ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 13 Desember 2010

NAQS Detoxifikasi Total Seri 1

Detoksifikasi Jasmani (Raga)

Apa itu detoxifikasi?
Detoksifikasi atau dikenal dengan detox adalah proses pembersihan toxin pada tubuh dengan tujuan untuk menyehatkan tubuh. Proses detox atau pengeluaran toxin dari tubuh dapat kita digolongkan menjadi dua proses yaitu detoxifikasi secara alamiah dan secara medis. Detoxifikasi secara alamiah merupakan proses alamiah tubuh setiap saat, dalam wujud keringat, urine, tinja, kotoran haid, dll. Tubuh dalam kondisi normal dan sehat dapat mengeluarkan toxin atau zat-zat asing sisa-sisa metabolisme atau sel-sel mati yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun demikian tidak semua toxin pada tubuh dapat dibuang secara tuntas, karena tubuh memiliki kemampuan terbatas sehingga hanya dalam jumlah tertentu toxin dapat dikeluarkan oleh tubuh kita. Tubuh kita tidak mampu mengeluarkan toxin untuk jumlah yang berlebihan, sehingga untuk mengoptimalkan proses detoxifikasi tubuh membutuhkan bantuan dari luar.

Detoxifikasi secara medis yaitu proses detox yang dilakukan dengan cara bantuan medis, biasanya dilakukan pada orang yang mengalami ganguan kerusakan organ tubuh tertentu atau keracunan. Tanpa bantuan secara medis tubuh tidak mampu lagi menyaring dan membuang toxin. Detoxifikasi medis dapat dilakukan dengan cara kimiawi maupun dengan bantuan mekanis, cara kimia yaitu dengan memberikan zat-zat penetral atau serum, yang biasanya dilakukan pada penderita keracunan akut, sedangkan secara mekanis dengan menggunakan peralatan medis contohnya antara lain alat medis hemodialysis set yaitu alat untuk pencuci darah pada penderita gagal ginjal.

Mengapa tubuh kita perlu Detox?
Tubuh kita pada kondisi berturut-turut mendapatkan pola makan yang tidak baik, atau banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung residu bahan kimia, serta kurang berolah raga akan mengalami penurunan daya tahan (sistem imun). Penurunan daya tahan tubuh akan mengurangi kemampuan tubuh untuk membuang zat-zat asing atau zat-zat sampah yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya : zat pewarna sintetis, zat pengawet, pelunak, zat penyedap makanan, juga zat-zat yang terbawa pada bahan-bahan makanan seperti residu bahan kimia pestisida, herbisida, pupuk kimia yang terbawa pada produk hasil pertanian. Obat-obatan ternak, hormon, dan vaksin pada produk peternakan, serta bahan-bahan kimia yang kita hirup dari udara dalam bentuk polusi timah yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor dan asap pabrik, serta bahan kimia yang mencemari air minum yang berbahaya bagi tubuh kita contohnya mercury, dll.

Seiring dengan perkembangan teknologi tentu kita kesulitan menemukan makanan yang betul-betul sehat, dalam arti memiliki gizi yang baik serta bebas dari residu /cemaran zat-zat asing tersebut. Pada tubuh kita zat-zat tersebut merupakan toxin yang dapat merusak sel-sel tissue atau menjadi zat carsinogenik yang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel cancer. Menurut para medis kerusakan sel tissue pada organ tubuh akan berpotensi terhadap terjangkitnya penyakit, dan kelebihan zat carsinogenik juga berpotensi terjadi penyimpangan pertumbuhan sel tubuh yang kita kenal dengan cancer/kanker, tumor, dll.

Bahan pangan pun juga berasal dari percepatan proses dengan pupuk organic, pestisida. Hewan ternak menggunakan obat hormone sehingga usia semakin pendek, sehingga bilamana bahan-bahan ini bila dikonsumsi terus menerus maka zat-zat tersebut tidak bisa terurai oleh system metabolisme. Akibatnya terjadi penumpukkan racun di dalam tubuh kita.

Apakah detoksifikasi terjadi pada semua orang ?
Tidak semua orang mengalami detoksifikasi

Faktor apa yang menentukan ?
Setiap orang mempunyai metabolisme yang berbeda, maka yang muncul dalam proses detoksifikasi setiap oang juga berbeda. Perbedaan ini sangat tergantung pada BANYAKNYA RACUN dalam tubuh dan KEPEKAAN (derajat sensifitas) tubuh pada perubahan.

