ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 06 Maret 2011

Ilmu Meraga Sukma (Astral Projection)

Peringatan : Artikel berikut ini adalah sekedar sebagai bahan pengetahuan, kami tidak bertanggung jawab terhadap siapapun yang mempraktekkan ini. NAQS tidak menjadikan Ilmu Lepas Sukma sebagai bagian dari kurikulum, walaupun banyak siswa yang secara otomatis terbangkitkan kemampuan sukmanya setelah belajar di kelas spiritual Sir Hu. Dan biasanya bila hal itu terjadi, kami sangat hati-hati menjaga perjalanan Ruhani siswa agar tetap berjalan di atas Shirothol Mustaqiem.

INGAT : THIS IS THE ONE WAY ROAD, NO RETURN. Ini adalah perjalanan satu arah, bila kemampuan ini telah terbuka. Tidak bisa ditutup kembali, anda harus sudah siap mental mengahadapi dunia baru yang penuh dengan hal baru dan tantangan baru. Resiko di tangan anda sendiri...
Salam...
Selamat membaca....

Ilmu Meraga Sukma
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?

Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).

Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.

Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.

Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan Metoda Chi Kung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula.

Berikut caranya:
1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.
2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
  • Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
  • Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.
3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.
4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.

Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.

Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).

Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.

Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu. (mystys.wordpress.com)

Proses melepas sukma adalah sebagai berikut :
Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks, seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing2 mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur saraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk saraf motorik, dan lain2. Dan salah satu fungsi penting didalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “Pengawas” yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh sehingga berjalan dengan semestinya, dan bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas, buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain2. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan2 sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasa sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar dan lain2, bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dll, walaupun mata , telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian di otak diatas secara maksimal maka kita akan bisa melepas sukma, caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana / pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak bukan roh, jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa/ roh ini tidak benar sama sekali, buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ketubuh tanpa ada hal2 yang aneh, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ketubuh (baca aja deh Al Qur’an dan Al Hadits Shahih)

Berikut adalah tahap-tahap melepas sukma :

1. Keadaan antara sadar dan tidur
Inilah keadaan pertama yang biasanya dilalui oleh setiap orang yang melepas sukma, pada saat ini kesadaran kita sudah kabur tapi kadang2 kita masih bisa mendengar suara2 disekeliling. Kalau kita sudah mahir kita bisa langsung ke tahap 4 tanpa melewati tahap 1, 2, atau 3.

2. Keadaan seperti berada dalam suatu dimensi yang sangat gelap
Inilah keadaan yang pasti familiar bagi para jagoan ngimpleng atau melepas sukma atau time travel. Pada keadaan ini kita sudah tidak lagi merasakan tubuh fisik kita secara total, tapi kesadaran kita tetap ada dan penuh. Seakan-akan kita berada dalam dimensi yang sangat gelap dan kita tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita tapi anehnya kita masih sadar penuh dan terkadang kita bisa merasakan keadaan sekitar kita. Pada keadaan ini kita terkadang melihat warna-warna berkilauan atau mendengar bunyi-bunyi aneh.

3. Keadaan memasuki “Terowongan” super kecil (black hole?)
Pada keadaan ini kita tersedot kedalam suatu terowongan yang sangat kecil sekali dengan cepat sekali yang lalu diujung “terowongan” kita seperti terlempar keluar kesuatu dimensi yang biasanya adalah dimensi waktu (bisa masa lalu, masa sekarang, atau masa yang akan datang), Inilah keadaan yang sangat penting dalam melakukan Time Travel (perjalanan melintas antar waktu). Bila kita sudah mahir kita bisa mengatur kecepatan kita bergerak dalam dimensi waktu dan besar energi yang kita pakai untuk mengatur mau kemasa mana yang akan kita kunjungi. Perlu diterangkan disini yaitu keadaan ini tidak harus dilalui untuk melepas sukma sehingga kadang2 kita langsung loncat ke tahap 4 dari tahap 2 tanpa melewati tahap 3 dulu.

