ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 20 Februari 2011

NAQS DNA ; Blue Print Energi Ilahi

Pengobatan energi” (energy healing / energy medicine) adalah pengobatan dengan cara menyalurkan energi ke dalam tubuh manusia yang sakit.

Energi yang diakses oleh “praktisi energi” dan kemudian disalurkan ke penderita (baik ke dirinya sendiri maupun ke orang lain) bisa berasal dari alam semesta, seperti yang sering banyak digunakan oleh para “praktisi energi”.

Masih banyak lagi energi lain yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, misalnya energi yang diperoleh dari pembacaan doa, pembacaan mantra, penarikan energi dari benda-benda tertentu (misalnya kristal), dan energi dari dalam tubuh sendiri (tenaga dalam).

Ada pula “praktisi energi” yang memiliki kemampuan untuk mengakses energi dari berbagai sumber, misalnya energi dari Asma’ul Husnah, energi surah-surah atau ayat-ayat Al-Qur’an yang tersimpan di Lauhul Mahfuds (misalnya energi Al-Fatihaah, surah Yaasiin, ayat Kursi), energi para nabi dan para wali, serta orang-orang suci, energi Ka’bah, energi sumber air Zam-Zam, energi sumber air Lourdes, energi Masjidil Haram dan masjid-masjid suci lainnya, energi Gereja Vatikan dan gereja-gereja suci lainnya, energi Piramida, energi tumbuh-tumbuhan yang merupakan sumber obat-obatan tradisional yang dipakai oleh suku-suku bangsa di Indonesia (misalnya energi yang diambil dari bawang putih, jahe, daun sirih, jeruk purut, kumis kucing, buah merah dari Irian dan lain-lainnya)

Penyembuhan Energi Oleh Para Nabi dan Orang Suci.
Imam Bukhari – Muslim meriwayatkan hadits dari Aisyah ra: Bahwa Nabi saw pernah menjenguk keluarganya yang sakit , lalu beliau mengusapkan tangan kanannya (ke daerah yang sakit) dan berdoa:

Allohumma Robbannaas azhibil ba’sa isyfihi wa antasy syaafi laa syifaa’an illa syifaa’uka syifaa’an yaa yughoodiru saqoman

(Ya Allah Robb sekalian manusia, hilangkanlah kesengsaraan ini dan sembuhkanlah ia. Karena sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh dan tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu yaitu kesembuhan yang tidak mennggalkan penyakit lagi.)

Hadits lain dari Imam Muslim dari Utsman bin Abul Ash bahwa ia mengadukan rasa sakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw, maka beliau saw pun bersabda: Letakkanlah tanganmu diatas bagian tubuh yang terasa sakit itu dan ucapkanlah “Bismillah”, lalu bacalah sebanyak tujuh kali:

A’uzu bi’izzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaaziru

Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari bencana penyakit yang kurasakan dan kucemaskan ini.

Kata Utsman: kulakukanlah seperti itu berkali-kali hingga Allah menghilangkan rasa sakitku. Selanjutnya akupun senantiasa menganjurkan keluargaku untuk melakukan hal yang sama (HR Muslim)

Itulah antara lain doa yang diajarkan kepada kita ketika sakit. Pada dasarnya kesembuhan itu hanya datang dari Allah dan hanya Allah-lah yang dapat menyembuhkan hambaNya yang sakit.

Nabi Khidir sangat dikenal sebagai nabi penyembuh penyakit. Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) juga dikenal sebagai penyembuh yang luar biasa; bahkan dengan ijin Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati. Dalam Al Kitab terdapat beberapa riwayat bagaimana Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, dan orang yang menderita penyakit-penyakit.

Sang Buddha (Sidharta Gautama) juga memberikan penyembuhan dengan mengalirkan energi. Kemampuan ini yang kemudian dicoba digali oleh Mikao Usui, yaitu penggali Reiki berupa energi yang berasal dari alam semesta.

