ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 16 Januari 2016

Ini Serangan Gangster Bukan Teroris

Sepertinya Era Teroris sudah berlalu, dan kini muncul era Mafia & Gangster di negeri kita tercinta ini..

Karena Dari beberapa literatur yang saya baca, kelompok teroris yang beraksi dalam peledakan Bom Bunuh Diri di sarinah kemarin memang merupakan kelompok teroris baru. Beda dengan kelompoknya Amrozi CS yang lebih matang organisasinya dan lebih banyak Resource nya.... Yang mana kelompok Amrozi CS inilah yang layak disebut sebagai kelompok teroris asli, dimana dampak serangannya betul-betul bikin horor dan dapat menTeror mental orang lain.... Tentu kita masih ingat dengan Bom Bali dan juga Bom di JW Marriot bukan..?

Untungnya kelompok teroris asli ini dah berhasil dimusnahkan oleh Tim Densus 88, sehingga semua selnya dah mati kutu dan kehilangan tenaga. Untuk itu saya ucapkan salut untuk kinerja Densus 88.

Kelompok Teroris baru ini menurut saya tidak layak disebut sebagai Teroris, tapi lebih tepat disebut sebagai kelompok Geng Bersenjata saja. Karena cara kerjanya juga seperti gangster, yang lebih mengutamakan perang senjata & One to One Fighting, sedangkan bom hanyalah sekedar alat untuk menutup jejak dengan bunuh diri.

Dalam suatu wawancara antara wartawan Suara Karya, Hanif Sobari dengan hipnoterapis dan pengamat teroris dari Narapatih Institute, Mardigu Prasetyo, Kamis malam (14 January 2016), Pak Mardigu mengatakan,"Ini sudah perang kota. Beda sekali. Kalau bom-bom terdahulu, semua aksi hanya dengan bom. Pokoknya, bom meledak. Kalau yang sekarang tidak begitu. Bom yang dibawa bukan untuk menyerang musuh, tapi justru hanya untuk bunuh diri atau menyelamatkan diri agar tidak tertangkap hidup-hidup. Fokus dari kejadian di Sarinah itu menyerang musuh dengan cara menembak mati."

Lebih jauh beliau mengatakan :

"Mereka ini kelompok baru hasil didikan Santoso. Saya menyebutnya Poso banget. Orang-orang ini kepalanya tidak kosong, walaupun tidak sehebat Imam Samudera atau Amrozi. Ya, semuanya berisi. Kalau disuruh buka suara, mereka pilih mati. Diajak berdebat mereka siap. Mereka bukan sekali jadi, tapi produk ideologi yang dihasilkan dalam waktu yang panjang."

"Didikan Santoso bukan berarti mereka orang Poso. Meski didikan Santoso, mereka itu justru dari luar Poso. Kebanyakan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Musuh bebuyutannya tetap polisi. Targetnya tetap di daerah utama, seperti Solo, Tangerang."

"Kelompok ini benar-benar baru. Senjata yang dipake menembak AK, peluru 765. Mereka peroleh dari Mindanau, dengan cara pretelan. Sampai di sini baru dirakit. Jenis bom yang digunakan kelompok ini, bersumbu. Kalau kelompok Al-Qaeda, bom menggunakan batere atau per. Jadi, ini memang beda."

Source : http://www.suarakarya.id/2016/01/15/mardigu-prasetyo-ini-kelompok-teror-baru.html

Dan menurut saya, Ini Serangan Gangster Bukan Teroris, dan Sepertinya Era Teroris sudah berlalu, dan kini muncul era Mafia & Gangster di negeri kita tercinta ini..

Mungkin itu sebabnya, mengapa di akhir tahun kemarin entah kenapa tanpa alasan yang jelas, saya mencuatkan kembali program Pelatihan Tenaga Dalam Secara Massal & Gratis untuk umum, yang sebenarnya sudah saya perkenalkan sejak th. 2009 dan sekarang saya munculkan kembali...

Mudah-mudahan ikhtiar ini dapat membentengi kita semua dari berbagai aksi para Mafia & Gangster ini. Aamiin...

Wallahu A'lam

Terima Kasih.

SALAM

Edi Sugianto
(Founder NAQS DNA Institute)

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP / Telegram Messenger : +62 822 3458 3577
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.

Nb.