ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 23 November 2016

Pengendalian Pikiran Menurut Sang Budha

Menurut Sang Buddha, pengendalian pikiran dapat dilakukan dengan meningkatkan perhatian (Sati) dan pengertian (Sampajanna). Perhatian dan pengertian adalah dua unsur penting yang perlu diberlakukan secara bersamaan pada saat seseorang menerima suatu objek ataupun sensasi pikiran yang ada.

Sang Buddha menyatakan dalam Sabbasavasanvara Sutta, Majjhima Nikaya, apabila seseorang memiliki perhatian/ kewaspadaan, maka segala jenis pikiran jahat yang belum muncul niscaya tidak akan muncul dan yang sudah muncul akan dapat dilenyapkan.

Dalam Vitakkasanthana Sutta, Majjhima Nikaya; Sang Buddha menjelaskan lima cara untuk mengendalikan pikiran dengan benar, yaitu:

1. Apabila timbul pikiran jahat (keserakahan, kebencian, atau/dan kebodohan batin) pada saat memperhatikan suatu objek tersebut dengan yang lain, yang disertai dengan kebajikan, ini dapat mengusir pikiran jahatnya, dan membuat batinnya menjadi terpusatkan/terkendali, ibarat tukang kayu yang mengganti pasak kasar dengan pasak halus

. 2. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul walau telah mengganti objeknya dengan yang disertai kebajikan, ia hendaknya merenungkan bahaya dari pikiran jahat itu. Ini dapat mengusir..., ibarat pemuda-pemudi yang suka berdandan merasa risih dan jijik terhadap bangkai ular atau binatang lain yang bergantung di lehernya.

3. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul meskipun telah merenungkan bahaya dari pikiran jahat, ia hendaknya tidak mengacuhkan pikiran jahat tersebut. Ini dapat mengusir ..., ibarat orang yang memiliki penglihatan yang dapat menutup matanya atau mengalihkan ke arah lain apabila tidak ingin melihat suatu bentuk.

4. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul kendati tidak mengacuhkannya, ia hendaknya memperhatikan dasar dan sebab pikiran (untuk mengetahui sebab kemunculannya). Ini dapat mengusir... , ibarat orang yang berjalan cepat, berjalan lambat, berhenti, berdiri, duduk, berbaring, yang menghindari sikap badan yang sulit dan memilih sikap badan yang paling leluasa.

5. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul walau telah memperhatikan dasar dan sebab pikiran muncul, ia hendaknya dengan merapatkan gigi dan menekan lidah ke langir-langit mulut menaklukkan, mengendalikan dan menguasai batinnya. Ini dapat mengusir ..., ibarat orang kuat yang menangkap dan mencekik orang lemah, menaklukkan, mengendalikan dan menguasainya.

Dengan melaksanakan petunjuk tersebut, seseorang dapat disebut ahli dalam bidang yang berkaitan dengan pengendalian pikiran. Ia dapat berpikir sesuai dengan yang diinginkannya dan dapat pula tidak berpikir terhadap sesuatu yang tidak ingin dipikirkannya.

Na tam mata pita kayira, Anne vapi ca nataka
Samma panihitam cittam, Seyyaso nam tato kare

“Pikiran yang terarahkan secara benar membuat sesorang menjadi mulia dan memperoleh pahala kemajuan, melebihi apa yang dapat diberikan oleh ibu, ayah, atau sanak keluarga”. (Dhammapada 43)

( Bhikkhu Jatidhammo )

Source : Sri Metta ( https://www.facebook.com/photo.php?fbid=314933138875722&set=a.128431250859246.1073741827.100010771155980&type=3 )

Info : DOWNLOAD Gendon Mobile Android Application, Klik Di Sini