ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 17 Desember 2012

QUANTUM LADUNI (QL)

"Banyak orang mengira, bahwa “Ilmu Laduni” itu sangat sulit didapat. Mereka berkata bahwa Ilmu Laduni itu berada diluar jangkauan manusia, padahal tidaklah demikian. Untuk mendapatkan Ilmu Laduni ini hanya dengan jalan membangun sebab-sebab yang dapat menghasilkan akibat."

Quantum Laduni Quotient (Quantum Kecerdasan Laduni) atau di singkat Quantum Laduni (QL) adalah merupakan kulminasi dan intisari dari pelatihan Quantum Mind Technology. Atau merupakan sebuah internalisasi penguasaan (Mastery) dari keilmuan yang telah diberikan, dalam bahasa NLP level penguasaan kompetensi ini disebut Unconscious Competence (Suatu kompetensi/keahlian yg sudah mbalung sumsum menyatu dengan diri dan akan secara otomatis muncul di saat diperlukan). Dan mulai di pelatihan yang akan datang, akan saya kupas dan kaji dengan lebih dalam.

Hal itu ditandai dengan kemampuan siswa yang sudah berjalan secara otomatis tanpa perlu banyak berfikir. Seakan-akan mengalir begitu saja. Secara Refleks muncul saat diperlukan, Daya refleks serta daya intuisi siswa meningkat semakin tajam. Ya... Qolbu sudah selaras dengan Pusat Kecerdasan dan kebijaksanaan yang tak terbatas di Zona Quantum Ikhlas Inti Qolbu. Selaras dengan daya Ilahi, dan teraliri oleh Daya Ilahi setiap saat dan setiap waktu. Senantiasa Memperoleh bimbingan dan tuntunan dari Ilahi, mampu mendengar serta berkomunikasi dengan Tuhan setiap saat melalui tuntunan Ilahi yang ada di hati Nuraninya.

Ada yang mengatakan laduni itu ilmunya para wali. Trus...
Kok saya punya Program Pelajaran Quantum Laduni dalam Workshop Quantum Mind Technology. emangnya anda ini apakah termasuk wali.... Demikian tanya seorang sahabat....

Maka saya jawab, saya hanya seorang Wali Murid yg sedang memodel (meneladani) para Waliyullah..... Bolehkan....?
Hehehehe......

Al-Imam as-Suyuti ra. berkata:
Banyak orang mengira, bahwa “Ilmu Laduni” itu sangat sulit didapat. Mereka berkata bahwa Ilmu Laduni itu berada diluar jangkauan manusia, padahal tidaklah demikian. Untuk mendapatkan Ilmu Laduni ini hanya dengan jalan membangun sebab-sebab yang dapat menghasilkan akibat.

Bagi para filusuf, kesempurnaan manusia diperoleh melalui pengetahuan akal (ma’rifat aqliyah), sedangkan para sufi melalui pengetahuan hati (ma’rifat qalbiyah). Akal dan hati sama-sama merupakan daya berpikir.

Menurut sufi, hati yang bersifat nurani itulah sebagai wadah atau sumber ma’rifat –suatu alat untuk mengetahui hal-hal yang Ilahi.

Penggalian model-model kecerdasan untuk mempercepat proses berpikir, masih terus dilakukan para ahli di bidangnya. Setelah ditemukan belahan otak kanan dan otak kiri, kini ditemukan lagi pilahan otak tengah. Penemuan-penemuan tersebut dimaksudkan untuk mempercepat proses kecerdasan tersebut. Lalu, adakah model-model kecerdasan yang bisa digali dari al-Qur’an? “Kecerdasan otak hanya bagian kecil dari seluruh totalitas kecerdasan manusia. Dalam bahasa agama kita mengenal istilah qalbun salim dan aqlun dzakiyyun… hati dan akal yang tercerahkan,” tutur Ilung S. Enha, Penulis buku Laduni Quotient; Model Kecerdasan Masa Depan.

Untuk bisa memperoleh kecerdasan laduni, seseorang harus sanggup masuk ke pusat gravitasi energi ruh. Di ruang pusat gravitasi energi ruh tak hanya menyimpan energi kecerdasan semata, melainkan juga energi kekuatan, energi kecermatan, energi percepatan, energi kesabaran, energi keikhlasan, energi gerak yang tiada kenal putus asa, energi niat dan kesungguhan, energi inovasi, energi hening dan kebeningan, serta sederet energi-energi lain yang bisa kita perpanjang sendiri.

Di wilayah pusat energi ruh inilah, segala bentuk energi itu telah manunggal menjadi satu-kesatuan yang tak terpilahkan. Dengan benih energi inilah, apa yang saya sebut dengan Quantum Laduni Quotient (Quantum Kecerdasan Laduni) tumbuh dan berkembang.

Mula-mula benih itu tertanam di kedalaman lubb. Lalu dipancarkan oleh bashîrah ke dalam ruangan qalb. Dari sana kemudian mengalir menuju fu’âd dan shadr. Lantas disambungkan oleh akal ke tabung intuisi dan tabung pikiran. Dengan totalitas kecerdasan itulah, seseorang akan dapat menyongsong seruan-Nya: “Dan bertakwalah, niscaya Allah yang mengajarimu.” (QS. al-Baqarah: 282).

