ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 04 Desember 2016

Shakti, Manunggaling Kawulo Lan Gusti

GETAR SABDA SHAKTI
Getar itu Pemancaran
Sabda itu Kata.
Shakti itu Energi.

Sabda Shakti artinya adalah Energi dari sebuah ide yang ada di dalam Pikiran, yang kemudian dikuatkan dengan warna emosi tertentu oleh perasa'aan, dan yang kemudian tertuang di dalam kata-kata dan kalimat, yang bergetar dalam Frekwensi Tertentu dan dapat dipancarkan dengan cara-cara tertentu untuk mempengaruhi kesadaran Target, dimanapun dia berada. Tanpa perlu mengeluarkan Kata-kata lewat suara dari mulut, dan juga tanpa melalui kata-kata yang tertuang ke dalam tulisan. Semua kata-kata itu hanya ada di Pikiran dan perasa'an saja, sedangkan pemancarannya adalah dalam bentuk Sugesti Energi Batin.

Kata yang tidak terucap, sesungguhnya lebih Kuat pengaruhnya. Itu jika anda sudah tahu ilmunya

Sedangkan Getar Sabda Shakti artinya adalah sebuah metode atau ilmu yang dapat digunakan untuk melakukan Pemancaran Sabda Shakti.


SHAKTI MANUNGGAL
Adalah sebuah Kondisi kesadaran yang harus dimunculkan sebelum seseorang dapat Memancarkan Sabda Shakti untuk mempengaruhi Semesta.

KESADARAN DOMBA.
Pada umumnya, kesadaran manusia masih terjebak pada kesadaran alam Materi, terjebak pada pemikiran bahwa hakikat dirinya hanyalah sebatas jasad. Itu sebabnya, Yang mereka perjuangkan setiap hari tidak lebih seperti kehidupan kambing. Sibuk Cari kebutuhan perut, setelah itu mencari kepuasan syahwat. Titik, selesai. dan itulah surga mereka.

Orang-orang yang kesadarannya masih di alam materi ini adalah manusia yang mudah dijadikan Target Sabda Gendam. Mudah dipengaruhi, dan mudah sekali dihipnotis. Cukup Kibarkan Yang ijo-ijo di depan mata mereka, maka mereka akan dapat diarahkan kemana saja sesuka hati, dan suatu saat dapat disembelih dengan mudah...

Dalam kesadaran yang masih dalam Tahap kesadaran Hewan seperti itu, kesadaran manusia masih terpisah dengan kesadaran SHAKTI yang ada di dalam dirinya. Dia masih belum menyadari, bahwa sesungguhnya ada sebuah kekuatan Yang Maha Dahsyat di dalam dirinya, Ini yang disebut terhijab dengan dirinya sendiri, oleh dirinya sendiri.

Padahal, jika dia sudah sadar dan menyadari adanya SHAKTI ini. Dia tidak akan lagi diperbudak oleh duniawi, bahkan dunia tunduk dan datang kepadanya, dan sembah sungkem bersimpuh di hadapannya.

Keterpisahanlah yang membuat permasalahan terjadi. Ketakutan, kegelisahan, kebencian, keserakahan, dan lain sebagainya, semua itu muncul bahkan berkembang biak oleh karena perspektif keterpisahan.

SHAKTI MANUNGGAL, Kesadaran sejati atau Totalitas Kesadaran (Pure Consciousness) adalah hilangnya jarak Antara jasmani dan ruhani.

CURIGA MANJING WARANGKA, WARANGKA MANJING CURIGA

Yang secara harfiah bermakna : keris pusaka masuk ke dalam sarungnya, sarung keris pusaka masuk dalam pusaka. Keris dan Wadahnya menyatu dalam satu kesatuan.

Dalam filosofis metafisika budaya Jawa, curiga manjing warangka, dapat bermakna Roh Suci jiwa manusia merasuk ke busana empat anasir: api, air, tanah, dan suasana. hingga terciptalah kehidupan di jagat raya.

Sementara itu, warangka manjing curiga, bermakna: empat anasir yang jadi busana kembali ke asal mula dahulu diciptakannya, dan Roh Suci kembali bertunggal Yang Esa.

Bagi mereka yang menuntut ilmu kasuksmaan dipahami upaya laku MANUNGGALING KAWULO GUSTI..

Keberhasilan bersatunya hamba dengan Tuhan, Bima masuk ke Dewa Ruci, Sang Kepribadian: warangka masuk ke dalam kerisnya, diibaratkan juga katak menyelimuti liangnya, pula disebutkan sudah meraga sukma atau berbadan kesukmaan.

Tuhan dalam Konsep Filosofis yang ada di dalam aliran kebatinan, jauh berbeda dengan Konsep Tuhan yang ada dalam agama samawi.

Tuhan dalam Konsep kebatinan, pada umumnya adalah merujuk pada DIRI YANG SEJATI.

