ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 10 Januari 2015

Ragam Trick Treatment Batuan Alami

Natural namun sudah mendapatkan treatment itulah kondisi bisnis bebatuan Indonesia yang membuat Nama Batuan Indonesia terkadang direndahkan kualitasnya oleh para pemain batuan dunia. Batu mulia alami yang beredar di pasaran kebanyakan mengalami suatu treatment atau proses pengolahan tertentu untuk merubah tampilan batu menjadi lebih cantik. Treatment yang dilakukan berbeda-beda tergantung jenis batu mulia itu. Tentunya batu mulia yang sudah mengalami suatu treatment harganya lebih murah bila dibandingkan dengan batu natural (no treatment detected) dengan kondisi visual yang sama. Untuk mengetahui bahwa batu tersebut sudah terkena treatment atau belum hanya seorang gemologist yang bisa menentukan. Maka dari itu, sertifikat keaslian batu mulia menjadi salah satu patokan yang paling kuat.

Pada prinsipnya, tradisi yang berlaku dalam bisnis batu mulia lebih didasarkan pada aspek kepercayaan. Sebagaimana saya mempercayai para Supplier saya, sehingga saya tidak lagi memerlukan Sertifikat Lab untuk batuan yang saya beli dari mereka. Karena saya sudah tahu bagaimana mereka memproses batuan. Namun, jika anda membutuhkan sertifikasi Lab untuk batu Mulia dari kami, maka kami juga akan memberikan sertifikat Lab untuk batu yang anda beli, hanya saja proses pengiriman menjadi sedikit terlambat karena menunggu keluarnya hasil Lab, dan juga anda akan kami kenakan biaya untuk proses sertifikasi tersebut yang berkisar antara 100 ribu hingga 400 ribu rupiah.


Dyeing Treatment adalah proses pemberian warna pada batu mulia. Treatment ini biasa dilakukan pada batu-batu seperti Giok / jade, lapis lazuli, turquoise, agate/akik, ruby, Zamrud, and safir.

Batu lapis lazuli yang telah melalui proses pewarnaan dapat dengan mudah dideteksi dengan mengoleskan cairan acetone (pembersih pewarna kuku) dengan kapas. Bila ada proses pewarnaan maka warna biru lapis lapis lazuli akan menempel pada kapas itu. Proses pewarnaan di Indonesia juga kadang terjadi pada batu akik, merubah warna putih chalcedony menjadi hijau, merah, atau kuning.

Kalau kita jalan-jalan dipasar kita akan banyak menemui batu akik cantik-cantik dengan warna-warna tersebut, tentunya batu itu natural alami Cuma warnanya sudah di modifikasi. Ada juga yang mewarnai batu agate untuk membuat gambar-gambar tertentu seperti kelinci, laba-laba, kucing, dll. Bagi yang tahu tentang ilmu perbatuan,hal seperti itu kan tampak menggelikan.

Treatment adalah proses perbaikan yang ada pada Batu Permata. Seperti halnya pada kebanyakan wanita, biarpun sudah mempunyai paras wajah yang cantik tetapi memakai make up atau rias wajah untuk menyempurnakan penampilan. Ada yang memakai rias tebal ada juga yang hanya memakai tipis, seperti halnya pada Batu Permata. Kebanyakan dewasa ini 90 % Batu Permata telah melewati proses treatment Perbaikan, baik yang permanen maupun tidak permanen. Ada juga yang walaupun permanen diterima di pasaran asalkan diberitahukan secara jujur (disclouser).

Ada beberapa ragam treatment yang ada di pasaran Batu Permata sekarang ini, antara lain:

Heat Treatment (proses pemanasan)
Proses Heat atau lebih dikenal dengan proses pemanasan sudah dikenal lama sekali, sekitar ratusan tahun yang lalu. Hanya teknologi yang dipakai saja yang berbeda pada jaman dahulu dan sekarang.

Banyak sekali Batu Permata yang secara rutin mengalami proses pemanasan ini yang tujuanya untuk memudahkan warna Batu (lighten color), menuakan warna Batu (darken color), atau merubah warna pada Batu. Kesemuanyaini dalam artian tidak boleh ada penambahan warna apapun pada Batu Permata serta harus permanen warnanya. Warna-warna yang dihasilkan dari proses heating atau pemanasan ini biasanya permanent.

