ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 07 Agustus 2015

Aktivasi Money Magnet Dengan Hutang

Entah kenapa tanpa alasan yang jelas... Orang sukses.... fokus melihat kemungkinan... Sedangkan Orang gagal.... Fokus melihat kemustahilan...... Maka, janganlah berdebat dengan orang yang tidak mampu melihat kemungkinan keberhasilanmu... Izinkan dia menikmati kegagalan hidupnya, dan hindari tercemar oleh virus pikirannya... Dan saat anda membaca artikel ini, Check dulu pikiran anda sendiri, apakah anda melihatnya sebagai suatu kemungkinan ataukah tulisan ini sebagai suatu kemustahilan. Maka, semua itu akan kembali pada diri anda sendiri. Karena anda adalah apa yang anda percayai.


MELATIH OTOT FINANSIAL PIKIRAN BAWAH SADAR DENGAN HUTANG
Ada orang yang tergerak oleh Reward, namun ada pula orang yang lebih tergerak oleh punishment...

Dari beberapa analisa saya terhadap diri saya sendiri... Ternyata pikiran bawah sadar saya lebih tergerak karena tuntutan tanggung jawab daripada ambisi.....

Jadi, seumpama saya pengen menaikkan omzet bisnis akik saya. Maka tekhnik Meraih Impian akan kurang menarik perhatian pikiran bawah sadar saya agar mau bergerak mencapai target yang saya tetapkan....

Maka, beberapa minggu kemarin saya mencoba bereksperiment dengan hutang untuk meningkatkan omzet penjualan akik Fosil Mani Gajah Produksi saya....

Dan tampaknya itu berhasil... Tuntutan untuk tanggung jawab bayar hutang, membuat omzet bisnis akik saya naik dengan signifikan.... Beberapa sahabat yang saya mintai hutang, mungkin saja bingung ngeliat kelakuan saya... Lha wong pagi utang sekian juta, sore sudah saya bayar... Lalu hutang lagi sekian puluh juta... Seminggu kemudian sudah saya bayar lunas... Dan semua uang yang saya pake bayar utang itu, sama sekali tidak saya ambilkan dari kocek saya sendiri, tetapi dari hasil penjualan yang terjadi....

Bermain dengan hutang memang tidak akan membuat kita tenang....
Cemas dan stress itu hal biasa.... Karena memang itulah bumbu cerita yang membuat adtenalin sedikit terpacu lebih dari biasanya...

Dan tentu saja, ini hanyalah sekedar sharing... Don't Try This at home, jika jantung anda lemah.... Hehehehe.., Karena Tidak semua orang dapat menerapkan strategi dan tekhnik ini, khususnya orang yang pikiran bawah sadarnya lebih tergerak oleh Target.

Dulu ada sekolah entrepreneurnya pak Purdi E Candra yang memberikan ilmu ngutang di bank, ada yang berhasil dan banyak pula yang gagal... Karena metode ini memang tidak cocok untuk semua orang...

Sebaiknya Kita perlu belajar mengenal diri terlebih dahulu, sebelum menerapkan suatu strategi bawah sadar khususnya sebelum anda mencoba menerapkan Tekhnik "Aktivasi Money Magnet Dengan Hutang". Karena tekhnik ini termasuk sebuah tekhnik yang mempunyai Nilai Resiko yang cukup tinggi.

Dan saya tidak menyarankan anda untuk menjalankan tekhnik "Aktivasi Money Magnet Dengan Hutang" sebelum anda mengevaluasi diri anda sendiri.

Sebagaimana kita melatih Otot Fisik kita dengan Fitness, yaitu dengan memberi tambahan beban secara bertahap sehingga otot kita semakin hari semakin kuat. Maka, untuk melatih Otot Finansial Pikiran bawah sadar anda dalam metode Aktivasi Money Magnet Dengan Hutang ini, anda perlu pula melatihnya dengan beban tanggung jawab yang terkecil dulu sesuai kemampuan.Dan setelah itu mampu terselesaikan dengan baik dan memuaskan hasilnya, maka secara perlahan naikkan bebannya.

Ingat..!!!
Ini adalah sebuah latihan Kekuatan Otot Finansial Pikiran Bawah sadar, dan bukan sekedar untuk memenuhi Nafsu Konsumtif dan juga nafsu serakah anda. Karena jika demikian, anda termasuk type orang yang tidak cocok menggunakan metode ini. dan saya tidak menyarankan anda menggunakan metode "Aktivasi Money Magnet Dengan Hutang" bagi diri anda.

