ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 14 Januari 2011

Mata Ketiga, Indra Ke-Enam, Lanjutan

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM :

MEMAKSIMALKAN MANFA'AT KAPASITAS SINERGI OTAK (BRAIN WAVE) DAN HATI (HEARTWAVE) DAN MENTRANSFORMASIKANNYA PADA SENSITIFITAS GELOMBANG ILAHIAH DAN SEMESTA.

"Hati-hati dengan firasat orang beriman. Sesungguhnya orang orang yang beriman itu memandang dengan menggunakan cahaya milik Allah SWT, yang dianugerahkan kepadanya." - (HR Tirmidzi)
"maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada...." (QS Al Hajj : 46)

Rasulullah bersabda,"Barangsiapa berniat untuk memperoleh akhirat, Maka Allah menghimpunkan potensinya,membuatnya kaya jiwa, dan duniapun datang padanya dengan berlimpah" (HR. Ibnu Majah)
►► PERHATIKAN :
  • "Barangsiapa berniat untuk memperoleh akhirat" = Mengembangkan kecerdasan spritualnya
  • Maka Allah menghimpunkan potensinya = Seluruh bakat-bakat terpendam dan potensinya IQ, EQ, & SQ akan di aktifkan dan dibangkitkan oleh Allah.
  • membuatnya kaya jiwa = The Ultimate of ESQ Power.
  • dan duniapun datang padanya dengan berlimpah = Sukses dunia akherat.
AKTIVASI CAKRA AJNA OLEH RASULULLAH :
Maukah Cakra Ajnamu di aktifkan oleh Rasulullah, inilah Sebuah Hikayat Kisah dibalik amalan Ilmu Pembuka NAQS Methode, :

Asy-Syibli datang kepada Ibnu Mujahid, seraya merangkulnya dan mencium kening di antara kedua matanya. Asy-Syibli bertanya kepada Ibnu Mujahid : "Mengapa kamu melakukan hal itu..?"

Ibnu Mujahid menerangkan :"Ketika sedang tidur aku bermimpi bertemu Rasulullah Muhammad SAW. Beliau berdiri menghampirimu dan mencium kening antara kedua matamu. Aku bertanya kepada beliau : Ya Rasulullah, mengapa tuan melakukan hal ini kepada Assyibli..? Beliau menjawab : Aku melakukan itu karena setiap dia selesai sholat fardlu, dia selalu membaca : QS. At-Taubah 128-129 dan sholawat.

Selanjutnya Ibnu Mujahid menyatakan, telah bertanya kepada Assyibli tentang bacaan setelah sholat fardlu, dan ternyata Ass-syibli menjawab seperti dalam impian tersebut di atas. (Dari Kitab Nashoihul Ibad)

Ada orang dapat mendengarkan lebih tajam dari orang lain walau sama memiliki 2 telinga saja. Ada orang yang dapat memandang masalah lebih luas walau sama memiliki 2 mata seperti umumnya manusia. Tuhan Maha Besar memberi anugerah pada manusia melampaui 5 indera dan dua belah otak.

Memiliki “mata ketiga” bukanlah hal luar biasa. Hanya karena peradaban tidak begitu saja menggamblangkan bagaimana mempelajarinya banyak orang tenggelam pada klenik dan takhyul dalam menafsirkannya. Berbagai penelitian di dunia telah berhasil membangun terobosan agar “mata ketiga” dapat menjadi keterampilan yang dapat dipelajari.

Konon Anda dapat dilatih membaca kartu tertutup atau bersepeda dengan mata diikat kain. Bisa saja hal itu menjadi indikator tapi tujuannya adalah lebih jauh; agar hidup Anda menjadi lebih cerdas secara holistik (IQ, EQ, & SQ) dan sejahtera.


Pada ranah peradaban silam, ada “ilmu” menatap masa depan. Ada juga yang mampu melihat kedalaman hati seseorang. Berkembang pula teknik profiling, membaca aura, dan padanan lain yang intinya bermaksud mengenali individu melampaui awam.

Terlepas dari istilah sesuai konteks zaman, manusia secara strategis memerlukan kualitas keahlian itu bagi kepentingan praktis. Maka kontribusi tools untuk mengenali individu pun perlu dikelola oleh pihak yang memiliki kapasitas memadai agar mampu memilah dan menilai dengan baik, bijaksana mengambil keputusan yang bertanggung Jawab bagi tugas dan masa depan.

Tujuan mengembangkan indera ke enam adalah demi mengembangkan kapasitas individu eksekutif memaksimalkan daya serap gelombang semesta yang bisa dideteksi setiap sel tubuh yang Anda aktifkan secara Sadar.
Siklus diatas melandasi skema development program dalam training NAQS Methode, yang pertama-tama melibatkan fungsi otak kiri dan otak kanan hingga melampaui keduanya. Keseimbangan melewati masing-masing dimensi tersebut membentuk keunikan individu dan melalui mekanisme yang juga secara sistemik dikelola semesta.

