ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 19 Maret 2011

AVATAR SHAKTI NAQS

Pelajaran metafisika di dalam pelatihan NAQS DNA terbagi 2 tahap. Yaitu
  1. Tahap Shakti 
  2. Tahap Suci/spiritual (Pemurnian diri/ Tazkiyatun Nafzu).

Level SHAKTI, adalah tahap pembekalan diri dengan senjata batiniyah/mental berupa tools yang berguna untuk menghadapi masalah kehidupan sehari-hari. Hakikat makna shakti adalah meraih kekuatan keimanan yang haqqul yakin atau sebuah kondisi keteguhan hati, sehingga dengan hati yang telah mantap dan yakin maka segala masalah kehidupan akan dengan mudah untuk dihadapi, baik masalah yang bersumber dari dalam diri sendiri maupun masalah yang bersumber dari luar diri termasuk masalah sandang, pangan, papan, dll.

Ketika sebuah keteguhan bathin telah di raih maka apapun ujian dan cobaan kehidupan yang menderanya tidak akan sampai menggoyahkan keimanannya. Bathin yang haqqul Yaqin tiada tergoyah oleh apapun saja, itulah maqom nafsul muthmainnah yaitu jiwa yang tenang. Itulah hakikat JIWA SHAKTI...

"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir."( QS. At Taubah 9:26 )

"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,"( QS. Al Fat-h 48:4 )

Setelah karunia ketenangan hati diturunkan Allah ke dalam hati kita, maka perjalanan bathin selanjutnya adalah menempuh perjalanan Ruhani kembali kepada Tuhan. Sebagaimana Firman Allah : "Hai jiwa (hati) yang tenang (nafsul mutmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu". Q-S Al-Fajr ayat 27-30.

Bagaima jiwa kita yang kotor dan penuh dosa ini bisa kembali kepada Tuhan yang Maha Suci, maka tiada jalan lain. Kita harus secara intensif melakukan pemurnian diri (Tazkiyatun Nafs). Membersihkan segala kotoran yang ada di dalam diri kita seara terus menerus di dalam naungan ridloNya....

.WALI ALLAH & AVATAR
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang- orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (QS. Yunus : 62-63).

Ketahuilah, sungguh para kekasihnya itu adalah orang-orang yang takwa” (Al-Anfal 8:34)

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."(QS, Al-Hujarat:13)

Ayat di atas mengandung pengertian bahwa wali Allah (waliyullah) ialah orang yang beriman dan bertakwa. Semua orang yang beriman adalah wali Allah, dan di dalam diri setiap orang yang beriman terdapat tingkat kewalian sesuai dengan tingkat keimanan & ketakwaannya. Allah Azza wa Jalla telah berfirman akan keberadaan seorang wali-Nya di muka bumi dari orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa! Allah Azza wa Jalla menetapkan sebuah kriteria untuk wali-Nya adalah tidak ada kekhawatiran dan tidak bersedih hati. Seseorang disebut sebagai wali Allah apabila dia sudah bertakwa dengan sebenar-benar Takwa. Serta di dalam hidupnya tidak pernah merasa khawatir atas apa pun menyangkut keberadaan dirinya terkait pemenuhan kebutuhan hidupnya! Baginya, cukuplah hanya Allah yang memenuhinya! Allah Azza wa Jalla menjadi sandarannya! Allah Azza wa Jalla menjamin dirinya atas semua keperluannya! Dia yakim akan janji Allah, serta ridlo dan gembira dengan janjiNya.

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar “ (Yunus:64).

Avatar (Sansekerta: अवतार, avatāra, baca: awatara) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan Kebenaran dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Kebenaran.

Dalam Bhagawadgita, salah satu kitab suci agama Hindu selain Weda, Kresna sebagai perantara Tuhan Yang Maha Esa bersabda:
Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata abhyutthānam adharmasya tadātmanam srjāmy aham paritrānāya sādhūnām vināśāya ca duskrtām dharma samsthāpanarthāya sambavāmi yuge yuge” (Bhagavad-gītā, 4.7-8)

Arti
Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela,
pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia,
wahai keturunan Bharata (Arjuna).
Untuk menyelamatkan orang-orang saleh
dan membinasakan orang jahat
dan menegakkan kembali kebenaran,
Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.

Avatar Pengendali
Kekuatan utama dari level SHAKTI ini adalah Kemampuan untuk Mengendalikan Kekuatan Energi segala unsur atau anasir Alam Semesta yang berada di dalam diri (Alam Mikro Kosmos) dan di luar dirinya (Alam Makrokosmos). Dalam serial animasi televisi berjudul Avatar: The Legend of Aang, Pengendalian unsur alam merupakan suatu bentuk Ilmu Mengolah Energi Chi, dimana orang tertentu mampu mengendalikan dan memanipulasi energi suatu unsur alam. Dalam cerita, empat unsur elemen Alam Semesta  yang mampu dikendalikan adalah energi unsur air, tanah, api, dan udara.

Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan diri sendiri dan orang-orang sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini. Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, ambisi, dan banyak lagi lainnya.

Apa pesan terpenting dari perlunya melatih kemampuan Pengendalian ini, yaitu menjaga stabilitas getaran hati dan fikiran agar tetap bergetar pada frekwensi yang di kehendaki. Sehingga dengan demikian kondisi energi batinnya senantiasa dalam kondisi bulat dan utuh di setiap saat dan kondisi. Dengan demikian, siswa NAQS DNA yang telah menggapai tingkatan ini bisa dikatakan telah menjadi seorang Avatar Shakti The Master Energy of NAQS DNA.

Kuncinya adalah : SSIRRULLAH 
SABAR
SYUKUR
IKHLAS 
RIDLO
Ruju' ilallah (God Oriented)

"Jika Allah menolong kamu, 
maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; 
jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), 
maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? 
Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal." 
( QS. Ali Imran 3 ; 160 )