ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 13 Juli 2015

Kesalahan Ustadz Perdana Akhmad Lakoni

Dalam artikel kali ini, akan saya tuliskan ulang, diskusi seru dan heboh yang menggemparkan seantero sosial media FB, antara saya dengan Ustadz Perdana Akhmad Lakoni (Founder Qur'anic Healing Indonesia / QHI) yang berlangsung di Facebook.



DISKUSI RINGAN HIPNOTISME
==========================
Link Status : https://www.facebook.com/perdana.akhmad/posts/10204578220437484

Ini adalah hasil diskusi ringan saya (Perdana Akhmad yang akan disingkat menjadi PA) dengan Pak Edi Sugianto (disingkat menjadi ES) seputar apakah hipnotisme itu halal atau haram dalam islam.

------------------------------------------------

ES : Sudah sedemikian banyak tanda-tanda kebenaran ilmu hipnosis jika ditinjau dari syare'at Islam.... Namun tetap saja, sebagian wahaberz mengharamkannya.... Di sini saya merasa ..... Kasihan.....

PA : wahabi mengharamkan hipnotis ada sisi syiriknya ketika para praktisi tidak memperhatikan anchor, yg syirik2 dibiarkan asal pasien sembuh, sembuh sakit tapi rusak akidah.

ES : Anchor tidak harus berupa benda ustadz.... Tetapi juga bisa kalimat affirmasi... Dan kalau muslim, bisa menggunakan kalimat dari kitab suci.

PA: maka dari itu seorang praktisi harus memperhatikan batasan akidah mana yg syirik mana yg boleh anchornya.

ES: Ooh.... Yg berpendapat demikian tentu praktisi Non Muslim.... Kalau yg begitu, yo sekedar dijadikan referensi aja toh...dalam tekhnik Anchoring juga ada tekhnik Sliding Anchor, yaitu tekhnik menggeser Anchor... Jika, orang awalnya percaya pada jimat sebagai anchor, maka secara perlahan digeser ke bentuk Anchor yang lain.... Kemudian dilakukan tekhnik Stucking Anchor, untuk memperkuat Anchor yang baru tersebut......

PA: Hipnotis tidak meyakini adanya mahluk ghoib yang dapat mempengaruhi psikis manusia, semua dianggap alam bawah sadarnya saja bermasalah ini juga bentuk kerusakan akidah. selain itu praktisi hipnotis tidak meyakini mu'jizat al Quran yg memiliki energi Ilahi untuk.healing dianggap hanya sound suggestion belaka.pertentangan dengan konsep keimanan yg ghoib dengan hipnotis sampe kapanpun tidak dapat disatukan sebab berbeda konsep teorinya.

ES: Lebih tepatnya, praktisi hipnosis yang mana yang tidak meyakini mukjizat Al Quran...? Kalau non muslim, tentu saja itu wajar... Karena mereka memang tidak mengimaninya...Hipnotis itu hanya ilmu alat ustadz, itu hanya ketrampilan tekhnis..... Dan bukan bagian dari rukun iman, maka tidak dibutuhkan keyakinan serta kepercayaan untuk memahami serta menguasai ilmu hipnosis...

PA: itulah perbedaannya dengan ruqyah selalu menyelipkan unsur dakwah dan menghilangkan ego state yg tidak sesuai berbeda dgn hipnotis yg tidak memperdulikan unsur religi maka dapam terapinya dapat menabrak unsur keyakinan dan ini yg sering wahabi seperti saya permasalahkan. praktisi hipnotis tentunya memandang selalu dari sisi alam bawah sadar dalam sesi terapinya sedangkan psikoterapi ruqyah mengakomodir unsur religi juga hypnosis, saya dalam sesi terapi tidak pernah berat sebelah memandang problem klien, saya tidak menganggap semua kasus karena jin dan tidak juga memandang semua kasus tidak ada hubungan dengan jin. dan ini butuh keahlian tuk membedakannya juga pola terapinya.

ES : Ooh... Anda salah ustadz Perdana Akhmad Lakoni... Dalam prakteknya, praktisi hipnosis muslim juga menggunakan terminologi agama Islam untuk klien muslim....

PA: kalo non muslim tentu.beda lagikan terapinya sebab tergantung beliefenya. ini yg disebut tidak dapat membedakan hak dan bathil dalam islam. ini yg wahabi sering ributkan.

ES: Bagian mana tepatnya yang dianggap sebagai yang batil...?

PA: ketiadaan terapis hipnotis menjaga akidah ketika menerapi klien yg berbeda agama atau memiliki.keyakinan salah dalam islam ini yg sering dipermasalahkan seperti terapi regresi dalam hipnotis okelah bagi muslim ga dipake tapi praktisinya melakukan regresi reinkarnasi pada klien lain artinya praktisinya mengakomodir keyakinan yg keliru dan mengerjakannya. bagi klien muslim yg ga percy jimat praktisinya ga menggunakan ancor jimat namun jika ada klien yg rusak akidahnya maka praktisinya mengakomodir kerusakan akidahnya dengan memberikan anchor jimat artinya praktisi hipnotis bekerjasama dalam kesesatan.

