ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 09 Januari 2011

MENGUAK KESADARAN

“Kesadaran secara umum menembus segala tempat dan segala hal.tak ada sesuatu pun yang hadir tanpa kesadaran . Kesadaran tidak hanya ada pada manusia dan hewan.Tapi pada tumbuh-tumbuhan , mineral dan keempat elemen dasar api angin air dan tanah pun juga punya kesadaran.” ( Harold Sherman )

Kesadaran yang dimaksud disini bukan kesadaran dalam pengertian proses berfikir atau dalam pengertian psikologi yang memandang bahwa kesadaran adalah aktifitas otak .Kesadaran yang kami maksud disini adalah kesadaran dalam konteks transendental atau Pemahaman spiritual Ketuhanan –humanisme yang akan “nyambung” dengan pemahaman ke”reikian” kita dan ilmu-ilmu esoteris lainnya. Untuk membahas mengenai apa itu kesadaran kita akan bedah dulu pengertian sadar secara etimologi atau keumuman . Dalam bahasa sehari-hari, sadar berarti tidak lupa, atau dalam kondisi terjaga. Orang pingsan atau mabuk sering dikatakan sebagai tidak sadar. Sadar berarti Tahu, orang sadar berarti orang yang mengetahui tentang sesuatu yang ia kerjakan.Orang yang tidak sadar seperti pingsan atau mabuk tidak mengetahui apa yang mereka alami dalam kondisi tersebut.Orang yang memiliki kesadaran berarti orang yang tahu diri.contoh,’ si Badu tidak menyadari ada orang yang melihatnya.”artinya ”Si badu tidak mengetahui ada seseorang yang sedang melihatnya.”contoh lain,”Ia tidak menyadari akan bahaya yang setiap saat bisa mengancam” bisa diartikan ,” Ia tidak mengetahui bahaya yang setiap saat bisa mengancam. Sadar bisa juga berarti Ingat atau dalam bahasa Jawa biasa disebut Eling.Orang yang tidak sadar tidak ingat tentang apa yang ia lakukan. Sadar dapat juga diartikan sebagai berarti Faham, orang yang berkesadaran memahami tugas-tugas yang ia kerjakan .

Kesadaran yang terdapat pada hewan dan tanaman

” Dan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya” ( Q.S.Arrahman:6 )
Fenomena tentang Kesadaran yang terdapat di dunia hewan telah tertulis dalam Kitab Suci, Qur`an dan Bable, misalnya yang menceritakan tentang kisah Sulaiman yang bisa berkomunikasi dengan para hewan. Hal ini menjelaskan pada kita, bahwa hewan adalah makhluk yang sama seperti kita, berkesadaran.

Kita dapat menyaksikan pula , bagaimana kesadaran yang melingkupi seekor ayam petelur ! menurut para ahli , Seekor ayam yang bertelur memutar-mutar telurnya setiap dua jam sekali, para ahli sains belakangan menemukan bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar setiap jam isinya akan mengental dan selanjutnya tidak akan bisa menetas.Lalu darimana ayam tahu bahwa apabila telur ayam tidak diputar-putar tidak akan bisa menetas, apakah ia mendapatkannya dari proses berfikir atau belajar? Tentu tidak, ia memperoleh kesadarannya itu bukan dari proses berfikir.tetapi sebelum kita menjawab pertanyaan tadi, kita akan saksikan lagi fenomena Keagungan Semesta lainnya yang mempesona.

Dr.Royal Dixon seorang ilmuwan dalam ilmu Biologi berkata dalam bukunya tentang perilaku binatang-binatang kecil: “Aku telah melakukan studi tentang perkotaan semut di beberapa tempat di dunia selama 20 tahun.disana aku temukan bahwa semua kejadian di kota semut berlangsung penuh keuletan dengan kerjasama yang aneh , dan dengan suatu peraturan yang tidak mungkin ditemukan di perkotaan manusia.aku telah menyaksikan seekor semut yang sedang menggembalakan kumbang-kumbang kecil yang dipeliharanya dalam waktu yang lama, sehingga kehilangan penglihatan dalam kegelapan.