4. Keadaan terpisahnya tubuh halus dan tubuh fisik
Inilah keadaan yang menakjubkan yang dialami setiap orang yang mengalami melepas sukma, pada tahap ini kadang2 berbeda cara “keluar” tubuh-nya yaitu bisa lewat ubun-ubun, bisa langsung tubuh “membelah” jadi dua, dan lain2, tapi biasanya kalau “keluar”nya lewat ubun-ubun, kita bisa melihat percikan / ledakan cahaya berkilauan yang keluar pada tempat ditubuh kita keluar. Pada saat keluar terasanya biasa2 saja, tidak sakit sama sekali tapi biasanya suka ada perasaan tertarik atau ada perasaan tertekan di kepala bagian belakang/ ubun2 pada saat keluarnya.

5. Keadaan tubuh menjadi dua
Kalau orang yang baru pertama kali melakukan melepas sukma lalu berada dalam keadaan tahap 5 ini maka dia bisa merasa shock sekali, dan saya ingat waktu pertama kali melepas sukma, saya betul2 shock dan saya pikir saya sudah meninggal dunia, tapi kalau sudah terbiasa yah nggak takut lagi. Pada tahap ini adalah terasa sangat aneh ketika kita melihat tubuh kita menjadi dua, yang satu lagi tergeletak di ranjang dan yang satu lagi bersama kesadaran kita. Terus terang sampai saat ini saya belum bisa memastikan terbuat dari apa sebenarnya tubuh halus ini, mungkin semacam bentuk gabungan energi dari pikiran dan energi halus berasal dari tubuh fisik, tapi hanya Allah SWT yang tahu pastinya. Tapi perlu saya tambahkan disini terkadang kita bisa melakukan melepas sukma tanpa melihat tubuh halus kita. Saya pernah mendengar ada yang mengatakan bahwa kalau kita melepas sukma, tubuh kita tidak boleh berubah sama sekali kalau tidak kita tidak bisa balik ketubuh lagi, tapi berdasarkan pengalaman saya hal ini tidaklah menjadi masalah karena otak lah yang berperan bukan tubuh. Oh yah, pada keadaan ini kita terkadang bisa melihat semacam benang energi halus yang menyambungkan tubuh halus dengan tubuh fisik kita dan benang halus ini terkadang disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible. Ada yang mengatakan kalau benang energi ini diputuskan maka kita akan mati, saya sendiri tidak tahu apa ini benar atau tidak. Ada suatu yang penting disini yaitu terkadang tubuh halus kita bisa terlihat oleh orang yang kita temui ketika jalan2.

6. Keadaan Jalan-jalan
Inilah keadaan dimana kita bisa jalan2 kemana yang kita suka tanpa ada halangan jarak lagi. Pada saat ini dimensi waktu dan ruang sudah tidak jelas lagi karena pada saat ini kita bisa pergi kemana saja yang kita ingin dengan pikiran kita, jadi pikiran kita yang jalan2 bukan ruh. Yang menarik disini ternyata kita bisa pergi ke berbagai dimensi waktu (Time Travel), dan keberbagai dimensi jin. Yang menarik kita seakan2 kita berada diwaktu yang kita inginkan itu dengan merasakan keadaan sekelilingnya seperti kita ke waktu kapal Titanic tenggelam kita bisa merasakan dinginnya air laut disana, hembusan angin sepoi-sepoi dimasa Jurassic ketika Dinosaurus raksasa lewat didepan kita. Atau kita masuk ke dimensi jin, kita bisa melihat aneka bentuk jin yang aneh2, dan kehidupannya. Dan kita juga bisa pergi ke tempat yang jauh dan hebatnya tubuh halus kita terkadang bisa dilihat oleh orang2 biasa yang tinggal di tempat kita pergi. Jadi kalau kita ingin ke Amerika untuk menengok saudara disana kita tidak perlu capek2 pakai pesawat dan bayar tiket pesawat yang mahal cukup kita melepas sukma kesana, gratis dan bahkan kalau kita sudah bagus otaknya kita bisa bercakap cakap dengan telepati. Dalam keadaan tahap ini hebatnya lagi kita bisa memahami / membaca setiap pikiran orang2 disekeliling kita dengan jelas, jadi kalau kita ketemu orang yang kita naksir kita bisa tahu pikirannya,.....asyik!

