ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 30 November 2013

Hipnotis Dapat Mengubah Agama Seseorang..??

Benarkah dengan Hipnotis Dapat Mengubah Agama seseorang...?? Simak artikel berikut ini.

Banyak tokoh agamawan yang mengharamkan hipnotis karena dianggap dapat menghilangkan kesadaran seseorang dan bahkan menurut mereka, Hipnotis Dapat Mengubah Agama seseorang. Dan tentu saja ini adalah statement yang ngawur dan tidak berdasar. Sebuah pendapat yang muncul dari keawaman para tokoh tersebut terhadap ilmu hipnosis. Dan mendasarkan pengetahuannya hanya dari tontonan hiburan Stage Hipnosis di televisi, ataupun dari kata orang yang juga sama-sama tidak mengetahui hipnosis, dll.

Bukankah Hipnotis yang ada di Televisi itu sedemikian powerfullnya, sehingga orang menjadi lupa diri dan dapat disuruh apa saja. Bila ahli hipnotis dapat mengendalikan orang sesukanya sebagaimana terlihat di televisi,  bila dia mau mengubah agama seseorang. Tentu bisa juga bukan..?? Demikian mungkin logika yang berkecamuk di dalam pikiran mereka.

Dan merekapun terhipnotis oleh acara televisi tersebut, yang membuat mereka takjub dengan kehebatan ilmu hipnotis. Sekaligus ngeri dan takut dengan dampaknya bila digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Belum lagi gencarnya pemberitaan di mass media mengenai Penipuan yang bermoduskan ilmu Hipnotis. Betapa orang dengan sedemikian mudah menyerahkan uang serta hartanya pada penipu tersebut.

Hal-hal itulah yang semakin memperkuat ketakjuban sekaligus kengerian mereka pada ilmu hipnosis.

Okey, itu persepsi anda. Dan sekarang simak baik-baik kata-kata saya dan baca artikel ini hingga tuntas. Sebagai seorang praktisi Hipnosis. Maka saya katakan bahwa semua persepsi anda itu semuanya salah.

Dan ini yang sebenarnya mengenai pertunjukan Ilmu hipnosis yang ada di televisi. Ketahuilah bahwa semua aksi hipnotis tersebut adalah sudah diatur sebelumnya. Alias sudah di setting dan diatur sedemikian rupa di belakang layar. Semua yang terlibat di dalam show tersebut secara sukarela telah bersedia untuk melakukan adegan yang diminta sesuai dengan settingan sutradara acara. Dan anak kecil juga tahu bahwa itu hanyalah acara hiburan.

Mengenai fenomena hipnotic yang dimunculkan oleh sugesti ahli hipnotis di dalam atraksi tersebut. Seperti lupa nama, lupa angka, sepatu dianggap sebagai HP, dll. Sesungguhnya itu hanyalah bersifat fenomena sementara. Dan sekalipun subyek tidak disadarkan oleh ahli hipnotis alias dibiarkan saja. Subyek dengan sendirinya akan dapat menormalkan dirinya kembali. Karena semua sugesti dari ahli hipnotis akan dilunturkan oleh filter mental  yang ada di dalam pikiran bawah sadar subyek.

Sedangkan mengenai penipuan bermoduskan ilmu hipnotis yang diberitakan oleh mass media. Sebenarnya ini adalah penipuan biasa, Berdasarkan Ilmu Komunikasi dan Ilmu Psikologi Jalanan yang sudah dikuasai dengan baik oleh para preman jalanan. Siapapun yang pernah hidup di jalanan, ataupun sering mengamati kehidupan anak jalanan. Mereka akan tahu, bahwa di jalanan yang berlaku adalah hukum rimba. Siapa yang kuat maka dia yang menjadi penguasa. Dan kekuatan ini tidaklah semata-mata diukur dari kekuatan fisik. Tetapi juga di ukur dari sejauhmana mereka memiliki senjata yang ampuh. Dan ilmu komunikasi yang dapat menipu serta mempengaruhi orang lain adalah salah satu senjata ampuh yang biasanya mereka gunakan.

Jadi itu murni penipuan biasa, berdasarkan penguasan mereka atas psikologi manusia yang mereka pelajari dari sekolah kehidupan di jalanan.

Sekarang mari kita kembali membahas topik pertanyaan di awal artikel ini, Benarkah dengan Hipnotis Dapat Mengubah Agama seseorang...??

Beberapa hari yang lalu saya membaca pernyataan seorang Master Hipnotis dalam status facebooknya yang menyatakan bahwa tekhnik Covert Conversational Hipnosis dapat mengubah akidah atau agama seseorang...

Menanggapi tulisan tersebut tentu saja status tersebut saya tegur dengan keras... Lha wong cari sensasi kok ngawur gt.. memalukan praktisi hipnotis dan seperti orang belum punya pendidikan hipnosis aja..

Lalu apakah Covert Conversation Hipnosis dapat mengubah akidah atau agama seseorang...???

Jawabnya bisa iya dan juga bisa tidak...
Tergantung kasusnya dan juga tergantung subyeknya...

Covert Conversational Hipnosis memang dapat mempengaruhi orang lain tanpa orang lain tersebut tahu bahwa dirinya sedang dipengaruhi..... Dan ilmu ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektifitas komunikasi kita. baik dalam hal negosiasi, penjualan, branding, marketing, selling, Teaching, dll..

