ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 31 Maret 2014

Audio Brainwave Entrainment HOAX

Apa itu Brainwave Entrainment..?
Otak manusia terdiri dari Miliaran sel otak yang disebut Neuron yang menggunakan listrik untuk berkomunikasi satu sama lain. Kombinasi jutaan neuron mengirimkan sinyal sekaligus menghasilkan sejumlah besar aktivitas listrik di otak, yang dapat dideteksi menggunakan peralatan kedokteran yang sensitif yaitu EEG [Electro Encephalo Graphy].

Pada riset yang dilakukan selama bertahun-tahun pada berbagai universitas, dapat ditunjukkan bahwa gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang. Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional.

Otak manusia secara umum menghasilkan empat jenis gelombang otak secara bersamaan, yaitu beta, alpha, tetha, delta. Tetapi selalu ada jenis gelombang otak yang dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu. Pola gelombang otak akan berubah sesuai dengan apa yang dilakukan oleh orang tersebut, sebagai contoh pola gelombang otak orang yang sedang tidur sangat berbeda dengan pola gelombang otak orang yang sedang terjaga. Frekuensi gelombang otak diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau perputaran per detik (cps).

Dengan EEG kita bisa mengetahui frekuensi listrik otak yang digolongkan dalam 4 tahapan :

Beta adalah gelombang otak dengan frekuensi paling tinggi (beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz) yang dihasilkan dari proses berpikir secara sadar. Kita menggunakan beta untuk menjalani kehidupan sehari-hari seperti berpikir, berinteraksi, dll .

Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Alfa adalah gelombang otak yang berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra.

Theta adalah gelombang otak pada frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar, biasanya muncul saat kita bermimpi. Gelombang inilah yang membaca rekaman alam bawah sadar kita. Bawah sadar juga merekam materi yang berasal dari kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan. Meski kita dapat masuk ke theta dan membaca rekaman bawah sadar, bila tidak dibantu oleh gelombang alfa dan beta, semua data tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Jadi semua data yang berhubungan emosi, baik itu emosi positif maupun negative, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negative yang tidak teratasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.

Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran nirsadar. Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat datang kondisi sadar, delta dapat muncul bersamaa dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai “radar” yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan-kebijakan dengan level kesadaran psikis yang sangat dalam.

Untuk memperoleh keadaan rileksasi baik itu kondisi Alpha maupun Theta kita bisa menggunakan cara-cara konvensional seperti berbagai teknik pernapasan, teknik meditasi, mendengarkan musik lembut, memakai aroma terapi atau juga dengan teknik pemijatan [massage]. Selain itu anda juga bisa memakai bantuan musik khusus yaitu Brainwave Entrainment.

Dalam bahasa Inggris, Brainwave Entrainment dikenal juga dengan nama brainwave synchronization dan brainwave stimulation. Di Indonesia Brainwave Entrainment dikenal dengan nama Brainwave Therapy atau Terapi Gelombang Otak, Stimulasi Gelombang Otak atau Sinkronisasi Gelombang Otak. Untuk tujuan penulisan artikel ini, kami menyebutnya Brainwave Entrainment karena istilah ini lebih universal.

Brainwave Entrainment bisa didefinisikan sebagai suatu usaha merangsang otak agar menghasilkan gelombang otak dengan pola/frekuensi tertentu sesuai kebutuhan. Cara perangsangannya bisa dengan gelombang suara atau kilatan cahaya. Dari dua cara tersebut, yang paling populer adalah perangsangan gelombang suara karena dinilai lebih efektif, lebih murah dan mudah digunakan.

Fenomena "entrainment" pertama kali ditemukan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Belanda bernama Christian Huygens. Dia punya sebuah ruangan yang berisi beberapa jam bandul (jam kuno yang ada bandul sebagai penggerak). Dia mengamati, waktu demi waktu gerakan bandul menjadi selaras antara satu jam dengan jam lainnya. Padahal pada awalnya gerakan bandul jam tersebut tidak selaras.