7. Mengadakan kontak dengan orang
Khusus untuk tahap 7 ini, hanya orang yang betul2 mahir melepas sukma dan energinya cukup besar untuk berada di tahap 7 ini. Dalam keadaan ini kita bisa melepas sukma dengan sekaligus mengadakan kontak (bisa kontak komunikasi, dan bisa kontak fisik ) dengan orang yang sadar. Hal ini juga yang menyebabkan banyak para pendekar sakti yang mengadakan tarung jarak jauh dengan melepas sukma tanpa pergi ketempat lawan. Dan hebatnya kita bisa membuat tubuh halus kita terlihat oleh orang-orang biasa, dengan kelihatan seperti hologram tiga dimensi, atau persis seperti orangnya. Tapi sekali lagi saya tekankan hal2 ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang energi dan konsentrasinya cukup bagus. Sehingga cukup berbahaya jika dilakukan untuk mengisengi orang seperti mengintip orang mandi, ngebunuh orang jarak jauh ,dll.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Untuk setiap kali kita hendak melakukan melepas sukma, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, khususnya untuk pemula, yaitu:
  1. Pikiran sebaiknya tenang, tidak tegang, stress, atau banyak pikiran. Semakin tenang pikiran, semakin mudah otak untuk bekerja.
  2. Badan sebaiknya relax dan posisi tubuh dibikin senyaman mungkin. Kita bisa melepas sukma dengan berbagai posisi tubuh: bisa sambil berbaring, duduk, berdiri, dan bahkan sambil berjalan kalau perlu.
  3. Bikinlah diri kita senyaman mungkin, misalnya hindari alas duduk/pembaringan yang menyakitkan.
  4. Kita bisa melepas sukma dengan mata tertutup / terbuka, tapi untuk pemula sebaiknya dengan mata tertutup.
  5. Buatlah suasana yang bikin diri kita tenang, hindari suasana yang bising, cuaca yang mengganggu, dll.
  6. Bila kita sudah berpengalaman, semua hal diatas tidak lagi harus diperhatikan, bahkan dalam keadaan tertentu justru diperlukan hal2 yang berlawanan dengan hal2 diatas.
Cara-cara Melepas Sukma :

Cara 1: “Visualisasi”
Cara ini disebut dalam dunia kedokteran barat dengan istilah “Lucid Dreams” (Mimpi yang terasa sangat nyata). Caranya adalah kita menvisualisasikan (membayangkan dengan senyata mungkin) bahwa “diri” kita keluar dari tubuh. Bayangkan diri yang berbentuk tubuh halus keluar dari tubuh fisik kita, seperti ulat keluar dari kepompongnya. Bayangkan dengan senyata mungkin dalam pikiran kita, bahwa tubuh halus kita benar2 berpisah dengan tubuh fisiknya.

Kemudian juga bayangkan senyata mungkin suasana sekitar kita, seakan-akan kita betul2 mempunyai tubuh halus yang sedang jalan2. Contohnya: jika di kehidupan nyata kita tahu ada gelas terletak diatas meja makan dirumah kita, coba bayangkan dan rasakan senyata mungkin, rasa tekstur dan kerasnya permukaan gelas itu.

Bayangkan sejelas dan senyata mungkin dalam pikiran kita, seakan2 kita memang benar2 sedang jalan2 dengan tubuh halus kita. Tapi harus diingat, yang saya maksud dengan membayangkan disini bukan mengkhayal !!!

Jangan sekali2 kita mencoba mengkhayal atau berimajinasi dengan hal2 yang tidak ada dalam kehidupan nyata ketika melepas sukma, karena nanti kita sulit membedakan apakah kita sedang benar2 melepas sukma atau sedang mengkhayal atau sedang mimpi ?!

