ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 06 Mei 2013

PANDUAN THE SECRET OF THIRD EYE (RAHASIA MATA KETIGA)

PAKET PANDUAN THE SECRET OF THIRD EYE (RAHASIA MATA KETIGA)
Cara Mudah Untuk Aktivasi & Berlatih Mata Ketiga untuk Mengoptimalkan Daya Intuisi dan kemampuan indra ke enam dalam mengakses Data & Informasi Yang Ada di Alam Bawah Sadar (Personal Unconscious) & Kesadaran Universal (Collective Unconscious).


Isi Paket berupa Buku & CD yg berisi :
1. Panduan Self Hypnosis (Meditasi MK3).
2. Panduan Deep Trance Relaxation Alpha Theta.
3. Audiobook, Buku Cetak, & eBook Manual.
4. Audio Gelombang Otak, Meditasi, & Rileksasi

Investasi : Rp. 750.000,-
Order ke : 081 231 649 477
Web : www.NAQSDNA.com

Audiobook Preview : http://youtu.be/OW6SmhlQiyg

MATA KETIGA
Mata ketiga diasosiasikan dengan chakra Ajna yang terletak pada kening, sedikit diatas pertengahan kedua alis mata. Ajna juga dekat asosiasinya dengan kelenjar pineal/pineal gland yang sering disebut sebagai mata ketiga yang sebenarnya.

Filosofer perancis Rene Descartes mempercayai bahwa pineal gland ini merupakan “the Seat of the soul” (tempat duduknya jiwa) dimana koneksi pikiran dan tubuh dapat bertemu.

Kelenjar yang berukuran sebesar biji kacang ini biasanya tidak/kurang aktif bagi majoritas orang tetapi latihan di bawah nanti bila dilakukan dengan benar akan dapat membangunkan dan menstimulasinya sehingga menjadi lebih aktif.

Fungsi Mata ketiga:
melihat energi
melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi
melihat tembus pandang
Mempertajam Intuisi & Indra Ke enam.
DLL.

Pusat Intuisi
Setelah terbuka, mata ketiga mulai mengalami pertumbuhan hingga mencapai sempurna. Kecepatan pertumbuhan itu sendiri pada masing – masing orang tidak sama. Banyak faktor yang mempengaruhinya.

Ilmuwan “Menemukan Kembali” Mata Ketiga
Pentingnya mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabad-abad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop yang tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev, “Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu tempat di dalam dahi.”

Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan, “Tradisi orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”

Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah Berita # 133,“The Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin)”.

Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata ketiga manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat membuat keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi vital.

Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat “melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali dengan Tuhan“ untuk mendapatkan perannya yang benar.

Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani: Bahkan saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada saat kita mempunyai firasat, kelenjar ini bergetar dengan perlahan; ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana mestinya.

Mungkin keterangan Puruker tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata kebijaksanaan adalah titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali dengan Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. [MK3]

Manfaat Mengembangkan Mata Ketiga
Sahabat....
Indra ke enam merupakan indra yang kita asah melalui mata ketiga, dan hal itu tidak harus selalu terkait dengan dunia gaib. Alam jin, gendruwo, kuntilanak, dll. Ataupun dunia ramal-meramal, trawangan, dll. he...he..he..

Nah, itulah salah kaprahnya kita bangsa indonesia, sukanya cari ketrampilan yang tidak compatible dengan kebutuhannya. Paling suka kalau disebut orang sakti, tetapi ilmu kesaktiannya tadi tidak bermanfaat untuk membawanya ke puncak tangga sukses. Ya, karena paling banter ilmunya tadi hanya menunjang untuk jadi Paranormal, sebuah profesi yang agaknya cukup banyak diminati oleh masyarakat kita. he..he..he..

Padahal indra ke enam, the six sense, atau Intuisi tidaklah terbatas pada dunia gaib dan dunia ramal-meramal semata. Namun itu terkait dengan segala bidang kehidupan, setiap manusia mempunyai bakat kepekaan indra ke enam. Dan menurut saya, pengembangan Indra ke enam yang terbaik haruslah dapat membawa manfaat bagi kehidupannya dan terutama dapat menunjang apapun profesi yang di gelutinya.

Area yang mengunakan intuisi untuk pengambilan keputusan, sebagai berikut:
✔ Corporate Strategy Planning 79,9%
✔ Human Resources Development 78,6%
✔ Marketing 76,8%
✔ Research & Development 71,6%
✔ Finance 31,1%
✔ Production & Operation 27,7%

Dari ilustrasi di atas, nampak bahwa untuk aspek yang mudah dikuantifikasi seperti bidang keuangan, produksi dan operasi jarang sekali menggunakan intuisi sebagai landasan membuat keputusan.

