ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 11 Juni 2014

Belief TranceFormation, Perubahan Diri dari Akarnya

Belief TranceFormation, Perubahan Diri dari Akarnya

Perubahan, mengapa sulit untuk terjadi..? Walaupun kita sudah berusaha semaksimal mungkin, mengapa untuk merubah diri sendiri agar lebih baik dan lebih maju itu sangat sulit untuk dilakukan.

Ya, perubahan memang sulit untuk dilakukan. Karena itu menyangkut tentang Siapa Jati Diri kita, dan bagaimana Identitas diri kita dibentuk selama bertahun-tahun sedari kecil kita.

Bagaimana anda dapat berharap adanya sebuah perubahan yang bersifat Instan, bila unsur pembentuknya itu sudah dimasukkan ke dalam diri kita selama bertahun-tahun..?

Bila pembentukan Jati diri kita membutuhkan sebuah proses yang sedemikian panjang, tentu untuk melakukan perubahan yang signifikan akan memerlukan proses yang tidak sedikit pula. Karena perubahan diri ini menyangkut juga perubahan mengenai Prinsip Hidup, Sudut Pandang, Gaya Hidup, dan juga keyakinan hidup.

Dan bila kita sudah mengalami perubahan total, maka kita bukanlah kita yang dahulu... Nah, perubahan inilah yang ditakutkan oleh banyak orang.

Banyak orang menginginkan kesuksesan dan perubahan nasib, namun tidak banyak orang yang mau mengubah diri mereka. Itulah sebabnya, jumlah orang sukses di dunia ini sangatlah sedikit sekali.

Untuk dapat berubah, kita harus rela dan ikhlas untuk mengubah Belief & Value kita. Mengubah Prinsip Hidup, Sudut Pandang, Gaya Hidup, dan juga keyakinan hidup.

Mengubah Belief, Mengapa Sulit?
Belief adalah sesuatu yang diterima atau diyakini sebagai hal yang benar, baik secara nalar dan terutama pada tingkat rasa. Belief berlaku sebagai program pikiran yang mengendalikan cara berpikir, ucapan, sikap, perilaku, dan tindakan. Ini semua menentukan capaian seseorang.

Kekuatan belief bergantung pada beberapa hal.
  1. Pertama, kapan belief ini dimasukkan ke dalam diri seseorang.
    Semakin dini usia, semakin besar kekuatan belief. Ini disebabkan karena saat masih kecil faktor kritis pikiran belum terbentuk atau masih sangat lemah. 
  2. Kedua, seberapa sering belief ini diperkuat dengan repetisi.
    Semakin sering diperkuat sudah tentu belief menjadi semakin kuat. 
  3. Ketiga, siapa yang memasukkan belief ini.
    Dalam konteks ini kita mengacu pada tingkat otoritas orang yang memasukkan belief berdasar persepsi si penerima belief. 
  4. Keempat, jumlah data pendukung yang membenarkan belief.
    Bila diibaratkan sebagai meja maka belief adalah papan bagian atas dan data pendukung adalah kaki-kaki yang menopang papan ini. Semakin banyak kaki penopang maka meja semakin kuat dan kokoh. Demikian juga belief.
  5. Kelima, seberapa kuat intensitas emosi yang ada pada belief.
    Semakin tinggi intensitas emosi, semakin kuat belief.
Di pikiran bawah sadar idealnya tidak boleh ada dua belief yang bertolak belakang mengenai satu hal. Misal belief tentang uang. Ada belief yang menyatakan, “Dengan uang seseorang bisa meraih kebahagiaan”. Dan dalam diri orang yang sama ada juga belief mengenai uang yang menyatakan, “Uang adalah akar dari segala kejahatan”, atau “Orang kaya adalah orang jahat karena menggunakan uangnya untuk menindas orang miskin.”

Belief yang bertentangan pada satu hal yang sama menimbulkan konflik internal yang seringkali tidak disadari. Biasanya yang orang alami adalah capaiannya rendah atau ia sering merasa tidak nyaman dalam hal uang atau ia tidak bisa menghasilkan uang yang banyak seperti yang diinginkan.