Cara 2: “Self Sugestion / Hipnotis”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk meyakinkan diri sendiri sekuat mungkin kita sedang melepas sukma, yaitu tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Hal ini dilakukan dengan keinginan dan kemauan yang sangat kuat untuk memaksa tubuh melakukan melepas sukma. Contohnya: ucapkan berulang2 dalam hati: “saya sedang melepas sukma, saya sedang melepas sukma,….”

Juga bisa dilakukan dengan meminta bantuan teman untuk mencoba menghipnotis kita dengan teknik2 sederhana hipnotis / regresi.

Cara 3: “Perenggangan Otot”
Cara ini juga dilakukan oleh pendeta2 Lama di Istana Pothala, di Tibet untuk melepas sukma. Caranya adalah kita melakukan perenggangan otot secara bergantian pada tubuh. Pertama kita kejangkan otot2 tangan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 lengan beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 badan (perut, dada, pungggung) beberapa kali, lalu kita kejangkan otot2 kaki beberapa kali, terus secara bergiliran kecuali kepala dan leher, dengan membayangkan kita melepas sukma. Lebih bagus lagi jika diiringi dengan menyalurkan tenaga dalam kebagian yang dikejangkan.

Maksud dari perenggangan otot tubuh ini adalah untuk memberikan rangsangan ke otak agar tetap sadar secara penuh ketika tubuh tertidur.

Cara 4: “Mengalihkan Pikiran”
Cara ini dilakukan dengan mencoba untuk selalu mengalihkan pikiran kita agar kita tetap sadar sepenuhnya, dengan membiarkan tubuh kita tertidur. Setiap kali pikiran kita larut karena ngantuk, alihkan pikiran kita ke hal2 yang tetap membuat kita sadar. Contohnya: menggerakkan jari2 kita secara berulang2.

Cara 5: “Mengatur Napas”
Cara ini biasa dilakukan oleh fakir2 India dengan metode Yoga kundalini-nya. Caranya adalah atur napas yaitu tarik, tahan, dan hembus napas dengan ritme hitungan tertentu. Contohnya: menarik napas dengan 9 hitungan, lalu tahan napas 9 hitungan, kemudian hembus napas 9 hitungan juga. Lakukan berulang2 secara teratur dengan membayangkan kita melepas sukma. Dapat juga dilakukan dengan menutup sebelah lubang hidung secara bergantian.

Cara 6: “Menarik Sukma”
Cara ini sering dilakukan Kang Dicky ketika bersama2 murid2 HI dalam acara time travel bareng. Cara ini dilakukan dengan meminta bantuan teman yang sudah bisa melepas sukma untuk membuat kita mencapai keadaan melepas sukma (menarik sukma). Caranya adalah si teman itu melepas sukma dulu lalu dengan gelombang otaknya, si teman itu mempengaruhi gelombang otak kita supaya sama frekwensi gelombang otak kita dengan si teman itu. Caranya cukup dengan seakan2 si teman itu sedang menarik tubuh halus kita keluar dari tubuh fisik kita. Tapi kita harus memastikan dulu teman kita itu memang benar2 bisa melepas sukma.

Cara 7: “Tenaga Metafisik”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Metafisik (TM) kita, jika TM kita cukup besar seperti anak HI, cukup dengan mengaktifkan ilmu melepas sukma dan dilakukan dengan konsentrasi sekuat2-nya, nanti dengan bantuan frekwensi energi TM tertentu, bisa membentuk gelombang otak kita mencapai keadaan melepas sukma .

Cara 8: “Tenaga Dalam”
Cara ini dilakukan dengan menggunakan Tenaga Dalam (TD) kita. Caranya adalah dengan menyalurkan TD sebanyak2-nya ke otak, lalu setelah otak terasa penuh dengan energi TD, kemudian aktifkan seluruh kemampuan otak kita sekuat2- nya.

Bila TD kita cukup besar nanti kita akan merasa bisa melihat, mendengar, membaui, dan merasakan suasana sekitar kita walaupun mata kita tertutup, bahkan jauh lebih jelas dari panca indra lahir, bahkan kita bisa merasakan pergerakan molekul tubuh seseorang.