Demikian seterusnya proses tersebut diwadahi oleh semesta melalui sistem yang dimiliki setiap individu memasuki tahap demi tahap piramida dibawah ini secara terbalik (sebagaimana puncak gunung es yang berkedalaman tak terbatas) mulai dari “pucuk” menemukan kapasitas diri yang lebih luas dan berkembang terus pada kedalaman tak terbatas tersebut dan pada akhirnya berputar dalam siklus pertumbuhan manusia.

MATA KETIGA DAN MEDITASI
PEMBUKAAN MATA KETIGA atau yang lebih dikenal akrab dalam bahasa inggrisnya THE OPENING OF THIRD EYE ini, menjadi bagian yang sangat menarik dalam meditasi. Banyak diantara mereka yang mengabaikan mata ketiganya untuk terbuka, padahal di alam roh, kita perlu mata ketiga untuk melihat hal-hal dari dimensi yang lebih tinggi.

Indera keenam merupakan indera ghaib/eterik dari lima indera pada manusia yang sudah ada seperti : Mata (melihat), Hidung (mencium), Mulut (mengecap), dan Kulit (perasa).

Mata ketiga adalah sesuatu yang tidak kasat mata atau disebut sebagai mata eterik yang diberikan oleh illahi sejak manusia terlahir didunia. Akan tetapi biarpun semua manusia telah mempunyai mata eterik ini, namun “tidak aktif” alias masih tertutup. Jadi belum dapat digunakan ataupun dimanfaatkan, karena belum diaktifkan kelenjar pinealnya, cakra mata ketiga dan alat pelengkap lainnya sehingga masih dalam keadaan kemisterian.*

Mata ketiga disebut juga sebagai Mata Spiritual atau Mata Jiwa. Letak mata spiritual ini di dalam meridian energi tubuh ada diantara kedua alis mata manusia atau cakra ajna. Jika mata ketiga ini telah terbuka dan aktif, maka otomatis dapat langsung berfungsi dan mempunyai manfaat yang sangat besar. Jika seseorang telah terbuka mata ketiganya, maka orang tersebut akan menjadi Waskita. Dan dari sinilah dasar bagi seseorang untuk mencapai “Pencerahan”.*

MANFAAT TERBUKANYA MATA KETIGA DAN INDERA KE ENAM

  1. Kemampuan untuk melihat aura
  2. Kemampuan untuk mendapatkan intuisi/ilham dan kekuatan dalam kesadaran kosmik
  3. Kemampuan untuk melihat energi dari dari berbagai macam benda bertuah
  4. Kemampuan untuk dapat melihat makhluk halus (Hantu)
  5. Membimbing seseorang untuk memperoleh tujuan hidup kearah yang lebih baik dan sukses
  6. Kemampuan untuk dapat membaca pikiran, sifat dan bakat seseorang
  7. Kemampuan untuk mendeteksi suatu penyakit, benda ghaib pada tubuh seseorang
  8. Dapat membantu kesehatan mata fisik, fikiran dan jiwa

BAGAIMANA MEMBUKA MATA KETIGA
  1. Meditasi KULTIVASI N-AQS (Tekhnik meditasi resonansi dengan frekwensi Ilahiah N-AQS).
  2. Meditasi Mata Ketiga ke cakra Ajna (letaknya diatas diantara ke2 alis berbentuk seperti mata fisik yg terbalik).

Dengan mengikuti Attunement dan pelatihan spiritual N-AQS Methode, mata ketiga dan indera ke enam serta The Power of Healing secara otomatis akan terbuka dengan sendirinya, karena itu semua hanyalah bonus dalam N-AQS Methode.

Nasehat Guru Ching Hai
by. Mayapada Prana

Tanya : Dapatkah Anda menjelaskan mengenai cakra dan mata ketiga?

Guru : Mata ketiga merupakan mata sejati diri kita. "Bila mata Anda tunggal, seluruh tubuh Anda akan penuh cahaya." Itu adalah mata ketiga. Kebanyakan kita melihat perwujudan jasmani Allah dengan mata jasmani. Tetapi bila kita ingin melihat Allah sebagai mahluk tak berwujud, kita menggunakan mata rohani, yang kita sebut mata ketiga. Dalam tubuh jasmani, hubungan antara Surga dan bumi ada dalam pusat mata ketiga itu. Dan sebenarnya selama meditasi, kadang-kadang kita melihat mata itu, suatu mata tunggal, seperti mata Anda tetapi hanya satu mata tunggal. Itu yang disebut mata ketiga, atau mata rohani, atau mata kebijaksanaan, atau mata surgawi. Apapun namanya, sama maksudnya.