Batu yang biasa secara rutin mengalami proses pemanasan dan diterima oleh pasar Batu Permata adalah :
  • Amber: Untuk meningkatkan warnanya serta menambah effect seperti "kilau matahari"
  • Amethys: Untuk memudakan warnna dan juga untuk merubah warnanya menjadi warna kuning yang dikenal dengan Citrine.
  • Aquamarine: Untuk menuakan warna dan menghilangkan warna kehijauan agar biru yang dihasilkan lebih merata.
  • Carnelian: Untuk meningkatkan warna.
  • Citrine: kadang dihasilkan dari varitas Quartz yang lain melalui proses pemanasan.
  • Diamond: menghilangkan warna coklat ataupun kuning pada berlian.v Sapphire: untuk memudakan atau bisa juga untuk meningkatkan intensitas warna, serta meratakan warna.
  • Tanzanite: Untuk meningkatkan intensitas warna biru.
  • Topaz: dikombinasikan dengan proses radiasi untuk menghasilkan warna biru dan juga warna merah mudaTourmaline: untuk memudakan dan menuakanwarna, terutama pada warna biru dan hijau.
Diffussin Treated (proses pemanasan dengan penambahan)
Proses ini kebanyakan dilakukan pada Ruby dan Sapphire yang tujunaya adalah merubah batu dari yang tidak mempunyai warna sama sekali, warna pucat ataupun ada juga yang sudah mempunyai warna yang teramat dalam, ditambah sejenis kimiawi tertentu dan memanaskanya dalam waktu tertentu.

Proses diffused ini lebih banyak dilakukan pada Sapphire dibandingkan Batu Ruby karena warna yang dihasilkan lebih baik. Proses ini tidak permanen karena hanya memiliki kedalaman tertentu atau hanya beberapa micron saja dibawah permukaan Batu. Apabila batu ini di asah ulang (recutting), maka ada kemungkinan warna bisa memudar atau hilang. Apabila material batu yang dipakai sudah memiliki warna yang dalam maka setelah diasah kemungkinan warna tersebut masih ada atau tidak hilang, dibanding dengan menggunakan material batu yang tanpa warna atau pun material batu berwarna pucat, yang apabila diproses dengan diffused ini bila diasah ulang (recutting) warnanya bisa hilang atau pudar.

Fracture Filled (proses pengisian pada cacat)
adalah proses yang banyak dilakukan pada batu-batu Ruby, Emeral (zamrud), dan Berlian pada umumnya.

Pada Berlian misalnya, cacatnya diisi dengan cairan yang mempunyai indeks bias tinggi agar cacatnya lebih tersamar.

Akhir-akhir ini pada Batu Ruby juga terdapat proses seperti di isi dengan cairan kaca (lead glass dan bismut) ataupun cairan yang sejenisnya yang tujuanya untuk meningkatkan keseluruhan penampilan. Batu Ruby yang mengalami proses ini agak sulit dilihat dengan mata yang tidak terlatih atau awam.

Sedangkan pada batu emerald (Zamrud) proses seperti ini, yaitu mengisi cacatnya dengan minyak (cedarwood oil) sudah dipergunakan sejak bertahun-tahun lamanya, dan tidak ada yang tahu sejak kapan pertamakalinya dipergunakan. Ada beberapa sumber yang mengatakan sejak Romawi kuno proses ini sudah diterapkan. Sekarang para pelaku proses (treater) menggunakan bahan-bahan seperti oil (minyak), paraffin (sejenis lilin), glass (cairan kaca), serta sejenis resin (opticon). Pada Batu Emeral (zamrud) proses ini bisa diterima di pasar internasionall. Batu yang biasanya terkena proses ini adalah: Emerald, Aquamarine, Peridot, Jadeid, Turquoise, Ruby, Sapphire.

Laser Drilling
Proses treatment seperti ini kebanyakan dilakukan pada berlian yaitu dengan cara mengebor dengan sinar laser dan menyikirkan cacat karbon berwarna hitam yang ada di dalam berlian. Treatment ini bisa dilihat oleh mata yang terlatih dengan loupe pembesaran 10x. Biasanya nilai berlian dengan proses seperti ini berkurang sekitar 40 - 50% dari nilai aslinya, tetapi itu pun bergantung dari banyaknya jumlah pemboran yang dilakukan di dalam berlian.

Irradiation (radiasi)
Proses radiasi banyak sekali di temukan saat ini, dan banyak dikombinasikan dengan proses pemanasan agar warna yang dihasilkan stabil dan permanen.

