ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 29 Juni 2014

Benarkah Syaithan dibelenggu kala Ramadhan?

Kuliah Fesbukiyah Ramadhan bersama Kang Asep Haerul Gani

Apa benar Syaithan dibelenggu.kala Ramadhan?
"Ajengan, apakah benar kata hadits, saat puasa Ramadhan ini syaithan-syaithan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan pintu surga terbuka luas. Lha kok yang saya cermati itu suami istri malah asyik berantem, di daerah tertentu penguasa menjalimi rakyatnya, di media sosial para fans dan relawan dua kubu saling menghancurkan dan merendahkan bahkan menistakan" tanya Kabayan usai shalat Dzuhur di Tajug di atas kolam.

"Kabayan, kalau kamu pelajari betul hadits itu, kamu akan menemukan makna - BAGI SIAPAPUN YANG MELAKUKAN SAUM. Melakukan Saum bermakna melakukan IMSAK, melakukan menahan diri dari apapun pikiran-perasaan-ucapan-tindakan yang jauh dari akhlak mulya" kata Ajengan

"Kalau begitu mah, justru di Ramadhan ini itu Syaithan-syaithan tak terbelenggu Ajengan ?"

"Ya iya lah, kan di Al Quran juga menurut para ahli tafsir, ayat-ayat tentang syaithan justru mengacu kepada kelakuan manusia. Nah manusianya saja tak mampu menahan syahwat dirinya dan tak mampu menahannya dari dorongan perintah diri yang mengarah kepada keburukan, maka ia telah melakukan amalan syaithan, Kabayan"

"Lebih parah lagi kalau ia kemudian mempengaruhi orang lain lagi untuk melakukan keburukan yang sama, ya Ajengan?".

"Begitulah Kabayan. Hati-hati Syaithan dalam wujud manusia termasuk pada diri saya , kamu, Capres-Cawapres, Timses, Relawan, Fans , Haters, itu justru yang lebih mengerikan"

"Benar Ajengan, diramalkan sampai 9 Juli 2014, syaithan jenis itu banyak gentayangan"

"Dan, mari kita selalu berlindung kepada Allah yang Maha Pengendali, Kabayan, Syaitan itu godaannya selalu menyesuaikan dengan jaman, dan selalu update, karena itu update selalu diri kita untuk mengenali strategi bujukan syaithan yang ternyata diri kita sendiri"

"Yaktos Ajengan, bener kata Ibu saya, Syaitan itu "awakna jiga munding, sirahna jiga hurang. Awakna jiga aing, sirahna jiga urang" (Badanya seperti kerbau, kepalanya seperti udang. Badannya seperti aku, kepalanya seperti orang"

"Benar Kabayan, Yuk kita lanjutkan kegiatan kita"

"Baik , ajengan"

....
Pun Sapun Ampun Paralun
Asep Haerul Gani

Link Source : https://www.facebook.com/asephaerulgani/posts/907272799289713


Membedah Tradisi Munggah

MUNGGAH (Ma-Unggah , Unggah = Naik, Masuk, Ubah). Munggahan adalah tradisi di daerah saya yang menggambarkan seseorang menyadari dirinya siap memasuki Ramadhan, siap mengubah dirinya dan siap menaikkan derajatnya melalui iman dan ilmu.

Saat Munggahan, ada 3 kegiatan, yang pertama adalah mandi, yang kedua adalah berpakaian, dan yang ketiga menikmati makanan.

Mandi unumunya dilakukan beramai-ramai, di situ (telaga) di kulah atau di pancuran. Rambut dibersihkan dengan berkeramas menggunakan "taneuh porang"" (tanah liat) atau ekstrak dari bakaran ranting-ranting padi. Badan di"ruru" (digosok) menggunakan batu koral atau emes (serat kulit labu) atau jerami akar wangi. Mandi simbol membersihkan seluruh tubuh dan membersihkan diri dari segala hal yang akan mengotori , melemahkan bahkan merusaknya.

Lalu berpakaian laki-laki , kaki mengenakan alas kaki "bakiak" (Dari bahasa Arab. Baqi Yakin = Baqi/Baqa = Kekal, Yaqin = Keyakinan) melambangkan didasari dengan keyakinan yang kekal/langgeng. Lalu aurat ditutupi dengan 'sarung" (Syar'an : Syariat : Ketentuan yang perlu dilakukan). Dilengkapi dengan gunakan pakaian 'koko" "Takwa" (Taqwa : ketaatan mengikuti perintahNya dan menjauhi laranganNya), dan kepala menggunakan 'kopiah' (Kufyah : Menutupi) simbol bahwa apapun yang ada di dalam benak lebih pantas untuk ditutupi dan disembunyikan bukan untuk dipamerkan..

Selain makanan seperti sayuran, lalapan, dedagingan, selalu hadir "kupat salamet", perlambang bahwa keselamatan hanya dapat dilakukan dengan jalinan keselarasan anatara raga dan jiwa; dan daun "darangdan" simbol untuk selalu menhias diri dengan ketakwaan dan daun "palias", ini simbol dari memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan, keburukan, kemalangan.

Sayang saat ini tradisi ini di beberapa daerah masih lengkap, namun simbolnya tidak dipahami lago, dan karenanya pesan hikmahnya pun juga tak sampai.

v Dari Saung Bujangga Manik, Saya Asep Haerul Gani dan istri, Khojanah Ai mengucapkan bagi sahabat Muslim Selamat menunaikan ibadah shaum di bulan Ramadhan. Semoga kita semua menjadi Insan yang Taqwa, memperoleh kasih sayangNya, diampuniNya, dan dijauhkan dari Api Neraka.

Pun Sapun Ampun Paralun
Asep Haerul Gani

Link Source : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=906914995992160


INFO : Kelas Pelatihan Professional Ericksonian Hypnotherapy bersama Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog di Surabaya 22 - 25 Oktober 2014. KLIK : http://www.naqsdna.com/2014/05/professional-ericksonian-hypnotherapy.html