ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 12 Desember 2014

Content VS Structure Hypnotherapy

Terapis kok ikutan nangis terus.. Sudah. Segera cari solusi tuh buat subjeknya... Demikian komentar saya kepada siswa pelatihan Hipnoterapi di Malaysia kemarin ketika sedang mempraktekkan metode terapi Hipnotic Age Regression dan Affect Bridge. Dan subject mengalami fenomena abreaksi yaitu menangis ketika tanpa sengaja dia masuk ke dalam memory negatif di masa lalunya.


Lha wong conect dengan subjek kok sampai terlarut ke dalam content cerita klien.. Associated lagi, sampek nangis... Yo.. Bukannya menemukan solusi buat masalah, tapi malah ikutan nyemplung ke masalah..

Connect atau terkoneksi boleh saja, tapi lakukan itu di saat awal saja yaitu saat masih dalam tahap Building Rapport.. Selanjutnya, putus koneksi, lakukan disosiasi atau pemisahan diri dengan permasalahan klien... Sehingga dapat melihat dengan lebih jeli ke dalam pola struktur dari bangunan permasalahan klien tersebut... Dan akhirnya menemukan celah untuk melakukan intervensi... Dan memberi sugesti serta solusi...

Fokus pada struktur cerita, dan jangan terlarut pada isi cerita... Karena itu sesi terapi, bukan sesi ngerumpi... Hehehehe..

Apa yang terjadi pada siswa saya itu bukan hanya karena dia masihlah pemula dan baru saja belajar, tetapi Terapist yang senior juga... bila tak hati-hati.. Boleh kena juga tuh. Makanya Fokuslah pada struktur dan pola psikologis dari klien yang dapat membuat dirinya Trance  atau melekat dengan permasalahannya. Dengan demikian, anda akan dengan mudah dapat memberikan solusi yang tepat bagi klien anda.

Dalam membaca tulisan inipun, janganlah terjebak pada content artikel alias terjebak pada ceritanya.. Tetapi carilah hikmah pembelajaran didalamnya... Yaitu apa itu Content dan apa itu Structure.. Dan bagaimana cara menggunakan pemahaman ini ketika menghadapi klien yang sebenar

BAPAK LEBIH TAHU..
Dalam hipnoterapi, seorang terapist juga dilarang bersikap sok tahu dengan permasalahan klien dan melakukan Mind Reading atau meramal serta menerawang seolah-olah dapat membaca pikiran klien.... Dan menebak-nebak akar masalah klien.. ( Walaupun dia punya ilmu untuk itu)..

Sikap yang demikian akan membuat sang terapist tersebut gagal dalam menggali akar masalah yang sebenarnya, dan hanya akan muncul sesi terapi placebo saja. Yaitu sebuah sesi kesembuhan yang bersifat sementara dan tidak menyentuh akar permasalahannya sama sekali..

Oleh sebab itulah, seorang terapis harus bersikap rendah hati, melihat tanpa menilai, mendengar tanpa menghakimi, merasa tanpa larut dalam rasa, fokus pada structure, dan banyak bertanya untuk menggali akar masalah. Sekaligus juga sebagai terapi awal dg menggunakan metode Conversational Hypnotherapy...

Bila pasien berkata,"Bapak lebih tahu..."
Maka katakan, "anda yang lebih tahu diri anda, dan saya bukan Tuhan yang tahu segalanya."