Batu-batu Permata yang biasa mengalami proses radiasi:
  • Diamond (berlian), dapat merubah warna berlian dari yang tidak begitu putih menjadi fancy color atau Berlian warna wari (hijau, kuning, biru, merah dan lai-lain).
  • Kunzite, Untuk menghasilkan warna yang tua
  • Pearl (mutiara), untuk membuat warna mutiara menjadi gelap dan hitam.
  • Topaz, untuk merubah warna menjadi warna biru, kuning, orange, coklat dah hijau.
  • Tourmaline, untuk meningkatkan warna merah muda, merah tua, dan ungu.
  • Yellow beryl, untuk menghasilkan warna kuning.
Dyed (penambahan warna dengan cara dicelup)
Proses dyed atau dicelup sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. banyak sekali ditemukan pada perhiasan antik uno serta untuk mengimitasi penampilan warnanya agar mirip dengan Batu Permata lainya. Batu-batu permata yang sering mengalami proses ini diantaranya adalah: jade, Opal, Coral, Agate, Chalcedony, Lapis Lazuli, serta tidak ketinggalan batu Ruby, Sapphire, Serta Emeral yang bermutu rendah.

Tujuan daripada proses dyed ini adalah agar penampilan dan intensitas warna dapat lebih menarik serta membuat warna-warni yang diinginkan. Proses dyed ini ada yang permanent dan ada pula yang tidak permanent.

Khusus untuk Batu Jade kadang digunakan perpaduan antara proses bleaching atau meluruhkan kotoran-kotoran yang ada, setelahnya barulah dicelup warnanya menjadi hijau, merah, ungu (lavender), biru, dan lain-lain.

Coating (Pelapisan)
Belakangan ini banyak sekali coating atau pelapisan pada permukaan Batu dengan pewarna ataupun bahan sejenis lilin (wax) yang terkadang sangat sulit untuk dideteksi dengan mata awam. Sebagai contoh Batu Sapphire dan Tanzanite ada yang dilapisi dengan bahan kimia cobalt agar menghasilkan warna biru.

pelapisan lainya pada Berlian yang dilapisi dengan pewarna merah muda atau warna lainya untuk menghasilkan Berlian warna warni atau fancy color.

Disamping itu ada pula Batu Topaz putih dilapisi dengan lapisan tipis titanium atau sejenis pelapisan azotic, sehingga warna yang dihasilkan menjadi warna pelangi dan dijual di pasaran sebagai 'Mystic Topaz'. pelapisan ini dilakukan dibagian bawah batu atau bagian pavilion batu.

Composite (tempelan berupa doublet atau triplet)
Arti dan maksud dari composite itu sendiri adalah 'gabungan' dengan menggunakan sejenis bahan lem (glue) untuk menempel batu lebih dari 1bagian, yang meliputi doublet (tempelan dari 2 bagian batu) dan triplet (tempelan lebih dari 3 bagian batu)
  1. Doublet, penting sekali untuk diketahui bahwa tempelan ini banyak dipergunakan pada perhiasan-perhiasan antik jaman dahulu dab juga pada perhiasan modern yang sekarang ini banyak sekali beredar dipasaran. Batu tempelan doublet ini terdiri dari 2 bagian atas dan bawah, yang bagian atasnya biasanya Batu natural dan dibawahnya Batu synthetic atau bisa juga dari baha kaca atau kadangkala bisa saja bagian atas natural dan bagian bawah juga natural. Batu-batu yang mempunyai proses doublet ini biasanya adalah Ruby, Sapphire, Emerald, Spinel, Berlian.
  2. Triplet, biasanya digunakan pada Batu Opal karena Batu Opal kadang ada yang diasah dengan amat tipis, sehingga supaya lebih tahan lama maka dibuat triplet atau tempelan 3 bagian yaitu Batu Quartz Putih pada bagian atasnya, Opal pada bagian tengahnya dan Batu Black Onyx pada bagian bawahnya.

Alamat Laboratorium Gemologi di indonesia dan Kode/Simbol/Istilah dan Arti Treatment Pada Batu Permata Secara Umum.
Informasi Alamat Laboratorium Gemologi di Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya.

