ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 04 November 2013

Trainer Hipnotis Sarjana, Hubungannya apa yak..?

emang jadi Trainer Hipnotis itu harus Sarjana yak...??? Lulusan Universitas Ternama, atau punya latar belakang IT, Ilmu Biologi Moleculer, Punya gelar Drs, SH, MBA, MBM, SPd. SMS, dll...

emang harus begitu yak...???
Trus apa hubungannya yak...???

Ini yang terkadang membuat saya jadi tertawa terpingkal-pingkal ketika ada beberapa Trainer Hipnotis Sarjana yang menyombongkan gelar kesarjanaannya, baik di Facebook, maupun di beberapa website. Seolah-olah itu adalah Nilai Lebih bagi ketrampilan hipnosis yang dia kuasai.

Inilah Ijazah & Gelar Minded yang masih menguasai iklim dunia profesionalitas di Indonesia. Seolah-olah kalau sudah Sarjana, pasti Tok Cer dah.... Jadi walaupun di dalam pekerjaan dia tidak mumpuni, asal punya gelar sarjana. Langsung deh, dia akan menduduki kursi yang cukup tinggi di dalam suatu perusahaan. dan menyalip karyawan-karyawan senior yang sudah lebih dahulu mengabdi di sana, yang sebenarnya sangat trampil dan menguasai pekerjaannya. Hanya saja ijazahnya cuman SMP atau SMA.

Lalu, apa hubungannya ketrampilan hipnosis dengan gelar sarjana...???
Karena Ilmu Hipnosis ini ilmu yang universal, dan dapat dipelajari oleh siapapun, dan dari strata pendidikan apapun saja. Baik lulusan SD, SMP, SMA, S1, S2, hingga S3T2 alias SD SMP SMA Tidak Tamat. Yang penting orangnya bisa ngomong dengan lancar, maka dia dapat belajar ilmu hipnosis.

Dan siapapun saja yang rajin praktek dan latihan, maka ketrampilan hipnosisnya tentu lebih tajam.

Hipnosis itu ilmu kehidupan, ilmu tentang kesadaran manusia. Dan bukan ilmu tekhnology tinggi permesinan, perkapalan, dll.. Yang menuntut kecerdasan tingkat tinggi, ataupun latar belakang pendidikan yang tinggi.

Saya banyak mengenal praktisi Hipnosis yang hanya lulusan SMP, dan mereka jago dan trampil dalam menghipnotis.

Jadi, untuk menjadi seorang Master Hipnotis yang menguasai Ilmu hipnosis dengan baik. Apapun latar belakang pendidikannya itu bukan masalah yang utama.

Mungkin anda mau bilang, bahwa hipnosis khan terkait dengan gelombang otak. Nah, untuk bisa bicara mengenai gelombang otak itu khan harus mempunyai dasar pendidikan yang cukup memadai.....???

Okey, dengerin nih ya...
Anda mengerti atau tidak teori gelombang otak, anda tetap dapat menguasai ilmu hipnosis dengan baik. Karena Kondisi Hipnosis itu tidak identik dengan gelombang otak.

Secara jelas U.S. Department of Education, Human Services Division, mendefinisikan bahwa; “Hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “Hypnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti”.

Nah, baca tuh definisi seribu kali....
Dimana ada kata-kata atau kalimat yang menunjukkan mengenai Gelombang otak....???

Lalu apakah dengan tulisan ini berarti para sarjana tidak boleh menjadi Master Hipnotis....???

Tentu saja boleh saudara, anda jangan salah mengerti....
Bila anda adalah seorang sarjana dan juga menguasai Ilmu Hipnosis, itu sangat bagus. Saya mendukung anda seratus persen.... Hanya saja, sesuai dengan tulisan saya di awal. Kesarjanaan anda tidak menjamin penguasaan anda terhadap ilmu hipnosis bila anda tidak pernah praktek dan hanya sibuk baca teori ilmu hipnosis.

Jadi sarjana atau bukan, inti penguasan Ilmu Hipnosis adalah praktek. Sekali lagi praktek. Practice Make Perfect. Dengan semakin banyaknya anda latihan dan praktek, maka ilmu anda akan menjadi semakin sempurna. Itu intinya....

Dan menurut saya, bila anda terlalu menyombongkan gelar anda. Itu artinya exclusivisme diri. Dan bisa-bisa anda menjadi minim media praktek. Karena anda tidak mau praktek sembarangan, tidak mau mengasah kemampuan anda di luar komunitas anda. Padahal di komunitas yang High Tech bin High Class seperti itu, sangat jarang orang yang mau jadi subject hipnotis. Gengsi khan...? Masak Orang High Class bin High Tech kok kena di hipnotis.... hehehehe....

Beda dengan di jalanan....
Anda bisa praktek hipnotis dengan siapa saja. Banyak orang yang mau jadi sukarelawan. Karena banyak yang penasaran untuk merasakan di hipnotis. Dan akan banyak yang berterima kasih pada anda karena telah diberi sesi hipnoterapi gratis.

So...
Apakah anda tetap mempertahankan kesombongan serta Exclusivisme Diri anda, dan menyombongkan diri sebagai Trainer Hipnotis Sarjana. Itu sih terserah anda... hehehehehe....

Yang jelas, untuk menguasai ilmu hipnosis. Siapapun saja bisa, asal bisa berkomunikasi dengan baik. Jadi bila anda hanya berpendidikan rendah. Don't Worry and be happy... Andapun bisa menjadi Master Hipnotis yang baik. Dan bahkan mungkin lebih baik dari mereka yang suka pakai bahasa yang sok hightech... Karena bahasa anda, dimengerti oleh subyek anda. Sehingga semua sugesti anda dapat diterima, dimengerti, dan dijalankan dengan baik oleh alam bawah sadar subyek anda....

Lha, daripada anda ngomong tinggi-tinggi... menyuruh subyek membayangkan Lift, Elevator, dll... tetapi malah bikin bingung subyek. Kenapa...? Karena subyek anda ngeliat lift dan elevator aja seumur-umur belum pernah... Lalu gimana ngebayanginnya...? Tul nggak...? hehehehehe....