Christian Huygens mengulang percobaannya beberapa kali. Dia mulai dengan menggerakkan bandul jam secara berbeda-beda dan hasilnya selalu sama, yaitu: setelah beberapa saat semua bandul jam tersinkronisasi dengan sendirinya. Huygens kemudian menyebut keadaan ini dengan istilah "entrainment". Sedangkan untuk Brainwave Entrainment sendiri baru muncul sejak tahun 1839. Diawali sejak Heinrich Wilhelm Dove menemukan Binaural Beats.

Dalam dunia teknologi pikiran dikenal dengan "frequency following response" yang merupakan fenomena alami yang dimiliki otak manusia. Frequency Following Response adalah sebuah keadaan dimana otak cenderung menyesuaikan frekuensinya dengan frekuensi rangsangan suara atau cahaya yang diterima otak melalui telinga atau mata.

Brainwave Entrainment bisa terjadi dengan sengaja atau tanpa sengaja. Ketika Anda mengalami perubahan gelombang otak menyesuaikan apa yang Anda lihat atau Anda dengar, itu sudah termasuk Brainwave Entrainment. Anda pernah mengalami Brainwave Entrainment walaupun mungkin Anda tidak menyadarinya. Kejadian sehari-hari yang mengandung unsur brainwave entrainment adalah:
  • Anda sedang duduk diam di dekat pantai sambil mendengar deburan ombak dan riak air yang rata-rata ada 10 suara setiap detik. Maka otak Anda akan merespon dengan memproduksi gelombang alpha dengan frekuensi sekitar 10 Hz sehingga Anda merasa rileks, santai dan damai.
  • Sambil beristirahat, Anda mendengarkan musik piano dengan 6 ketukan setiap detiknya, maka otak Anda akan memunculkan gelombang theta, yang mana hal ini akan membuat Anda sangat rileks dan otak Anda menjadi lebih kreatif.
  • Anda mengemudi di malam hari, melewati jalan yang lancar dan ada lampu penerangan di sepanjang jalan. Misalnya Anda melaju pada kecepatan tertentu yang mana Anda melewati 20 lampu setiap detiknya, maka otak Anda akan banyak memproduksi gelombang otak beta dengan frekuensi 20 Hz. Sehingga Anda tetap waspada ketika mengemudi. Seandainya Anda memperlambat kendaraan Anda sehingga Anda hanya melewati 7 lampu per detik, maka otak Anda akan memproduksi gelombang theta sehingga Anda bisa melamun ketika menyetir.
  • Di tempat yang terang, Anda membuka-tutup mata Anda dua kali per detik dan Anda lakukan ini selama kurang lebih 7 menit, Maka otak Anda akan menghasilkan gelombang otak delta dengan frekuensi 2 Hz. Dengan frekuensi serendah ini, Anda akan merasa kantuk.
Kejadian sehari-hari bisa mempengaruhi perubahan gelombang otak Anda. Lalu mengapa Anda butuh stimulasi gelombang otak berteknologi? Anda butuh teknologi karena teknologi memberikan hasil yang lebih akurat dan manfaatnya jangka panjang. Stimulasi alami tidak bisa menghasilkan pola gelombang otak yang kompleks untuk menghasilkan kondisi mental yang spesial, misalnya untuk tujuan mengatasi kecemasan atau mengurangi rasa sakit sebagai efek positif dari kondisi Rileksasi Mental yang dihasilkan oleh Brainwave Entrainment  .

Ada tiga teknologi suara yang digunakan dalam brainwave entrainment, yaitu: binaural beats, monaural beats dan isochronic tones. Selain untuk tujuan mencapai kondisi rileksasi yang dalam, Teknologi Brainwave juga dikembangkan dalam berbagai macam aplikasi, misalnya untuk menurunkan berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, materialisasi, penyembuhan penyakit, Menarik lawan jenis, Meningkatkan Daya Tarik, Membuka Aura, Menarik keberlimpahan rejeki, Menumbuhkan Rasa Percaya Diri, Meningkatkan Kecerdasan IQ, Aktivasi Otak Tengah, Astral Projection, Aktivasi Mata Ketiga, dlsb.

Lalu mengapa saya menyebut bahwa  Audio Brainwave Entrainment HOAX..? Dimana HOAX-nya..?

Silahkan cermati penjelasan Cara Kerja Brainwave Entrainment atau Stimulasi Gelombang otak di atas, atau silahkan cari literatur lain di google mengenai cara kerja Brainwave Entrainment.