1. Acc Gemlab
Jl. Masjid II No. 37 Rawabunga Jatinegara Jakarta Timur
Jakarta, Indonesia 13350
( 021) 85919998

Bapak Agus Dwi (ACC Gem Lab)
Surya Tehnologi Indonesia
MTH Square Lantai 1 Room 118-119
Jl. MT Haryono Kav. 10 Jakarta Timur
Phone : 085290155558

2. Bp. Nugroho - SKY GEM LAB
( KANTOR PEGADAIAN)
d/ a. Komplek Pegadaian. Jl. Dukuh V/ 13
RT.006/ 005. Kampung Dukuh - Kramatjati
Jakarta Timur.

atau

Tamini Square Shopping Mall. Lt.1/ FS-23
Jl. Taman mini no: 1 - Jakarta Timur
Telp. 021 - 87786261

3. BIG LAB (Ben’s International Gemological Laboratory)
Jl.Gajah Mada No.19-26
Jakarta Pusat (Gajah Mada Plaza, Lt. 1 No.11)
Phone : (021) 63861666

4.AGL (Adamas Gemological Laboratory)
Apartemen Istana Harmoni Lt. 1/2A
Kompleks Harmoni Plaza, Jalan Suryopranoto
Jakarta Pusat 10130, Indonesia
Phone : 021-6305546-47

5. IGL (International Gemological Laboratory)
Menara Imperium Suite 16A.
Jl. HR. Rasuna Said - Kuningan - Jakarta
( 021) 8354050

6. FLAMBOYAN GEM LAB
Gajah Mada Plaza. lt.1/ 61. Jakarta Pusat.
( 021) 6344547

7. GRI (Gem Research International Lab)
Batu Ceper IV No. 6L,Jakarta Pusat 10120
Phone : (021)3510132 Fax: (021)3510133

8. KGL (Kian's Gemological Laboratory)
Jl. Kunir No.6 , Surabaya 60175
Phone : +6231 353 1570

9. GRI-LAB (Surabaya)
Ruko Landmark Kayun. Jl.Kayun no:38-40 Blok A3 Surabaya 60271
No telp:+6231-5358561

10 Lab Pegadaian kantor Pusat
Jln. Kramat raya no. 162 jakarta Pusat
Samping Gedung PBNU

Kode/Simbol/Istilah dan Arti Treatment Pada Batu Permata Secara Umum
Untuk meningkatkan kualitas, nilai, serta keindahan pada batu permata, maka beberapa jenis batu permata sering mengalami proses perlakuan tertentu, sehingga seringkali kita menemukan simbol atau istilah treatment pada batu permata. Namun bagi sebagian orang, tetap memilih batu dalam kondisi 100 persen natural tanpa adanya treatment merupakan suatu kepuasan tersendiri, dan bagi mereka itulah batu mulia aau batu permata yang lebih tinggi nilai serta kualitasnya dibandingkan dengan yang menggunakan treatment.

Sebenarnya macam-macam treatment yang dilakukan terhadap batu permata, sepanjang tidak berlebihan, tetap mempertahankan nilai kenaturalannya, nilai jualnya di pasaran pun masih tetap tinggi. Dan yang tak kalah pentingnya adalah penampilan serta warna dari batu tidak berubah sama sekali seiring dengan berjalannya waktu. Tapi hati-hati dengan teatment yang berlebihan, karena bukan hanya menurunkan nilai, terkadang juga terdapat manipulasi di dalamnya, seperti Doublet atau Triplet.

Baik sahabat batu mania, berikut di bawah ini saya akan tuliskan beberapa istilah atau simbol yang digunakan pada proses-proses treatment yang dilakukan pada batu permata, diantaranya adalah sebagai berikut:

Kode/Simbol/Istilah dan Arti Treatment Pada Batu Permata Secara Umum

  1. B: Bleaching.
    Pada proses treatment ini digunakan pemanasan, cahaya, atau cairan kimia yang berguna untuk memudarkan atau menghilangkan warna pada batu.

  2. D: Dyeing atau Infusing.
    Proses treatment dengan cara memasukkan bahan pewarna ke dalam batu untuk membuat atau mengubah atau meningkatkan (membuat warna lebih tua), atau juga meratakan warna batu.

  3. F: Filling.
    Proses pengisian pada rongga atau retakan batu yang tampil ke permukaan dengan bahan cairan tertentu seperti kaca, borax, plastik, maupun bahan-bahan lainnya.

  4. H: Heating.
    Proses treatment dengan cara menggunakan panas guna memperbaiki, meingkatkan warna, atau untuk menciptakan fenomena pada batu, misalnya efek star atau efek cat’s eye.

