ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 01 Juli 2014

Lunturnya Ilmu Tradisional & Agama Karena Belajar Ilmu Modern

Lunturnya Ilmu Tradisional & Agama Karena Belajar Ilmu Modern.

Ini adalah fenomena yang wajar dan normal, dan sering terjadi. Ketika seseorang sudah mempelajari ilmu-ilmu Mind Technology Modern, semacam Ilmu Hipnotis Modern, NLP, dll... Maka Ilmu-ilmu tradisonal yang telah lama dimilikinya, semacam Ilmu Kebal, Ilmu Trawangan, dll. Menjadi luntur dan hilang. Sehingga ketika ditest, semua ilmu-ilmu tersebut menjadi tidak berfungsi kembali. Kalau dulunya kebal bacok, maka sekarang saat di Test dibacok dengan pedang, maka akan tembus dan terluka.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Ilmu-ilmu yang bersifat metafisik atau Mistis saja. Bahkan untuk beberapa kalangan tertentu, ada yang nilai-nilai Relijiusitasnya juga semakin menurun dan bahkan hilang. Dengan kata lain, keimanannya terhadap agama menjadi luntur. Dan memilih untuk hidup dalam Prinsip hidup yang lebih sekuler.

Mengapa Hal ini sampai terjadi..??
Karena terjadi Proses Mind Reprogramming dari Mindset lama menuju mindset baru.. dan Ilmu yang baru belum terintegrasi secara sepenuhnya dengan ilmu dan pengetahuan yang lama, sehingga menimbulkan Konflik diri...

Biasanya, saat berada di dalam konflik diri... ada dua reaksi yang umumnya dilakukan orang, Yaitu Fight & Flight... Bila Reaksinya adalah Flight, maka yang terjadi adalah proses penghapusan total Mindset lama untuk digantikan dengan Mindset yang baru, dan ini berarti semua Ilmu Tradisional yang dimiliki menjadi luntur dan hilang total selamanya....

Sebagaimana kita ketahui bersama, pada dasarnya ilmu-ilmu tradisional lebih mengutamakan pada Olah Rasa, Kontak Roso. Dan sangat meminimalisir penggunaan Logika dan Rasio. Spiritnya adalah Sami'na Wa Atho'na, Simak baik-baik, dengarkan baik-baik, Baca baik-baik, fahami instruksinya, Kemudian Laksanakan dan alami sendiri.

Mengapa Begitu..?

Ya, karena Ilmu-ilmu Tradisonal adalah Ilmu-ilmu yang terkait dengan potensi Pikiran Bawah Sadar. Sedangkan Logika dan Rasio adalah termasuk fungsi dari Pikiran Sadar. Jadi, bila sang praktisi ingin sukses belajar Ilmu-Ilmu Metafisika, baik yang Versi Tradisional ataupun Versi Modern. Maka untuk sementara waktu, tinggalkan dulu sisi Logika dan Rasional. Dan masuki alam Rasa & Alam Cipta, masuki Imaginative System dari pikiran anda.

Nah, dalam pembelajaran Ilmu-ilmu Modern. Bagian dari pikiran yang dominan terlibat adalah Cognitive System, atau bagian yang berfikir. Alias Pikiran sadar. Dan standard kurikulum dari pembelajaran Ilmu-ilmu Modern pada umumnya adalah untuk mencetak anda menjadi seorang Mind Navigator bagi orang lain, dan bukan bagi diri anda sendiri. Sehingga dengan demikian, bagian dari pikiran anda yang harus dominan aktif adalah bagian Cognitive System, dan bukan Imaginative System. Sehingga dengan demikian, kemampuan Cognitive System pikiran anda semakin menguat, sedangkan Imaginative Sytem karena tidak memperoleh Attention yang cukup, jadinya semakin menurun.

Permasalahan kedua adalah, ibarat Permainan Sulap. Permainan Sulap itu benar-benar Dahsyat dan Sangat memukau bagi penontonnya, tetapi adalah biasa-biasa saja bagi sang pesulap.Karena Para Penonton hanya melihat efeknya saja, sedangkan pesulap yang tahu rahasia permainan sulapnya akan menganggap itu semua adalah biasa-biasa saja. Tidak ada yang aneh dan ajaib, bila anda sudah tahu Rahasia dari sebuah permainan Sulap.

Demikianlah juga yang terjadi pada para pembelajar Ilmu-ilmu Tekhhnology Kekuatan Pikiran Modern semacam Ilmu Hipnotis ataupun NLP. Mereka sekarang telah tahu Rahasia dibalik fenomena-fenomena ajaib dari kekuatan Pikiran. Dan hal ini membuat Emosi keterpukauan yang ada di pikiran bawah sadar menjadi hilang. Dan menganggap itu semua adalah biasa-biasa saja. Peristiwa ini mengakibatkan Imaginative System dari Pikiran Bawah sadar menjadi melemah. Dan Cognitive System menjadi semakin kuat. Akibatnya sudah dapat di duga, semua Ilmu-ilmu Tradisional yang selama ini dia miliki. Menjadi Tawar dan netral. Serta hilang keampuhannya. Hilang keajaibannya, dan menjadi tidak berfungsi kembali.

Lalu bagaimana caranya agar Ilmu-Ilmu tersebut dapat berfungsi kembali..???
Maka koneksikan dan integrasikan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang lama, dan temukan benang merahnya. Bila benang merahnya sudah ketemu, maka konflik diri akibat adanya benturan Ilmu akan segera berakhir.... Dan anda dapat mengaktifkan kembali ilmu-ilmu Tradisional yang lama... dalam sudut pandang Ilmu yang baru...

Itulah sebabnya, dalam Pelatihan Master Neo Hipnotis walaupun mengajarkan Ilmu Hipnotis dengan menggunakan pendekatan Ilmu Psikologi Modern. Tetapi saya menganjurkan dan mengajarkan agar para praktisi Master Neo Hipnotis juga mengaplikasikan pengetahuan Hipnosis tersebut bagi diri mereka sendiri. Bukankah sangat disayangkan jika kita dapat membantu orang lain, tetapi tidak dapat membantu diri kita sendiri.

Otak Boleh Amerika, Tetapi Hati tetaplah Nusantara.

SALAM.


Edi Sugianto, CH CHt CI MNLP
Founder NAQS DNA INSTITUTE
WWW.NAQSDNA.COM