Bila dilakukan otopsi pada tubuh manusia, penampang lintang usus manusia perbandingannya sebagai berikut :
Gambar sebelah kiri adalah lumen usus yang kotor. Kita lihat dimana lumennya menyempit oleh karena banyaknya toxin, kotoran, lemak yang menempel di usus. Fungsi usus dalam menyerap makanan untuk nutrisi tubuh akan terhmbat bilamana hal ini terjadi. Bila hal ini dibiarkan terlalu lama, maka tubuh akan banyak mengalami gangguan. Tubuh akan berada dalam keadaan kondisi asidosis (kondisi dimana keasaman tubuh sudah terlalu tinggi sehingga tubuh rentan terhadap penyakit).

Gejala awal asidosis : sering sakit kepala, asma, sinusitis, mudah alergi, sering batuk, pilek, jerawat, bisul, eksim, keputihan, bau nafas tidak sedap, keringat berbau menyengat sering nyeri otot dan persendian, lesu kronis,dan kelebihan berat badan.

Gambar disebelah kanan adalah penampang usus yang bersih. Warnanya kemerahan dan tampak jonjot-jonjot usus yang sehat. Jonjot usus ini bergunadalam menyerap nutrisi yang kita makan.

Detoxifikasi Alamiah

Secara alamiah sebenarnya tubuh sudah melakukan detoksifikasi secara ringan, seperti buang air besar ataupun buang air kecil. Tetapi proses ini ada kalanya tidak memadai terutama jika jumlah toksin yang terbentuk lebih banyak daripada yang dapat dikeluarkan Pikiran, emosi dan stress juga berpotensi meningkatkan jumlah toksin dalam tubuh.

Secara alami, fungsi detoksin tubuh dilakukan oleh hati (sel hati). Nah, bila zat-zat dari pencernaan / hisapan saluran pernafasan atau oleh ketidak lancaran ginjal dalam pembuangan, ada yang bersifat toksin, jika tidak terdetoksifikasi tentu akan merusak sel / jaringan tubuh yang mempunyai daya ikat zat beracun / toksin tersebut. Dan bila terjadi terus menerus, konsentrasi akumulatifnya akan meningkat, dapat terjadi penurunan fungsi sel / jaringan tubuh terkait sampai dengan kerusakan ireversibel - nekrosis (kematian sel / jaringan dalam tubuh manusia).

Sel saraf (neuron) dalam otak / medula spinalis (sumsum tulang), otot jantung, otot kerangka tubuh (skelet), semuanya adalah sel permanen, bila terkena jelas mematikan sel tersebut, maka tidak bisa diperbaiki lagi ataupun digantikan dengan sel lain yang serupa yang masih sehat, karena sel-sel jenis ini tidak mempunyai potensi membelah diri ("berproliferasi"). Makanya orang-orang yang sistem detoksifikasi dan pembuangannya tidak bekerja dengan baik karena sesuatu sebab seperti masalah pada organ (hati dan organ-organ vital terkait lainnya), atau masalah pada sistem peredaran darah atau yang lainnya, makanya diperlukan prosedur detoksifikasi.

Zat NAPZA dapat berdampak luas termasuk kepada tiga sel organ tubuh yang permanen tadi. Keuntungan detoksifikasi adalah memberi kesempatan bagi tubuh, terutama saluran pencernaan dan hati, untuk berisitirahat. Lainnya, mengurangi stres, meningkatkan vitalitas, menurunkan tekanan darah, mengurangi lemak darah dan menurunkan berat badan.

Pada waktu-waktu tertentu sistem tubuh kita membuang racun yang ada di dalamnya. Bila kita mengenali jadwalnya, kita dapat memaksimalkan pembuangan racun tersebut. Kita tidak mau banyak racun menumpuk di tubuh kita kan?! Kebiasaan-kebiasaan seperti bangun terlalu siang atau tidur terlalu malam bisa mengacaukan proses pembuangan zat-zat tak berguna tersebut.
  1. Pada malam hari pukul 21.00-23.00 adalah waktu pembuangan zat-zat beracun/detoxifikasi di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi ini tubuh kita harus berada dalam kondisi yang tenang, jangan sibuk bekerja! Kita bisa mendengarkan musik atau memanjakan diri dengan mandi berendam di bath tub.
  2. Pada malam hari pikul 23.00-01.00 dini hari, terjadi proses detoxin di hati, yang berlangsung dalam kondisi kita tertidur pulas. So, sebaiknya jangan begadang ya!
  3. Pada pukul 01.00-03.00 terjadi detoxifikasi di empedu, yang juga terjadi dalam kondisi kita tertidur pulas.
  4. Pada pukul 03.00-05.00 terjadi detoxifikasi di paru-paru,so biasanya akan terjadi batuk yang hebat pada penderita batuk selama durasi ini. Pada durasi ini, tidak perlu minum obat batuk, agar tidak merintangi proses detoxifikasi tersebut.
  5. Pada pukul 05.00-07.00, proses detoxifikasi terjadi di usus besar. Makanya sebagian besar dari kita punya kebiasaan harus buang air besar pada durasi ini.
  6. Pukul 07.00-09.00 adalah waktunya penyerapan yang baik bagi usus kecil setelah rangkaian proses detoxifikasi tadi, jadi dalam durasi ini kita sebaiknya makan pagi. Sarapan sebelum jam 07.30 sangat baik bagi kesehatan lho!

