Kita Ini Makhluk Politik

"Kalau kita Berpolitik, emang kenapa? emang masalah buat eloe.." ini adalah kalimat yang cukup menggelitik kesadaran pikiran saya beberapa hari ini. Dan membuat saya merenung untuk mencari makna dan hakikat dari apa yang ada dibalik Kata dan kalimat POLITK.

Dan tulisan berikut ini adalah sebagian hasil perenungan saya mengenai POLITIK.

KITA INI MAKHLUK POLITIK
Saya dari dulu itu memang ndak hobi berorganisasi, apalagi bergabung dengan partai politik tertentu. Bahkan boleh dikata, saya ini termasuk orang yang buta soal politik. Lha wong di indonesia ada berapa partai politik dan siapa aja yang jadi pemimpinnya, saya sama sekali ndak tahu kok.

Namun kondisi akhir-akhir ini, dimana tanpa alasan yang jelas, kawan baik bisa mendadak jadi lawan. Atau seorang netizen biasa, mendadak jadi Terciduk dan mendekam di penjara. Gara-gara tulisan statusnya di FB. Atau gara-gara postingan orang lain yang dia share di sosmed.

Mau tidak mau Membuat saya merasa bahwa sedikit banyak saya harus melek dengan politik. Supaya tidak mudah dipecah belah dan dijadikan alat politik oleh orang lain tanpa saya sadari. Dan yang terpenting adalah supaya tetap selamat dan tidak terseret arus.

Dengan kata lain, supaya saya tetap dapat hidup nyaman dan merdeka seperti biasanya. Ternyata mau tidak mau, saya harus Aware dengan apa yang terjadi di sekitar saya. Khususnya terkait dengan Polusi Aura yang mencemari kosmik nusantara saat ini. Yang bersumber dari dunia #politik.


Saya kemarin secara tidak sengaja melihat video dari Prof. Mahfudz MD, yang berbicara soal Definisi Politik. Dan apa yang beliau sampaikan betul-betul membuat mata saya terbuka soal dunia politik... Ternyata kegiatan apapun yang dilakukan oleh seorang warga negara terkait dengan kemasyarakatan, itu bisa disebut sebagai kegiatan berpolitik walau dia tidak tergabung dengan partai politik manapun.

Misalnya, Jika anda berpendapat bahwa Komunisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Atau saat anda berpendapat bahwa FPI harus dibubarkan, atau saat anda berpendapat bahwa Koruptor itu harus dihukum mati, Pilih MERDEKA ATAOE MATI, Tegakkan Khilafah, dll. Ini juga termasuk pernyataan politik. Walau pendapat ini disampaikan secara non formal lewat status FB.

Dengan kata lain, kita ini memang sedari lahir adalah MAKHLUK POLITIK.

Sehingga walaupun kita tidak ngerti apa itu Politik, secara tidak sadar kita akan sering melakukan tindakan yang sudah memasuki ranah politik..

Apalagi di wikipedia disebutkan bahwa salah satu Definisi Politik adalah :

Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)

Dan saya yakin, bahwa saya dan juga anda sering mengeluarkan pendapat demi kebaikan bersama dengan atas nama kebenaran yang kita yakini. bukan..?

Dengan kata lain, sebenarnya kita itu sudah sangat sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bersifat Politik tanpa kita sadar bahwa sebenarnya kita ini sedang berpolitik.

Bahkan saat kita bilang bahwa kita ini alergi dengan dunia politik, dan muak dengan segala tindakan licik politikus. ini juga bisa disebut sebagai sebuah pernyataan Politik.. Nah, lho.... hehehehe...

Pemahaman yang saya tulis di atas itu akhirnya membuat saya mengerti, mengapa ada Netizen yang terciduk dan mendekam di penjara gara-gara status yang dia tulis di sosmed. Yang mungkin dia lakukan tanpa sadar bahwa dia sudah mengeluarkan STATEMENT POLITIK yang bersifat TERLARANG.

Dengan Kata Lain, melakukan Tindakan Politik tanpa disertai adanya kesadaran SADAR POLITIK, akan membuat kita tidak menyadari apa konsekswensi serta resiko yang akan kita dapat sebagai feedback dari tindakan politik kita. Yang artinya, bisa jadi kita akan celaka atau kena musibah oleh kebodohan kita sendiri.

*

Berpolitik memang tidak selalu berarti tindakan untuk mengejar kekuasaan. Berpolitik juga bisa diartikan sebagai tindakan untuk menebar kebaikan dengan sebanyak-banyaknya secara lebih efektif, lebih nyaman, dan lebih aman.

Namun, Selama kita masih Buta dengan Politik dan alergi disebut berpolitik. Maka selama itu pula kita masih akan dijadikan alat politik oleh orang lain tanpa kita sadari.

Karena Kejahatan yang terorganisir itu lebih bahaya daripada kebaikan yang dilakukan secara asal-asalan.

Itu sebabnya orang baik juga harus faham politik.. Agar tidak sampai dijadikan ALAT POLITIK oleh orang jahat untuk melangsungkan aksi-aksi jahatnya.. Apalagi sampai jadi KORBAN POLITIK dan TUMBAL POLITIK untuk mensukeskan Nafsu Jahat dan Ambisi orang lain.

Dan yang terpenting, sebagai MAKHLUK POLITIK, kita memang wajib SADAR POLITIK, dan wajib MELEK POLITIK. Demi keselamatan, kebaikan, dan kemajuan diri kita sendiri dan juga orang-orang yang hidup membersamai kita di dunia ini.

Sekian, postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat.

SALAM.


• Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.combasupati.comsabdasakti.com

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP : +62 822 3458 3577
Telegram : @Hipnotis
Pin BB : DA927129
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Click To Chat :
Simak Materi Pelatihan Gratis Yang lain di Group Telegram JRC, KLIK DI SINI... untuk bergabung.

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.


Jadwal Event Workshop, klik di sini..



Kita Ini Makhluk Politik Kita Ini Makhluk Politik Reviewed by Edi Sugianto, C.Ht., MNLP on 15.20 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.