ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 02 Agustus 2011

NAQS DNA, Majelis Ilmu, Majelis Zikir, & Majelisnya Malaikat

Assalamu'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh...

Sahabat, semoga dunia maya ini bisa menjadi salah satu ladang kita untuk meraih keridloan Allah swt. Lewat kebersamaan kita dalam mengagungkan AsmaNya dengan Majelis Ilmu dan Zikir yg kita lestarikan di dunia maya ini. Dan yang kemudian kita lestarikan melalui akitifitas nyata bersama komunitas NAQS DNA dimanapun saja berada.

Hakikat Majelis NAQS dimanapun saja berada dan apapun saja aktifitasnya adalah merupakan MAJELIS ILMU DAN MAJELIS ZIKIR. Nah..bukankah Rahmat Allah akan selalu melingkupi semua anggota yg ikut berpartisipasi di dalamnya. Bahkan Para MALAIKAT dan juga ALAM SEMESTA juga turut bersinergi dengan kita......... RENUNGKANLAH........

Sabda Rasulullah :
"Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, Allah memperjalankannya di atas salah satu jalan surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap mereka karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan. Sesungguhnya keutamaan seorang alim atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar." (HR Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibn Hibban).

Inna al-Malâikah…li thâlib al-‘ilm, artinya para malaikat menaungi penuntut ilmu dengan sayapnya. Hal itu karena para malaikat ridha dan menyukai apa yang diperbuat penuntut ilmu itu.

"Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah ‘Azaa wa Jalla, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisiNya." [HR Muslim, no. 2700]

‎"Sesungguhnya seorang alim itu dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada di dasar lautan. " alam semesta bersinergi dengan orang yg giat dalam kegiatan majelis zikir dan majelis ilmu.

Dalam kitab Riyadhush Shalihin, Imam An Nawawi membuat satu bab (no. 247) dengan judul: “Keutamaan Halaqah-halaqah Dzikir dan Anjuran Menetapinya, dan Larangan Meninggalkannya Dengan Tanpa Udzur (alasan)”. Beliau menyebutkan empat hadits. Salah satu hadits berisi tentang majelis ilmu. Ini menunjukkan, bila Imam Nawawi rahimahullah mengisyaratkan, bahwa majelis ilmu termasuk majelis dzikir. Wallahu a’lam.

Manusia yang dicintai Allah akan selau dikawal oleh pasukan langit berupa ribuan hingga trilyunan Malaikat. jadi kita ndak usah bingung dan takjub dengan fenomena orang yang suka mencari Khodam. Karena sesungguhnya para penjaga yang di utus oleh Allah adalah dari golongan malaikat, mereka akan datang mengawal kita walaupun tidak kita minta. Justru orang yang niat utamanya untuk berburu Khodam, malah tidak akan pernah memperoleh penjagaan dari Malaikat Allah. Karena tujuan atau niat mereka bukan untuk memperoleh Cintanya Allah, tapi untuk memperoleh cintanya khodam, sehingga yang datangpun bukanlah dari golongan malaikat. Namun hakikatnya khodam mereka semua adalah dari golongan JIN. Baik Jin kafir ataupun Jin islam, itu sama saja ndak ada manfaatnya buat kita.

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini.” (HR. Bukhari)

Ingatlah, bahwa Allah swt, para nabi & rasul, serta arwah para Wali Allah, dan juga para malaikat, seluruh makhluq di Alam semsesta selalu bersinergi dengan sebuah komunitas yang selalu menyelenggarakan dan menyuburkan kegiatan majelis ilmu dan majelis zikir.

Dalam sebuah Hadis Qudsi Allah SWT berfirman:

“من عاد لي وليا فقد آذنته بالحرب”
“Orang yang telah menjadi kekasih-Ku, maka aku akan selalu siap membantunya”

Siapakah Wali atau kekasih Allah itu?
“اَلاَ إنَّ أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون الذين آمنوا وكانوا يتقون”
“Ketahuilah sesungguhnya para waliyullah tidak merasa takut dan sedih, mereka adalah orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa”.

