ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 16 November 2014

Ustadz Perdana Akhmad Menurut Saya

Berkawan baik, itu tidak mengharuskan kita untuk bersikap 'Yes Men" dan harus sama segala sesuatunya dengan sahabat kita....

Lihat aja situasi yang ada di Masyarakat sekarang ini, betapa banyak orang yang dibutakan oleh persahabatan yang fanatis buta. Atas nama persahabatan & persaudaraan, siapapun saja yang tergabung di dalam suatu komunitas atau Genk harus mengikuti apapun saja yang dilakukan oleh kawan-kawannya. Walaupun itu bersifat pembodohan, kemaksiatan, dan bahkan kriminalitas.

Betapa banyak orang yang mendukung seorang Tokoh dengan fanatik, tetap membela setengah mati walaupun orang yang di dukung tersebut ternyata salah. Bersikap Yes Men dan tidak berani mengingatkan serta menegur. Bukankah begitu suasananya di era Kampanye Pilpres kemarin hingga sekarang..?

Padahal seorang kawan yang baik adalah seorang sahabat yang dapat menjadi penerang ketika sedang kegelapan, dapat menjadi penyejuk ketika sedang kepanasan, dan dapat memberikan kesegaran ketika kehausan. Dan bukannya semakin mendorong ketika melihat sahabatnya mau jatuh ke jurang penderitaan.

Bang Haji Rhoma Irama melalui Syair lagunya yang berjudul Sahabat mengatakan :

Mencari teman memang mudah,Pabila untuk teman suka.
Mencari teman tidak mudah, Pabila untuk teman duka.

Banyak teman di meja makan, Teman waktu kita jaya
Tetapi di pintu penjara, Di sana teman tiada

Sesungguhnya nilai teman yang saling setia lebih dari saudara, Itu hanya mungkin bila di antara kita seiman seagama, Seumpama tubuh ada yang terluka, Sakitlah semuanya

Itulah teman dalam taqwa, Satu irama selamanya, Itulah teman yang setia, Dari dunia sampai surga. Bila teman untuk dunia. Itu hanya sementara, Tapi teman dunia-akhirat, Itu barulah sahabat. Itulah teman dalam taqwa. Satu irama selamanya, Itulah teman yang setia, Dari dunia sampai surga.

Allah swt berfirman di dalam Al-Quran :
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS.103. 2-3).

Sahabat yang baik tidak akan meminta sahabatnya menjadi orang lain. Tetapi sahabat yang baik akan menerima sahabatnya apa adanya.

Contohnya adalah antara saya dengan Ustadz Perdana Akhmad S.Psi (Founder dari Qur'anic Healing Indonesia), yang bersahabat di dunia maya karena mempunyai ketertarikan di bidang yang sama, yaitu dunia Psikologi dan Psychoterapy.

Dan walaupun kami berkawan baik di dunia maya. Dan Sering bekerja sama saling bahu membahu memberantas jahiliyah modern di dunia maya... Namun kami tetap tegak dengan jalan masing-masing, hidup berdampingan dengan adem ayem... Walaupun banyak fihak yang sering mengadu domba dan memprovokasi kami untuk duel... Tapi kami tetap cuek bebek saja....

Karena kami ini adalah Pejuang Kebenaran yang mempunyai tujuan yang jelas serta strategi yang jelas.. Yang tentu saja akan mengabaikan semua provokasi itu.. Lagian gak penting banget kok ngelayani provokasi begituan...

Dan dari hal-hal inilah, saya cukup kagum dengan kedewasaan beliau dan sangat menghargai beliau... Karena secara prinsipil, kami ini berasal dari dua aliran yang saling bertentangan... Saya dengan gaya berfikir ala sufi, dan pak ustadz dengan pola fikir ala wahabi..

Dalam status Facebook ataupun dalam artikel di blog, saya sering membuat kritikan pedas untuk golongan wahabi & ruqyah, dan sebaliknya.. beliau juga begitu.. Dalam status FB ataupun tulisan di blog sering mengkritisi dunia sufi & dunia pertenaga dalaman...

Tetapi kami tidak pernah saling serang ke wall FB seberang, dan kami tidak pernah saling blokir di FB...

Hal ini berbeda jauh dengan nuansa persahabatan antara saya dengan sesama trainer hipnotis ataupun trainer vibrasi, magnetism, metafisika & spiritualism.... Yang mana ketika terjadi perbedaan pendapat di dunia maya, maka perangpun pecah, tidak hanya terjadi aksi blokiriah secara berjamaah. Tetapi aksi keroyokan memBully massal juga dilakukan, bahkan pernah juga sampai terjadi aksi ancaman serius di dunia nyata..

Padahal ustadz Perdana, didukung oleh pasukan laskar islam, gerakan beliau juga di dukung oleh FPI... Tetapi tidak pernah sekalipun, ada ancaman baik di dunia maya atau di dunia nyata yang dilancarkan kepada saya...

Mengapa itu bisa terjadi....?

Itu karena kami mempunyai Spirit yang sama, yaitu ketulusan, setia kepada kebenaran, berjiwa pembelajar sejati, dan terikat pada satu tali yang sama. Yaitu Tali Tauhid. Dan Insya Allah selama ini, kami hanya selalu mencari keridhoan Allah semata...........

"Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu dan) menyatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”. (HR. Muslim)

Inilah karakter ruh dan jiwa manusia, ia adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, kesatuaannya adalah kunci kekuatan, sedang perselisihannya adalah sumber bencana dan kelemahan. Jiwa adalah tentara Allah yang sangat setia, ia hanya akan dapat diikat dengan kemuliaan Yang Menciptakanya,.

Allah berfirman yang artinya:
Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 8:63)

Kata Mutiara untuk Sahabat..

Teman bisa mengkhianatimu, pasangan bisa meninggalkanmu, tapi Tuhan tidak akan pernah membiarkanmu terjatuh.

Ketika sahabatmu melakukan kesalahan, tak perlu memberitahu semua temanmu, karena bukan mereka yang akan memaafkan, tapi kamu.

Ketika kamu berhasil, teman-temanmu akhirnya tahu siapa kamu.
Ketika kamu gagal, kamu akhirnya tahu siapa sesungguhnya temanmu.

Yang membedakan teman sejati dengan yang palsu adalah dimana mereka berada pada hari-hari terburuk & tersulit kita.

Hanya karena terlihat baik bukan berarti baik. Mereka yang membencimu tahu bagaimana terlihat baik. Bijaklah memilih teman.