ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 11 Agustus 2014

SOMNAMBULIST

SOMNAMBULIST
Dalam pemahaman Hipnosis yang berkembang di Indonesia selama ini, pada umumnya orang yang sugestibel dan mudah dihipnotis itu disebut sebagai "Somnambulist", Namun tidak demikian dalam sudut pandang Kapassinian Hipnosis Hipnoterapi. Orang somnambulist adalah orang yang mempunyai type sugestibilitas menengah atau moderat.

Kapassinian Hipnoterapi adalah sebuah Metode pembelajaran Hipnosis dan hipnoterapi yang diprakrarsai oleh Dr. John Kappas dari Amerika. Dan kebetulan, saya juga pernah nyantri di dalam kelas Foundations in Hypnotherapy Course dari Kapassinian Hypnotherapy dan memperoleh sertifikasi "Foundations in Hypnotherapy Certificate of Completion".

Dr. John Kappas adalah orang yang menemukan Teori Phsyical Emotional Suggestibility. Dan dengan melakukan hipnosis menggunakan pendekatan teori ini, banyak hal yang selama ini tidak dapat saya lakukan dengan hipnosis. Akhirnya menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Misalnya dalam membantu membimbing orang yang sulit untuk dipandu masuk ke dalam kondisi Hypnosis.

Somnambulist Vs Somnambulism
Somnambulist dengan somnambulism itu adalah dua hal yang berbeda. Bila Somnambulist merujuk pada orangnya, maka Somnambulism adalah merujuk pada kedalaman Trance yang dapat dicapai oleh seorang subjek.

Kondisi Deep Trance atau Profound Somnambulism adalah sebuah kondisi Trance yang sangat dalam dimana dalam kondisi ini sugesti menjadi sangat mudah masuk dan diterima oleh subjek, dan beberapa kemampuan yang terlihat aneh dan ajaib pun dapat dimunculkan.

Misalnya :
  • Positive Visual Hallucination (melihat sesuatu yang tidak ada menjadi ada ,misalnya bintang film terkenal, Hantu, dll)
  • Negative Visual Hallucination (apa yang ada menjadi tidak tampak)
  • Positive/Negative Auditory Hallucination (bisa mendengar bunyi-bunyian tertentu padahal bunyi ini sebenarnya tidak ada atau sebaliknya yang ada bunyi menjadi tidak terdengar)
  • Amnesia (lupa angka, nama, salah dalam menghitung, dll)
  • Rigid Catalepsy (tubuh menjadi kaku),
  • Anesthesia (pembiusan secara mental sehingga subjek tidak bisa merasakan perasaan sakit di tubuhnya)
  •  Halusinasi olfaktori dan gustatori (klien bisa merasakan seakan-akan sedang makan, minum, atau menikmati sesuatu)
  • Kinestetic Delusion
  • dan lain-lain .
Level kedalaman Deep Trance atau Profound Somnambulism ini dalam pemahaman Ilmu Hipnosis umum, biasanya hanya dapat dicapai oleh orang-orang yang bertype Sugestibel, atau orang yang mudah dihipnotis saja. Namun, dengan menggunakan pendekatan dari Kapassinian Hypnotherapy, maka orang-orang yang tidak sugestibel juga dimungkinkan dapat memasuki kondisi Trance yang sangat dalam ini.

Dan dalam menjelaskan mengenai level kedalaman Trance inipun, dalam kapassinian Hypnotherapy juga jauh lebih mudah untuk difahami dan dipraktekkan. Baik untuk sesi Waking Hipnosis (Hipnosis dengan mata terbuka) ataupun dalam sesi Sleep Hypnosis (Hipnosis dengan mata tertutup).

Hal ini berbeda dengan Skala dari SHSS, yang mana terkadang malah membuat bingung bagi para pembelajar hipnotis yang masih pemula. Karena adakalanya Fenomena Hipnotis yang dimunculkan itu sudah mencapai Profound Somnambulism, tetapi ternyata subjek tetap seperti orang sadar normal dan matanya juga terbuka biasa.

Hypnosis dan hypnotherapi berasal dari Ilmu Psikologi dan dikembangkan sebagai suatu seni. Jargon ini mengindikasikan bahwa sebagai seorang praktisi hipnotis. Kita harus betul-betul memahami mengenai Psikologi Hypnosis.

Oleh sebab itu, kita wajib mengetahui dengan sebenar-benarnya apa itu Sugestibilitas, Type sugestibility, Trance Scale, Somnambulist, Somnambulism, Tanda-tanda Trance, Mekanisme kerja pikiran, dll.

Mau tahu lebih jauh... ???
So Gabung dalam Pelatihan Master Neo Hipnotis. Jadwal terdekat adalah di Jakarta, 17 Agustus 2014... dan Malaysia pada tanggal 30 August - 01 September 2014.

So Klik Infonya di sini : [http://goo.gl/9w700s ]