ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 09 Oktober 2014

FILOSOFI HIDUP BANDUL JAM

FILOSOFI HIDUP BANDUL JAM

Anda tahu bandul jam kuno atau Jam Antik yang senantiasa bergerak ke kiri dan ke kanan berketerusan...?
Itulah iktibar kondisi kehidupan dunia yang bersifat dualisme,... Selalu berpasangan ada Ying dan yang, panas dan dingin, tewur dan tenang, spiritual dan duniawi... Senang dan sedih, susah dan bahagia, menangis dan tertawa.... Dll..

Selama manusia hidup di alam dunia. Manusia akan selalu mengalami kondisi yang saling bertentangan itu secara bergantian dan berketerusan.. Dan tidak akan ada orang normal yg berada dalam satu kondisi selamanya...

Ketika kita begitu larut dengan dunia.. Akan ada masa dimana kita merindukan suasana yang spiritual, tenang, dan damai..

Demikian pula sebaliknya.. Di saat kita begitu asyik dg kedamaian spiritual... Akan muncul masa dimana kita merindukan hiruk pikuk duniawi...

Tidak ada satu kondisi yang langgeng untuk selamanya,  semua itu akan berlalu dan datang kembali silih berganti.

Bandul jam terus bergerak... Ke kanan dan ke kiri.. Terus menerus...
Dan jam kehidupanpun terus berdetak dan hidup....

Dan sesungguhnya, bila seseorang terjebak hanya pada satu kondisi terlalu lama. Maka akan ada aspek dirinya yg tidak tumbuh berkembang dg sehat...

Nah...
Selama kau masih hidup di dunia ini...
Ingatlah selalu akan prinsip bandul jam ini....

Dan..
Hidupmu akan selalu ada dalam harmony....

Salam Harmony..

TANYA JAWAB :

Isi titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing)

1. Allah menciptakan TERTAWA dan ...
2. Allah itu MEMATIKAN dan ...
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan ...
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ......

Mayoritas kita (termasuk antum) akan menjawab:

1. MENANGIS
2. MENGHIDUPKAN
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN

Benar tidak ???

Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah SWT dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48, sebagai berikut:

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى
"dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS." (QS. 53:43).

وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا
"dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN." (QS. 53:44).

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN. " (QS. 53:45).

وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى
"dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN." (QS. 53:48).

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (Q.s. an-Nisa': 40).

"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri........" (Q.S. An-Nisa. 4: 79)

Ternyata jawaban kita umumnya BENAR hanya pada no. 1-3.

Tapi,
Jawaban kita untuk no. 4 umumnya KELIRU.

Jawaban Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN.

Subhanallah..

Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi KEKAYAAN dan KECUKUPAN kepada hamba-Nya.

Dan ternyata yang "menciptakan" KEMISKINAN adalah diri kita sendiri. Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, kemalasan, bisa juga karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikir kita sendiri. Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yg senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu BERSYUKUR.