ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 20 Juni 2014

Kontak Ngemat, Meditasi Bayi

#‎Kontak Ngemat, Meditasi Bayi.
Anda tahu bayi atau anak Balita bukan...??? Mereka adalah para pembelajar sejati.. .. Mereka dapat menyerap dengan baik pelajaran dari lingkungan mereka...

Dan Sebenarnya Ngemat adalah sebuah Cara belajar Yang Revolusioner dengan meniru cara belajar anak-anak, kita mengakses kembali State of Mind kita saat kita masih Balita, saat pikiran kita masih bersih dan murni.... Ngemat disebut juga sebagai strategi belajar meniru. Meniru adalah cara awal manusia belajar, termasuk belajar bahasa. Meniru juga termasuk cara belajar untuk sebuah skill atau ketrampilan. Misalnya belajar berenang dan naik sepeda, bukankah kita menyuruh anak meniru gerakan kita?

Ngemat disebut juga dengan Modelling (memodel/meniru) kehebatan yang ada pada orang lain. Modelling (memodel) adalah hal lumrah yang sering kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari. Pada awal masa tumbuh kembang, kita menirukan gaya bicara, gesture (gerak tubuh), maupun kosa kata dari kedua orang tua kita. Menjelang dewasa hal tersebut sudah mulai kita lupakan, walau secara tidak sadar masih sering juga kita lakukan. Sering kali di tempat kerja, seseorang secara tidak sengaja menirukan gaya bicara, gerakan tubuh, persepsi dan lain sebagainya dari rekan sekerjanya. Mungkin juga dengan merk rokok atau gaya berpakaian yang sering dikenakannya.

Lalu apa yang membuat kita semua saat masih kecil dulu begitu luar biasa..?

Ada dua hal yang membuat anak-anak luar biasa dalam belajar :
1. Kejernihan hati dan Pikiran yang menumbuhkan Spirit anti kegagalan.
2. Aktifnya Neuron Mirror secara maksimal.

SPIRIT ANTI GAGAL
Anak kecil tidak mengenal kata gagal dalam belajar, ketika mereka terjatuh saat baru belajar berjalan. Mereka tidak timbul rasa malu, rendah diri, minder, grogi, hilang kepercayaan diri, dll. Ketika mereka terjatuh, mereka segera bangkit dan belajar berjalan lagi. TITIK. Begitu juga saat mereka mulai belajar bicara, walau lafadz yang mereka ucapkan masih cedal dan sering keliru. Mereka tetap saja maju terus pantang mundur.

Mengapa anak-anak bisa sukses dalam belajar dan tanpa ada sedikitpun merasa gagal ketika gagal dalam belajar...??? Ya, itu karena program pikiran mengenai kegagalan belum ada di dalam pikiran mereka. Demikian juga program pikiran mengenai Rasa Malu, Minder, Grogi, Percaya Diri, dll. Itu semua belum ada di dalam pikirannya. Pikiran mereka masih polos, jernih dan murni. Oleh karena itulah mereka adalah pembelajar sejati yang sangat sukses dalam mempelajari apapun.

Lalu darimana segala hambatan diri yang menghambat kita dalam belajar saat ini...??
Semua hambatan diri itu tidak datang secara kebetulan atau tiba-tiba, semua mental block itu pernah kita instal ke dalam fikiran kita. Baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Dan karena anda tidak memahami mekanisme kerja dari pikiran, maka anda tidak dapat secara sadar meng-Instal Program Positif dan meng-Un-Instal Program pikiran yang negatif. Anda mengira itu semua adalah bagian dari watak anda, yang inheren dengan diri anda. Dan selamanya tidak dapat di ubah.

Padahal sesungguhnya yang disebut dengan watak, itu adalah serangkaian program pikiran juga. Semua berawal dari pikiran, kemudian memunculkan kebiasaan, dan akhirnya menjadi watak (Habit).

Watak anda bisa di ubah dan di upgrade, bila anda mau meng-Upgrade-nya.

Ngemat bukanlah tekhnik duplikasi penggandaan diri, ataupun Kloning... Ngemat Lebih tepatnya merupakan sebuah aplikasi prakttis dari tekhnik Hipnoterapi Role Model, untuk menciptakan Self Image Ideal di dalam pikiran bawah sadar sebagai peta & target bagi mekanisme servo yang ada di dalam pikiran bawah sadar ... jadi bukan kloning... ataupun kembar identik...