“Energy healing” (pengobatan energi) berangkat dari konsep atau pemahaman bahwa tubuh manusia bukan hanya terdiri atas tubuh jasmani/tubuh biologis (physical body), tetapi terdiri atas tubuh energi (tubuh eterik/eteric body) dan tubuh jasmani (physical body). Tubuh jasmani bisa dilihat oleh mata kita, sedangkan tubuh energi (tubuh eterik) tidak bisa dilihat oleh mata biasa.

Kerusakan atau gangguan pada tubuh eterik/energi akan mempengaruhi kesehatan tubuh jasmani. Karena itu upayakan agar tubuh eterik selalu sehat sehingga tubuh jasmani juga sehat. Apabila tubuh jasmani sakit, upayakan pengobatan dengan cara menyalurkan energi positip ke tubuh yang sakit untuk menghilangkan hambatan (gangguan) yang terjadi pada tubuh eterik.

PENGOBATAN ENERGI DAN PENGOBATAN DOKTER
Pengobatan dengan menggunakan energi sama sekali tidak mengganggu / bertentangan dengan pengobatan dengan menggunakan obat dokter. Bahkan pengobatan energi memperkuat daya kerja obat dokter. Karena itu pasien dilarang menghentikan pengobatan dokter atau praktisi energi dilarang menganjurkan pasiennya untuk menghentikan upaya pengobatan yang dilakukan oleh dokter.

REIKI
Reiki berasal dari bahasa Jepang, “Rei” artinya alam semesta, dan “Ki” artinya energi atau tenaga, sehingga Reiki diartikan sebagai energi alam semesta (universal life force energy). Energi alam semesta ini oleh orang Cina disebut Ling Chi (Ling = langit, Chi = energi), oleh orang India disebut Prana, oleh orang Yahudi disebut Ruah, dalam bahasa Mesir disebut Ka, dan dalam bahasa Polinesia disebut Mana.

Pengobatan dengan mengakses energi Reiki yang berasal dari alam semesta dan menyalurkannya ke tubuh penderita yang sakit, metode aplikasinya ditemukan oleh Mikao Usui (lahir tahun 1865 di Gifu, sebuah provinsi di Jepang dan meninggal tahun 1938 di Fukuyama).

Reiki “ditemukan” oleh Mikao Usui setelah beliau melakukan perjalanan spiritual yang cukup panjang dan melakukan puasa dan meditasi di Gunung Kurama selama 21 hari. Pada hari-hari terakhir beliau bermeditasi, beliau dianugrahi “pencerahan spiritual” yaitu memperoleh kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan energi Reiki.

Menurut Anand Krishna, pemilik dan pelatih Pusat Latihan Meditasi & Kesehatan Holistik “Anand Ashram”, segala macam penyakit bisa disembuhkan dengan Reiki. “Kalau di Barat dikatakan 70%, saya mengatakan 100%. Tiga puluh persen yang katanya penyakit viral, ternyata virusnya bisa dilawan oleh zat-zat kimia dalam tubuh.” Krishna menambahkan, Reiki bisa mengatasinya sejauh organ tubuh kita belum rusak secara fisik. “Tapi kalau sudah rusak atau cacat, mau tidak mau pengobatan oleh dokter juga harus dijalani. Misalnya, dalam kasus diabetes, kalau ada luka pada jari yang tidak mungkin sembuh, mau tidak mau harus diamputasi terlebih dahulu. Baru Reiki membantu mengatasi diabetesnya,” ujarnya. Namun, yang lebih penting menurut Krishna adalah bahwa Reiki memperkuat daya tahan tubuh kita, sehingga serangan penyakit, termasuk yang disebabkan virus sekali pun, dapat dilawan. (Intisari On The Net, Agustus 2000)

PENETILIAN ILMIAH MENGENAI “PENGOBATAN ENERGI”
Pengobatan oleh para “Praktisi Energi”, antara lain oleh para praktisi REIKI yang pada saat ini sudah banyak tersebar di seluruh dunia, memang secara nyata telah menghasilkan penyembuhan. Bahkan pengobatan dengan cara menyalurkan energi Reiki kepada penderita, ternyata berhasil menyembuhkan penyakit-penyakit yang paling ganas sekalipun, seperti kanker dan HIV.