Optimalisasi Detoxifikasi
Detoxifikasi secara optimal dapat diperoleh dengan jalan melakukan berpuasa, dan menyuplai tubuh dengan makanan yang berkualitas tinggi (memiliki nutrisi sesuai kebutuhan tubuh dan bebas dari residu bahan kimia). Menurut hasil penelitian paramedis dengan mengistirahatkan atau mengurangi sistem kerja organ tubuh, ternyata tubuh kita akan lebih mudah untuk mengeluarkan toxin. Makan yang berkualitas akan meningkatkan kekebalan tubuh (sistem imun tubuh) serta membantu tubuh untuk membangun sel-sel pertumbuhan serta meregenerasi sel-sel yang rusak.

Berikut adalah langkah-langkah detoksifikasi, antara lain dengan cara:

1. PUASA
Pengamat kesehatan Medan, dr Faisal Habib mengatakan, berpuasa dapat meremajakan sel-sel tubuh dan bagi orang yang melaksanakannya. “Pentingnya puasa bagi tubuh yakni dapat membantu badan dan mengatur metabolisme dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh,” katanya di Medan, Rabu.

Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia menambahkan, puasa juga dapat mengontrol dan mengurangi kadar kolesterol serta menurunkan kerja jantung untuk pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.

Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Dia menganjurkan untuk berpuasa bagi orang yang terkena penyakit, karena berpuasa dapat membantu untuk mengobati.

Ustad Zulfahmi Ibnu, dosen fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, ketika memberikan keterangan secara terpisah mengatakan, dengan puasa dapat membuat tubuh sehat secara jasmani dan rohani. “Dalam Islam, puasa bulan Ramadhan maupun puasa sunah di luar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih takwa dan lebih sabar dalam melatih keimanan,” katanya.(matanews.com)

2. Diet
Tips 1:
Mulai hari Anda dengan segelas besar air jeruk lemon yang hangat
Penuhi energi Anda di pagi hari dengan meminum segelas air putih hangat ditambah seiris lemon segar sebelum menggosok gigi dan sarapan (jika lemon segar tidak tersedia, cobalah irisan lemon yang telah dikeringkan).

Air jeruk lemon adalah simultan yang luar biasa untuk hati, memudahkan eliminasi produk-produk sisa melalui ginjal dan memperbaiki sistem pencernaan dan sirkulasi darah. Jika mengonsumsi vitamin merupakan bagian rutinitas Anda, minumlah bersamaan dengan air lemon. Dengan melakukan hal tersebut, akan meningkatkan penyerapan suplemen dan menjalankan fungsi tubuh Anda dengan lebih lembut.

Tips 2:
hindari makanan yang memproduksi racun.
Hati adalah pusat detoksifikasi dalam tubuh Anda. Oleh karena itu mengurangi muatan racun yang dimasukkan ke dalam hati sangat vital untuk detoksifikasi yang efektif. Agar mencapai tujuan tersebut, kendalikan konsumsi daging, garam, dan gula seperti sirup jagung tinggi sukrosa, zat aditif, bahan pengawet, lemak jenuh, alkohol, dan gorengan. Hindari pemakaian minyak yang dihidrogenasi secara penuh maupun sebagian karena berbahaya bagi kesehatan.

Tips 3:
konsumsi makanan yang menambah energi ensim pembersih
Sungguh bermanfaat membiasakan beras sebagai makanan pokok Anda. Beras mengandung protein, sangat mudah dicerna, tinggi kandungan tepungnya, dan memiliki kemampuan untuk memurnikan sistem pencernaan, dan membersihkan hati. Anda bebas menikmati sayur-sayuran dan buah-buhan karena semuanya dapat membersihkan racun dalam tubuh. Buah kiwi, jeruk, anggur, nanas, timun, bayam, kubis, dan seledri sangat direkomendasikan.