Bila menilik cara kerja Brainwave Therapy atau NeuroTherapy yang disampaikan di atas, sebenarnya hasil utama yang diraih dengan Brainwave Entrainment adalah penurunan Frekwensi gelombang otak menuju frekwensi yang dikehendaki. Misalnya dari Level Beta menuju Alpha. Dengan tujuan utama untuk mencapai kondisi pikiran yang rileks, atau rileksasi mental. That's It.. Hanya itu...

Mengapa metode Audio Brainwave Entrainment ini saya sebut hanya sebagai HOAX...

Ya, karena sesungguhnya cara kerja tekhnik audio brainwave itu hanya untuk membawa kesadaran klien memasuki zona pikiran bawah sadarnya, Melalui sebuah tekhnik Induksi Hipnosis yang disebut Progressive Relaxation. Ini hanyalah Sebuah Cara untuk melakukan Self Hipnosis Progressive Relaxation. Titik... Tidak ada hubungannya dengan aplikasi untuk menurunkan berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, Materialisasi, penyembuhan penyakit, Menarik lawan jenis, Menarik keberlimpahan rejeki, Menumbuhkan Rasa Percaya Diri, Meningkatkan IQ, Aktivasi Otak Tengah, Astral Projection, Aktivasi Mata Ketiga, dlsb.

Lalu mengapa metode Audio Brainwave Entrainment efektif..?
Karena Tekhnik Induksi Progressive Relaxation memang merupakan sebuah tekhnik Induksi yang Cukup Efektif. Dan merupakan Tekhnik Induksi Yang Wajib dikuasai oleh seorang praktisi Hipnotherapy.

Namun, sekali lagi saya katakan. Bahwa Tekhnik Brainwave Entrainment hanyalah media untuk Induksi Progressive Relaxation. Lalu bagaimana dia bisa digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang berbagai macam itu.

Sebenarnya struktur Brainwave Therapy ini sama persis dengan struktur Jimat Therapy. Therapy yang menggunakan jimat di kalangan praktisi tradisional.

Yaitu menggunakan Kekuatan Pra Hipnotic Sugesstion (Pra Sugesti) untuk membentuk MindFrame & Believe System klien. Dan itu menurut saya masih menggunakan strategi terapi yang paling dasar dari ilmu hipnosis, yaitu Sugesti Therapy.

Kalaupun mereka bilang bahwa di dalamnya ada Subliminal Message yang frekwensi suaranya tidak terdengar oleh telinga.. Maka saya katakan bahwa itu juga HOAX saja...

Karena sebuah sugesti baru dapat dijalankan oleh pikiran bawah sadar. Jika dan hanya jika, sugesti tersebut dapat diterima, dimengerti, dan difahami oleh subjek.. Yang artinya, sebuah Subliminal Message Baru dapat dijalankan oleh Pikiran Bawah sadar, hanya dan hanya jika Simbol Bahasa yang digunakan sudah ada di dalam data base Memory dari Pikiran Bawah Sadar.

Cth.
  1. Bila subjek anda tidak mengerti bahasa indonesia. Lalu anda melakukan komunikasi hipnosis menggunakan bahasa indonesia. Maka saya jamin, sugesti anda akan gagal dijalankan olehnya. Atau hanya sedikit dampaknya, karena hanya bahasa non verbal saja yang dapat dia fahami dan dia jalankan...
  2. Adanya isu dan berita yang mengHebohkan di kalangan Umat Islam mengenai adanya Simbol-simbol Freemasonry, Aliran Sesat Satanisme, ataupun Simbol Yahudi yang menjadi Subliminal Message Mind Control di berbagai product Import yang beredar di kalangan Muslim. (Bahkan berita ini pernah beredar dalam format SMS berantai ataupun status Facebook berantai.)

    Sesungguhnya, isu ini hanyalah isu yang salah kaprah dan hanya membikin kepanikan yang tidak perlu. Karena walaupun katakanlah benar bahwa ada simbol-simbol tersebut. Simbol-simbol itu tidak ada dampaknya sama sekali. Karena simbol itu tidak dimengerti, serta tidak difahami oleh pikiran bawah sadar sebagian besar umat Islam... Yang.... di dalam pikiran bawah sadarnya tidak menyimpan secuilpun data dan informasi mengenai simbol tersebut.