Jadi, walaupun kita melakukan Ngemat terhadap keunggulan seseorang. Hasil yang kita raih belumlah tentu sama persis dengan sang Model. Boleh jadi kita malah mencapai prestasi yang lebih unggul dari orang yang kita model... atau boleh jadi prestasi kita masih kalah jauh bila dibandingkan Tokoh yang kita model....

Mengapa bisa begitu...?
Karena yang dimodel adalah State Of Mind & File Program Pikiran atau Struktur yang menyusun Pola sukses sang model....

Jadi yang di model adalah Spiritnya, Energi Psikologinya, semangatnya, ataupun auranya... Dan Peta Sukses yang terkandumg di dalam File Program Pikiran sang Model...

Ini adalah langkah dasar ikhtiar di aspek metafisik... atau di aspek pikiran & hati... dan agar Outcome yang diharapkan menjadi sebuah Realita yang Nyata.. Maka haruslah dilanjutkan dengan Action... Usaha-usaha yang Riil & Nyata.....

Nah, biasanya.. Bila sebuah Nilai baru yang diperoleh dari Ngemat sudah terinstal dengan baik di dalam pikiran bawah sadar.. Maka, kita menjadi seolah-olah mempunya pembimbing Gaib.. Yang menuntun kita untuk melakukan Strategi yang nyata & Jitu dalam meraih Impian....

#Kontak Role Model
Dan tekhnik Role Model ini hampir sama dengan Posisi Rasulullah SAW yang menjadi Role Model bagi akhlak seorang Muslim..... Jadi saat kita mentauladani Rasulullah SAW, saat itu pula kita sedang melakukan Ngemat terhadap akhlak Rasulullah... Dalam Proses Ngemat, ada langkah pendahuluan yg disebut Connected... Nah, dalam Islam ada amalan Sholawat... sebagai sarana terhubung / Connect dengan ruhaniah Rasulullah SAW...

#Kontak Qudwah...
Pendidikan dengan Keteladanan (Tarbiyyah bil Qudwah )

Qudwah, yang sering langsung diterjemahkan sebagai keteladanan, merupakan salah satu Metode Pendidikan Islam yang paling efektif.

Al Qudwah ( القُدْوَة ) juga berarti Al Qadwah, Al Qidwah, dan Al Qidyah yang bermakna ‘apa-apa yang telah engkau ikuti dan engkau biasa dengannya.’ Al Qudwah juga bermakna Al Uswah (contoh), dikatakan لى بك قدوة ‘Liy bika Qudwatun’ (pada dirimu ada contoh untukku) maksudnya adalah Uswah. (Al Munjid fil Lughah wal A’lam, hal. 614)

Bila Qudwah berfokus pada uipaya untuk menjadi sosok yang diteladani (Dimodel), maka Kontak Ngemat merupakan upaya untuk menuju Qudwah (Memodel).

#Kontak Pelajaran Seri Pertama Kontak Free Version
Dan Pelajaran yang saya berikan dalam Panduan Pelatihan Quantum Kontak Healing Touch - Gratis... itu sesungguhnya adalah pelajaran dasar dari Kontak Ngemat... Kita belajar memasuki Titik Nol, belajar Neng meneng/diam, dan Ning Hening, mendiamkan tubuh, menjernihkan pikiran dan membeningkan hati... Belajar memasuki kesadaran murni.. Mengakses kembali State of Mind Kita di saat masih bayi yang masih suci dan murni....

Modelling adalah jalur jalan menuju ekselensi.
- Anthony Robbins

MODELLING
Bagaimana rasanya jika anda bisa bermain golf seperti Tiger Wood atau menendang bola seperti David Beckham? Bayangkan, Anda bisa memiliki setiap skill yang Anda inginkan-dan bisa mempelajari dengan cepat dan gampang tanpa harus kerja keras bertahun-tahun atau membuang-buang waktu karena trial and eror (mencoba-coba)? Imajinasikan Anda bisa menemukan bagaimana cara orang-orang top dalam tempat kerja anda mencapai kesuksesan, dan Anda bisa meniru caranya? Bagaimana jika salesperson terhebat, manajer terbaik, juru negosiasi paling top, dan sejenisnya, bisa bertindak sebagai template (pola/kerangka) bagi semua anggota tim dan mereproduksi “Praktik terbaik“ ke keseluruhan organisasi bisnis?