Perbanyak konsumsi sayur dan buah, kurangi daging.
Dapat dilakukan dalam waktu yang lama.
Efek samping: orang sulit memenuhi sembilan porsi buah dan sayuran serta tingkat kepatuhan susah dicapai.

3. Terapi Hipertermia
Menggunakan sauna (mandi uap) untuk mengeluarkan toksin melalui keringat.
Efek samping: bisa terjadi dehidrasi.

4. Terapi Kolon
Membersihkan kolon dengan air murni, herbal (agen) dan pembersih lainnya.
- Sistemnya, agen pembersih dimasukan langsung ke dalam rektum lewat tube.
- Dapat dikombinasikan dengan puasa.
Tujuan: mengeluarkan bahan racun sisa tinja pada lipatan-lipatan saluran cerna. Efek samping: berbahaya jika dilakukan tidak sesuai prosedur atau terlalu sering.

Tanda-tanda detoksifikasi :
  1. Sakit kepala ( gejala ini sering muncul pad pecandu obat, kopi, teh maupun rokok)
  2. Mual, kembung, sembelit atau sering buang air besar (mirip diare tapi tidak lama)
  3. Pilek, flu, demam ringan
  4. Nyeri pada otot dan persendian
  5. Gangguan pada kulit berupa gatal, ruam merah
  6. Gangguan emosi (cemas,uring-uringan, gelisah). Gejala ini disebabkan menurunnya gula darah, yang merupakan cara alamiah tubuh melakukan penghematan energi selama masa puasa. Sifatnya hanya sementara
  7. Kedinginan. Tubuh akan menurunkan temperaturnya karena energi yang biasa dipakai untuk menghangatkan tubuh akan lebih banyak dipakai untuk mempercepat proses detoksifikasi
  8. Perubahan warna air sei menjadi lebih pekat. Menandakan tubuh mulai mengeluarkan toxin.

Manfaat detoksifikasi :
1. Mencegah penyakit
2. Mengistirahatkan organ tubuh
3. Membersihkan bagian dalam tubuh
4. Membersihkan jerawat
5. Memperlambat proses penuaan
6. Meningkatkan fleksibilitas tubuh
7. Meningkatkan fertilitas (kesuburan)

Bagaimana menghilangkan tanda-tanda detoksifikasi ?
Minum air putih yang banyak, minimal 3 liter setiap hari selama program/detoksifikasi. Selama proses detoksifikasi berlangsung, sebaiknya justru tidak minum obat apapun. Obat akan menghambat proses pengeluaran toxin dalam tubuh. Kemampuan obat hanyalah meredam gejala penyakit, tetapi tidak menghilangkan penyebabnya.


Tips mengatasi reaksi detoksifikasi :
1. Jangan melakukan aktifitas yang menguras energi
2. Jangan berpanas-panas di terik matahari
3. Minum air putih yang banyak. Jangan makan makanan padat.
4. Segera berbaring atau tidur di tempat yang sejuk

Manfaat air putih :
  1. Menekan selera makan.
  2. Melancarkan fungsi ginjal
  3. Menghilangkan konstipasi (sembelit)
  4. Sebagai katalisator proses metabolisme lemak menjadi energi. Jika kurang minum air putih = BB tidak turun karena metabolisme lemak terganggu.
  5. Bila anda merasa lapar, belum tentu kekurangan makanan, kemungkinan kurang minum air putih. Minumlah, rasa lapar anda akan hilang
  6. Ginjal bekerja membuang sampah dan racun dalam tubuh kita. Terutama selama penurunan berat badan, tubuh mempunyai lebih banyak sampah yaitu lemak sudah dibakar yang harus dibuang. Makin banyak minum air putih, kerja ginjal makin ringan dan makin cepat anda turun berat badan.
  7. Kalau anda banyak minum air putih,maka akan memperlancar pencernaan dan buang air besar.

5. Ion detoks
Terapi alamiah dengan metode foot spa.
- Mudah caranya, aman dan nyaman.
- Menstabilkan dan menyeimbangkan sel-sel, mengoptimalkan seluruh fungsi, terutama penyerapan nutrisi dan membersihkan zat-zat yang tidak diinginkan. Melawan kolesterol, trigisid dan asam urat.
- Membangun sistem kekebalan tubuh.
- Mempercantik kulit, menghilangkan bintik-bintik noda pada kulit.