ES: Itu artinya soal pribadi si praktisi, dan bukan soal ilmunya...

PA: masalahnya dalam keilmuan hipnotis itu ingkar makhluk ghoib , berikan saya 1 saja teori hipnotis yg meyakini bahwa faktor gangguan psikologis karena faktor introjeck makhluk astral (jin).

ES: Sebagai sarjana psikologi, bolehkah saya tahu... Apakah dalam ilmu psikologi juga ada Hipotesa mengenai sumber penyakit psikis dari dimensi makhkuk gaib pak ustadz..?

PA: ada mazhab baru dalam khazanah psikologi yaitu psikologi Islami yang mengkritisi pandangan psikoanalisis yg tidak percaya Tuhan, jin, malaikat seperti juga psiko behaviorisme yg acuh terhadap metafisika sebab tidak dapat diobservasi. saya belum menemukan adanya mazhab hipnotisme islami yg mengakomodir hal yg bersifat metafisis atau ghoib???

=====================================================

Dari hasil diskusi diatas terdapat alasan mengapa wahabi mengharamkan hipnotism :

1.dari sisi keilmuan Hipnotisme tidak mempercayai keberadaan hal yang bersifat metafisis atau ghoib (Tuhan, malaikat, jin yang dapat mempengaruhi psikis seseorang) yang kita sebagai umat muslim tahu jika tidak meyakini yang ghoib maka bisa terjerumus dalam kekafiran.

2. Dari sisi praktisinya tidak mengindahkan sisi akidah, kadang untuk mengobati klien yang terkena gangguan psikis, praktisinya menggunakan hal hal yang bersifat syirik (mengenakan jimat, benda keramat sebagai anchor). dan permissif pada hal hal berbau kesyirikan.

3. terlalu mendewakan alam bawah sadar seolah -olah jika sudah mengeksplorasi alam bawah sadar bisa melakukan beragam hal yang berhubungan dengan keparanormalan.

***

(Diskusi tanya jawab antara saya dengan ustadz Perdana Akhmad di atas di Copas secara tidak lengkap dan tidak urut oleh Ustadz Perdana dari Status saya di sini https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/826804017411602 Silahkan Baca Versi aslinya yang lebih lengkap dan lebih runtut di Link status saya itu.)

***

JAWABAN SAYA : Kesalahan Ustadz Perdana Akhmad Lakoni #1
Link Status : https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/827595523999118

Menjawab dua kesimpulan ini :
1.dari sisi keilmuan Hipnotisme tidak mempercayai keberadaan hal yang bersifat metafisis atau ghoib (Tuhan, malaikat, jin yang dapat mempengaruhi psikis seseorang) yang kita sebagai umat muslim tahu jika tidak meyakini yang ghoib maka bisa terjerumus dalam kekafiran.

2. Dari sisi praktisinya tidak mengindahkan sisi akidah, kadang untuk mengobati klien yang terkena gangguan psikis, praktisinya menggunakan hal hal yang bersifat syirik (mengenakan jimat, benda keramat sebagai anchor). dan permissif pada hal hal berbau kesyirikan.

Jawaban saya :

Dalam hal ini, ustadz Perdana dengan sengaja melakukan Fals Logic (Logika yang salah), karena membandingkan keilmuan Hipnotis dengan agama. Seolah-olah Hipnotisme adalah suatu sekte atau suatu aliran agama baru.

Dan tentu saja hal ini menjadi salah kaprah, dan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Apalagi beliau adalah seorang Sarjana Psikologi, semestinya beliau sudah memahami akan hal ini.

Karena Ilmu Hipnotisme adalah keilmuan yang terlahir dari dunia psikologi. Dimana di zaman dulu, para ahli psikologi meneliti berbagai Fenomena Hypnosis dan juga berbagai macam aplikasi Hypnosis yang berlangsung di dalam masyarakat Tradisional. Untuk kemudian dirumuskan sesuai dengan Standard penelitian Ilmiah, dan akhirnya terlahirlah Ilmu Hipnotis Modern.

Jadi, sebenarnya Fenomena Hypnosis ini bukanlah hal baru. Keberadaan fenomena Hypnosis ini tentu saja sudah ada bahkan sejak adanya manusia. Sedangkan Ilmu Hipnotis Modern, hanyalah sekedar merangkaikan kembali fenomena tersebut menjadi sebuah keilmuan yang mudah dipelajari serta mudah untuk dipraktekkan. Dan tentu saja, hal itu dilakukan demi kebaikan dan kemajuan manusia itu sendiri...