Bila kita sudah mencapai keadaan ini, melakukan melepas sukma sudah mudah, tinggal di gerakkan saja “diri” kita keluar tubuh. Cara melepas sukma dengan TD ini merupakan cara yang paling bagus karena otak kita dapat bekerja secara maksimal.

Tahap2 Melepas Sukma

Tahap 1: Dimensi Transisi
Cara2 diatas akan membuat otak kita masuk ke tahap I dari melepas sukma. Kita akan merasa berada disuatu keadaan dimana kita tidak lagi bisa merasakan dan menggerakan tubuh sama sekali, tapi anehnya kita masih sadar sepenuhnya. Kita merasa seperti mengambang dalam dimensi yang aneh, gelap tanpa cahaya, dan tanpa ada pengaruh ruang dan waktu.

Ini adalah dimensi transisi antara dimensi manusia dengan dimensi2 lainnya, jadi semacam “pintu gerbang antar dimensi”. Setelah beberapa waktu kemudian biasanya mungkin akan muncul warna2 berkilauan atau bunyi2 aneh seperti bunyi dengungan, musik indah, dll.

Pernah juga suatu saat saya ketika berada dalam keadaan ini, saya mendengar suara percakapan kakak dengan jelas, yang setahu saya sedang tidur disebelah saya, dan suara kakak saya itu tidak masuk lewat telinga tapi langsung masuk ke otak saya, dan ternyata suara itu adalah gelombang otak kakak saya yang sedang bermimpi. Hal ini menunjukkan dalam keadaan ini, otak kita sangat peka terhadap pengaruh luar, contohnya mimpi2 yang jadi kenyataan juga disebabkan kondisi ini.

Tahap 2: Memisahkan tubuh halus dengan tubuh fisik
Setelah memasuki dimensi transisi, kita dapat mengeluarkan pikiran kita secara mandiri, tanpa terikat dengan tubuh lagi. Caranya, kita langsung saja mengeluarkan “diri” kita dengan pikiran kita, dapat langsung tubuh membelah dua, atau keluar lewat bagian tubuh seperti ubun2, seperti ulat keluar dari kepompongnya.

Biasanya kita dapat melihat semacam pancaran cahaya berkilauan dibagian tubuh yang “diri” kita keluar. Proses “keluar”nya biasa2 saja, tidak terasa sakit, tapi kadang2 terasa ada sedikit perasaan tertarik / tertekan di kepala bagian belakang / ubun2. kalau sudah biasa, terasanya seperti kita buka baju saja.

Tahap 3: Tubuh menjadi dua
Setelah “diri” kita keluar dari tubuh, kita akan merasa aneh, karena tubuh kita menjadi dua, dan kita tidak lagi menggunakan tubuh fisik yang biasanya kita gunakan. Sebagai gantinya kita akan mempunyai semacam tubuh halus yang terbuat dari energi, tapi saya sendiri tidak tahu tubuh halus ini termasuk energi apa, karena sifatnya yang berbeda. Kadang2 terasa aneh juga melihat tubuh fisik kita berbaring diluar diri kita. Saya ingat ketika pertama kali melepas sukma, saya merasa shock, saya pikir sudah mati, tapi yah kalau sudah biasa, yah nggak takut lagi.

Tubuh halus yang kita punya mempunyai semacam benang energi yang menghubungkan tubuh fisik dan tubuh halus, dan benang ini karena berbentuk energi maka dapat menghubungkan tubuh halus dengan tubuh fisik untuk jarak yang jauh. Benang energi ini disebut orang dengan “rantai perak” seperti yang tertulis di Bible.

Ada yang mengatakan kalau tubuh kita berubah posisi atau keadaannya, atau benang energi ini diputuskan, kita akan mati, tapi hal ini menurut saya tidak benar, karena melepas sukma adalah proses kegiatan otak.

Membuat Hologram tiga dimensi Tubuh Halus
Bagaimana bentuk tubuh halus itu? Berdasarkan pengalaman, tubuh halus ini sebetulnya berbentuk kumpulan energi, dan kumpulan energi ini dapat berbentuk seperti yang kita inginkan / pikirkan, tergantung dari pikiran kita, tapi umumnya menyerupai tubuh fisik kita.