Tetapi untuk melakukan perubahan mendasar hingga ke level agama dan keyakinan atau Belief System (Belief, Value, Identity, & Purpose/Spirituality), Yang di dalam hirarki Neuro Logical Levels, The Logical Levels of Change yang dirumuskan oleh Robert Dilts. Belief System merupakan bagian terdalam dari diri seseorang dan berada di puncak piramida Neuro Logical Levels. Tentulah yang dibutuhkan bukan sekedar ilmu hipnosis. Tetapi melibatkan Ilmu Psikologi praktis yang lebih luas lagi cakupannya, yang dirangkum dalam metode Brainwashing atau metode Cuci otak.... Dan waktu serta sesi yang dibutuhkan juga membutuhkan durasi waktu yang lama, bisa bulanan dan bahkan tahunan.....

Karena belief system seseorang sudah terbentuk sejak kecil, dan berakar sangat kuat dan dalam di dalam pikiran bawah sadar, dan sudah menjadi bagian dari jati dirinya (Identitity & Spirituality)... yang menjadi Filter Mental bagi dirinya dan akan meruntuhkan semua sugesti yang tidak sejalan dengannya... perhatikan bagan Neurological Level berikut ini :


Perubahan agama bisa terjadi dengan cepat dan bahkan dalam hitungan menit, bila subyek memang memandang agama sama dengan beli permen..... yang artinya, agama bukanlah sesuatu yg penting bagi dia. Agama bukanlah bagian dari believe system dia, agama bukan bagian dari identitas dirinya, dan agama bukanlah Tujuan Hidupnya. Dan karena ndak penting, pagi sore gonta ganti agama juga bebas saja... Dan untuk orang yg seperti ini, ndak pake dihipnotis juga bisa ganti agama kok... hehehe....

Belief adalah sesuatu yg anda yakini sangat penting bagi anda.. Dan itu belum tentu agama anda...

Definisi : Belief dan Value menurut Adi W. Gunawan :
Belief atau kepercayaan adalah segala sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar. Sedangkan Value atau nilai adalah segala sesuatu yang kita pandang sebagai hal yang penting. Belief dan Value yang diperkuat dengan emosi yang intens adalah program yang bekerja di pikiran bawah sadar. Pilihan hidup, dan kondisi kesehatan kita ditentukan oleh Belief,Value, dan Emosi.

Definisi Belief dan Value menurut NLP :
Value adalah apa yang penting dalam diri seseorang. Apa yang penting bagi seseorang belum tentu memiliki arti penting yang sama bagi orang lain. Contoh value dalam diri seseorang: agama, keluarga, finansial, persahabatan, dsb. Apa urutan pertama dalam diri seseorang akan menentukan fokus terbesar dalam dirinya. Selain itu value juga merupakan motivator terutama dalam hidup seseorang. Sebagai contoh, apabila value yang pertama dalam hidup seseorang adalah keluarga, maka keluarga merupakan motivator terutama dalam hidupnya. Apapun akan dilakukannya pasti ditujukan untuk kebahagiaan dan kebaikan keluarganya karena keluarga merupakan sumber motivasinya yang terutama, yang juga adalah value utama dalam hidupnya.

Sedangkan belief adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Yang terpenting dari belief bukan mengenai benar atau salah, namun empowering atau disempowering. Belief yang empowering adalah keyakinan yang menambah sumber daya dalam diri seseorang sedangkan disempowering adalah belief yang tidak menambah sumber daya dalam diri seseorang.

Dari tulisan di atas tentu anda sdh dpt mengambil kesimpulan bhw yg disebut Believe system bagi sebagian orang, itu tidaklah identik dg agama... Karena kesadaran spiritual yang tumbuh di dalam diri seseorang tidaklah selalu berbanding lurus dengan keber-Agamaan seseorang.

Agama bisa jadi hanya sekedar asesoris untuk bersosial semata. Agama bisa jd hanya sekedar tulisan di KTP saja... Agama belum tentu sesuatu yang penting dan bernilai bagi sebagian orang. Agama bukanlah sesuatu yg berharga Yang harus dipertahankan hingga tetes darah penghabisan... Bagi sebagian orang...

Dan untuk orang seperti ini, tidak perlu hipnotis untuk membuatnya pindah agama..

Mungkin cukup hanya dengan sebungkus sarimi...
Atau sekoper uang...
Atau seorang gadis yg cantik...
Atau perjaka yg tampan...
Atau apapun saja yg baginya jauh lebih penting daripada agama...

Kesimpulannya :
Bila agama seseorang sudah berakar kuat dan sudah menjadi bagian dari Belief System dirinya (Identity & Spirituality). Maka untuk melakukan perubahan di level ini. Tekhnology transformasi yang dibutuhkan sudah bukan lagi ilmu psikologi umum semacam ilmu hipnosis. Tetapi sudah memadukan Berbagai disiplin ilmu psikologis tingkat tinggi. Dengan kata lain, tidak semudah itu ilmu hipnotis yang merupakan cabang dari ilmu psikologi ini dapat merubah agama dan keyakinan seseorang. Terkecuali, bila memang bagi orang tersebut. Agama di dalam hirarki Neurological Levelnya berada di level rendah. Dan untuk itu, dengan sebuah cara yang sederhana sekalipun. Orang tersebut dengan mudah akan melepaskan baju agama yang dia pakai.

Sekian ulasan saya kali ini, kritik dan saran yang membangun. Tentu sangat kami harapkan dari anda semua. Salam sukses untuk anda semua.