ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 06 Desember 2010

HOLISTIC PERSON ( INSAN KAMIL )

Holistic Person adalah insan yang dimensi kebutuhannya terpenuhi serta terberdayakan secara menyeluruh dan progresif. Al-Qur’an menyebutnya ulul albab. Kita mengenalnya dengan sebutan lain: Insan Kamil.

Tidak ada insan yang telah sepenuhnya ‘menjadi’ holistic person. Yang ada adalah insan yang berkomitmen untuk selalu berusaha menempuh ‘on becoming a holistic person.’ Dengan komitemen inilah NAQS Methode berikhtiar membekali manusia untuk setia dan tangguh mengolah diri menjadi insan yang paripurna.

Dengan demikian, pelatihan adalah upaya merealisasikan Nama Tuhan dalam diri manusia. Bila kita memilih jalan cahaya, kita menambah intensitas cahaya dengan mengaktualkan nama-nama Tuhan, Sang Maha Cahaya Mutlak. Apa implikasi dari semua ini? NAQS Methode adalah pelatihan sumber daya manusia agar bisa berproses dan berevolusi menuju kesempurnaan, manusia mempunyai potensi yang tidak terbatas. Dengan potensi itu kita semua sedang bergerak menuju Tuhan. Pengasuh dan siswa adalah mitra dalam kafilah ruhani yang sedang menempuh Jalan yang lurus (shirath al-mustaqim).

NAQS Methode memetakan tujuan pelatihan menjadi :

  1. Terbentuknya Sistem Auto Kultivasi Diri & God Oriented.
  2. Holistic Health (Kesehatan yang menyeluruh).
  3. Self Improvement (Pengembangan Potensi Diri).
  4. Lovely & Peacefully Character (Pribadi yang penuh Cinta & Damai).
  5. Blessing Others (Bermanfaat untuk sesama).
  6. Abundance Mentality (Kekayaan Mental, Lapang Dada, & Berjiwa Besar).

Abundance Mentality

Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :
  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.

Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :

Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.

Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.

Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.

Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.

“Manusia Paripurna”
Yang kuat di 7 dimensi : Spiritual, Emosi, Sosial, Intelektual, Fisik, Estetis, dan Finansial.