Lalu Allah melanjutkan firman-Nya dalam Hadis Qudsi tadi:
“وما تَقَرَّبَ إليَّ عبدي بشيئ أَحَبَّ إليَّ مما افترضتُهُ عليه ولا يزال عبدي يتقرَّبُ اليَّ بالنوافلَ حَتَّي أحبَّه فإذا أحببتُهُ كنتُ سمعَه الذي يسمع به وبصره الذي يُبْصِرُ به ويَدَهُ التي يَبطِش بها ورجلَه التي يَمشِي بها ولإن سألنيْ لأُعطينَّه ولإنِ استعاذَ بيْ لأُعيذنَّه.”

Allah SWT berfirman, “Tidak seorangpun hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling aku cintai, melainkan dengan apa yang telah aku wajibkan kepadanya. Hambaku adalah orang yang selalu mengerjakan ibadah-ibadah nawafil (amalan-amalan sunnah) sehingga aku mencintainya. Ketika aku telah mencintainya, maka akulah yang akan menjadi telinga yang dia gunakan untuk mendengar, mata yang dia gunakan untuk melihat, tangan yang dia gunakan untuk memukul, kaki yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, pasti aku berikan, dan jika dia butuh perlindungan-Ku, pasti aku lindungi.”

Hanya Iblis, syetan, serta manusia agen-agen setan yang akan menjauhi dan memusuhi kita. Oleh karena itu waspadalah terhadap manusia-manusia seperti ini. Mewaspadai bukan berarti memusuhi, namun berarti menjinakkan mereka untuk kemudian menundukkan mereka serta membuang seluruh bibit syetan yang berada di dalam diri mereka. sehingga mereka dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar.

Namun yang harus di ingat Menundukkan Macan itu harus hati-hati, bila tidak maka kita akan diterkam olehnya nanti. Serta yg perlu diwaspadai adalah biasanya mereka itu suka membawa bibit perpecahan dan permusuhan, dan suka mengadu domba di antara anggota komunitas. Sifat ini merupakan ciri khas watak syaitoniah. Jadi berhati-hatilah dalam membina mereka.

Buat sahabat yang sering berkonsultasi soal solusi instan dalam meraih kesuksesan ataupun kekayaan dan kemakmuran, maka anda perlu fahami. Bahwa secara alami tidak ada hal yang instan. Semuanya itu melalui proses yang dimulai dengan membentuk watak dan kepribadian sukses terlebih dahulu. Menanamkan spirit keberlimpahan ke dalam diri kita sehingga menjadi manunggal dan melekat erat dengan kepribadian. Setelah hal itu dicapai barulah diri kita akan menjadi sebuah magnet untuk segala kekayaan dan kemakmuran secara lahir batin.

Dengan senantisa mendawamkan atau beristiqomah menyebut AsmaNya, yang merupakan nama DzatNya. Maka secara otomatis seluruh nama-nama yang mewakili sebuah sifat dan karakter khusus dari Dzat akan turut serta melekat dan menjadi kepribadian kita juga. Pancaran energi Asmaul Husna akan menyinari kepribadian kita dan menjadi spirit dari sifat kita. manunggal dan fana ke dalam AsmaNya.

Oleh karena itu manfaatkanlah setiap denyut nadi dan setiap tarikan nafas kita dengan selalu berzikir menyebut AsmaNya sebanyak-banyaknya. Karena setiap moment itu adalah moment pembentukan diri kita untuk menuju penyempurnaan diri kita menjadi manusia yang sempurna atau Insan Kamil. Manusia yang sempurna tentu secara lahir batin akan memperoleh kenikmatan dan kebahagian dari Allah dengan sempurna pula. Termasuk hidup senantiasa berkecukupan, tidak kurang sandang ataupun pangan.

Sesuai Moto NAQS DNA : Meraih kehidupan Yang SELAMAT, SEHAT, MAKMUR & SEJAHTERA DI DUNIA DAN AKHERAT.

Ihdinas shirotol Mustaqiem, Shirotolladziina an'amta 'alaihim. ghoiril maghdhubi 'alaihim wa ladzoolin. Amin...

Salam Ukhuwah untuk semua sahabat.......

Referensi Artikel :
Ngopi bersama Malaikat
Berburu Khodam
Resonansi Diri dengan nama Tuhan (Asma'ul Husna)