Diri sejati, Bahasa mistis-simbolik nya adalah Tuhan. Tuhan secara mistis adalah sifat kebaikan dan kesempurnaan. Menuju kesempurnaan hanya bisa dengan melepas semua kemelekatan termasuk kemelekatan akan Tuhan, Kemelekatan kepada Super Ego, Diri Sejati....

Dalam Konsep NAQS DNA, Diri sejati adalah Pantulan Cahaya ilahi, jadi dia bukanlah Tuhan yang hakiki. Namun dia adalah Hati Nurani yang dapat menampung semua pancaran sinar cahaya sifat-sifat Tuhan dengan baik.

Konsep Ketuhanan di dalam NAQS DNA selaras dan sesuai dengan Akidah Tauhid, yang menyatakan Bahwa Manusia adalah Makhluk, dan Allah swt adalah Dzat yang Menciptakan Makhluk.

Itu sebabnya, Konsep MANUNGGALING KAWULO GUSTI dalam Konsep SHAKTI MANUNGGAL ini. bermakna, sebagai bersatunya kesadaran Jasad dengan kesadaran Ruhani yang Suci dan telah memperoleh Pantulan Cahaya Sifat-sifat ketuhanan dengan sempurna.

Manusia yang sudah meningkat kesadarannya seperti inilah yang kemudian dapat melakukan Pemancaran GETAR SABDA SHAKTI, demi kebaikan dan kemajuan dirinya..

Perspektif keterpisahan adalah 'Alasan' munculnya kebencian, keserakahan, dan kemelekatan. Terhadap obyek yang disukai, muncul kecintaan dan keserakahan. Terhadap obyek yang tidak disukai, muncul kebencian dan permusuhan.

Semua alasan-alasan yang muncul itu pasti benar secara subjektif, tidak ada alasan yang salah, semuanya itu benar. Karena alasan itu memperoleh dorongan pembenaran dari dirinya sendiri. Kemelekatan manusia pada kenikmatan-kenikmatan jasadi dan kenikmatan duniawilah yang memunculkan alasan-alasan dan pembenaran-pembenaran, yang kemudian memicu terjadinya Konflik Diri, Sakit Psikosomatis, Nasib Sial, bahkan perpecahan di antara umat manusia itu sendiri.

Latihan-latihan yang diajarkan di GETAR SABDA SHAKTI adalah latihan untuk mengatasi kecenderungan akan perspektif keterpisahan. Latihan GETAR SABDA SHAKTI adalah latihan untuk menjadikan kesadaran kita meningkat menuju KESADARAN SEJATI. Menghilangkan ilusi keterpisahan antara jasmani dan ruhani. Hilangnya jarak adalah hilangnya konflik, atau paling tidak secara praktis adalah semakin berkurangnya kecenderungan mencipta konflik dalam diri ini.

Shakti Manunggal adalah sebuah Kondisi KESADARAN SEJATI. Kesadaran yang sudah melampaui kesadaran jasad, dan sudah berkekalan di dalam kondisi meditatif, berkekalan dalam zikrullah. dan menemukan kedamaian, ketenangan dan keadaan bathin yang tak tergoyahkan.

MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI. Menyatunya jasad dengan Diri sejati.



KESESATAN REIKI & QUANTUM
Bagi Muslim, apakah anda sekarang sudah sadar dan menyadari bahwa ajaran Quantum, Reiki dari Jepang, dll, itu secara perlahahan akan membuat Akidah Tauhid anda menjadi bengkok..?

Dalam ajaran Quantum dan esoteris modern lainnya, konsep Ketuhanan yang mereka gaungkan adalah sama dengan Konsep yang ada dalam ajaran kebatinan.

Yaitu, mempersepsikan DIRI SEJATI sebagai Tuhan. Dengan kata lain, mereka inilah golongan manusia yang menuhankan Nafsunya sendiri.. Menuhankan EGO nya sendiri.

Yang tentu saja sangat jauh berbeda dengan konsep Ketuhanan dalam agama samawi, khususnya dalam agama Islam.

Kalimat "Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya." ini mereka artikan bahwa hakikat Tuhan ya dirinya sendiri. Sehingga Dalam Konsep mereka, Tidak ada Tuhan selain dirinya sendiri.

Dan tentu saja itu adalah penafsiran yang salah kaprah dan semau-maunya sendiri.

"MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU, dalam tafsiran saya bermakna begini..

Siapa yang mengenal dirinya yang sejati, maka dia akan diangkat dalam suatu derajad batin untuk dapat mengenal Dzat Tuhan.

Jadi, diri sejati atau Kesadaran Sejati adalah hanya sekedar sebagai kendaraan dan media agar kita dapat mengenal Tuhan.

Sedangkan diri sejati itu sendiri, tentu saja bukanlah Tuhan..

Sudah Faham bedanya khan..?

Sekian, semoga bermanfaat.

SALAM MANUNGGAL.

Edi Sugianto.
www.naqsdna.com | www.sabdasakti.com

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP : +62 822 3458 3577
Telegram Messenger : @Hipnotis
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID NAQS DNA (Free Iklan), KLIK NaqsMobile

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.