6. Senam Pernafasan mengoptimalkan Proses Detoxifikasi Alamiah
Senam pernafasan Bioenergi NAQS Alam (Alif Lam Mim) bekerja secara langsung pada Sistem Tubuh Jasmani dan Tubuh Energi (Medan Energi Alpha/Aura Kesehatan).

Meningkatkan Kinerja Sel & Metabolisme
Dengan penahanan nafas sambil bergerak menyebabkan keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) pada paru, berlanjut ke darah dan berakhir pada seluruh sel jaringan tubuh, terutama pada sel-sel otot yang aktif. Dengan demikian akan melatih dan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia agar tetap tegar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya sel-sel ototnya saja. Sel adalah satuan terkecil dari tubuh manusia. Secara biologis, kehidupan manusia tergantung pada kehidupan sel, dan kesehatan manusia juga tergantung pada kesehatan sel-selnya. Dengan tetap dapat bertahan tegar dalam kemiskinan oksigen, maka tentu saja fungsi sel-sel akan menjadi semakin baik dalam keadaan oksigen normal.

Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dalam latihan Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim, sel-sel itu dipuasakan dari oksigen selama melakukan jurus yaitu 30-45 detik. Dengan demikian dari sudut Ilmu Faal dapat dikemukakan bahwa manipulasi oksigen yakni membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksigen adalah cara yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuh meningkatkan dirinya.

Normalnya fungsi sel-sel tubuh dan ketegaran serta ketahanannya dalam menghadapi berbagai keadaan yang kurang menguntungkan merupakan wujud dari derajat kesehatan dan kemampuan fungsionalnya yang lebih tinggi dari tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian maka ditinjau dari sudut Fisiologi, senam pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim menghasilkan ketegaran, ketangguhan dan vitalitas sel-sel tubuh yang diperoleh melalui latihan hipoksia anaerobik. Latihan dengan mekanisme hipoksia anaerobik membuat sel-sel tubuh memjadi pandai dan efisien menggunakan oksigen, yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel, serta merupakan cara yang sangat fisiologis pula dalam merangsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya. Pada olah raga kesehatan umumnya adalah latihan untuk membuat sel-sel tubuh mudah dan banyak dapat memperoleh oksigen. Bila kedua latihan tersebut digabungkan, maka manfaatnya bagi kesehatan dan kemampuan fungsional jelas sangat besar. Yang satu pandai mencari oksigen, yang satu lagi pintar dan efisien menggunakan oksigen.

Abdominal Pressing
Latihan pernafasan dengan menahan dan menekan nafas di bawah perut (abdominal pressing) merupakan aktifitas pelatihan otot-otot daerah perut. Kegiatan tersebut dapat membakar timbunan cadangan lemak yang dapat mengganggu penampilan (perut gendut dan selulit). Disisi lain akan diperoleh meningkatnya kemampuan dan kapasitas vital paru-paru, meningkatnya Hb darah, meningkatnya elasitas/kelenturan pembuluh darah, tekanan darah cenderung menuju normal. Hal ini akan memperlancar pendistribusian zat makanan dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh, juga akan mempermudah pembuangan sisa-sisa pembakaran. Dengan lancarnya jalur ini kotoran-kotoran seperti kolesterol dan lemak yang berlebihan akan mudah tersingkir dan mengurangi kemungkinan panas dalama. Dengan kata lain tubuh menarik (langsing berisi) dapat diperoleh melalui senam pernafasan ini, dengan catatan latihan harus rutin dan diimbangi dengan pola makan yang benar. Pelatihan gerakan melalui jurus-jurus memiliki keistimewaan mengencangkan otot-otot sebagai penunjang penampilan.

Pengenalan terapi senam pernafasan yang menyertakan doa (menurut keyakinannya masing-masing) dalam pemusatan kosentrasi dapat meningkatkan ketenangan batin /kedamaian yang dapat tersiratkan dalam pancaran wajah yang bersinar (memiliki aura cerah) jauh dari stress, murung, emosi dan keputusasaan yang sering terwujudkan wajah kusam kurang menarik.

Hasil yang diperoleh setelah beberapa kali melakukan senam pernafasan ini akan langsung kelihatan, tubuh menjadi segar bergairah, nafas bertambah longgar dengan tercermin pada wajah yang bersinar, otot-otot menjadi kencang dan liat. Dan juga jangan kaget bila hasilnya ganda, misalnya tidak hanya percaya diri dalam penampilan tetapi juga sekaligus menyembuhkan penyakit-penyakit yang diderita dan meningkatkan daya tahan tubuh.


Bersambung : Detoksifikasi Jiwa