    Namun justru, pemberitaan yang ramai dan heboh mengenai permasalahan inilah yang malah menjadi media Peng-Input-an Data ke dalam memory pikiran bawah sadar kaum muslimin. dari yang tadinya tidak tahu dan tidak terpengaruh, menjadi tahu dan akhirnya malah menjadi terpengaruh. Nah, kalau sudah begitu.. Lalu siapa sebenarnya Fihak yang menjadi penyebar pengaruh Simbol Setan...? Ya, Umat Islam sendiri bukan...?
Okey kembali ke Laptop... Eh... kembali ke Topik Brainwave Entrainment... Hehehehe...

Jadi, progran audio brainwave itu sendiri tidak mempunyai manfaat therapeutic apapun bila tanpa adanya Pra Sugesti yang menyertainya. Yang terletak di dalam Keterangan Khasiat dan manfaat yang anda baca terkait dengan program tersebut. Disitulah letak kekuatan dan efektifitas metode ini.

Sedangkan Sugesti Therapy itu sendiri adalah sebuah tekhnik strategi terapi yang paling sederhana, Dan tidak dapat menyelesaikan permasalahan psikologis klien yang lebih komplex....

Audio Brainwave itu hanyalah merupakan tekhnik EEG Induction saja. Untuk menembus faktor kritis dari pikiran sadar. Dan belum termasuk sebagai bagian dari Strategi terapi.

Oleh karena itulah, Ruang lingkup Metode NeuroTherapy / Brainwave Therapy yang seperti ini. Hanya mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sederhana dengan berbasiskan Tekhnik Sugesti Terapi. Sedangkan Untuk menyelesaikan masalah yang lebih kompleks. Tentu membutuhkan metode yang lebih advanced lagi.

Lalu apakah saya melarang anda untuk menggunakannya...? Tentu Tidak. Saya mempersilahkan bila anda mau menggunakannya.

Hanya saja, setelah anda memperoleh pemahaman dari artikel ini. Tentu anda menjadi lebih bijaksana bukan..??

Pertama, anda menjadi lebih mengerti bahwa ternyata ada banyak cara untuk melakukan Self Hypnosis dengan Tekhnik Induksi Progressive Relaxation. Dan itu tidak harus menggunakan  Audio Brainwave Entrainment. Anda bisa menggunakan Musik Rileksasi biasa yang sesuai selera anda misalnya.

Kedua, Anda sekarang menjadi tahu. Bahwa Kekuatan utama dari metode Brainwave Therapy adalah terletak pada PRA SUGESTI-nya dan bukan pada Audio Brainwave Entraintmentnya. Sehingga dengan demikian, anda dapat merancang Sugesti & Affirmasi sesuai selera dan kebutuhan anda sendiri dengan media yang lain, selain Audio Brainwave Entraintment.

Demikianlah sekilas tulisan saya mengenai  Audio Brainwave Entrainment, Brainwave Therapy. Semoga bermanfaat untuk anda. Dan dapat menjadikan anda semakin Cerdas dan Bijaksana.

Salam Sukses untuk anda semua...


TTD.
Edi Sugianto, CH CHt CI CT MNLP


INFO : Pelatihan Master Neo Hipnotis : Fundamental Hypnotherapy & 15 Jenis Ilmu Hipnotis.. KLIK : http://goo.gl/3KgmrK

jadwal :
✔ Surabaya, 06 April 2014
✔ Bandung, 13 April 2014
✔ Melaka, Malaysia, 01 Mei 2014
✔ Makasar, 18 Mei 2014
► HONGKONG, 2 Juni 2014

FAQ :

Master Penghusada dan Certified Hypnotherapist.

TANYA : Assalamualaikum master mau nanya perbedaan master penghusada dg master hipno terapi itu apa ? Makasih wasalam

JAWAB : Wa'alaikum salam, Master Penghusada dan Certified Hypnotherapist itu dua jalur keilmuan yang berbeda.... Master Penghusada lebih ke arah jalur terapi yg berbasis energi, Quantum, Metafisika, dan esoteris.. Sedangkan Hypnotherapy, adalah terapi yang berbasiskan Ilmu Psikologi Modern...