ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 05 Juni 2014

Jebakan Force, Jebakan Samsara

Mengapa ada orang yang seolah-olah terlahir sial di dunia ini.. Apapun yang dilakukan seolah-olah salah semua, tidak ada satupun yang benar.

Rumah tangganya berantakan, dengan teman-temannya bermusuhan, bisnisnya kacau, Hutang bertumpuk, malah masih sering dihutangi orang. Sering sakit-sakitan, kerja ndak bener. Sering sekali mengalami musibah dan kesialan, dll...

Apakah yang sebenarnya terjadi..? Dan mengapa bisa begitu..?

Para arif bijaksana menyatakan bahwa Dunia yang ada di luar diri kita, sesungguhnya hanyalah proyeksi dari dunia yang ada di dalam diri kita. Yang artinya, bila layar kehidupan kita ini kurang bagus, boleh jadi itu disebabkan oleh kondisi emosi dan pikiran kita yang juga kurang bagus.

Emosi kita adalah Energi, yang berasal dari kata Emotion : Energy in Motion. Emosi adalah Energi (Cahaya, Aura, Prana, Spirit/jiwa, Daya Magnetis) yang bergerak. Energi ini bergerak dalam dua cara, mendatangi serta menjauhi kita.

Emosi tidak hanya berupa kemarahan, jengkel, benci, ataupun dendam. Emosi juga meliputi Emosi cinta, emosi senang, emosi syukur serta emosi damai. dan setiap emosi menciptakan vibrasi yg menghasilkan energy. Dan energy yang diciptakan dari setiap emosi ini berbeda beda.

Bila ada Seseorang yang mengakui dirinya sebagai Pakar Keajaiban Pikiran Bawah Sadar, tetapi anti dengan pengetahuan mengenai Esoterisme, Vibrasi Energi Quantum, Metafisika, Aura, magnetism, prana, dan yg sejenisnya.... Menurut saya, pakar yg seperti ini hanyalah seorang pakar palsu.. Alias Hoax...

Karena antara pikiran, emosi, dan tubuh adalah satu kesatuan... Sedangkan energi-energi tenaga jiwa (Aura, Prana, dll.) sangat dipengaruhi oleh dinamika kondisi emosi kita..

Bahkan dalam sebuah penelitian di Barat, dikemukakan bhw kekuatan emosi kita. 5 ribu kali lebih kuat dari kekuatan pikiran...

Pada dasarnya manusia dalah mahluk yg terdiri dari 3 bagian penting ((Mind, Body, and Soul) dan EMotion (Energy in Motion / Energi yang Bergerak) merupakan bahan bakar untuk menyelaraskan dari system tersebut. jadi yang namanya emosi itu adalah "Bagian terpenting" dari kehidupan manusia.

Semua benda di sekitar kita merespon getaran yang kita keluarkan. Getaran dan vibrasi dari marah, benci, kegelisahan, kekacauan, stress, tertekan, akan mengakibatkan respon ‘rusak’ bagi benda di sekitar kita.

Pancaran gelombang perasaan yang berasal dari otak yang masih lemah, akan menjadi berlipat kali lebih kuat ketika getarannya sudah diresonansikan ke jantung. Ini karena kuat medan jantung berlipat-lipat kali lebih besar dibandingkan otak. Sehingga seperti masuk ke dalam amplifier saja layaknya. Dan kemudian bisa menebar keluar dirinya.

Dalam penelitian di Institute of HeartMath bisa digambarkan Kuat Medan Elektromagnetik yang muncul dari getaran jantung seseorang. Radiasinya bisa diukur sampai jarak 1 meter lebih dari tubuhnya. Sehingga, bisa mengimbas kepada orang-orang yang berada di dekatnya. Inilah penjelasannya, kenapa berdekatan dengan orang yang emosional, Anda akan ikut-ikutan emosional. Dan berdekatan dengan orang-orang yang sabar, Anda akan terimbas menjadi sabar pula. Ternyata getaran jantung (Qalb) Anda teresonansi oleh getaran jantung (Qalb) seseorang yang ada di dekat Anda itu.

Dari penjabaran di atas berarti, mempelajari kekuatan pikiran dg mengabaikan aspek kekuatan dari Vibrasi energi yang dihasilkan oleh emosi kita. Maka itu adalah upaya yg sia-sia...

Bahkan dalam prinsip Sugesti dalam ilmu hipnosis juga dikemukakan pentingnya melibatkan kekuatan emosi yang intens...