QUANTUM LADUNI sesungguhnya merupakan kecerdasan pemikiran yang bersifat ruhaniah. QL tak datang dengan tiba-tiba. Kinerja QL tidak saja memerlukan optimalisasi dari potensi otak, melainkan pula dengan mendayagunakan akal, melipatgandakan potensi hati, hingga merambah ke wilayah ruh-ruhaniah. Itulah sebabnya, kecer­dasan laduni tak mungkin tumbuh hanya dengan meng­gu­nakan potensi berpikir, namun juga dengan mendayagunakan Potensi Inti Ruh.. Dengan menggabungkan kedua potensi itu serta dipadukan dengan getaran Kesadaran Murni Inti Ruh dan kebeningan doa, kecerdasan laduni akan tumbuh pada jiwa seseorang.

Banyak temuan baru dibidang genetika perilaku dan neurobiologi, menunjukkan bahwa setiap manusia sudah diwarisi dalam dirinya kecenderungan yang membuat otaknya haus sekaligus siap menerima tuntunan “Kekuatan yang lebih tinggi”. Kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Karena itu manusia menggeser fokus pengembangan diri dari proses yang berbasis pikiran dan kinerja otak menuju proses yang lebih berbasiskan perasaan dan kinerja jantung (QOLBU). Sebuah proses pengembangan diri yang menggabungkan kekuatan sains dan motivasi ketuhanan (spiritual).

Karena kita sudah melihat bagaimana proses pengembangan diri yang melambungkan ego (fikiran) manusia dan telah berhasil menciptakan berbagai kenyaman hidup, hanya berhasil sedikit dalam memberi sumbangsih untuk kebahagiaan hidup.

Kita sering melihat semakin sukses seseorang semakin jauh rasanya dia dengan kebahagiaan yang dia cari, bagai menggali sumur tanpa dasar untuk menyegarkan dahaganya yang tak terpuaskan. Sejengkal kesuksesan yang berhasil diraih manusia harus dibayar oleh semakin lebarnya jurang permusuhan dan penderitaan yang menganga diantara sesama manusia, makhluk dan bahkan dengan Tuhannya.

Bila dikaitkan dengan konsepsi kecerdasan yang selama ini telah diakrabi semisal Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), Laduni Quotient (LQ)~Kecerdasan Laduni, mengisi celah-celah kekosongan paradigmatik-eksistensial yang ditanggalkan.

Konsepsi kecerdasan itu masih mengabaikan ruang ruhani dengan segala perangkatnya (dzauq, aql, shadr, fu’âd, qalb, bashîrah, dan lubb) yang beroperasi di wilayah hati. Karena itu, takkan sanggup mengungkap kebenaran realitas dengan se­benar-benarnya dan seterang-terangnya. Apalagi arus globalisasi dan teknologi informasi yang terus bergelombang acapkali menciptakan pusaran persoalan yang pelik. Tak jarang manusia tiba-tiba tergeragap. Menyadari betapa akal buntu berpikir dan bebal. Emosi pun liar serupa daun kering yang mudah terbakar. Sampai-sampai terombang-ambing di tengah ketidakpastian.

Fenomena ini sering menghantui masyarakat modern di tengah realitas serba tak terduga (hiperrealitas). Potensi kecerdasan IQ, EQ, SQ, dan ESQ tak mampu lagi menjadi sandaran. Untuk itu, dibutuh­kan sebuah logika yang lebih luas dan lebih dalam dari itu. Logika laduni merupakan pengejawantahan dari kecerdasan ruhaniah yang merupakan puncak akumu­lasi dari logika rasional, logika intuitif, dan logika spiritual.

QUANTUM LADUNI (QL) mengusung misi memadukan perangkat kecerdasan otak dan perangkat kecerdasan hati, untuk kemudian dihu­bung­kan ke pusat atmosfir energi ruh. Sebab, untuk dapat mem­fungsi­kan Laduni Quotien (LQ) dibutuhkan energi yang sangat besar. Sedangkan energi yang berkumpar di dalam hati, masih kurang mencukupi. Apalagi sekadar energi yang terkandung di dalam otak manusia.

Di ruang pusat atmosfir energi ruh terkandung segala bentuk energi yang dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup ma­nusia dan guna mempercepat proses kecerdasan. Tak hanya ener­gi kecerdasan yang tersimpan di sana, melainkan juga ener­gi kesadaran, energi kekuatan, energi kecermatan, energi perce­pat­an, energi kesabaran, energi keikhlasan, energi gerak yang tiada kenal putus asa, energi niat dan kesungguhan, energi ino­vasi, energi hening dan kebeningan, serta sederet energi-energi lain yang bisa diurai sendiri.

Change your Mind, Upgrade Your soul, Change your life!

".dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." QS. Asy-Syams 91:7-10 )

"Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan."( QS. Az-Zumar 39:70 )

Upgrade Your Soft Skills
Join Us in