Tak ada yang tahu sejak kapan semut-semut itu memulai pekerjaannya melindungi kumbang - kumbangnya.Kalau kita lihat ada seseorang memelihara 20 ekor binatang untuk kepentingannya, maka semut-semut itu telah memelihara ratusan jenis hewan yang lebih kecil darinya.Kutu tumbuh-tumbuhan adalah jenis serangga yang sulit dibasmi, beberapa jenis semut telah memelihara serangga-serangga itu.Pada awal musim semi, semut-semut itu mengirim utusannya untuk mengambil telur-telur itu, telur-telur yang terkumpul kemudian diletakan di suatu tempat.Semut-semut yang mendapat tugas itu mengerami dan menjaga telur hingga menetas.Ketika mencapai dewasa, kutu-kutu peliharaan itu mengeluarkan suatu cairan manis yang diperah oleh sekelompok semut tadi .semut-semut itu memerah kutu-kutu tersebut dengan cara menyentuhkan tanduknya.Serangga-serangga kecil tersebut bisa mengeluarkan 48 tetes madu setiap hari atau kira-kira lebih dari seratus kali lipat susu yang dihasilkan seekor sapi jika dilihat dari perbandingan besar sapi dan serangga itu.”

Dr.Dixon juga mnemukan dalam pengamatannya tersebut bahwa semut-semut itu menanam tumbuhan yang luasnya mencapai 15 m 2.sekelompok semut akan bertugas menjaga nya dan berperan sebaik mungkin sebaik yang dilakukan oleh ilmu pertanian.saat tanaman itu tumbuh, saat itu pula muncul hama yang menempel pada tanaman, maka sekelompok semut akan ditugasi untuk membuang rumput-rumput pengganggu dan sekelompok yang lain menjaga tanaman dari ulat-ulat .demikianlah seorang ilmuwan telah menyaksikan perkampungan semut yang padat dengan perbuatan dan tenaga kerja, sarat dengan peraturan dan disiplin, dan saling tolong menolong untuk tujuan bersama ( Nubuwah antara doktrin dan akal hal 70Muh jawad Mughniah Pustaka Hidayah )

Maha Suci Tuhan dalam keagungan dan KebesaranNya, dari uraian di atas terkuak lagi suatu fakta bahwa para semut memiliki kesadaran , masing-masing dari mereka mengetahui tentang tugas yang dibebankan pada tiap-tiap diri mereka dan mereka tahu diri dan tidak lupa, masing-masing faham akan tugas dan fungsinya sehingga mereka hidup dalam suatu Ummat yang tidak gontok-gontokan , suatu kesadaran akan peran dan posisi mereka di alam semesta.

“Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45:4)

Demikianlah, Tiap-tiap sesuatu memiliki kesadaran yang dihembuskan oleh suatu ”Pusat Kesadaran Semesta”, kesadaran yang menggerakan mereka dan me”wujudkan” diri-diri mereka dalam mekanisme ketetapan Semesta yang berjalan dalam harmony , pergerakan pekerjaan Ilahiah yang sibuk tanpa henti, semuanya tunduk pada hukum semesta yang tak lain adalah “kehendak” Sang Pencipta.

Kesadaran Semesta ternyata tidak hanya dihembuskanNya pada hewan-hewan atau pada makhluk tak berotak seperti tumbuhan, kita dapat menyaksikan ”Kesadaran” lainnya yang menakjubkan. Bunga sakura misalnya, ia di”hembuskan” suatu kesadaran dari Sumber Kesadaran Tertinggi untuk menjalani “tugas”nya sebagai bunga sakura, ia yang tidak memiliki otak “seolah “ tahu kapan harus menggugurkan daunnya , kapan harus bersemi dan kapan harus berbunga, untuk mempertahankan hidupnya dan dengan menjaga zat-zat makanan dapat terdistribusi dengan baik dan mempertahankan dirinya dengan zaat-zat makanan yang diperolehnya dengan mengikuti hukum alam, ia seolah menyadari posisi dirinya sebagai bagian dari semesta dan mengikuti alur keselarasan kehidupan ini atau mekanisme semesta dalam kodratnya sebagai bunga sakura. Ia menjalaninya sebagaimana adanya dan menyelaraskan dirinya dalam hukum tersebut , dalam “kesadaran”nya yang tanpa berfikir itu, ia tumbuh sebagai bunga sakura yang “taat’ pada hukum Universal semesta, ia tidak mungkin berubah menjadi pohon pisang , atau merubah dirinya sebagai bunga mawar misalnya, ia hanya menjalani tugasnya “dalam suatu kesadaran’ sebagai bunga sakura

