakukan dengan membuat delapan formula. Hasil analisis menunjukkan, terdapat perbedaan signifikan antara kontrol (formula yang tidak ditambah tepung biji nangka) dengan formula yang ditambah tepung biji nangka.


Ref : Kompas