ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 11 Juli 2015

Ruqyah itu Terapi Hipnotis Versi Muslim

Menurut Ustadz Perdana Akhmad, Ruqyah adalah lebih tepat jika diasosiasikan dengan Islamic PsychoTherapy, sedangkan menurut saya Ruqyah Syar'iyah lebih tepat jika di asosiasikan dengan Islamic HypnoTherapy  (Terapi Hipnotis Versi Muslim) daripada Islamic Psychotherapy. Bukankah dalam prakteknya, Ruqyah sangat mengandalkan sesi TRANCE atau kondisi Hypnosis State untuk memfasilitasi terapi bagi Klien....? dan bahkan boleh dikatakan, Ruqyah tanpa Trance, adalah mustahil terjadi.... Jadi, Ruqyah lebih tepat disebut sebagai Islamic HypnoTherapy. Dengan kata lain, Ruqyah itu Terapi Hipnotis Versi Muslim.

Demikianlah sekilas diskusi saya dengan Ustadz Perdana Akhmad, Pak Yan Nurindra, Pak Asep Haerul Gani, dll. dalam sebuah status Facebook di wall Ustadz Perdana yang ditulis kemarin 10 Juli 2015.. ( Link : https://www.facebook.com/perdana.akhmad/posts/10204571391866774 ) yang saya tulis ulang dalam artikel ini dan berjudul "Ruqyah itu Terapi Hipnotis Versi Muslim".

Ustadz Perdana Akhmad, Founder Quranic Healing Indonesia

Berikut ini isi Status dan sedikit Cuplikan diskusi yang terjadi di status tersebut :

Isi Status :

Terapi Ruqyah dalam pandangan Ericksonian Psychotheraphy.
===========================
Terapi Ruqyah dengan menerima jalan pikiran Client dan menggunakannya untuk menyembuhkan si Client adalah salah satu bentuk metode Ericksonian.

Ketika ada kasus pasien mengeluh dirinya dirasuki jin hingga sering kesurupan maka sikap kami sebagai peruqyah tidaklah langsung mengatakan “ anda dibohongi perasaan anda!, anda tidak kerasukan jin melainkan gangguan mental/jiwa” jika kami mengatakan seperti itu akan timbul bloking pasien terhadap peruqyah bisa langsung apriori nantinya.

Sikap terbaik adalah tidak menyanggah melainkan mengikuti alur pikir pasien. Yang kami lakukan adalah membawanya kedalam kondisi “super sadar” dengan melantunkan bacaan doa kemudian pasien yang merasa digangu jin akan muncul ” alam bawah sadarnya” berteriak/menangis mengatakan bahwa “saya adalah jin” maka sikap terbaik adalah berusaha untuk “bersahabat” dengan jin tersebut (menurut keyakinan pasien), mengajaknya dialog dan menyuruhnya keluar. setelah pasien dikembalikan kesadarannya maka diberikan lagi injeksi sugesti kuat bahwa jin yang diyakini pasien sudah keluar dan tubuh sudah bersih dan tidak akan masuk lagi sebab sudah dikunci dengan doa-doa ruqyah.

Pada kasus lain ketika pasien merasa kena santet, maka sikap seorang peruqyah tidaklah mengatakan “santet ga ada, itu cuma halusinasi kamu,” melainkan juga sikap kami sama dengan mengikuti alur pikir dan keyakinan pasien, dalam bacaan ayat doa yang dilantunkan peruqyah (auto sugesti) pasien disuruh merasakan (imagery) dimana benda-santet berada bahkan dalam banyak kasus “setan” melalui lisan pasien disuruh menunjukkan benda-santet yang telah ditanamnya. Ketika kami melakukan “pensugestian kuat” kami menarik santet atau jin tersebut keluar dari tubuh pasien dan ketika “akan keluar” jin/santet tersebut pasien ikut merasakan kesakitan dan kesusahan dan setelah jin atau santet keluar pasien merasakan kelegaan dan perasaan lega.

Secara fisik memang tidak tampak ada jin dan santet yang bisa terlihat, namun kami melakukannya secara imajiner dan fisualisasi kuat baik dari peruqyah dan pasien.Nah……dengan mengikuti alur pikir pasien dan pada akhirnya pasien merasa sembuh dan kembali sehat.

Terapi ruqyah yang dilakukan Rasulullah dan tongkat estafet dilanjutkan oleh para praktisi ruqyah telah dikaji oleh sebagian praktisi ilmu psikologis, sebelum Milton Erickson menemukan metode pengobatan dengan menerima jalan pikiran Client/pasien dan menggunakannya untuk menyembuhkan si Client / pasien.... Praktisi Ruqyah sudah terlebih dahulu mempraktekkannya. Walhamdulillah....

***

Diskusi dalam Koment :

Asep Haerul Gani : Benar ustadz, kalau kita membaca Al Quran, Iblis aja paling jago menggoda Adam dengan teknik itu. Baginda Rasulullah pun sangat piawai dengan teknik itu hingga dituduh sebagai Sihir yang Nyata.