Meta Program “Menabung” dan “Berhutang”
Dalam pengetahuan Neuro-Linguistic Programming (NLP) dikenal istilah “Meta-Program”, yang menggambarkan kecenderungan proses di tingkat mental seseorang untuk konteks tertentu. Salah satu yang paling klasik adalah Meta-Program “Toward” dan “Away”, atau “mendekat” dan “menjauh”.

Dalam seminar-seminarnya, Pak Tung Desem waringin mengistilahkannya sebagai Surga dan neraka, apakah kita type orang yang mengejar kesenangan (surga) ataukah kita type orang yang menghindari penderitaan (Neraka).

Ada orang-orang yang termotivasi untuk melakukan sesuatu karena alasan Reward, ini yg dimaksud dengan “Toward”, tetapi ada pula orang-orang yang bergerak karena menghindari Punishment atau penderitaan, ini yang dimaksud dengan “Away”. Kedua tipe ini bergerak ke arah yang sama, tetapi dengan alasan yang berbeda, bahkan bertolak seratus delapan puluh derajat.

Prinsip Meta-Program dapat juga dipergunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang terhadap aspek finansial, ada yang memiliki kekuatan sebagai “Penabung”, tetapi ada pula yang memiliki kekuatan sebagai “Penghutang”. Keduanya tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, melainkan dapat sama-sama menghasilkan kekuatan produktif jika dimanfaatkan secara baik sesuai dengan karakter psikologi pikiran bawah sadarnya masing-masing.

Penghutang dalam konsep ini, tentu yang dimaksud adalah “Berhutang” dan “Mampu Membayar” !

***

Nah, sekarang coba kita evaluasi kecenderungan kita selama ini ? Apakah kita memiliki kekuatan sebagai “Penabung” ? Atau justru sebagai “Penghutang” ?

Ketika kita benar-benar dapat mengenali Meta-Program kita tentang hal ini, maka kita dapat mendaya-gunakan untuk berbagai hal yang produktif, dan bahkan sangat efisien.

Seseorang yang memiliki kecenderungan “Penabung”, jangan pernah mencoba sebagai “Penghutang”, karena akan dihinggapi stress, sebaliknya mereka yang memiliki kecenderungan “Penghutang” biasanya tidak akan pernah berhasil untuk menabung dengan pola konvensional.

Masih belum jelas ?

Siapa diantara kita yang membeli rumah dengan fasilitas Kredit Perumahan dari Bank ? Atau membeli mobil / Motor pertama dari Leasing ? Atau Hobi banget ikut berbagai kelompok arisan..? Dan ini mungkin cukup membuktikan bahwa kita adalah tipe “Penghutang”, dan justru karena kita memanfaatkan kekuatan inilah akhirnya kita memiliki rumah maupun mobil !

Penghutang yang baik.
Penghutang yang baik adalah mereka yang berhutang dan mampu untuk membayar hutangnya tepat waktunya. Untuk ini diperlukan “rasa takut” dan “rasa cemas” tertentu, yang harus dipelihara agar dapat meledakkan potensi diri untuk membayar hutang dimaksud. Misalkan rasa takut jika masuk daftar “black list” di status kolektibilitas Bank Indonesia. Takut kehilangan kepercayaan dari orang lain, Takut malu, dll.

Penghutang yang baik pada umumnya berhutang bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi lebih terarah untuk memenuhi kebutuhan akan modal kerja/bisnis.

Penghutang yang tidak memiliki pengaman berupa “rasa takut” dan “rasa cemas” adalah penghutang yang buruk ! Dan tidak akan pernah memperoleh apapun, bahkan semakin jatuh bangkrut, dan terlilit hutang. Dan itu artinya, anda tidak cocok menggunakan Metode "Aktivasi Money Magnet Dengan Hutang" sebagaimana saya tulis dalam artikel ini.

Dan jika anda termasuk orang yang punya Trauma dan pengalaman buruk dengan hutang, atau anda ketika membaca tulisan ini kemudian langsung tergerak menyiapkan segudang amunisi dalil agama untuk menyerang dan membantah tulisan ini, maka anda termasuk orang yang tidak cocok menjalankan tekhnik ini. Dan sebaiknya jangan menjalankan apa yang sudah saya tulis ini.

Nb.
Saya tidak bertanggung jawab atas penggunaan tekhnik dan metode ini oleh siapapun yang membaca tulisan ini. Anda sepenuhnya bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri jika menerapkan metode "Aktivasi Money Magnet Dengan Hutang" yang saya tulis dalam artikel  ini.

Referensi Tulisan : Pak Yan Nurindra (https://www.facebook.com/hipnotis).

SALAM

Edi Sugianto
(Founder NAQS DNA Institute)

SMS/WA : 0812 3164 9477
HP : 0822 3458 3577
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.