Pak Adi W gunawan dalam buku Hypnotherapy For Children juga menulis bahwa :
Perilaku kita adalah suatu ekspresi energi. Kekuatan perilaku ditentukan oleh level energi yang mendorong perilaku. Sedangkan level energi ini ditentukan oleh program pikiran tertentu. Yang mana program pikiran ini kekuatannya ditentukan oleh intensitas emosinya. Dengan kata lain, semakin intens emosi yang menyertai suatu program pikiran. Maka semakin kuatlah program itu dan semakin kuat pengaruhnya pada suatu perilaku tertentu.

Orang yang selalu merasa dan berfikir positip memiliki emosi yang stabil, bebas dari rasa stress dan tertekan yang berkepanjangan , mampu meredam aktifnya gen yang berpotensi menimbulkan penyakit. Orang seperti ini mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap berbagai penyakit. Bahkan kadangkala makanan yang menurut perhitungan ilmu kedokteran dapat membahayakannya tidak berpengaruh sedikitpun padanya.

Perasan dan fikiran dapat mengaktifkan gen kita, sebagian besar gen kita yang sedang tidur dapat diaktifkan oleh kekuatan fikiran dan perasaan . Kazuo Murakami Ph D seorang ahli genetika dari Jepang menyatakan dalam bukunya “The Divine Message of the DNA” bahwa faktor faktor positip seperti kegembiraan, sukacita, keyakinan dan do’a dapat mengaktifasi gen-gen yang bermanfaat. Sementara faktor negatif seperti kegelisahan , stress, kesedihan, rasa takut, dapat menon-aktifkan gen yang bermanfaat dan nsebaliknya mengaktifkan gen yang tidak bermanfaat (buruk).

Belum lagi kesehatan Tubuh manusia sangat ditentukan dgn produksi hormonal, dari sekian banyak hormon dlm tubuh manusia, beberapa hormon yg sangat penting diproduksi oleh kelenjar endokrin, dan ada 1 kelenjar endokrin yg menjadi komando dari kelenjar endokrin yg lain yaitu kelenjar pituitari (berada tepat di tengah otak). Uniknya.... kelenjar ini bekerja berdasarkan Emosi dari pemilik otak.

Manusia tdk bisa lepas dari Emosi, manusia cukup meng-KONTROL emosinya. Disini Tehnik ataupun metode State of Mind Control dapat membantu seseorang untuk mengontrol emosi mana yg ingin dikendalikan (bukan di hilangkan) maupun mana yg ingin di kuatkan ..

David R. Hawkins, MD., Ph.D., dalam riset disertasinya yang berjudul Qualitative and Quantitative Analysis and Calibration of The Level of Human Consciousness menemukan bahwa perasaan atau emosi mempunyai level vibrasi dan energi yang berbeda.

Ia memetakan level energi dari masing-masing emosi menjadi The Map of Consciousness.Level energi ini dinyatakan dalam satuan 10 pangkat X. "X" di sini adalah angka yang dimulai dari 0 (kematian) dan terus naik hingga 1.000 (pencerahan).

Titik tolaknya di 10 pangkat 200 yaitu emosi "berani". Ini adalah level energi untuk memulai perubahan. Dari level "berani" bila turun, maka ada emosi bangga (175), marah (150), nafsu keinginan (125), takut (100), kesedihan mendalam (75), putus asa / apatis (50), rasa bersalah (30), dan rasa malu (20).

Semakin rendah "X" maka semakin tidak baik emosi ini untuk diri kita karena akan sangat menguras energi psikis kita. Rasa malu dengan X = 20 adalah sedikit di atas kematian.

Bila dicermati dengan saksama maka emosi-emosi dengan X di bawah 200 seperti yang dijelaskan di atas, dari pengalaman saya membantu klien, berawal dari pengalaman traumatik. Emosi ini terkunci di pikiran bawah sadar seseorang dan terus ada di sana sampai ia dipadamkan.

Untuk bisa "hidup" maka emosi ini membutuhkan energi yang ia ambil dari energi yang ada di sistem psikis kita. Akibatnya tentu akan sangat merugikan hidup kita.

Ini adalah salah satu sebab banyak orang yang katanya sudah pasrah dan ikhlas namun tetap sulit sukses. Banyak juga yang mengalami sakit fisik akibat emosi negatif ini.

Kunci untuk bisa menikmati hidup lebih baik adalah dengan menetralisir emosi negatif yang ada di pikiran bawah sadar dan naik ke level energi yang lebih tinggi.

Berikut ini adalah emosi dengan level energi di atas 200: pasrah / ikhlas (250), kemauan (310) , penerimaan (350), berpikir (400), cinta (500), bahagia (540), damai (600), pencerahan (700 - 1000).

