ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 21 Februari 2014

9 Energi Terapi Ruqyah Syar'iyah

9 ENERGI YANG DIBUTUHKAN DALAM TERAPI RUQYAH


Dari Utsman r.a, Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)

Definisi Energi menurut kamus Bahasa Indonesia adalah DAYA / TENAGA

ENERGI menurut kamus Bahasa Indonesia adalah kemampuan untuk melakukan USAHA

Istilah Energi TIDAK ada hubungannya dengan klenik, ilmu mistik, jika masih ada peruqyah yang anti dengan kalimat ENERGI maka dipertanyakan tingkat INTELEKTUALITASNYA .

Dibawah ini adalah macam-macam energi yang di butuhkan dalam terapi ruqyah :

1. Energi konsentrasi :
Selama melakukan ruqyah tidak memikirkan hal-hal lainnya yang dapat mengganggu keshusyukan ketika membaca ayat ruqyah. Daya (energi) Konsentrasi akan berlipat ganda ketika melakukan ruqyah jarak jauh sebab tidak melihat pasien. Jika ketika berhadapan dengan pasien kita dapat fokus namun ketika meruqyah jarak jauh kadang kita dalam sikap seenaknya (tidur-tiduran, sambil buka facebook) ini membuat hilangnya daya konsentrasi.

2. Energi intuisi dan firasat:
Intuisi dan firasat sangat dibutuhkan dalam terapi ruqyah. Dalam menghadapi kasus ruqyah, seorang peruqyah dapat melakukan berbagai macam tehnik treatmen/terapi berdasarkan daya intuisis dan firasat yang diterimanya.

3. Energi visualisasi
Seorang peruqyah ketika meletakkan tangannya atau mengarahkan fikirannya kebagian tubuh yang sakit secara sunnatullah akan terbayang bentuk organ tubuh yang sakit (meruqyah sakit jantung ketika mengarahkan fikirannya atau berniat meruqyah jantungnya maka akan terbayang dibenak bentuk jantung). Kesuksesan meruqyah ditentukan deengan stabilnya daya (energi) visual yang ada dalam benak peruqyah. visual ini akan membuat energi ruqyah fokus menuju lokasi bagian tubuh yang akan kita ruqyah.

4. Energi bashiroh.
Bashirah secara literal berarti persepsi, intelijensi, kebijaksanaan dan juga kesaksian. Definisi bashirah adalah mata hati yang terbuka dan persepsi mendalam, dan sebagai sebuah kemampuan untuk melihat konsekuensi saat berbuat, atau kemampuan untuk melihat ke depan

Bashiroh itu akan terbuka di dalam hati orang-orang yang dekat kepada Allah. Daya (energi) bashiroh dari Allah Ta'ala sangat dibutuhkan dalam terapi ruqyah. dengan banyaknya beribadah kepada Allah daya bashiroh akan semakin banyak kita dapatkan.

5. Energi emosi
Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Dibutuhkan banyak energi emosi positif dalam terapi ruqyah apalagi menghadapi pasien/jin yang merasuk pasien yang kadang membuat kita kesal.

6. Energi nafs/jiwa
Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa sanskerta yang artinya benih kehidupan,dalam bahasa inggris disebut "soul". Dalam berbagai agama dan filsafat, jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal.

Dalam terapi ruqyah , kebersihan jiwa sseorang peruqyah dari semua bentuk kemaksiyatan akan mempengaruhi hasil terapi ruqyah.

7. Energi niat
Secara bahasa, “niat” artinya ‘al-qashdu‘ (keinginan atau tujuan), sedangkan makna secara istilah, yang dijelaskan oleh ulama Malikiah, adalah ‘keinginan seseorang dalam hatinya untuk melakukan sesuatu’.

Dalam terapi ruqyah nurnikanlah niat hanya untuk mengharap ridho Allah bukan untuk mengharapkan uang atau pujian.

8. Energi isyaroh
Dalam pelajaran bahasa arab isyarah adalah kata tunjuk.
Isyarah adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir, bukannya suara, untuk berkomunikasi.

Pada saat terapi ruqyah dibutuhkan banyak daya isyarah ketika melakukan tehnik usapan misalnya mengusap dari pangkal tangan ke ujung jari adalah isyarah untuk mengeluarkan jin yang ada ditangan atau dibagian tubuh lainnya.

9. Energi Fisik
Dibutuhkan daya kekuatan tubuh yang prima dalam meruqyah, jika kondissi tubuh lemah atau lagi sakit maka ruqyahnya tidak akan berhasil dengan sempurna.

JIKA MASIH ADA OKNUM PERUQYAH YANG MENDENGKI DAN TERUS BERBURUK SANGKA PADA SAYA MENGANGGAP ISTILAH YANG SAYA GUNAKAN NYEREMPET BID'AH DAN TIDAK MENGERTI ISTILAH PADANAN KATA MODERN MAKA SEKALI LAGI DIPERTANYAKAN ENERGI JIWA, EMOSI DAN BASHIROHNYA

Source : Perdana Akhmad