ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 23 November 2010

Tekhnik Grounding, Menyeimbangkan Energi Berlebih

Menanggapi adanya sdr kita yang mengamalkan suatu dzikir yang mengalami keluhan adanya hawa panas pada tubuh, pusing atau yang lainnya. Hal ini disebabkan adanya pengaksesan energi illahi berlebihan akibat suatu amalan dzikir. Pada dasarnya suatu amalan itu cocok bagi siapa saja, mengingat semua ilmu itu milik Allah. Menurut sesepuh yg berpengalaman, bahwa energi yg terserap hasil dzikir seharusnya terasa dingin bukan panas dan tidak menimbulkan keluhan.

Keluhan seperti itu terjadi karena persiapan wadag (tubuh eterik) kurang siap. Hal ini terjadi karena pe-dzikir tidak bisa memprediksi power (energi illahi) yang terserap hasil dzikir yang di lafalkan/amalkan. Juga adanya energi liar yang tidak dikehendaki ikut terserap. Sebenarnya rasa panas, pusing, gemetar atau yang lainya itu, akibat dari pembakaran energi negatif dalam tubuh eterik oleh energi ilahi secara besar-besaran dan terus menerus. Jika terjadi pembakaran yang berlebihan terus menerus bisa berakibat fatal. Bisa merusak syaraf-syaraf tubuh atau bahkan mampu membakar otak. Dalam tradisi pembangkitan KUNDALINI, kasus seperti ini dinamakan KUNDALINI SYNDROM. Tradisi TAO menyebut energi YIN dan YANG tidak seimbang. Terlalu banyak menyerap energi YANG sehingga terjadi keluhan seperti di atas.

Untuk mengatasi keluhan semacam ini biasanya para praktisi Yoga/Tao melakukan teknik GROUNDING untuk menyerap energi dingin/YIN dari Bumi. Adapun Grounding di sini saya akan menyajikan 3 variasi yang pertama teknik meditasi sedangkan yang kedua dan ketiga cara Islami.


Grounding Teknik Meditasi

1. Duduk di kursi/bersila
bagi yg duduk dikursi telapak kaki harus menyentuh lantai

2. Pejamkan mata

3. Punggung harus tegak lurus

5. Gulung lidah ke atas menyentuh langit2 mulut

Posis tangan.
  • a. Bagi yg duduk di kursi posisi tangan mengelantung kebawah lurus di samping tubuh, kedua telapak tangan menghadap ke bawah/bumi
  • b. Bagi yg duduk bersila posisi tangan sama dg (a) atau bisa ditempel di lantai

6. Hirup napas secara halus sebanyak 3 hitungan

7. Tahan napas kemudian Kerutkan otot lingkar anus-tahan beberapa saat-kendurkan. Lakukan sebanyak 3x/5x/7x/9x.

8. Visualisasi
  • a. Bagi yang duduk di kursi Visualisasikan bahwa anda bernapas melalui telapak kaki dan telapak tangan. Tarik napas perlahan, tahan sebentar, keluarkan.
  • b. Bagi yang duduk bersila. Visualisasikan bahwa anda bernapas melalui tulang ekor dan telapak tangan. Tarik napas perlahan, tahan sebentar, keluarkan.

9. No 8.a dan b lakukan sampai anda merasa energi dingin (bumi/yin) masuk melalui gerbang energi/cakra di atas.

10. Jika energi sudah terasa menjalar ketubuh melalui cakra-cakra tersebut anda sudah boleh bernapas biasa tapi tetap vokus pada energi yang terserap/masuk ketubuh.

11. Biarkan energi mengalir dengan sendirinya jangan diatur.

12. Setelah anda sudah merasa cukup anda bisa mengakhiri meditasi ini.

Cara kedua (cara Islami)

Baca Sholawat thibbil qulub/sholawat syifa sebanyak 11x
“Allohumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dhawaa ihaa wa ‘aafiyatil abdhaani wa syifa ihaa wa nuuril abshoori wa dhliyaa ihaa wa ‘alaa aa-lihi wa shokhbihii wa shalim

Sholawat ini berfungsi utk penyembuhan dan menetralisir amalan yang berhawa panas.

Cara Ketiga : 

Mandi suci, membersihkan aura lahir batin. serta menetralisir energi panas dan energi liar.

Sebaiknya dilakukan pada waktu antara jam 12 malam sampai subuh,

Tata cara mandi :
membasahi seluruh tubuh mulai dari kepala hingga kaki,
jumlah siraman 7 kali siraman (atau 21 kali, atau 41 kali).
Setiap akan menyiram baca niat,
"NAWAITU GHUSLAL LITAUBATI JAMI'I DZUNUBI DZOHIRON WA BATHINAN SUNNATAL LILLAHI TA'ALA".
Setelah itu baru boleh dilanjut seperti mandi biasa.