Demikian juga belief tentang kerja. Ada yang percaya bahwa untuk sukses harus kerja keras, sampai “berdarah-darah”. Individu ini tentu akan sangat sulit memodel belief yang menyatakan bahwa untuk sukses tidak perlu kerja keras.

Kesulitan memodel belief adalah karena belief baru seringkali tidak sejalan dengan belief lama. Kita bisa saja mengadopsi belief baru. Namun untuk bisa sepenuhnya efektif, belief ini harus diterima sepenuhnya dan tidak boleh ada perlawanan dari belief lama.

Contoh lain adalah pada anak. Anak dengan capaian akademik rendah, walau telah belajar sungguh-sungguh, biasanya punya belief “Saya anak bodoh”, atau “Saya tidak bisa”, atau “Pelajaran ini sulit”, “Saya tidak bisa menghapal”.

Apapun yang orangtua atau guru lakukan untuk meyakinkan si anak bahwa ia bisa, ia mampu, ia pintar, tidak akan bisa memberi hasil maksimal. Mengapa? Karena apa yang orangtua atau guru lakukan adalah memasukkan belief baru. Sementara di dalam diri anak ada belief lama yang sangat kuat yang mengendalikan hidupnya. Belief berlaku seperti “makhluk hidup” yang akan mempertahankan hidupnya dengan segenap tenaganya. Ia tidak bersedia disaingi, diganggu, atau bahkan diganti dengan belief baru.

Untuk itu, belief lama yang tidak bermanfaat untuk hidup dan ingin kita ganti perlu dilemahkan dan dihapus. Baru setelahnya kita mengadopsi belief baru. Dan untuk melemahkan dan menghapus belief butuh cara, teknik, strategi yang tepat. Tidak bisa hanya mengandalkan will-power karena belief letaknya di pikiran bawah sadar sedangkan will-power adalah fungsi dari pikiran sadar. Dan kita tahu kekuatan pikiran sadar berbanding pikiran bawah sadar adalah satu berbanding sembilan. Artinya, teknik perubahan berbasis pikiran sadar akan sangat sulit, bila tidak mau dikatakan tidak bisa, menjangkau dan melakukan perubahan pada konten pikiran bawah sadar.

Untuk bisa melemahkan belief kita perlu tahu struktur pembentukkannya. Selanjutnya dilakukan upaya untuk melemahkannya dengan teknik yang sesuai. Dari pengalaman saya selama ini dalam membantu klien, cara paling mudah untuk melemahkan belief adalah melalui jalur emosinya. Saat intensitas emosi yang melekat pada satu belief berhasil dilemahkan atau dihilangkan maka pada saat itu juga belief kehilangan kekuatannya dan dapat dengan mudah diganti. Dan untuk menanam belief baru tentu juga perlu tahu cara yang benar karena belief letaknya di pikiran bawah sadar.

Daftar Pustaka :
Adi W Gunawan's Facebook Status : "Memodel Belief, Mengapa Sulit?"

INFO CORNER:

AGENDA TERBARU TRAINING HIPNOTIS & HIPNOTERAPI NAQS DNA :
✔ Surabaya, 15 Juni 2014 : Pelatihan Master Neo Hipnotis.
✔ Bandung, 06 Juli 2014 : Pelatihan Master Neo Hipnotis.
✔ Jakarta, 17 Agustus 2014 : Pelatihan Master Neo Hipnotis Plus Pelatihan Tenaga Dalam.
✔ Malaysia, 30, 31 Agustus & 01 September 2014 : The Miracle of Quantum Hypnomassage Workshop
✔ Surabaya, 22- 25 Oktober 2014 : Professional Ericksonian Hypnotherapy Camp

DESKRIPSI :
✔ Pelatihan Master Neo Hipnotis : Fundamental Hypnotherapy & 15 Jenis Ilmu Hipnotis.. KLIK : http://goo.gl/2H4Aze
✔ Professional Ericksonian Hypnotherapy Camp, http://goo.gl/AlyUhi
✔ The Miracle of Quantum Hypnomassage Workshop, http://goo.gl/fmWncV
✔ Pelatihan Master Neo Hipnotis Plus Pelatihan Tenaga Dalam, http://goo.gl/YJ2z0l