Sebagai orang di pesantren yg belajar ruqyah, saya suka heran saya mah ada juga peruqyah yang gegabah, langsung begitu ada klien, tuduh klien kemasukan 100 jin. Sungguh hypnotic betul sang peruqyah, sehingga si klien perlu datang 100 kunjungan ke peruqyah untuk buang "jin" dan tak juga sembuh. Tentunya ustadz Perdana Akhmad Lakoni sebagai Sarjana Psikologi sepakat dengan saya bahwa hal seperti itu pun tidak benar, karena malah merupakan akhlak syaithan yang yuwaswisu fi sudhurinnas.

Ini diskusi saya dengan Murobi Sofyan Latif, ustadz Apung Achmad Syafrudin dan ustadz Hasan Basri di Rawa Badak Selatan.

Selamat mengembangkan Islamic Hypnotherapy (Rugyah) tak hanya untuk mengobati dari gangguan jin, juga untuk gangguan jiwa lainnya.

Perdana Akhmad Lakoni : saya sepakat, memang ada oknum sebagian kecil peruqyah yg biasanya (maaf) buka klinik suka mensugesti pasiennya dengan kalimat negatif seperti "anda kerasukan ribuan jin, ini butuh terapi yang lama" akibatnya pasien ketergantungan dengan peruqyah, datang puluhan kali ke kliniknya.

Yan Nurindra : Ustads Perdana Akhmad Lakoni : Dalam Hipnoterapi-pun terdapat berbagai mazhab, akan tetapi tentu saja tidak membahas soal halal atau haram, melainkan efektif atau tidak efektif. Hipnoterapi kuno dengan pola Direct Suggestion yg sangat "direct dan persuasif" adalah peninggalan mesmer. Hipnoterapi moderen hari ini berkembang sejalan dengan psikoterapi moderen ( bahkan di psikoterapi-pun banyak pula mazhab ). Salah satu yang kami kembangkan adalah pola "Client-Centered" dan mengadopsi dari SFBT (Solution Focused Brief Therapy) yang lebih bernuansa "Coaching", alias Hipnoterapis itu berupaya "goblok" dan Client justru dianggap "pintar". Sementara ini tidak ada yang lebih efektif dibanding dengan "menumpangi" peta-mental dan strategi yg telah dimiliki Client itu sendiri, sesuai dengan prinsip Erickson "Accept and Utilized", implementasinya misalkan Client memiliki kenyamanan dengan dzikir, maka ya gunakan saja dzikir itu untuk penyembuhan, tinggal pilih dzikir yg tepat dan sesuai dengan kasusnya.

Edi Sugianto : Waah, ternyata kesimpulan saya benar... Bahwa Ruqyah itu Islamic HypnoTherapy.... Dan HypnoTherapy itu selaras dengan syar'i...

Perdana Akhmad Lakoni : saya lebih suka menyebutkan Islamic Psychotheraphy, bukan Islamic Hypnotheraphy sebab basic saya psikologi

Edi Sugianto : menurut saya Ruqyah Syar'iyah lebih tepat jika di asosiasikan dengan Islamic HypnoTherapy daripada Islamic Psychotherapy. Bukankah dalam prakteknya, Ruqyah sangat mengandalkan sesi TRANCE atau kondisi Hypnosis State untuk memfasilitasi terapi bagi Klien....? dan bahkan boleh dikatakan, Ruqyah tanpa Trance, adalah mustahil terjadi....

Jadi, Ruqyah lebih tepat disebut sebagai Islamic HypnoTherapy.

Perdana Akhmad Lakoni : Sangat banyak praktek ruqyah tanpa trance, ruqyah dengan trance itu terjadi jika memang ada introjeck mahluk astral, atau karena abreaksi, adapun jika tanpa trance pada saat self healing, relaksasi dll

Edi Sugianto : Lha relaksasi itu sendiri merupakan kondisi Trance Ringan ustadz..... Saat Self Healing, kemudian pasien merasakan sensasi tertentu.... itu juga Trance pak....

Asep Haerul Gani : Ustadz Perdana Akhmad Lakoni boleh saja, namun berangkat dari kata Ruqyah- arqiyka, yang bermakna "kata atau kalimat yang dibacakan dengan maksud penyembuhan", dan ini selaras dengan makna istilah Hypnotherapy yaitu psikoterapi memanfaatkan kekuatan kata, maka saya sering gunakan RUQYAH SYAR"IYAH sebagai Islamic Hypnotherapy.

Pak Edi Sugianto, Tentu saja saat gunakan term Islamic Hypnotherapy, kita sepakat, bahwa pelakunya adalah Muslim, menjalankan syari'at berpegang kepada ketentuan syari'at, menjadikan Ruqyah/Hypnotherapy/psikoterapi adalah lahan amal dan dakwah, mengajak klien kepada nilai mulya Islam, mencegah klien dari melakukan hal yang syirk dan kezaliman diri.

Istilah Islamic Psychotherapy mencakup lebih luas dari itu termasuk pemanfaatan Tawbat, "Afwa (Memaafkan, Syukur, dll, tak hanya Ruqyah.

***
Hingga saat ini, diskusi masih terus berlangsung, silahkan simak di Terapi Ruqyah dalam pandangan Ericksonian Psychotheraphy

Terima Kasih. Sekian tulisan singkat Ruqyah itu Terapi Hipnotis Versi Muslim ini, semoga bermanfaat untuk anda semua...

Salam.


Edi Sugianto
(Founder NAQS DNA)

SMS/WA : 0812 3164 9477
HP : 0822 3458 3577
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih. Short URL : http://goo.gl/hRizf1