ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 27 April 2011

Menuju Pribadi Bermental Kaya

"Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around" - Leo Buscaglia

"Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sentuhan, senyuman, kata hati, telinga mendengar , pujian yang jujur, atau tindakan terkecil dari kepedulian, yang semuanya memiliki potensi untuk mengubah kehidupan kita."

Jika anda ditanya "Maukah anda menjadi kaya ?" pasti semua akan menjawab "Ya, saya mau kaya". Demikian juga ketika ditanya "Maukah anda menjadi Miskin ?, kita akan menjawab "Tidak..!". Lalu apa jawaban anda jika pertanyaan berikutnya adalah "Siapkah anda menjadi Kaya ?".

Pertanyaan semacam ini sering kita jumpai ketika kita mengikuti seminar-seminar motivasi atau ketika berjumpa dengan orang-orang (presenter) Multi Level Marketing atau Agen Asuransi. Tujuan dari pertanyaan tersebut dan penjelasan-penjelasan berikutnya dari mereka adalah untuk memotivasi para pendengarnya agar bangkit dan menyadari bahwa tidak akan ada yang bisa dihasilkan hanya dengan bermalas-malasan.

Para Motivator sering menggunakan kalimat yang sangat "bombastis" dengan mengatakan bahwa untuk menjadi Kaya kita harus memiliki "Mental Kaya" bukan "Mental Miskin" dan untuk menjadi sukses anda harus memiliki mental sukses. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan kata: Untuk Sukses anda harus memiliki Mental Cahaya dan bukan Mental Gelap.

Bagaimana rasanya seandainya kita punya uang yang berlimpah hingga milyaran Rupiah...? Apakah makanan yang kita makan menjadi lebih dari porsi biasanya...? Apakah kita bisa memakai dua tempat tidur sekaligus untuk tempat kita tidur..? Mari kita kaji bersama, ternyata berapapun banyaknya Harta kita, ternyata yang kita butuhkan hanyalah sebatas apa yang dibutuhkan badan ini saja. Selebihnya hanyalah sekedar sebagai perhiasan untuk memuaskan nafsu ketamakan dan keserakahan kita semata. Jadi ini semuanya kembali pada persoalan mentalitas semata....

Lalu bila ternyata kebutuhan jasmani Para Milyuner itu sama saja dengan kebutuhan kita, lalu apa yang membuat kita merasa lebih miskin dari mereka selain hanya pada perbedaan sederet angka nol di belakang koma rupiah semata...??  Jadi mengapa harus menunggu harta berlimpah baru kita bisa merasa kaya dan baru bisa punya sesuatu yang bisa dibagikan atau disedekahkan...?  Bukankah senyuman yang tulus dari hati kita itu sudah merupakan sedekah terindah buat para sahabat kita..?

Bila kita mau sedikit membuka hati dan mau melatih Otot Syukur kita, maka akan kita jumpa betapa banyak Nikmat Tuhan yang bisa kita syukuri, walaupun kita masih dalam konsisi yang serba terbatas ini. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan demi kemanfaatan seluruh umat manusia. Semiskin apapun diri kita, kita masih punya sebuah senjata (TOOL) yang bisa kita sumbangkan untuk umat manusia. Itulah DOA sebagai senjata (tool) orang yang beriman. Yang bila di asah dengan berlatih di Metode NAQS DNA, maka kita akan semakin menyadari bahwa hakikatnya doa kita sebenarnya sudah terkabul semua. Dengan Kekuatan DOA inilah NAQS DNA memberikan kemanfaatan kepada umat manusia lewat terapi Cahaya Ilahi NAQS DNA. Manusia yang bermental Cahaya inilah yang mempunyai Daya Ajaib Mukmin, yang mampu memancarkan Cahaya Ilahi untuk memberikan pencerahan, penyampai kabar gembira, pelita cahaya bagi diri & lingkungannya.

Rasulullah saw. bersabda:
“Do’a itu senjata orang yang beriman 
dan tiangnya agama, 
serta cahaya langit dan bumi”. 
(Hadis Riwayat Hakim dan Abu Ya’la).

Abundance Mentality
Istilah abundance mentality dalam praktek sehari-hari dapat dikenali melalui sikap-sikap :
  • Menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritik dari orang lain.
  • Percaya diri dan percaya dengan orang lain.
  • Siap menghadapi segala resiko yang harus ditanggung.
  • Membagikan ilmu atau ketrampilan yang dimiliki kepada orang lain tanpa takut menjadi kalah bersaing dengan orang tersebut.
  • Mengakui ketika melakukan kesalahan dan bersedia meminta maaf.
  • Memaafkan orang yang bersalah.
  • Mengakui keberhasilan orang lain atau competitor.
  • Menguasai Hukum Keberlimpahan
Singkatnya orang tersebut mempunyai sifat :
  1. Open minded , mau belajar terhadap hal-hal yang baru, mampu membedakan saran atau kritik yang sekiranya membangun. Orang yang open minded selalu berkembang dan terus menyempurnakan dirinya.
  2. Open hand artinya selalu siap sedia membantu orang lain yang kesusahan dan melayani Tuhan sebagai hamba-Nya, melayani sesama dengan tulus.
  3. Open Heart, terjemahan kasarnya yaitu berlapang dada, pemaaf dan tidak pernah mendendam.
Orang-orang yang memiliki abundance mentality tidak akan pernah merasa miskin, tetapi selalu berkelimpahan. Tidak terfokus pada siapa memiliki apa, tetapi selalu bersedia berbagi ilmu, pengalaman atau apa yang mereka miliki dan membawa orang-orang di sekitarnya ikut sukses bersamanya.