Air yang berkesadaran

Dr. Masaru Emoto seorang ilmuwan asal Jepang berhasil membuktikan bahwa ternyata air sangat merespon kata-kata yang diucapkan oleh manusia. Dalam bukunya The True Power of Water ,ia menguak fenomena perubahan struktur molekur air melalui foto kristal air yang ia peroleh melalui pembekuan air pada suhu nol derajat celcius yang kemudian difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi .Dalam eksperimennya tersebut , peneliti dari Universitas Yokohama ini berhasil menguak suatu fakta bahwa kristal air menjadi heksagonal nan cantik saat diucapkan atau ditulisi kata –kata bermakna positif seperti cinta, terimakasih, harmony ,dll, sementara saat air “dikata-katai” kata-kata negatif seperti kamu bodoh, tidak berguna, dan lain-lain kristal air menjadi hancur atau rusak.

Penelitian tersebut semakin membuktikan pada kita bahwa manusia merupakan komponen terpenting dalam alam semesta, alam semesta bereaksi terhadap kata-kata , atau setiap produk akal manusia. Air sebagai bagian dari semesta seolah dapat "mendengar” atau ”membaca” tulisan yang dibuat manusia, seolah ia menyadari benar-benar bahwa manusia adalah pemegang mandat kepemimpinan alam semesta atau yang dalam bahasa agamanya disebut sebagai khalifah fil ardli, kini kita menyaksikan air yang sangat ”sadar” akan posisi dirinya dalam semesta.

Sehubungan dengan hasil eksperimen Dr.masaru Emoto tersebut, seorang ilmuwan bernama Dr.Li Chunbing berpendapat bahwa penelitian tersebut membuktikan pada kita bahwa di dalam setiap benda terdapat mind. Selanjutnya dalam suatu wawancara dengan surat kabar ZhengJian, ia menyatakan,” The most spectacular part is that a water crystal can reflect ”thought” with its information.That is a phrase, an image, or a piece of music can lead to particular shapes of water chrystal . In other wors , water responds to words, images , and sound with different formations of water chrystal .From the photographs of different formations f water chrystal we can easily see that mind and matter is one thing.It appears that that there is a mind inside a matter . For example, a word carries a thougt, wich manifest it self in the formation of water chrystal in the water crysta experiments. This proves that a matter has life and thought of its own , and that a thought has its tangible representation. Matter and mind are one body with two kinds of manifestations of the same substance.”

Alam semesta yang berkesadaran

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk, 67: 3-4) !

Atom adalah bagian pembangun alam semesta, artinya seluruh wujud atau manifestasi yang ada di semesta raya ini tersusun dari atom-atom atau dapat dikatakan bahwa segala benda yang ada merupakan atom-atom yang mengumpul. Dalam struktur atom, semua bagiannya mempunyai tata aturan dan disain yang menonjol. Setiap atom mempunyai nukleus yang mengandung protron dan neutron yang jumlahnya tertentu, kesemuanya bergerak berputar seirama seperti putaran thowaf. Nukleus atau inti atom, protron dan neutron yang ada di dalamnya, dan elektron di sekitarnya selalu bergerak. Jumlah elektron suatu atom sama dengan jumlah protonnya, karena proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif selalu seimbang satu sama lain,jika tak seimbang maka tak mungkin terbentuk atom. Elektron-elektron ini berputar mengelilingi inti atom mereka sendiri dan dengan kecepatan tertentu tanpa saling menyimpang. Kecepatannya selalu seimbang dengan yang lainnya dan selalu menjaga kelangsungan hidup atomnya. Tidak pernah terjadi salah-atur, perbedaan, atau pun perubahan, ”tanpa berfikir” , semuanya bergerak dalam ”kesadarannya” masing-masing, kesadaran –kesadaran yang ’dihembuskan” oleh sesuatu yang Tunggal yang mengatur segala sesuatu secara terencana.

Teori penciptaan atau asal-usul Alam Semesta yang paling diyakini kebenarannya adalah Big bang Theory atau Teori Ledakan Besar, yang mengatakan bahwa Semesta Yang Teratur ini bemula dari sebuah Ledakan dahsyat. Jika Ledakan Dahsyat itu merupakan ledakan yang kebetulan dan tidak terkontrol, maka mestinya diikuti dengan kejadian acak dan tersebarnya segala yang terbentuk itu dalam suatu kekacaubalauan yang luar biasa dahsyatnya, tetapi kenyataannya semuanya tersusun rapi, bergerak dalam ”suatu kesadarannya masing-masing” yang terkontrol.