Terkadang orang tidak dapat melihat tubuh halus kita, karena itu jika kita ingin orang dapat melihat tubuh halus kita, caranya yaitu kita mengeluarkan semua energi (TD / TM) yang kita punya, lalu dengan pikiran / gelombang otak kita fokuskan dan padatkan energi ini yang nanti akan membentuk wujud yang dapat dilihat (bahkan mungkin dapat difoto).

Dan nanti tubuh halus kita terlihat seperti nyata sekali, dan jauh lebih jelas terlihatnya dari hologram di film Star Wars. Tapi dalam praktek, hati2 untuk menunjukkan tubuh halus karena orang2 dapat ketakutan ketika melihat tubuh halus kita yang dapat muncul dan hilang dalam sekejap mata, dan kadang suka disangka hantu. Makanya sering kita dengar cerita tentang Kyai2 di desa yang suka terlihat berada di dua tempat secara bersamaan, satu didesa satu lagi di Mekkah misalnya.

Tahap 4: Jalan2
Setelah pikiran kita dapat bergerak bebas tanpa terikat tubuh lagi, kita dapat jalan2 ketempat manapun yang kita ingin, walaupun jaraknya jauh, karena gelombang otak kita dapat bergerak cepat sekali melebihi kecepatan cahaya.

Berbeda dengan gelombang elektromagnetik atau cahaya, yang masih terpengaruh oleh medan gravitasi dan jarak, gelombang otak tampaknya tidak terlalu terpengaruh dengan medan gravitasi dan jarak, bahkan dapat menembus dimensi2 ruang dan waktu. NASA pernah berhasil melakukan eksperimen telepati, antara dua orang subyek percobaannya (1 orang bertugas Pemancar, 1 orang lagi bertugas penerima) dan eksperimen ini dilakukan dari jarak ratusan ribu km dari bumi dalam pesawat ulang-alik Apollo.

Bagaimana cara untuk pergi ke tempat orang / tempat yang kita inginkan? Caranya kita harus melacak dulu orang / tempat yang kita tuju dengan gelombang otak kita.

Prinsip dasar melacak orang / tempat dengan gelombang otak
Ini adalah prinsip dasar dari ESP / ngimpleng, seperti kita ketahui semua materi dialam semesta mempunyai susunan kandungan atom dan molekul yang berbeda2, dan karena itu setiap materi mempunyai semacam kode sandi “DNA”-nya, jadi yang namanya kode sandi DNA itu tidak hanya dalam tingkat sel2 tubuh mahluk hidup saja, tapi bahkan sampai ke tingkat paling dasar dari alam semesta yaitu atom.

Nah, karena setiap materi mempunyai kode sandi DNA yang berbeda2 maka, gelombang otak kita tinggal mencari / melacak materi yang mempunyai kode sandi DNA yang mirip dengan materi yang kita cari. Jadi seperti program search / find di komputer.

Semakin lengkap data yang kita punya maka semakin mudah kita mencari orang / tempat yang kita tuju dan jika datanya tidak lengkap nanti kita akan salah sasaran, contoh kita ingin mencari Kang Dicky, kita tinggal melacak dengan gelombang otak dengan data informasi nama: “Dicky Zainul Arifin”, dengan wajah begini, tubuh begini, sifat begitu, dll, nanti otak akan mencari sendiri materi yang cocok dengan data2 Kang Dicky ini, jika tidak lengkap, misalnya cuma nama saja: ”Dicky”, maka nanti akan bisa salah orang karena yang namanya Dicky itu ada jutaan orang.

Bagaimana terasanya ketemu materi yang dicari? Nanti di otak, terasa seperti perasaan “klik” ketika ketemu materi yang dicari dan kita bisa menscan DNA atau susunan molekulnya, tapi hal ini terutama untuk orang yang sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup. dan tentu saja hal ini didukung dengan kemampuan otak yang bagus, bila otak kita sudah bagus, bahkan kita bisa melacak sampai dengan kode genetik DNA / susunan materi atom2-nya, tapi yah minimal kita sudah bisa membaca buku dengan mata tertutup dengan lancar dulu.