Saran saya bagi Anda, biasakan untuk melatih diri merasakan emosi-emosi positif setiap hari. Rasakan dan nikmati emosi cinta, bahagia, dan damai karena ini akan sangat kuat pengaruhnya bagi kualitas hidup baik secara materi, fisik, maupun mental, emosi, dan spiritual.

JEBAKAN FORCE
Yang perlu diwaspadai saat kita bermasalah dengan orang lain adalah kita menjadi terjebak di Zona Force, yatu Zona Emosi Negatif.....

Walaupun di dalam permasalahan tersebut kita adalah fihak yang benar ataupun sebagai fihak yang di zalimi... Tetapi bila kita terjebak pada Zona Force, maka Alam semesta akan merespon getaran negatif tersebut, dan terjadilah Sinchronity effect... Yaitu kesialan ataupun permasalahan yang berlanjut dengan permasalahan yg lain....

Jadi, alih-alih fihak yang dizalimi menjadi kualat, tetapi justru fihak yg terzalimi yang malah semakin sengsara hidupnya, ketika dia membiarkan dirinya terjebak pada emosi-emosi negatif semacam : Marah, sakit hati, kecewa, Dendam, dll...

Itulah sebabnya saat kita berada di dalam Emosi marah kecewa dendam, sakit hati, dll... Maka Allah swt menganjurkan bahwa memaafkan adalah lebih baik...

"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. an-nur:22)

"Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43)

JEBAKAN FORCE seri 2
Saat kita bermusuhan dengan seseorang, walaupun kita sudah mengalah dan bersikap seolah-olah sudah ikhlas, memaafkan, dan melupakan.

Namun adakalanya terbersit rasa gembira manakala mendengar berita duka mengenai musibah yang terjadi pada musuh tersebut, atau terbersit rasa kecewa manakala mendengar berita gembira terkait dengan prestasi dari orang tersebut...

Nah, inilah jebakan Emosi Negatif yang bergetar di Zona Force. Dan inilah terkadang yang menyebabkan derita dan kemalangan yang menimpa kita tiada kunjung berakhir... Karena ternyata jauh di lubuk hati yang terdalam, Rasa dendam, sakit hati, marah, dan kecewa itu ternyata masih ada...

Bila kita sudah benar-benar ikhlas, memaafkan, dan melupakan, maka bila kita mendengar suatu berita mengenai si musuh tersebut. Maka rasa di hati kita akan biasa-biasa saja, seperti mendengar berita di TV mengenai orang yang tidak kita kenal... Tawar & Netral, Hanya sekedar informasi tanpa makna...

JEBAKAN FORCE Serie 3
Adakalanya, disaat hati kita ini sudah terbebaskan dari rasa permusuhan dengan seseorang..... Tiba-tiba ada seorang teman atau sahabat kita yang memprovokasi kita untuk membicarakan sang musuh.itu..

Ini sebenarnya sama saja dengan mengorek luka lama...

Nah, ini adalah ujian.. Apakah saat kita menyentuh memori itu masihkah ada rasa sakit yang muncul.....

Bila masih ada, maka saat itu adalah kesempatan bagi kita untuk membersihkan sisa-sisa emosi negatif yg masih tertinggal....

Namun bila tidak hati-hati dan terjebak pada keasyikan membicarakan perihal sang musuh... Maka luka lama yg sudah mengering, boleh jadi akan semakin terbuka lebar lagi... dan kita kembali akan terjebak di Zona Force lagi..

Inilah Hidup dan permainan kehidupan, penuh ujian dan jebakan... Maka siapa yg senantiasa berhati-hati.. akan selamat hidupnya...

TIPS : 4 Langkah Perubahan Diri
1. Menyadari
2. Mengakui
3. Menerima.
4. Mau

Menyadari bahwa memang ada masalah yang perlu di atasi.
Mengakui diri ada masalah...
Ikhlas Menerima kenyataan bahwa diri kita punya masalah...
Bertekad bulat mau merubah diri untuk menjadi lebih baik...

Jujur Pada Diri sendiri adalah awal kebahagiaan... Monggo ngaji atine dewe-dewe.... Saya juga bermuhasabah dan meneliti hati saya sendiri nih.... hehehehe.....

Selamat Pagi semuanya....
Selamat beraktifitas...
Semoga hari ini, kita dapat lebih baik dari hari kemarin.. Aamiin...

SALAM...

Edi Sugianto (Founder NAQS DNA)
Kamis, 5 Juni 2014. ditulis di Causeway Bay Hongkong.
| WWW.NAQSDNA.COM |
No. HP saya selama di Hongkong : +852 6849 5824
SMS Only, because, males nerima telfon... hehehehe...