Manusia adalah mahkluk sosial, jadi sudah sepantasnya jika kita saling berbagi bukan? Tapi, bisa dilihat di sekeliling kita banyak orang yang sangat berhemat untuk berbagi kepada sekitarnya Namun, banyak juga orang yang mudah memberikan sebagian rezekinya kepada sekitarnya. Dan kalo menurut saya, latar belakang ekonomi ataupun status finansial bukanlah faktor penentu apakah seseorang itu mudah berbagi rezekinya atapun sangat pelit berbagi rezekinya kepada orang lain, tetapi lebih kepada faktor mentalitas yang biasanya tertanam sejak kecil.

Ada orang yang hidupnya pas-pasan yang senang memberi tapi ada banyak orang kaya raya yang memiliki harta benda yang sangat banyak tapi dia sangat pelit dalam urusan memberi pada sekitarnya, kebanyakan mereka takut memberi karena mungkin takut kehilangan hartanya.

Jika kita bisa lebih jernih dalam berfikir, kita pasti lebih banyak akan memberi dari pada bersikap pelit. Betapa tidak, kita dilahirkan dalam kondisi yang NOL, tidak dibekali apapun juga dan ketika matipun, kita juga tidak akan membawa harta benda sedikitpun.

Nah, dalam hal ini yang beperan penting adalah mental kita. Dimanapun kita dan dalam kondisi apapun sesEorang, jika orang tersebut telah bermental kaya pasti akan selalu berusaha berbagi dan memberi kepada sekitarnya. Memberi yang saya bicarakan di sini tidak hanya mengenai uang, tetapi lebih luas lagi seperti memberi dengan waktu, tenaga, atapun pengetahuan. Bagi orang yang bermental kaya apapun kondisinya ia akan berusaha memberikan apa yang dia bisa berikan termasuk kasih sayang yang tulus bagaikan sebuah sumber mata air yang terus memberikan manfaat bagi lingkunganya.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang bermental miskin, sifat egois merupakan sifat yang sering muncul dalam pribadi orang yang bermental miskin. Mementingkan apa yang di inginkanya terlebih dahulu dan mau menang sendiri itulah sebuah paradigma yang memilukan yang tertanam di pikiran orang-orang bermental miskin. Dan lebih parahnya lagi, kebanyakan orang yang egois menganggap apapun yang di lakukanya merupakan jalan yang terbaik dan pasti memberikan keuntungan bagi dirinya.

Coba Anda lihat, seorang yang berrmental kaya biasanya memilki teman yang lebih banyak daripada orang yang egois, selanjutnya orang yang bermental kaya pasti akan yang menolong jika mendapati sebuah kesulitan. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah.

Saya secara pribadi mempercayai, punya mental kaya bisa sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Kita bisa ambil kasus yang sering terjadi di lingkungan kita, kebanyakan orang yang bermental miskin mengurungkan niatnya untuk memulai usaha alasan utamanya karena kekurangan modal, tapi itu hanya alasan seorang yang bermental miskin! Karena modal terbesar ada di dalam dirinya sendiri, kreativitas, dan mentalnya. Modal memang di perlukan, tapi tak semuanya tergantung dengan modal…

Contoh nyata dari orang yang bermental kaya adalah Warren Buffet, manusia terkaya di dunia tahun 2008 versi majalah Forbes memberikan lebih dari 60% seluruh hartanya untuk organisasi-organisai kemanusian dan apa yang terjadi? Dia malah bertambah kaya dan menjadi orang yang besar di dunia.

Trilyuner Bill Gates melalui yayasanya “Bill and Melinda Gates Foundation” telah menyumbang jutaan dollar setiap tahunya untuk kegiatan amal dan kemanusiaan dan sosial di berbagai negara di dunia. Ini juga merupakan Orang Kaya yang Bermental Kaya.

Cara yang paling ampuh untuk membebaskan kita dari pribadi yang bemental miskin ini adalah bersyukur. Ketika seseorang bersyukur dia akan selalu menerima apapun kondisi yang di berikan tuhan padanya, Dan hidup ini adalah tentang bersyukur, ketika kita telah bersyukur kita akan menggapai hidup yang sejahtera. Dan tak di sadari, hidup kita akan jauh lebih makmur, lebih bahagia dan yang terpenting kita akan bermental kaya secara otomatis.

Lalu apa yang kita tunggu lagi sekarang? Mulailah menilai diri Anda, apakah Anda termasuk orang mudah berbagi atau orang yang sangat pelit dalam urusan berbagi dengan sekitar? Apapun diri Anda, latilah mental Anda menjadi mental pribadi yang mudah berbagi dan memberi untuk terus bermental kaya….

Ketika seseorang telah bermental kaya, dia akan selalu berbagi tak peduli apapun kondisinya. Tapi, ini juga merupakan sebuah rahasia kehidupan yang apabila kita lakukan, kita malah akan bertambah besar dan semakin besar….