Presentasi Powerpoint tidak efektif Kata Harvard

Entah kenapa tanpa alasan yang jelas, sejak dua tahunan yang lalu. Saya sudah sangat jarang memakai Powerpoint di dalam setiap workshop yang saya selenggarakan. Dan sebagai gantinya, saya lebih mengandalkan Whiteboard untuk sekedar memberikan ilustrasi mengenai materi pelajaran kepada siswa. Itupun hanya sekedar orat-oretan alakadarnya, dan tentu saja sangat jauh dari nilai keindahan. Malah, jika diamati, hampir mirip lukisan abstract. Hehehe...


Yang jelas, salah satu alasan saya tidak menggunakan powerpoint adalah karena materi workshop yang semakin lama semakin padat dan selalu ada tambahan materi baru yang saya masukkan untuk melengkapi wawasan keilmuan dan ketrampilan siswa. Sehingga saya lebih menekankan siswa untuk langsung praktek, setelah saya berikan penjelasan sekilas mengenai kerangka kerja keilmuannya. Yang mana hal ini sangat berbeda jika untuk presentasinya menggunakan powerpoint. Dimana saya harus menjelaskan semua slide dengan detail. Sesuai dengan urutan materi yang sudah saya rancang sebelumnya. Yang tentu saja, hal ini akan membuat durasi pelatihan semakin lama dan bahkan tidak menutup kemungkinan, materi tidak dapat tersampaikan secara lengkap. Lha wong dengan sistem belajar mengajar yang sekarang saja. Rata-rata kelas baru selesai sekitar jam 11 malam. Apalagi jika Konsep dan teorinya dibuat semakin detail, bisa satu minggu baru selesai. Hehehehe...

Yang jelas, Tema workshop yang saya bawakan sejak awal dulu hingga sekarang. Tema utamanya ya tetap satu itu saja, yaitu terkait dengan bagaimana kita dapat memahami dan menguasai Fenomena Trance. Dimana, 99% dari semua pelatihan pengembangan diri adalah berasaskan pemberdayaan kondisi kesadaran Trance ini. Jika seseorang dapat menguasai satu keilmuan ini saja, maka dia akan dapat memahami serta menguasai 1000 keilmuan lainnya dengan mudah.


Nah, walau topik utamanya cuman satu. Tetapi Contoh-contoh aplikasi, tata cara penggunaaan, dan yang lain-lainnya adalah bersifat tidak terbatas. Itu sebabnya, Nuansa Pelatihan Quantum Mind Technology Trance Immersion Workshop walau memberikan banyak sekali materi keilmuan. Namun Fokus utamanya adalah lebih mengarah pada penyempurnaan kemampuan siswa pada satu hal saja, yaitu dalam mendayagunakan Fenomena Trance untuk memfasilitasi perubahan diri serta kondisi kehidupan yang mereka alami.

Seribu ilmu, kuncinya hanya satu. Kuasai intinya, maka akan anda dapatkan semua dahan, ranting, daun, bunga, dan buahnya.

Kembali ke Laptop... Terkait dengan penggunaan Powerpoint untuk presentasi. Dari artikel yang barusan saya baca di Brilio dot.Net, Ternyata Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Harvard melakukan penelitian double blind untuk menjawab seberapa efektif PowerPoint sebagai alat presentasi dibandingkan dengan model presentasi lainnya, dikutip Kamis (13/7). Hasilnya mengejutkan.

Platform presentasi ini ternyata gagal dalam dua bidang utama, yakni gagal meningkatkan transfer informasi ke audiens dan gagal memperbaiki persepsi orang tentang citra kamu (dan perusahaan kamu).

Ini tentu saja berkebalikan dari apa yang selama ini diyakini banyak orang bahwa presentasi menggunakan visual PowerPoint membantu memudahkan pemateri dan audiens dalam transfer pesan.

PowerPoint dinilai tidak lebih baik daripada presentasi verbal tanpa bantuan visual. Ini tentu saja menjadi sebuah kerugian karena pasti kamu menghabiskan banyak waktu, uang, dan sumber daya lainnya untuk melakukan (maupun mengikuti) presentasi dengan PowerPoint.

Temuan Harvard ini menunjukkan sesuatu yang lebih mendasar. PowerPoint tidak membantu pengguna menjadi lebih baik dan membantu pemirsa memahami lebih banyak adalah masalah besar.

Padahal, di era yang serba sibuk sekarang ini, berjuang untuk terlibat dan memahami informasi merupakan masalah besar bagi bisnis dan organisasi besar dan kecil di seluruh dunia. Waktu terbuang, sumber daya terbuang, dan fokus yang menjadi sia-sia.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan dua tahap. Pada percobaan pertama, peserta secara acak ditugaskan membuat presentasi dengan berbagai format. Harvard memberikan konteks, instruksi, dan waktu yang diperlukan untuk membuat presentasi singkat namun realistis.

Eksperimen kedua, rekaman video dari presentasi tahap pertama tadi kemudian dipresentasikan ke audiens online yang lebih besar untuk mendapatkan statistik yang jauh lebih kuat.

Nb. Universitas Harvard (bahasa Inggris: Harvard University) adalah universitas swasta di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat dan merupakan salah satu universitas terbaik dunia.

At Last But Not Least, Kunci Sukses belajar memang bukan mengenai secanggih apa media belajarnya. Tetapi sejauhmana kesungguhan peserta dalam menyerap pelajaran, dan sejauhmana seorang guru mampu memfasilitasinya. Sebagai buktinya, Lihatlah realita yang ada. Bukankah negeri kita ini sudah semakin kaya dan semakin canggih. Tetapi mengapa dalam dunia pendidikan semakin kalah dengan negara tetangga.? Jika dulu, banyak professor negeri tetangga yang belajar ke negeri kita. Tetapi bagaimana dengan sekarang?

**

Sekian, tulisan saya pagi ini. Semoga bermanfaat untuk sahabat semua.

SALAM.


• Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.combasupati.comsabdasakti.com

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP : +62 822 3458 3577
Telegram : @Hipnotis
Pin BB : DA927129
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Click To Chat :
Simak Materi Pelatihan Gratis Yang lain di Group Telegram JRC, KLIK DI SINI... untuk bergabung.

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.


Jadwal Event Workshop, klik di sini..



Presentasi Powerpoint tidak efektif Kata Harvard Presentasi Powerpoint tidak efektif Kata Harvard Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 07.57 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.