  5. I: Impregnation.
    Proses dengan mengisikan bahan tanpa warna yang terbuat dari plastik untuk mengisi pori-pori batu yang bertujuan untuk menambah daya tahan atau penampilan batu.

  6. O: Oiling atau Infusion.
    Proses pengisian retakan yang mencapai permukaan batu menggunakan minyak tanpa warna, resin/getah, bahan sejenis lilin, atau semacamnya, yang bertujuan untuk meningkatkan penampilan batu.

  7. R: Irradiation.
    Proses treatment dengan menggunakan sinar (gamma, neutron) atau penembakan elektron dengan tujuan untuk memperbaiki warna pada batu mulia.

  8. U: Diffusion.
    Proses pelapisan dan pengisian bahan kimia tertentu yang dilakukan pada bawah permukaan batu, serta memanaskannya hingga mncapai suhu yang tinggi dengan tujuan untuk membuat warna serta fenomena berupa efek star pada batu. 

  9. W. Waxing atau Oiling.
    Proses pengisian pori-pori batu dengan menggunakan bahan sejenis balsam, lilin tanpa warna, atau sejenis minyak dengan maksud untuk meningkatkan penampilan batu (biasanya pada batu Giok atau Pirus).

Kode/Simbol/Istilah Treatment Yang Dinyatakan oleh Beberapa Laboratorium Gemokologi
Sebuah laboratorium gemokologi (Gemo Lab.) dalam pernyataan atau penulisan kode/simbol/istilah pada batu permata, terkadang memiliki kesamaan maupun perbedaan dengan laboratorium gemokology lainnya, namun pernyataan atau penulisannya tersebut tetap memiliki pengertian-pengertian yang sama. Di bawah ini akan saya tuliskan contoh-contoh kode/simbol/istilah yang digunakan pada beberapa gemo lab. tersebut, diantaranya:

ACC GEM LAB.
  1. NTD: No Treatment Detected.
  2. H: Heat Only with very small amount of residue.
  3. H-a: Heated with minor residue.
  4. H-b: Heated with moderate residue.
  5. H-c: Heated with severe residue.
  6. H-Be: Heated with Beryllium Content.
  7. HP: Heating and Pressure.
  8. R: Irradiated.
  9. U: Diffusion.
  10. F: Filled with foreign material.
  11. GF: Glass Filled.
  12. D: Dyed.
  13. MCE: Minor Color Enhancement.
  14. B: Bleached.
  15. I: Impregnation.
  16. O: Oiled.
  17. L: Lasering.
  18. W: Waxing.
  19. S: Smoked.
  20. C: Coated.
  21. DBLT: Doublet.
  22. TPLT: Triplet.

SKY GEMOLOGICAL LABORATORY
  1. NTE: Tidak ada indikasi treatment apapun termasuk pemanasan.
  2. TE: Indikasi adanya pemanasan tanpa residu.
  3. TE1 – TE5: Indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada retakan batuan mulai dari minor hingga signifikan.
  4. C1 – C5: Indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada lubang batuan mulai dari minor hingga signifikan.
  5. GF1 – GF3: Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan glass/silica untuk meningkatkan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.
  6. GC1 – GC3: Indikasi adanya pengisian lubang batuan dengan glass/silica untuk meningkatkan tampilan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.
  7. F1 – F3: Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan oil/rsin (pada Emerald) untuk meningkatkan tampilan dan ketahanan batuan dengan proporsi dari minor hingga signifikan.
  8. CX: Indikasi adanya treatment untuk mmperbaiki warna yang tidak terdeteksi dan diperlukan riset atau analisis lanjutan
  9. DIF: Indikasi adanya penambahan warna atau fenomena dengan metode difusi pada lapisan atas batuan.
  10. BE: Indikasi adanya perbaikan warna dengan metode Berrylium Diffusion.
  11. IMP: Indikasi adanya pelapisan tanpa warna pada permukaan batuan.
  12. DYE: Indikasi adanya pewarnaan batuan melalui proses pencelupan zat warna.
  13. IRR: Batuan pada umumnya mengalami ekspos iradiasi untuk memperbaiki warna.
  14. CO: Indikasi adanya pelapisan pada permukaan batuan untuk membuat efek warna.
Sumber :
AURA PERMATA NUSANTARA
ALAMAT LAB