ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 14 September 2014

Facebook Catharsis Therapy

Facebook Catharsis Therapy

Sebuah Cara Sederhana namun sangat efektif dan bermanfaat untuk membersihkan diri dari pencemaran Vibrasi Negatif yang bersumber dari diri sendiri ataupun orang lain. Sehingga aktifitas kita di jejaring sosial tersebut dapat membawa manfaat bagi diri kita sendiri dan juga orang lain.

Menulis status ataupun catatan di Facebook juga dapat dijadikan media terapi untuk diri sendiri.. Melepaskan beban emosi yang menyesakkan dada. Menjernihkan pikiran dan membeningkan hati.

Sebelum kita menulis status Facebook, di kolom status biasanya akan ada tulisan "What's on Your Mind", apa yang ada di pikiran anda.? Dalam hal ini, facebook menyuruh kita menuliskan apa yang ada di pikiran kita. Namun faktanya, rata-rata fesbukers bukannya menulis apa yang ada di pikirannya. Namun mereka akan menulis apa yang ada di dalam perasaannya alias Curhat. Menumpahkan segenap beban emosi ke dalam status Facebook yang dia tulis.

Tidak jarang kita akan menjumpai status-status Facebook yang bernada Galau, Resah, Gelisah, mengeluh, dan bahkan sering pula kita jumpai status-status yang mencerminkan tingginya tingkat Stress yang dimiliki oleh sang penulis.

Apa yang dilakukan oleh Fesbukers tersebut termasuk juga dalam kategori katarsis, hanya saja belum bersifat sebagai Therapeutic. Sehingga, status galau tersebut bukannya membuatnya semakin lega. Tetapi malah membuatnya semakin memuncak emosinya. Makin naik, semakin naik, dan akhirnya meledak menjadi bencana.

Apa itu Katarsis..? Silahkan Baca tulisan saya yang berjudul : Terapi Katarsis Dalam Hipnoterapi

Agar Status Katarsis tersebut menjadi bermanfaat dan bersifat therapeutic, maka haruslah di susul langkah selanjutnya. Yaitu melakukan Self Talk atau dialog batin untuk mengambil hikmah dari status tersebut. Tahapan Facebook Catharsis Therapy ini secara lengkapnya terdiri dari tiga tahap.
  1. Tahap Pertama, Tuliskan saja apa yang ada di pikiran dan perasaan.
  2. Tahap Kedua, Baca kembali status tersebut. Renungkan, fahami, uraikan, dan lakukan diskusi dengan diri sendiri dalam mensikapinya. Terima diri seutuhnya, munculkan sikap ikhlas pasrah serta cinta kasih pada diri sendiri, dan berani untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain.
  3. Tahap Ketiga, Mengambil Hikmah serta sudut pandang yang baru terkait dengan permasalahan tersebut. Serta berkomitmen untuk mengambil sikap dan perilaku yang positif di kemudian hari....
Kemudian akhiri dengan menarik Nafas yang panjang tiga kali, seraya bersyukur kepada Tuhan.

Dengan melakukan tiga tahapan di atas, maka status Galau tidak akan menjadi berkepanjangan. Beban emosi berhasil dilepas, dan rasa plong serta lega akan memenuhi diri kita. Sehingga untuk selanjutnya, kehidupan akan menjadi lebih baik dan semakin membaik....

Sedangkan untuk mensikapi Vibrasi Negatif dari status orang lain yang sedang Trance ke dalam Katarsis dirinya. Maka ambilah sikap menjauh, ambil jarak dan janganlah terlibat secara emosional dengan status tersebut. Kalau perlu jangan kasih Jempol. Cukup doakan saja dalam hati semoga bimbingan Tuhan dapat memberikan Sinar Terang bagi dia.

Namun, bila anda kemudian memutuskan diri untuk terlibat ke dalam status tersebut. Maka pastikan Vibrasi anda naik setinggi mungkin. Munculkan emosi-emosi yang bersifat positif yang bergetar di Zona Power (Skala Hawkins). Dan jangan sekali-kali anda terseret masuk ke zona Force, atau zona emosi yang mempunyai getaran rendah. Karena itu artinya, anda juga telah tercemari oleh Polusi Vibrasi Negatif yang ada di status. Dan sebagai akibatnya, kehidupan anda sendiri akan mengalami sedikit goncangan tanpa anda sendiri tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Berinteraksi dan bergaul dengan sahabat di dunia maya itu sebenarnya sama saja dengan berinteraksi dengan manusia sungguhan di dunia nyata. Bila di dunia nyata anda bisa terprovokasi, emosi anda bisa Down, ataupun malah memuncak. Maka di dunia maya juga bisa demikian. Maka berhati-hatilah.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang dampak dari pergaulan dan pengaruhnya kepada diri kita, sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Maka pandai-pandailah dalam menjaga diri.

Demikian sekilas Tips Facebook Catharsis Therapy. Semoga bermanfaat.