“Ah, itu hanya mimpi!“ menurut beberapa orang yang pesimis. Jika Anda juga ikutan kagum berpendapat begitu, tolong pikirkan lagi baik-baik. Dalam ilmu NLP (Neuro Linguistik Proggram), mulai sejak awal perintisan, yakni lewat studi yang dilakukan Richard Bandler dan John Grinder terhadap Perls, Satir, Ericksons, dan para pakar lain, tujuan utama NLP adalah modelling of human excellence (memodelkan sisi terbaik dari manusia). Sudah terbukti dan teruji bekali-kali bahwa begitu Anda bisa memahami pola-pola berpikir dan perilaku yang digunakan oleh orang paling berbakat dan paling brilian di bidang masing-masing maka Anda akan bisa mempelajari apa yang mereka bisa lakukan.

Modelling juga bisa melahirkan banyak teknik dan proses yang kuat. Modelling juga memberi proporsi signifikan pada model-model utama NLP. Sering ditekankan bahwa modelling itu sendiri adalah NLP-karena, dalam sejumlah buku dan kursus, orang sering kali keliru memikirkannya. Yang benar, seperti argumen John Grinder (salah satu penemu NLP) dan Carmen Bostic St. Clair dalam Whispering in the Wind, faktanya adalah modeling itu tetap berada di jantung NLP.

MEMAHAMI MODELLING
Salah satu NLP presuppositions adalah, “Jika seseorang bisa melakukan sesuatu, siapa saja bisa belajar melakukannya.” Meski jelas ada sejumlah pengecualian-misalnya, Anda tidak membangun diri sendiri menjadi juara dunia angkat besi-anggapan di atas pada dasarnya benar. Anda, misalnya, mungkin tidak akan bisa menjadi juara dunia angkat besi karena mempunyai cacat tubuh, namun Anda bisa mempelajari bagaimana seseorang bisa menjadi juara dunia angkat besi. Anda bisa mentransfer pengetahuan itu pada orang lain sehingga ia bisa jadi juara.

Disamping itu ada presupposition (asumsi) lain dalam NLP yaitu:
“Pengalaman itu mempunyai struktur. “ Jika Anda memadukan presupposition: “Jika seseorang bisa malakukan sesuatu, maka siapa saja bisa belajar melakukannya.” Dan “Pengalaman itu mempunyai struktur” , maka Anda bisa mempunyai penalaran kuat bagi modelling. Begitu struktur pembentuk pengalaman internal bagi si pakar sudah “tertangkap“ dan “terkodekan“, maka struktur itu bisa dipindahkan ke orang lain-dan memberi mereka peluang untuk mencapai hasil yang sama.

Untuk bisa melakukannya, kita terlebih dahulu harus bisa memilah-milah apa yang dilakukan si pakar itu menjadi chunks yang cukup kecil sehingga kita bisa memahami strukturnya lebih dalam. Jika kita sudah bisa cukup jernih memahami struktur (elemen-elemen yang menyertainya) lebih dalam yang mengatur perilaku si pakar ini, kita bisa menciptakan suatu model. Nah, model ini bisa kita pakai sendiri atau kita ajarkan pada orang lain.

Oleh karena modeling bisa memberi jalan pintas menuju ekselensi, ada banyak cara untuk penerapannya. Modelling ini bukanlah cara untuk mencari dan mengamati orang yang superhuman (manusia super) , namun untuk mencari orang yang sangat terampil, terlatih, jagoan, atau hebat di bidang-bidang tertentu-bukankah seorang juara dunia renang tidak harus juga sangat berbinar dalam hal matematika atau selling?

Ada banyak contoh di mana modeling excellence diterapkan dalam bidang terapi, olahraga, selling (penjualan), negosiasi, hubungan pribadi, kepemimpinan, pendidikan, keluarga, hingga pengembangan organisasional.

