ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 23 Juli 2014

Sudut Pandang, Persepsi, & Mispersepsi

Sesungguhnya, manusia tidaklah melihat segala sesuatu dengan apa adanya. tetapi melihat segala sesuatu yang memang ingin dilihat oleh pikiran bawah sadarnya... Oleh sebab itulah, makna dari sebuah peristiwa yang sama akan mempunyai makna dan arti yang berbeda bagi tiap orang yang terlibat di dalamnya...

Dan apabila sekali-kali, kita mau belajar melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain dan meluaskan pandangan, maka kita akan mendapatkan banyak sekali pencerahan.....

PERSEPSI & MISPERSEPSI
Tabayyun, check dan crosscheck adalah sebuah kebiasaan yang terbaik untuk membina sebuah hubungan yang harmonis dan langgeng...

Setiap tulisan saya di facebook ataupun di blog, semua itu tentulah berdasarkan sudut pandang ataupun persepsi saya sebagai ekspresi dari paradigma dan pola pikir saya.. Bahkan termasuk tulisan-tulisan copas... karena walaupun copas, tentu saya tidak akan menampilkannya kalau tidak sejalan dengan pola pikir saya...

Dan saya juga menyadari, bahwa para pembaca tentu akan menafsirkan setiap tulisan saya tsb dengan sudut pandang mereka sendiri, yang belum tentu sama dengan persepsi saya sebagai penulis.. Itulah sebabnya terkadang terjadi adanya mispersepsi atau kesalah fahaman...

Mispersepsi itu wajar untuk terjadi, karena lain kepala lain isinya... Asal saja tidak menjurus kepada fitnah dan isu negatif...

Oleh sebab itulah... bilamana menginginkan terjadinya keselarasan persepsi, adalah lebih baik bila menanyakan langsung maksud yang ada di balik kalimat kepada sang penulis.. Dan tidak langsung main hakim sendiri... Karena bisa jadi kesimpulan kita ternyata memang jauh dari maksud sebenarnya dari si penulis...

Dan demikianlah juga dalam proses komunikasi dalam keseharian kita... Bisa jadi kesimpulan kita adalah kurang tepat pada orang lain. Sehingga timbul salah sangka dan juga fitnah.......

Maka, bertabayyun, check dan crosscheck adalah sebuah kebiasaan yang terbaik untuk membina sebuah hubungan yang harmonis dan langgeng...

Ada ilustrasi yang sangat populer yang mungkin sudah sering kita dengar mengenai sudut pandang, Jika ada setengah gelas air. Menurut Anda, apakah gelas tersebut setengah penuh atau setengah kosong? Baik Setengah Isi, ataupun setengah kosong keduanya adalah benar, semua tergantung dari cara kita memandang. Kita masing-masing melihat kebenaran dan realitas dari perspektif kita sendiri. Orang lain melihatnya dari perspektif yang berbeda, yaitu perspektif mereka.

Begitu juga dalam komunikasi, untuk memahami seseorang kita perlu melihat dari sudut pandang yang berbeda, seperti berlian akan memperlihatkan kilauan yang mempesona dari berbagai sisi. Setiap orang tidak bisa mempersepsikan berlian tersebut sebagai sebuah keseluruhan apabila hanya melihat dari satu sisi, yang mana hanya akan merefleksikan salah satu sisi dari berlian tersebut saja. Kita cenderung mengumpulkan informasi yang mendukung keyakinan kita hanya melihat dari satu sisi, apakah ini benar atau salah?

Ketika sebuah informasi masuk melalui panca Indra kita, setelah di filter oleh panca indra. Informasi tersebut masih akan di filter lagi oleh mekanisme yang ada di dalam fikiran kita. Ada beberapa data yang akan kita abaikan karena kita lebih fokus pada point-point penting yang membuat kita tertarik, ini disebut mekanisme Deletion. Dan ketika data informasi tersebut sudah masuk ke dalam fikiran kita, maka akan terjadi proses identifikasi dan juga asosiasi. Pikiran kita akan membongkar-bongkar arsip yang ada di data bank dari memori untuk mencari keterkaitan antara informasi yang baru masuk dengan data yang sudah ada. dan kemudian kita melakukan generalisasi terhadap informasi yang baru masuk tersebut. Mekanisme ini disebut Generalisation.

Dan kemudian hasil akhir dari proses di atas adalah munculnya sebuah kesimpulan menurut versi kita sendiri sesuai dengan sudut pandang kita. Dan proses ini disebut Distortion atau Bias / pembiasan.

Walaupun keterangan di atas terlihat panjang, namun mekanisme berfikir ini bersifat alamiah dan otomatis, dan mungkin hanya berlangsung dalam sepersekian detik saja. Karena ini sudah termasuk mekanisme refleks yang ada di dalam pikiran bawah sadar.

Lalu apa manfaatnya setelah kita memahami mekanisme kerja pikiran ini..??

Ada beberapa manfaat yang dapat kita petik hikmahnya setelah memahami hal ini. Diantaranya adalah akhirnya kita mampunyai kemampuan untuk mengendalikan Reaksi dan juga emosi kita. Dan kita akhirnya menjadi terbiasa untuk berbaik sangka kepada siapapun saja.

Dan menurut sebuah riwayat, ada hadist Nabi yang bunyinya kurang lebih demikian : "Dugalah perilaku seseorang dengan hal paling baik sampai kau yakin keburukannya benar-benar terbukti di matamu. Jangan pernah menilai-buruk ucapan seseorang sampai kamu tahu alasan kenapa dia mengucapkannya." (Maaf, karena saya tidak tahu kesahihan hadits ini, kalaupun ternyata ini bukanlah sebuah hadits. Maka anggap sajalah ini sebagai sebuah nasehat yang baik.)

Kita memang diberi dua pilihan ketika merespons sebuah keadaan. Pertama, apakah kita akan berprasangka baik (husnuzhan) atau, kedua, berprasangka buruk (su’uzhan).Ya, kita memang sudah terbiasa untuk suka menilai segala sesuatu. Dan terkadang mekanisme penilaian ini suka berjalan secara spontan saja.

Misalnya, Ketika kita melihat salah seorang kenalan kita sedang berada di warung di daerah remang-remang (Pelacuran). Sontak hati kita akan timbul rasa curiga dan tanda tanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita seketika itu juga akan berburuk sangka pada kenalan tersebut. Padahal realitasnya, belumlah tentu seburuk yang ada di fikiran kita. Ada seribu kemungkinan yang boleh saja berlaku di saat itu. Boleh jadi kenalan kita tersebut sedang dalam perjalanan dan sedang mampir untuk makan ataupun minum. Atau boleh juga saat itu kenalan kita itu sedang ada pertemuan bisnis dengan salah seorang rekan bisnisnya. dll.

Maka suka berbaik sangka dan melakukan tabayun, akan membuat hati kita senantiasa jernih. Dan dapat melihat dunia dengan jernih juga. Berprasangka baik sajalah agar jiwa kita tenang sebab berprasangka buruk menjadikan seseorang takut dan cemas terhadap sesuatu yang sebetulnya belum pasti terjadi. Berprasangka buruk akan membuat hidup seseorang tidak tenang dan gelisah.

Salam Kesadaran.

DOWNLOAD 10 eBook Quantum Connection, KLIK DI SINI..