ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 10 Januari 2014

Menumbuhkan Cinta Sejati Meraih Cinta Ilahi (Quantum Love Healing Touch)

Menumbuhkan Cinta Sejati Meraih Cinta Ilahi

Apabila Allah mencintai seorang hamba-Nya, Dia menyeru Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia.” Maka jibril mencintai hamba itu lalu Jibril berseru kepada penduduk langit: “Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia.” Maka seluruh penduduk langit mencintai hamba itu, kemudian orang itu pun dijadikan diterima oleh penduduk bumi. [HR. Bukhari dari Abu Hurairah]

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ketika, masa sosialisasi event Training & Terapi Massal Gelombang Cinta (Quantum Love Healing Touch) dilakukan oleh rekan-rekan NAQS DNA HK Community di Hongkong. Ada seorang oknum Ustadz di Hongkong yang berfatwa bahwa event ini tidak selaras dengan Islam.

Sungguh sangat disayangkan, bila komentar serta fatwa yang demikian keluar dari seorang ustadz yang nota bene adalah seorang yang ahli di bidang agama. Apalagi koment seperti itu dikeluarkan tanpa adanya upaya tabayyun terlebih dahulu, tanpa ada usaha mencari kebenaran sebuah berita. Dan langsung saja berfatwa hanya berdasarkan berita sekilas dan juga prasangka serta praduga....

Akhir-akhir ini memang banyak fenomena yang terjadi dalam masyarakat muslim yang berkenaan dengan masalah kasih sayang, seolah-olah ajaran cinta kasih tidak ada di dalam Islam. Dan ajaran Kasih Sayang hanya ada di komunitas agama lain. Benarkah demikian.?

Allah Subhanahu wa Ta'ala mempunyai sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim maka sudah seharusnya manusia sebagai hamba-Nya menyifati dengan sifat penuh cinta dan kasih sayang seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam kehidupan sehari-harinya

Seorang Muslim yang memahami hukum-hukum agamanya yang penuh toleransi akan selalu bersifat penyayang kepada sesama. Dari hatinya terpancar mata air rahmat dan kelembutan karena dia tahu bahwa rahmat kasih sayang yang disebarkan kepada orang lain menjadi penyebab dirinya memperoleh rahmat kasih sayang dari Allah Azza wa Jalla dan dicintai para penghuni langit.

Sebaliknya orang yang tidak mau memberikan kasih sayang kepada orang lain, tidak akan pernah mendapatkan rahmat kasih sayang dari-Nya. Rahmat Allah hanya akan akan tertutup bagi mereka yang termasuk golongan orang-orang yang merugi seperti yang dijelaskan dalam hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berikut ini:

Sayangilah makhluk yang di bumi, maka Dzat yang ada di langit akan menyayangimu” 
(HR. Imam Thabrani)

Barang siapa yang tidak menyayangi orang lain, maka Allah tidak akan menyayanginya” 
(HR. Imam Thabrani)

"Sifat penyayang tidak akan dicabut kecuali dari orang-orang yang celaka” 
(HR Bukhari)

Bahkan rahmat kasih sayang yang dimiliki orang muslim ini tidak hanya terbatas untuk dirinya, keluarga, anak-anak, kaum kerabat serta teman-temannya, tetapi juga menyangkut seluruh umat manusia secara keseluruhan, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah menjadikan kasih sayang sebagai salah satu syarat iman:

Kalian tidak akan beriman sehingga kalian menyayangi, Para sahabatpun bertanya, Wahai Rasulullah, secara keseluruhan kami ini penyayang. “Beliau menjawab, “kasih sayang bukan kepada teman saja tetapi kepada manusia seluruhnya” (HR. Imam Thabrani)

Rahmat kasih sayang ini bersifat umum, rahmat yang menyentuh umat manusia, disebarluaskan Islam kedalam hati setiap orang muslim. Yang dijadikan oleh Islam sebagai karakteristiknya, agar seluruh masyarakat benar-benar saling menyayangi, diwarnai dengan cinta yang murni, nasihat yang tulus dan kelemah lembutan yang mendalam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah teladan dalam hal kasih sayang yang murni, bahkan apabila mendengar tangisan bayi saat beliau mengimami shalat maka beliau memendekkan shalatnya sebagai penghormatan kasih sayang ibunya yang ikut shalat.

Dari Anas ra, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku hendak mengerjakan shalat dan berniat memanjangkan bacaan, lalu aku mendengar tangisan anak kecil, maka aku pendekkan shalatku itu karena saya tahu betapa gelisahnya perasaan ibunya akan tangisan anaknya itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallau Alaihi wa Sallam pernah mencium Hasan bin Ali ra. sedang disamping beliau ada Aqra bin Habis At-Tamimi, lalu Aqra’ berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak, tapi tak satupun yang pernah aku cium” Rasulullah Shallallau Alaihi wa Sallam melihatnya seraya berkata, “Barang siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi,” (HR Bukhari dan Muslim)

Pada saat Umar bin Khattab ra hendak mengangkat seseorang jadi pemimpin bagi kaum muslimin, beliau mendengar ucapan Aqra’ yang berkata, “Sesungguhnya dia tidak pernah mencium anaknya.” Lalu Umar pun membatalkan pengangkatannya seraya berkata, “Jika dirimu tidak menyayangi anak-anakmu, lalu bagaimana mungkin kamu akan menyayangi orang lain?, Demi Allah aku tidak akan mengangkatmu menjadi pemimpin," seraya merobek buku pengangkatan yang sudah disiapkan. Wilayah kasih sayang Rasulullah Shallallau Alaihi wa Sallam telah meluas keseluruh jiwa kaum muslimin dan muslimat, dimana beliau tidak hanya membatasi kasih sayang hanya pada manusia saja, tetapi juga mencakup kasih sayang kepada binatang, seperti yang dikisahkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda:

"Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidah tanda kehausan. Dia berkata, 'Anjing ini kehausan seperti diriku.' Maka dia mengisi terumpahnya dengan air, kemudian air itu diberikannya kepada anjing itu sampai kenyang. Allah mensyukurinyaa dan mengampuninya." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala atas kasih sayang yang diberikan kepada binatang?" Beliau menjawab, "Pada setiap hati yang basah terdapat pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari beberapa contoh cerita diatas Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu menanamkan pada diri kaum muslim suatu rasa kasih sayang yang mendalam, kepada sesama manusia, kepada alam maupun kepada binatang sekalipun, maka apabila manusia mempunyai rasa kasih sayang kepada binatang maka dia akan mempunyai kasih sayang yang lebih kepada sesama manusia. Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam adalah symbol kasih sayang dan perdamaian bagi umat manusia, maka tidak ada alasan bagi kita tidak meneladaninya.

Dan terakhir saya petikkan sebuah hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang sangat agung:
Sayangilah orang yang ada di bumi ini, niscaya engkau akan diberikan rahmat kasih sayang dari langit (Allah),” (HR Imam Thabrani)

Bagaimana dengan kita yang mengaku sebagai umat Rasulullah..?

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Source Hadits : MEDIA ROBBANI