Modelling yang Alami
Manusia adalah peniru yang alami. Sudah menjadi sifat manusia untuk meniru agar bisa bertahan hidup. Begitu dilahirkan, kita langsung meniru orang lain, lalu mengembangkan skill dan kapabilitas di sepanjang perjalanan hidup. Kadang-kadang, saat masih usia anak-anak kita bisa menginternalkan aturan-aturan tata bahasa dan sintaksis hanya dengan mendengar orangtua atau kakak yang sedang berbicara. Di rumah dan di tempat bermain, kita melihat orang lain lalu mengimitasi perilaku mereka. Saat beranjak dewasa dan ingin mempelajari skill baru, misalnya berdansa, kita dengan penuh perhatian mengamati orang lain berdansa. Hal itu semua merupakan proses modeling yang alami.

Modelling di dalam NLP lebih terstruktur dan lebih bertujuan daripada modeling alami sehingga bisa memproduksi hasil yang lebih akurat dan terukur dan terandalkan.

Level Neurologi dan Model
Steve Bavister & Amanda Vickers dalam NLP For Personal Success, saat berpikir tentang modelling, akan sangat berguna jika Kita menggunakan model level neurologi sebagai kerangka berpikir.

- Lingkungan:
Tetapkan kapan dan di mana skill itu ditunjukkan oleh si model peran yang akan ditiru. Apa, jika ada, kendala dalam konteks mereka menggunakan skill itu? Misalnya, ada orang yang hebat dalam menyanyi koor, namun menemui kesulitan mendapatkan nada saat menyanyi solo.

- Perilaku :
Temukan apa yang benar-benar dilakukan orang-orang itu saat berada dalam lingkungan spesifik yang sudah Anda identifikasi di atas. Sambil mengikuti perilaku/skill yang ditunjukkan, minta orang itu untuk mengingat kembali apa yang ia lakukan. Hal ini untuk memberi Anda pemahaman lebih mendalam atas apa yang terjadi.

- Kapabilitas:
Temukan proses pikiran di belakang perilaku itu, strategi-strategi kognitif mereka. Bagaimana mereka sampai ke perilaku semacam itu? Fokus dari sebagian besar modelling ada di level ini.

- Keyakinan dan Nilai-nilai:
Dengan mengetahui mengapa seseorang bisa berperilaku atau mempunyai skill seperti itu, maka Anda akan mendapatkan informasi tentang sesuatu yang memotivasi mereka. Anda bisa menjadi mengerti mengapa mereka meyakini bahwa apa yang mereka lakukan itu penting bagi mereka.

- Identitas:
Informasi tentang perasaan self mereka dan bagaiman perasaan itu mempengaruhi keyakinan dan nilai-nilai mereka, bisa membantu Anda mengenali apa yang memengaruhi perilaku dan proses pemikiran mereka.

- Spiritualitas/Keterhubungan:
Level ini tentang sistem lebih besar di mana mereka menjadi bagian. Mengajukan pertanyaan atau mendengar bahasa yang mencerminkan level ini bisa memberi informasi pada Anda tentang hubungan mereka dengan sistem lebih besar termasuk: keluarga, masyarakat, kultur, dan lain-lain.

METODE MENONTON FILM
1. Cobalah mengingat kejadian masa lalu, saat Anda bereaksi negatif.
2. Bayangkan Anda duduk di kursi penonton bioskop sedang menonton adegan tersebut.
3. Perhatikan sikap Anda dan reaksi orang lain.
4. Lalu, berperanlah sebagai orang lain dan dari sudut pandangnya perhatikan diri Anda. Perhatikan perasaan Anda.
5. Ingatlah, seseorang yang Anda anggap sebagai komunikator yang baik. Perhatikan cara dia menangani masalah yang sama.
6. Bayangkan, Anda menjadi dia dan memiliki kecakapan yang ia miliki.
7. Sekarang, berakting sekali lagi. Berperan maksimal karena dibekali segudang kecakapan baru dan perhatikan perubahan tingkah laku dan perasaan Anda.

Sadari, buat keputusan, belajar, lakukan bertahap, tetap berlatih dan konsisten. Tentukan sosok pribadi yang ingin kita modelkan. Lakukan dengan bertahap dan konsisten.

Selamat mencoba!

Wallahu `alam

Kepustakaan :
- NLP For Personal Success, Steve Bavister & Amanda vickers, Penerbit BACA!, 2009
- Terapi NLP : Membangun Komunikasi yang Komunikatif, Dr. Ibrahim Elfiki, Penerbit Hikmah, 2006.