Kenyataan ini telah menarik perhatian para ilmuwan yang bekerja di rumah-rumah sakit dan universitas- universitas ternama di luar negeri untuk melakukan penelitian mengenai pengobatan energi (energy healing) dan penerapannya.

Berdasarkan klasifikasi yang dilakukan The National Center for Complementary and Alternative Medicine pada US National Institut for Health (NIH), REIKI termasuk Biofield Medicine yang menerapkan sistem yang menggunakan medan energi halus di dalam dan di sekitar tubuh dengan tujuan pengobatan.

Dari pengalaman dan penuturan banyak pasien atau para penderita penyakit, terutama justru dari para penderita penyakit berat, ternyata memang terjadi penyembuhan terhadap berbagai penyakit yang diobati oleh para “praktisi energi” (energy healer), termasuk oleh banyak praktisi REIKI. Belum lagi terhitung betapa banyaknya pasien penyakit-penyakit ringan yang dengan cepat, bahkan boleh dikatakan dengan seketika, yang sembuh setelah memperoleh pemberian energi oleh para praktisi energi termasuk yang dilakukan oleh praktisi REIKI.

Berbagai rumah sakit di Los Angeles dan di seluruh Amerika Serikat telah menggunakan praktisi energi sebagai pelengkap bagi kedokteran Barat. Banyak dokter dan juru rawat telah dilatih, dan National Institut of Health telah membiayai percobaan-percobaan klinis dan pusat-pusat akademik yang meneliti pengobatan dengan energi terhadap para pasien penyakit kanker dan penyakit jantung.

UCLA’s Mattel Children’s Hosiptal mempekerjakan dua orang praktisi energi untuk program penyakit anak. Lonnie Zeltzer, direktur dari rumah sakit tersebut yang telah memperoleh pelatihan REIKI, mengemukakan “We get kids else is able to treat …. Some of these kids do really well with energy healers” (Honzt, 2004).

BAGAIMANA UNTUK BISA MENJADI SEORANG “PRAKTISI ENERGI” ?

Tubuh eterik (tubuh energi) terdiri atas :
  1. Nadi (meridian), adalah saluran energi.
  2. Chakra, yaitu pintu gerbang keluar masuknya
  3. energi–dari luar tubuh.
  4. Aura, yaitu pancaran tubuh energi yang terlihat di luar-tubuh jasmani.

Chakra-chakra utama :
1. Chakra Dasar (Muladhara, Root chakra)
2. Chakra Seks (Svadhisthana, Sacral/Splenic chakra)
3. Chakra Pusar (Manipura, Solar Plexus chakra)
4. Chakra Jantung (Anahata, Heart chakra)
5. Chakra Tenggorokan (Vishudda, Throat chakra)
6. Chakra Mata Ketiga (Ajna, Third Eye chakra)
7. Chakra Mahkota (Sahasrara, Crown chakra

Agar bisa menjadi seorang “praktisi energi” untuk tujuan kesehatan dan pengobatan, baik untuk keperluan bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain, maka harus menerima terlebih dahulu “attunement” (pembukaan / penyelarasan Energi) oleh seorang Master Energi, antara lain oleh Master Reiki (untuk energi Reiki) yang umumnya bernaung di lembaga / yayasan / institusi pelatihan energi Reiki.

Proses “Attunement” : Master Energi mengakses energi kemudian menyalurkan ke cakra-cakra peserta pelatihan sampai cakra dan saluran energi (nadi energi) peserta cukup terbuka lebar, kemudian membersihkannya, lalu menyelaraskannya agar selaras dengan energi yang masuk.