Ilmu Hipnosis adalah suatu ilmu ketrampilan yang bersifat Logis dan ilmiah. Sama dengan ketrampilan kita dalam berbahasa dan berkomunikasi, atau ketrampilan kita dalam bidang tekhnis lainnya. Sehingga untuk menguasainya, anda hanya perlu tahu rumusannya, kemudian menjalankan persis seperti rumus yang diberikan, maka anda akan dapat melakukan hipnosis.

Sebagai suatu Ilmu ketrampilan Tekhnis, tentu saja di dalam ilmu Hipnotis tidak menganut agama tertentu, juga tidak terdapat rukun Iman, dan juga tidak terdapat aturan mengenai Halal dan haram. Yang ada di dalam ilmu hipnotis adalah apakah tekhnik ini efektif atau tidak efektif. Sebagaimana sudah disampaikan oleh pak Yan Nurindra dalam artikel ini http://goo.gl/hRizf1

Jadi, soal bagaimana seseorang menerapkan Ilmu Hipnotis untuk disesuaikan dengan agama dan kepercayaannya masing-masing tentu saja kembali kepada pribadi masing-masing.

Hipnotis tetaplah suatu ketrampilan tekhnis yang bersifat Netal. Siapa saja dan dari agama dan keyakinan apa saja boleh memakainya dengan bebas. Bahkan, orang baik ataupun orang jahat juga bebas untuk mempelajarinya.

Dan apakah anda menerima atau menolak salah satu tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terangkum dalam ilmu hipnotis, itu juga terserah anda. Tidak ada paksaan di sini.....

Yang jelas, Hipnosis adalah suatu ilmu yang mempelajari mengenai Dunia Pikiran Manusia, dalam konteks pemberdayaan Pikiran Bawah sadarnya demi kebaikan serta kemajuan manusianya itu sendiri. Dimana di dalam penelitian para ahli, disampaikan bahwa sekitar 88% kesadaran diri kita itu dipengaruhi oleh kesadaran dari Pikiran Bawah Sadar.

Jadi, apakah anda mau memberdayakan Potensi Pikiran Bawah Sadar anda dengan ilmu hipnotis ataukah tidak, tentu saja itu adalah suatu pilihan yang keputusannya tetap berada di tangan anda sendiri.....

Dan soal bagaimana menerapkan ilmu hipnosis sesuai dengan agama dan kepercayaan anda, tentu saja juga terserah anda sendiri...

***

Menjawab kesimpulan yang nomer 3  ini :

3. terlalu mendewakan alam bawah sadar seolah -olah jika sudah mengeksplorasi alam bawah sadar bisa melakukan beragam hal yang berhubungan dengan keparanormalan.

Jawaban saya : Kesalahan ustadz Perdana Akhmad Lakoni
Link Status : https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/827376487354355

Kesalahan ustadz Perdana Akhmad Lakoni dalam status ini https://www.facebook.com/perdana.akhmad/posts/10204578220437484 adalah mengambil kesimpulan berdasarkan persepsinya sendiri dan tidak nyambung dengan diskusi...

Mengenai pikiran bawah sadar, tentu saja itu hanyalah bagian dari diri manusia yang hakikatnya adalah Makhluk. Dan tentu saja, makhluk hanya punya kekuatan sebatas yang sudah diberikan oleh penciptanya, yaitu Allah swt...

Pikiran Bawah Sadar pada prinsipnya adalah jembatan atau Pintu menuju Qolbu, sedangkan Qolbu adalah media untuk terhubung dengan Allah swt, maka yang mengabulkan Doa, Affirmasi, ataupun sugesti bukanlah kita manusia, tetapi Allah swt.. Itulah sebabnya banyak keajaiban yang dapat terjadi jika kita mendayagunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar kita dengan sebaik-baiknya.

Namun, bagi yang pikiran bawah sadarnya tidak terkawal dengan baik. Maka bukannya keajaiban hidup yang sering mereka alami, tetapi musibah, sakit, dan juga derita yang akan sering mendera kehidupannya. Karena Pikiran bawah sadarnya lebih di dominasi oleh pikiran yang negatif, sehingga Cahaya Qolbu menjadi gelap dan terputus koneksinya dengan Cahaya Rahmat Allah swt.

Jadi, yang kita lakukan dengan ilmu hipnosis ini adalah mendaya gunakan anugrah Allah swt. Sehingga kita dapat memperoleh kemajuan diri... Sebagai tanda bahwa kita adalah manusia yang mampu bersyukur...

Bukankah itu baik..?

Salam.


Edi Sugianto
(Founder NAQS DNA)

SMS/WA : 0812 3164 9477
HP : 0822 3458 3577
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih. Short URL : http://goo.gl/SREMZS