Sebenarnya, tatanan semeta yang teratur tak bercacat telah berlaku di tahap awal keberadaannya. Contohnya, alam semesta terbentuk di tempat dan waktu yang berbeda, namun begitu terorganisir sehingga alam semesta seakan-akan dihasilkan dari satu-satunya pabrik dengan kesadaran masing-masing. Mula-mula, elektron mendapati sendiri suatu nukleus dan mulai mengelilinginya. Kemudian, atom-atom menyatu untuk membentuk zat, dan semuanya menghasilkan obyek-obyek yang bermakna, bertujuan, dan masuk-akal.

Sesuatu yang tidak wajar, mendua, tidak normal, tidak bermanfaat, dan tidak bertujuan tidak pernah terjadi. Segala sesuatu, dari unit terkecil sampai unsur terbesar, terorganisir dan mempunyai tujuan yang beragam Semuanya ini merupakan bukti kuat adanya Suatu Kesadaran Tunggal yang meng”hembuskan’ seluruh semesta yang beraneka Ragam dalam dalam ”sub-sub ” atau ”unit-unit” Kesadaran yang Sistematis, masing-masing memiiki ”kesadaran diri’ yang berbeda dengan yang lain, tetapi kesemuanya terhubung dengan suatu Kesadaran Tunggal yang mengatur semesta. Demikianlah, Alam semesta dilingkupi terhubung dan dengan suatu pusat atau sumber kesadaran atau kebijaksanaan tertinggi, bagian-bagian dari semesta berkesadaran dan satu sama lain terhubung dengan suatu kesadaran tertinggi yang meliputi alam semesta , Suatu Kesadaran yang membuat setiap bagian darinya hingga partikel-partikel terkecil sekalipun bergerak dalam suatu perputaraan yang indah yang bila meminjam istilah Pir Inayah Khan seorang Sufi dikatakan sebagai “tarian-tarian Cosmis yang Agung”.

Seluruh komponen dari alam semesta berkesadaran, mereka tidak terpisah satu sama lain tetapi mereka saling berhubungan, berinteraksi, bersimbiosis mutualisme, berkomunikasi satu sama lain, saling menghilangkan, saling menghidupkan, masing-masing menjalankan tugasnya berdasarkan suatu kesadaran yang ”ditiupkan” dari ”Sumber Kesadaran yang Agung” kita menyebutnya Allah.

Sejenak, marilah kita sama-sama merenung, menyaksikan betapa semuanya berkesadaran, air yang menguap tatkala terik matahari menerpanya, batu yang jatuh kebawah saat dilempar dari tebing yang tinggi, dua ujung magnet yang berlawanan saling tolak menolak , Daun yang menghirup karbon dioksida dan meniupkan oksigen bagi makhluk lainnya, semua ”tahu diri”, dan memasrahkan diri-diri mereka pada Kesadaran Semesta Raya yang dihembuskan sang Ilahi Pemilik kesadaran Tertinggi , kita biasa menyebutnya ”Law of Nature” , hukum alam yang pada hakekatnya adalah Hukum Tuhan, semua bergerak dalam tatanan keteraturan yang harmonis,mekanisme Ilahiah yang sempurna, itulah manifestasi dari Hukum Pemilik Kesempurnaan.

Tentang hal ini, Harun Yahya menyatakan dalam salah satu bukunya,” Ketika menjelajahi alam semesta, kita menemukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempati ini hanyalah salah satunya. Dengan segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan kese-imbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi berlang-sungnya kehidupan makhluk hidup.”

Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan Haq; tatkala Ia berfirman, "Jadilah!" maka ia pun jadi. Firman-Nya adalah kebenaran. (Surat al-An'aam, 73)

Dalam pembahasan ini kita telah menyaksikan bahwa segala sesuatu di semesta ini berkesadaran, mereka mendapatkan kesadarannya yang tanpa berfikir itu begitu saja, segala sesuatunya sudah dimilikinya sejak mereka tercipta.Kesadaran yang selama ini tidak pernah kita sadari bahwa ia ada dalam diri kita dan sesungguhnya kita adalah bagian dari KESADARAN tersebut

by. kriyasemestafoundation.blogspot.com