Peserta yang sudah selesai di “attunement”, otomatis saat itu ia sudah menjadi seorang “praktisi energi” yang berkemampuan untuk mengakses energi dan menyalurkan ke tubuhnya sendiri maupun ke tubuh orang lain untuk pengobatan.

Reiki NAQS DNA

Arti aslinya : Nur Al-Qalbu Sirrullah Duunullah Nurullah Asma Allah.
Arti Kerennya : Nur Atomic Quanta System Deo Nadi Adham.
Deo = Ilahi (bahasa Yunani)
Nadi = Jalur Energi, (bahasa sansekerta)
Adham = Peninggalan Kuno, Cantik (bahasa Arab).

NAQS DNA = Kode Genetika Energi Ilahi Yang Ditanamkan Allah di alam semesta sejak zaman Penciptaan alam semesta atau Blue Print Energi Ilahi di alam semesta.

Yang membedakan aliran Rei Ki satu dengan yang lain sebenarnya adalah mengenai Frekwensi energi yang diaksesnya.  Sebagaimana dijelaskan di atas, di alam semesta ini banyak sekali Frekwensi Energi yang bisa di akses oleh manusia. Oleh karena itu, bila dalam mengucapkan sebuah afirmasi kita hanya menyebut nama "Alam Semesta", maka sebenarnya ini adalah afirmasi yang tidak jelas. Demikian juga bila hanya menyebut kata "Tuhan",  inipun masih tidak jelas. Karena konsep ke-Tuhanan tiap agama tidak sama. Dan tiap Nama Tuhan mempunyai Nilai Makna Filosofis yang berbeda. Dalam bahasa gelombang disebut mempunyai frekwensi gelombang yang tidak sama.

Sebenarnya Nama Indah Tuhan Yang Maha Esa amat banyak. Jumlahnya tidak terbatas kepada bilangan 99 saja. Ada ratusan, bahkan ribuan, atau mungkin total jenderalnya tak terhitung. Namun sifat segenap Nama Ilahi terkandung di dalam Kesembilan-Puluh-Sembilan Nama Allah yang Indah, atau Al-Asma ul-Husna. Kita mewarisi yang ke-99 tersebut melalui Nabi Muhammad saw.

Menurut ajaran Sufi, pada ketika Yang Hak memutuskan untuk menciptakan alam semesta yang bersifat lahir dan kasatmata, maka Ia memulai dengan menunjukkan secara terpisah-pisah Sifat-Nya yang bertalian dengan Nama-Nama-Nya tersebut, ibarat berkas cahaya berpisah ke dalam sederetan bianglala bila menimpa kaca prisma. Saling interaksi warna bianglala itu menghasilkan berbagai-bagai rona baru, dan demikianlah proses penciptaan segala sesuatu—tiap makhluk atau bentuk merupakan titik fokus khusus, tempat berbagai nama dan Sifat Ilahi berkumpul-kumpul dan menyebabkan runtutan peristiwa yang menyebar sebagai akibat kodrati tindih-bertindihnya. Mungkin penjelasan proses ini oleh David Bohm, seorang ahli fisika ternama, dapat membuat rangkaian kejadian itu lebih mudah terpaham sebagai proses "penarikan dan penguraian simpul-simpul limpah-ruah yang menjejal memenuhi ruang dan waktu alam semesta."

Manusia merupakan makhluk yang paling inklusif. Dengan kata lain, manusia adalah makhluk yang serba komprehensif, yaitu ruang lingkupnya luas dan lengkap, sehingga ia mampu menjelmakan ke-99 Nama Ilahi, bukan hanya satu-dua. Tiap orang yang berhasil mewujudkan ke-99 Sifat Ilahi tersebut akan menjadi Kalifatullah di bumi.