Manfaat dari mengembangkan intuisi
✔ Membantu Anda mengurangi stres dengan mengidentifikasi dan menangani masalah secara lebih efektif
✔ Mengeluarkan kreativitas dan imajinasi
✔ Menghubungkan diri dengan bawah sadar, sehingga dapat mengungkap kebenaran tersembunyi tentang diri sendiri dan situasi dalam hidup
✔ Karena terhubung dengan intuisi akan menghindari terjadi penumpukan emosi dan pikiran negatif
✔ Mengintegrasikan fungsi otak kiri dan kanan, memberikan Anda perspektif yang lebih lengkap tentang berbagai isu
✔ Membantu keputusan yang lebih integratif
✔ Meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional

Mengembangkan intuisi sama seperti belajar keterampilan baru. Semakin banyak Anda berlatih, hasilnya semakin baik. Seperti halnya latihan baru atau rutinitas yang sebelumnya tidak terbiasa, namun dengan perlahan-lahan dan secara bertahap akan terbangun intuisi yang kuat.

Intuisi kadang-kadang disebut sebagai bimbingan batin, merupakan suatu mekanisme batin atau mengetahui secara naluriah tanpa membutuhkan atau menggunakan proses berpikir logis. Intuisi merupakan alternatif sumber pengetahuan, tingkat kesadaran, atau sebagian orang menyebutnya, suara batin. Kita semua memiliki mekanisme ini dengan berbagai tingkatan serta kemampuan untuk mengembangkan intuisi lebih lanjut.

Alasan pentingnya mengembangkan intuisi
Banyak pemikir besar - dari Immanuel Kant sampai Carl Jung menekankan pentingnya intuisi dan dampaknya yang besar terhadap kehidupan pribadi dan profesional. Mereka mendefinisikannya sebagai pengetahuan 'a priori', dan sebagai alat penting dan sangat kita perlukan sebagai manusia.

Menurut Jung, intuisi adalah salah satu dari empat fungsi utama dari pikiran manusia berikut sensasi, pikiran, dan perasaan. Dengan menyeimbangkan semua fungsi ini dalam diri kita sendiri, kita memiliki kemampuan untuk memaksimalkan potensi kita.

Jung mengatakan:
"Saya menganggap intuisi sebagai fungsi psikologis dasar yang menengahi persepsi dengan cara tidak sadar. Intuisi memungkinkan kita terhadap kemungkinan situasi yang bersifat ilahi....."

Intuisi juga merupakan sarana ekspresi diri kreatif, terutama dalam dunia seni, musik dan sastra. Namun intuisi tidak terbatas pada seni kreatif saja. Banyak orang yang mencapai sukses luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, bisnis dan kewirausahaan menarik banyak keberuntungan dan ketenaran karena kemampuan mereka untuk membuat keputusan penting dengan mengikuti 'firasat', atau intuitif, atau 'insting'.

Intuisi adalah keterhubungan Anda ke pikiran bawah sadar, yakni bagaimana pikiran bawah sadar berkomunikasi dengan pikiran sadar. Itu sebabnya mengapa intuisi seperti sumber kreatif yang menakjubkan, mengandung kebijaksanaan dan pemahaman. Intuisi melampaui pengalaman atau penalaran.

Fakta Ilmiah : Intuisi Penentu Sukses Manusia
✔ Para astronot NASA menghabiskan 90% waktunya untuk berlatih bereaksi secara intuitif.
✔ Ray Croc membeli franchise Mc Donalds dengan harga yang kelewat tinggi sebenarnya uangnya tidak cukup banyak untuk membeli waralaba tersebut, tapi dia mengatakan “Intuisi saya mendorong saya untuk tetap membelinya dan harus”. Firasat itu terbukti benar, Mc Donalds pertama kali hanya ada satu di California, tapi sekarang sudah menjadi franchise yang mendunia.
✔ George Eastment pendiri Eastment Kodak, menyatakan bahwa merk “KODAK” yang melegenda itu huruf “K” muncul secara intuitif.
✔ Sam Walton pendiri Walt Mart menggunakan intuisinya ketika mendirikan sebuah toko pada 1961 kini ada lebih dari 1.300 toko di seluruh Dunia.
✔ Riset dari New Jersey Institute of Technology menemukan bahwa 80% pimpinan perusahaan yang mampu menghasilkan profit dua kali lipat dalam lima tahun menggunakan kemampuan intuitif.
✔ John Mihalasky dan E Douglas Dean menemukan bahwa 80% CEO yang sukses memiliki intuisi di atas rata-rata. Hasil riset International Inctitute for management Lausanne Swiss, para manajer sukses menggunakan intuisi dalam mengambil keputusan sebagian besar bisnisnya.