Setelah ketemu orang / tempat yang dituju kita tinggal melanjutkan mau apa, dan saya sarankan ketika jalan2 ini kita mengingat hal2 yang kita temui waktu melepas sukma, nanti setelah tidak lagi melepas sukma, kita cocokkan dengan kenyataan di kehidupan nyata, sehingga kita bisa mengecek apakah kita benar2 melepas sukma atau sedang ngekhayal / mimpi. Misal: kita melihat teman lagi membaca buku Harry Potter hari senin jam 9 pagi ketika kita melepas sukma, nanti tanyakan ke teman itu apa benar hari dan jam itu teman kita sedang baca buku Harry Potter, atau tidak.

Cara masuk ke alam jin
Biasanya setelah “pikiran” kita keluar dari tubuh fisik, kita sudah bisa berhubungan dengan alam jin, dan kita bisa melihat jin2 dalam bentuk aslinya, dan bisa masuk alam jin dan terkadang jin2 itu bisa melihat “diri” kita atau bisa juga tidak.

Dan disarankan untuk berhati2 atas gangguan dan tipuan jin, jika kita melepas sukma. Gangguan jin itu bisa seperti mereka menakuti2 kita dengan bentuk2 seram, atau malah menyerang kita, karena itu pertahanan diri itu tetap perlu (minimal tahanan TM).

Tapi yang paling berbahaya itu adalah tipuan jin, jin itu sering memata2i diri kita dan selalu berusaha menyesatkan manusia, contohnya jin sering mengaku2 menjadi orang suci / keluarga yang sudah meninggal, atau mempengaruhi otak kita sehingga kita tertipu dengan gambaran2 / pemikiran2 yang menyesatkan, atau bisa juga menipu kita seakan2 kita melepas sukma padahal bukan, dll.

Karena itu untuk bisa menghindari tertipu / diganggu jin kita harus punya TD dan kemampuan otak yang bagus untuk melacak kebenarannya.

Cara Melakukan kontak fisik dengan benda2
Inilah bagian yang paling sulit dari melepas sukma, sehingga jarang ada orang yang bisa melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, karena membutuhkan konsentrasi pikiran yang bagus juga didukung energi tubuh (TD/TM) yang cukup.

Cara untuk melakukan kontak fisik dengan benda ketika melepas sukma, adalah bangkitkan dulu seluruh energi tubuh (TD dan TM) kita, kumpulkan dan padatkan energi itu sampai puncaknya, lalu dengan gelombang otak, energi itu difokuskan untuk melakukan hal2 yang kita inginkan.

Kita bisa menggerakkan benda2 (telekinetis), bisa memukul orang, bahkan bisa menghancurkan benda keras, kalau energi TD kita cukup. Pernah saya memukul teman secara perlahan ketika saya melepas sukma, dan teman saya itu bilang ke saya bahwa tadi malam ia merasa dipukul orang ketika berada dikamarnya sendirian, dikiranya yang mukul itu hantu.

Hal inilah yang menyebabkan banyak pendekar / dukun di pedalaman2 terpencil melakukan tarung jarak jauh tanpa pergi ke tempat lawan. Caranya mereka melepas sukma ketempat lawan lalu membuat hologram tiga dimensi tubuh halusnya (tubuh halus mereka dapat terlihat seperti nyata), sehingga masing2 dapat melihat lawan didepannya seperti nyata. Dan mereka tinggal mengirim ilmu2 dan energi kelawan dan tubuh fisik masing2pun dapat merasakan gempuran ilmu / energi lawan, sehingga bisa muntah darah, hangus, bahkan mati, dll.

Ini juga merupakan rahasia kenapa orang2 yang dalam keadaan trance / tidur berjalan dapat melakukan hal2 yang aneh seperti dapat menembus dinding, jalan diatas air, dll, karena keadaan otak / frekwensi gelombang otak mereka hampir sama dengan orang2 yang melepas sukma.

Sumber : twedisanjaya.blogspot.com