Sehingga dengan demikian bisa dikatakan bahwa tiap nama punya Frekwensi Energinya masing-masing dan mempunyai karakternya masing-masing. Seseorang dapat mengkhususkan beresonansi diri kepada salah satu di antara nama Ilahi sebagai titik Fokus Meditasinya & Sumber Energi yang hendak di aksesnya. Tiap kali ia menyebutnya dalam berzikir/meditasi, Sifat nama itu akan lahir di dalam dirinya, karena pada titik itu Nama Ilahi sedang dikerahkan, dan Kekuatan-Nya terpusat di tempat itu juga.

Maka dari itu, bilamana seseorang mengerahkan salah satu Nama Ilahi saat bermeditasi, maka sifat yang terkandung di dalam Nama yang dipilihnya akan lahir di tempat itu juga, dan akibat—suatu tindakan nyata—dari Sifat tersebut akan menyusul.

NAQS DNA adalah Blue Print Energi Ilahi.
NAQS DNA adalah sebuah istilah yang saya cetuskan untuk menggambarkan dan mewakili Kode Energi yang saya warisi dari para guru sufi. Jadi kode energi ini hakikatnya sudah ada sejak zaman purba. Baik di alam semesta maupun berada di dalam DNA manusia. Hanya saja Kode DNA ini bersifat Dorman (Tidak Aktif). Untuk itulah diperlukan seorang Master Energi yang mewarisi Kunci Passwordnya untuk mengaktifkan Kode Energi ini.

NAQS memiliki energi yang sangat halus dan densitas (kepadatan) energi yang sangat tinggi hingga mencapai level di atas quark atom. Quark Atomic merupakan partikel elementer paling dasar yang menyusun alam semesta ini.

Nur Atomic Quanta System (N-AQS) meliputi semua bidang energi di alam semesta yang berada pada level sub Atomic. Jika bola energi yang dapat diakses oleh metode Nur Atomic Quanta System (N-AQS) dihitung, maka akan mencapai lebih dari 1 x 10 pangkat 25 bola energi.

Dan satu lagi ciri khas Energi NAQS adalah, sangat aman dan efektif digunakan sebagai energi kultivasi. Bila getaran manusia diresonansi dengan getaran Ilahi NAQS maka akan membuat diri manusia menjadi murni dan semakin murni, memperluas kesadaran pada multi dimensi, menyatukan diri dengan alam dan Ilahi. Diri yang murni, bebas dari kendali apapun akan memudahkan seseorang mencapai pengetahuan spiritual yang tinggi.

Kultivasi sama dengan evolusi atau transformasi. Pada kupu-kupu disebut juga metamorfosis. Energi kultivasi memiliki fungsi untuk memurnikan tujuh lapis tubuh manusia ; tubuh fisik, psikis, atau emosi, mental, intuisi, atma, cahaya (monade) maupun tubuh spiritual.

Metode pelatihan NAQS sangat sederhana. Tidak perlu melatih kundalini ataupun cakra dan lain sebagainya. Karena ketika seseorang sudah mengaktifkan kode DNA ini, maka Energi ini akan bekerja secara cerdas dan otomatis mengkultivasi para praktisinya. Meningkatkan dan memurnikan kualitas getaran dari tiap cakra yang ada di tubuhnya. Sehingga terjadilah proses transformasi energi yang mengikuti pola energi yang telah tercetak di dalam Pola Energi NAQS DNA. Dan lahirlah seorang manusia baru yang mempunyai tubuh energi seorang avatar atau tubuh suci yang sempurna atau insan kamil. Sebagaimana yang telah direncanakan Allah untuk manusia yaitu sebagai Khalifah di atas bumi.

Manusia sebagai kholifah bumi, juga mengindikasikan bahwa manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai penguasa di muka bumi, atau menjadi sumber daya dan pengendali seluruh potensi bumi. Itulah keutamaan dan anugerah terbesar yang diberikan Allah s.w.t hanya kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” [QS. Al- Fushshilat 41 ayat 53]

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta."
[QS. Al- Fushshilat 41 ayat 30 & 31]