ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 24 November 2014

Revolusi Jokowi Yang Saya Kagumi

REVOLUSI JOKOWI YANG SAYA KAGUMI

Revolusi Presiden Jokowi yang saya kagumi adalah dengan diangkatnya Bu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Karena baru kali ini, kompetensi seseorang dihargai bukan dari melihat sertifikat dan ijazah pendidikan akademisnya semata...

Sekedar berkisah...
Dalam perusahaan terakhir dimana saya diberikan pengalaman hidup oleh Tuhan sebagai Karyawan...

Ini adalah sebuah perusahaan swasta, dengan modal kerja awal hanya 50 juta.. Dan dalam waktu setahun telah berkembang menjadi Milyaran Rupiah...

Posisi saya dalam perusahaan itu waktu itu adalah sebagai kepala produksi dan gudang...

Nah, ketika perusahaan semakin maju dan mapan.. Dimasukkanlah karyawan yang berlatar pendidikan sarjana... Dan pekerjaan yang tadinya saya handle, sekarang dikerjakan oleh tiga orang sarjana..

Dan mengingat ijazah saya hanya S3, yaitu SD, SMP, & SMA... Nampaknya keberadaan saya sudah dianggap tidak sesuai lagi dengan struktur organisasi perusahaan. Maka sayapun mulai disingkirkan, dan kemudian pada akhirnya ditugaskan di divisi tambang sebagai pengawas tambang, dari yang semula bekerja dibelakang meja di kantor dengan komputer, kemudian bertugas di atas gunung pegang cangkul, linggis, dan gancu.....

Sehingga pada sebuah titik, ketika perusahaan sudah tidak mampu lagi menyingkirkan saya. Maka sayapun menawarkan opsi kepada direktur saya..

Saya katakan,"Bos... Sampean itu ingin mengeluarkan saya tah..? Kalau itu keinginan pak bos. Khan tinggal bilang saja.. Okey, mana berkas pengunduran dirinya..."

Dan sayapun menanda tangani berkas pengunduran diri dan memulai kehidupan sebagai orang bebas...

Mengingat sejarah hidup saya yang seperti itu.. Maka saya dengan setulus hati menyatakan sungguh salut dan kagum dengan Pak. Jokowi... Yang mengangkat menteri tanpa memandang latar belakang ijazahnya..,

Dan ini menurut saya bukanlah sekedar evolusi, tetapi sebuah Revolusi yang sungguh luar biasa dan menjungkir balikkan cara berfikir bangsa kita selama ini Yang lebih memandang latar belakang ijazah daripada Kompetensi. Seolah-olah tingginya tingkat pendidikan identik dengan kemampuan, skill, serta kompetensi yang dimiliki.

Dan kisah saya yang saya tulis di atas itu, saya yakin tidak hanya terjadi pada saya. Namun ada ratusan, atau bahkan ribuan dan jutaan orang di Indonesia ini yang pernah mengalami apa yang telah terjadi pada saya. Hanya karena pendidikan akademisnya dianggap tidak layak menduduki sebuah kursi jabatan, terpaksa harus tersingkir dan menyingkir, Walaupun dalam realitas kenyataannya, mereka ini mampu melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan kursi dan jabatan yang diembankan padanya.

Oleh sebab itu, saya ucapkan Bravo kepada pak Jokowi... Semoga sukses selalu... Dan semoga langkah yang bapak lakukan ini, dapat membuka mata para pemimpin perusahaan yang khilaf dan tanpa sadar telah membuang tenaga-tenaga Handal yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, hanya karena latar belakang akademis yang dianggap tidak tepat.

Karena manajemen perusahaan yang baik, tentu akan menghargai aset perusahaan yang berharga. Dan bila diperlukan, tentu mereka akan memberikan kesempatan, peluang, serta subsidi bagi karyawan yang dianggap mempunyai kompetensi bagus untuk disekolahkan lagi. Jadi, bukannya menyingkirkan. Tetapi justru seharusnya perusahaan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kelayakan para karyawannya.

Sekali Lagi, Bravo Pak Jokowi...