Dan cakra hati bukanlah pada jantung, tetapi merupakan tenaga hati yang tidak kasat mata yang berada di sekitar jantung. Seperti halnya Anda memiliki aura sekitar tubuh Anda, ini merupakan aura sekitar jantung. Dan cakra hati merupakan tempat Anda memusatkan pikiran bila Anda ingin menguatkan perasaan Anda tentang sesuatu - tentang kasih, pun tentang kebencian, apapun. Itu saat Anda menggunakan hati Anda.Tetapi bila kita ingin mengetahui kebijaksanaan, kita harus berkonsentrasi pada cakra kebijaksanaan yang merupakan mata ketiga.

Kita memiliki berbagai cakra dalam tubuh. - cakra pada kaki, pada lutut, pada alat kelamin, pada lambung atau solar plexus, pada jantung, pada tenggorokan, dan sebuah cakra di sini (Guru menunjuk pada pusat mata kebijaksanaan) dan cakra mahkota. Maka bergantung pada maksud pencarian Anda, Anda  memusatkan pikiran pada cakra tersebut. Bila Anda memusatkan pikiran pada mata kebijaksanaan, segala sesuatu menguat. Ini pusat dari seluruh cakra, markas besar diri kita. Maka sekali kita memusatkan pikiran di sana, kita membebaskan diri kita dan kita menguatkan segala sesuatu. Bahkan Anda makin lebih mengasihi, dan Anda makin lebih memahami. Hidangan Anda makin bercitarasa, Dan Anda bekerja makin baik, berpikir makin baik; Anda makin baik mencipta segala hal, Anda akan semakin baik dalam melukis dan sebagainya.
Segalanya akan menjadi lebih baik.
------------
Tanya : Bagaimana Anda mengembangkan mata ketiga?

Guru : Anda jangan mengembangkan mata ketiga; mata ketiga itu telah ada di sana. Kita tidak dapat mengembangkansesuatu yang bukan bersifat materi. Mata ketiga hanya merupakan suatu cara pengucapan saja; sebenarnya tidak ada mata sama sekali! Hanya saja karena pada umumnya kita memiliki dua mata dan melihat segala sesuatu dalam pandangan yang terbatas. Namun jika kita memiliki mata lainnya, mata ketiga, kita dapat melihat segala sesuatu di alam semesta ini. Itulah sebabnya kita namakan mata ketiga. Sebenarnya, sang jiwa tidak butuh mata untuk melihat, tidak butuh telinga untuk mendengar, tidak butuh alat sensor apapun untuk mencerap segala sesuatu. Itu merupakan Kebenaran tertinggi, Pencerapan tertinggi, tanpa perlu menggunakan peralatan fisik manusia. Itu merupakan daya kuasa jiwa kita, sang Maha Guru yang ada di dalam diri kita, yang mengetahui segala sesuatu, mendengar segala sesuatu, di segala tempat.

Itulah apa yang harus kita temukan. Karena kita merupakan Maha Guru dari segala alam semesta, dapatkah Anda bayangkan betapa akbarnya Anda, dan bagaimana Anda menjalani kehidupan Anda sekarang? (Guru mendesah.) Itulah kenapa saya merasa kasihan dengan Anda. Anda datang ke sini untuk mendengarkan saya, tapi sebenarnya Anda tidak harus melakukannya! Kita adalah sama, kita sama persis,dan kita memiliki daya kuasa yang sama. Anda bahkan tidak perlu menghormati saya; itu sungguh sesuatu yang menyedihkan. Anda mengetahuinya jika Anda menerima apa yang saya katakan dan lalu Anda mengetahui apa yang saya ketahui, apa yang Yesus ketahui, apa yang Buddha ketahui.
------------
Tanya: Apakah perbedaan antara ketika kita meditasi pada cakra bagian bawah dengan meditasi pada cakra di dahi?

Guru: Cakra berarti pusat energi dalam Bahasa India. Cakra berarti pusat. Jadi setiap pusat energi pada tubuh memiliki kekuatan yang berbeda. Kita mempunyai banyak cakra; seperti cakra di telapak kaki, cakra di lutut, cakra di organ seksual pria dan wanita, cakra di dalam perut (solar plexus), cakra di jantung, cakra di tenggorokan, cakra di dahi, dan sebagainya. Jadi semakin tinggi pusat konsentrasi kita, semakin cepat kita pergi ke dalam dimensi yang lebih tinggi. Jika kita berkonsentrasi dari bawah satu per satu, kita juga akan naik pada akhirnya. Tetapi itu akan memakan waktu bertahun-tahun lamanya, dan mungkin kita bisa mati sebelumnya.

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK