ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 10 Oktober 2013

Standard Training Profesional Hipnoterapis

Idealnya berapa jam pelajaran dalam Training Hypnoterapist Professional itu..?

Pak Adi W Gunawan menyatakan bahwa untuk menjadi seorang Clinical Hipnoterapis yang Profesional, bahkan pendidikan selama 200 jam pelajaran itu masihlah belum cukup... belajar itu seumur hidup...

Dan pelajaran terbaik adalah mempelajari masalah klien/pasien. Dari permasalahan klienlah ilmu kita akan berkembang. dan ini artinya adalah Jam Terbang....

Tingginya jam terbang anda dalam mempraktekkan hipnoterapilah yang akan mencetak anda menjadi profesional hipnoterapist yang sesungguhnya.....

Oleh karena itulah Pak Yan Nurindra di IBH dan juga saya di NBH berani memberikan sertifikasi Hipnoterapist dengan standard 16 jam pelajaran. Dengan 8 jam di Kelas Fundamental Hypnotherapy dan 8 Jam selanjutnya di kelas Advanced Hypnotherapy. Dan 16 Jam pelajaran tersebut sudahlah cukup sebagai bekal kemampuan dasar. Karena jam pelajaran selanjutnya bukanlah di ruangan kelas, tetapi di ruangan praktek anda masing-masing.....

Dan agar jam terbang anda tinggi, modalnya cuman satu ; BERANI MEMULAI UNTUK PRAKTEK

Selain jam terbang, kemampuan seorang hipnoterapis juga sangat ditentukan oleh ketekunanya dalam mengembangkan ketrampilannya secara mandiri dengan memperbanyak belajar mengenai hipnoterapi dari berbagai literatur. Dan kalau perlu dengan memperdalam beberapa tekhnik khusus dalam pelatihan khusus, misalnya memperdalam tekhnik Part Therapy dengan mengikuti Training Ego State Therapy, memperdalam tekhnik Ericksonian Hypnotherapy, atau bahkan memperluas wawasan mengenai aplikasi-aplikasi Mind Technology yang lain semisal Quantum Mind Technology, dll. Karena aplikasi ilmu hipnosis itu sangatlah luas.

Pak Adi W Gunawan juga pernah menulis di Fanspagenya bahwa inti dari Hipnoterapi adalah Terapi ~bisa menggunakan teknik apa saja ~ yang dilakukan dalam kondisi hipnosis. Sedangkan Definisi Hipnosis adalah penembusan faktor kritis dari pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu sugesti atau perintah tertentu. Jadi, dalam definisi ini sama sekali tidak ada bicara tentang relaksasi fisik. Hipnosis adalah relaksasi pikiran.. Nah, bila menilik dari paparan beliau tersebut, betapa luasnya cakupan dari hipnoterapi dan hipnosis bukan...??? Link : https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10151625655046938


Dan berikut ini adalah pendapat pak Yan Nurindra yang saya kutip dari situsnya :
Hipnotis pada dasarnya adalah suatu ketrampilan yang mudah untuk dikuasai oleh siapapun, selama arah pembelajaran sudah benar dari sejak awal. Salah satu yang paling menghambat seseorang dalam mempelajari hipnotis adalah keyakinan yang salah tentang hipnotisme itu sendiri. Hipnotis walaupun seringkali menunjukkan hal-hal yang spektakuler, nyaris tidak masuk di akal, sesungguhnya suatu peristiwa sehari-hari, dan merupakan suatu bentuk seni komunikasi persuasif. Banyak orang tidak mempercayai bahwa sugesti dapat menghasilkan efek yang sangat dahsyat dan tidak masuk di akal.

Jika kita sudah dapat meyakini bahwa hipnotis merupakan suatu implementasi dari suatu seni komunikasi persuasif, maka selanjutnya permasalahan akan menjadi sederhana, dan akan bermuara kepada persoalan berlatih. Komunikasi persuasif membutuhkan latihan latihan, dan latihan.

Saya merupakan pelopor dari pelatihan hipnotis cepat, dan saya perkenalkan kepada umum sejak tahun 2002. Saya sering mengikuti pelatihan hipnotis & hipnoterapi di luar negeri dan umumnya selalu memiliki format berdurasi panjang, yaitu sekitar 10-12 hari atau setara dengan 100 jam. Nah, apa sebabnya saya justru membuat pelatihan hipnotis di Indonesia jauh lebih cepat dari pelatihan standar di luar negeri ? Apa alasannya ?

Saya mengamati bahwa pengetahuan hipnotis, sesungguhnya dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu : hipnotis dan aplikasi hipnotis. Jika kita sekedar berbicara tentang hipnotis, yaitu tentang trance, tentang pikiran bawah sadar, tentang bagaimana membawa seseorang ke kondisi hipnosa, dan seterusnya, maka pelatihan sepanjang 8 jam sudah sangat cukup, tentu saja dengan suatu sistem yang benar-benar efektif dan efisien.

Ketika seseorang sudah menguasai hipnotis, setidaknya dapat menghipnotis orang lain, maka untuk apa akhirnya hipnotis ini ? Nah, kita mulai berbicara tentang ranah aplikasi hipnotis. Saat ini cukup banyak bidang aplikasi dari hipnotis, dan kelompok yang terbesar adalah : Stage Hypnotism (hipnotis hiburan), dan Hypnotherapy (hipnotis untuk penyembuhan).

Ketika berbicara tentang ranah aplikasi, maka persoalannya menjadi relatif, yaitu kita ingin menekuni aplikasi hipnotis ini sedalam apa ? Sekedarnya atau benar-benar ingin menjadi seorang ahli atau seorang spesialis ? Untuk ini tentu dibutuhkan pelatihan yang sesuai dengan kedalaman yang kita inginkan.

Sebagai contoh, bagi mereka yang ingin menekuni bidang Stage Hypnotism secara profesional, maka dapat mengikuti berbagai pelatihan tingkat lanjutan tentang ini, dimana titik berat dari pelatihan berikutnya bukan lagi menyangkut teknik hipnotis atau pemahaman mengenai trance, melainkan berbagai pengetahuan yang terkait dengan entertainment, misalkan tata-panggung, menyusun repetoar, membuat klimaks, teknik pemilihan audience, teknik marketing, dsb. Pengetahuan dan teknik hipnotis yang dipergunakan tidak berbeda dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya dalam waktu 8 jam tersebut.

Apalagi jika kita ingin menekuni dunia hipnoterapi. Maka tentu pelatihan yang dapat diikuti sangat beragam, mengingat hipnoterapi moderen begitu luasnya dan sudah dipengaruhi oleh pengetahuan psikoterapi. Bahkan dapat dikatakan dunia hipnoterapi seakan samudera yang tidak ada habisnya untuk dipelajari, selalu saja setiap saat terdapat hal yang baru.

Beberapa pelatih memang menetapkan durasi pelatihan yang panjang dengan berbagai alasan. Sesungguhnya, ratusan jam sekalipun tidak akan cukup untuk memuat semua materi tentang hypnosis dan berbagai aplikasinya. Karena Hypnosis pada dasarnya adalah sebuah ketrampilan yang ujian utamanya berlangsung di lapangan bukan di ruang kelas, maka target utama pelatihan di Yan Nurindra School of Hypnotism adalah membuat peserta “Paham” dan “Mampu” melakukan hypnosis begitu keluar dari kelas pelatihan bukan malah membebani peserta dengan ulasan panjang lebar tentang hypnosis. Anda hanya membutuhkan waktu satu hari pelatihan untuk mengerti esensi dari hypnosis dan memahami bagaimana melakukan teknik-teknik dasar hypnosis dengan benar dan aman.

Setelah itu jika Anda ingin menambah pengetahuan, Anda dapat memperoleh berbagai variasi teknik dan aplikasi dengan sangat mudah melalui internet, buku, dll. Satu hal yang harus Anda ingat juga adalah banyaknya pengetahuan yang Anda miliki tidak secara langsung meningkatkan kemahiran Anda. Kemahiran hanya dapat diperoleh dengan berpraktek dan berlatih. Semakin sering Anda berlatih, semakin mahir Anda melakukan hypnosis.

Dan Sesuai dengan kurikulum Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) sebenarnya hanya ada 2 x 8 jam pelatihan formal yang dapat Anda ikuti agar dapat memahami hipnoterapi dengan benar. Pelatihan pertama (tingkat 1) disebut Hypnosis / Hypnotherapy Fundamental. Pelatihan ini memberi bekal peserta dengan berbagai konsep dan teknik-teknik utama hypnosis dan hipnoterapi. Pelatihan kedua (tingkat 2) adalah pelatihan Advanced Hypnotherapy. Pelatihan ke-2 ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah mengikuti pelatihan Hypnotherapy Fundamental dan ingin (tanpa paksaan) mendalami teknik-teknik hypnosis untuk terapi. Dalam pelatihan tingkat lanjut ini, sudah tidak dibahas lagi teknik dasar melainkan berbagai variasi teknik hipnoterapi untuk menangani berbagai kasus khusus yang sangat spesifik seperti fobia, trauma, gangguan motivasi berat, dll.
LAMPIRAN REFERENSI  : 
1. Belajar Hipnotis Cepat, Apakah Mungkin ? http://hipnotis.co/belajar-hipnotis-cepat-apakah-mungkin/
2. FAQ Pelatihan Hipnotis, http://www.hipnotis.net/faq-pelatihan-hipnotis/
3. STATUS PAK ADI W GUNAWAN, SOURCE : https://www.facebook.com/AdiWGunawan/posts/10151700582516938

"Pak Adi, apakah belajar hipnoterapi selama 100 jam ke AWG Institute sudah cukup untuk menjadi terapis yang mampu menangani berbagai masalah emosi dan perilaku?" tanya seorang calon peserta SECH kepada saya melalui inbox.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar menjadi seorang hipnoterapis cakap dan andal?

Pertanyaan ini juga yang dulu sering muncul di benak saya saat pertama belajar hipnosis dan hipnoterapi.

Jawabannya, "Bergantung."

"Bergantung apa?"

Bergantung tujuan kita belajar untuk apa. Ada yang belajar hanya karena ingin tahu. Ada yang belajar karena ingin memperkaya pengetahuannya. Ada yang belajar karena ingin meningkatkan pelayanan profesionalnya dengan menerapkan hipnoterapi. Ada yang belajar dengan berbagai alasan lain.

Bila saya ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar cakap dan andal di bidang hipnoterapi, khususnya hipnoterapi klinis, maka jawaban saya tentu akan sangat subjektif karena berdasar kepercayaan, pengalaman, dan pemahaman pribadi saya, yang tentunya bisa sangat berbeda dengan rekan lainnya.

Standar saya adalah minimal belajar 100 jam tatap muka di kelas. Setelah menguasai dengan baik materi 100 jam dan telah mampu mempraktikkannya dengan lancar, efektif, efisien, maka perlu melanjutkan lagi minimal 100 jam.

Para hipnoterapis alumni AWG Institute yang telah belajar 100 jam sangat mampu dan cakap dalam membantu klien dengan berbagai keluhan yang berhubungan dengan emosi dan perilaku.

Memang saat ini di AWG Institute ada dua jenjang pendidikan dan sertifikasi hipnoterapis. Seratus jam pertama menjadi C.Ht (certified hypnotherapist), bukan Cek Hebat Te :)). Jenjang kedua, seratus jam lagi, untuk menjadi CCH (certified clinical hypnotherapist).

Apakah setelah 200 jam sudah cukup?

Masih belum. Menjadi hipnoterapis profesional membutuhkan pembelajaran sepanjang hayat. Kita dikatakan profesional bila terus menerus mengasah diri, belajar, bertumbuh, berkembang, dan semakin hari menjadi semakin baik di bidang keahlian kita. Ini tidak bisa hanya 100 atau 200 jam belajar. Ini membutuhkan masa belajar seumur hidup karena ilmu selalu berkembang. Saat kita berhenti belajar maka saat itu pula kita berhenti bertumbuh.

Inilah yang selalu saya anjurkan kepada para hipnoterapis lulusan AWG Institute agar terus belajar dari berbagai sumber. Buku paling baik sebagai sumber belajar yang paling sahih adalah buku kehidupan para klien. Sumber lainnya adalah pengalaman para rekan sejawat. Dan tentu tetap perlu membaca jurnal, text book, dan berbagai artikel yang ditulis oleh para pakar hipnoterapi.

Bagaimana menurut Anda?