ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 22 Juli 2014

Personality Jumping Virtual Guru (Belajar dari Guru Tanpa Wujud)

Personality Jumping Virtual Guru

Bagaimana rasanya bila anda dapat belajar dan berguru ke semua guru yang terhebat yang pernah ada di dunia ini. Baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Anda dapat belajar ilmu apa saja yang anda inginkan, dan bahkan anda dapat berkomunikasi dan berkonsultasi dengan mereka. Guru-guru terhebat dan bijaksana yang ada di segala zaman. Luar Biasa bukan.?

Mungkinkah belajar dari Guru Imajiner alias Guru Tanpa Wujud....???
Mungkin saja dan boleh jadi sangat bisa dilakukan bila anda sudah memahami Tekhnik Personality Jumping Virtual Guru.

Faktor Pertama yang terpenting dari tekhnik Personality Jumping Virtual Guru adalah proses Input Data ke dalam pikiran bawah sadar. Ketika kita mengenal dengan baik kompetensi sang guru, walaupun hanya dari sekedar informasi dari buku. Maka input data awal itu sudah cukup dijadikan sebagai bahan untuk menciptakan Guru Imajiner anda.. Karena seiring dengan kemajuan belajar anda, maka input data yang anda peroleh pada akhirnya akan semakin lengkap. Dan sosok Imajiner yang anda ciptakan juga menjadi semakin sempurna.

Lalu bagaimana hasilnya belajar dari Guru Imajiner..??? Apakah berhasil dengan baik...? Jawabannya bisa iya dan bisa juga tidak... tergantung sejauhmana anda menghayati permainan mental anda ini... dan ini adalah Faktor kedua keberhasilan anda dalam menerapkan tekhnik Personality Jumping Virtual Guru. Yaitu Rasa Suka dan hasrat yang kuat sehingga memunculkan kemampuan untuk menghayati latihan yang anda lakukan.


Al-Kisah....
Salah satu cerita pewayangan Mahabarata mengisahkan bagaimana sang Bambang Ekalaya yang sangat ingin mengusasi Ilmu Panah berniat ingin belajar kepada Begawan Dorna, sang Guru panah terhebat yang ada di zaman itu.

Namun sayang, ternyata Begawan Dorna terikat sumpah bahwa tidak dapat menerima murid lain selain Pandawa dan Kurawa.

Maka Bambang Ekalaya memutuskan untuk menciptakan Guru Virtual dengan membuat sebuah patung sosok Begawan Dorna, dan ia menganggap dirinya dilatih langsung oleh Begawan Dorna yang berujud patung tersebut. Setiap latihan, Bambang Ekalaya menyatukan hati dan pikirannya di depan Begawan Dorna, ia masuk dalam kesadaran Quantum Kontak Roso sehingga menghadirkan Begawan Dorna dalam pikirannya. Kontak Roso dari Bambang Ekalaya membimbingnya bahwa setiap latihan ia ditemani dan diarahkan oleh Begawan Dorna. Bambang Ekalaya melakuan dialog imajiner dalam dirinya. Kalau dalam istilah sekarang semacam Ego State Communication dengan Introject.

Dua anak panah tepat mengenai seekor kijang buruan. Dua orang ksatria mengklaim bahwa merekalah yang berhak atas kijang yang sudah tergolek mati itu. Keduanya tidak ada yang mau mengalah. Hingga akhirnya keduanya bersepakat untuk bertanding memanah. Siapa yang unggul, dialah yang berhak mendapatkan kijang buruan itu. Dua orang ksatria tampan itu adalah Arjuna dan Bambang Ekalaya.

Ekalaya, bukan nama yang familiar tentunya. Tapi dialah satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Arjuna, lelaki pilihan para Dewa dalam adu panah. Ekalaya, nama ini bahkan tidak terdaftar, baik sebagai penduduk Astina maupun Amarta, ia hanya wayang oposan. Ekalaya adalah seorang pangeran dari kaum Nisada. Kaum ini adalah kaum yang paling rendah yaitu kaum pemburu.

Dalam sebuah perburuan kijang di sebuah hutan, panah Ekalaya tiba-tiba datang dari antah berantah dan merontokkan panah Arjuna. Arjuna sangat geram atas peristiwa itu. Kemudian ditantangnya Ekalaya untuk beradu cepat bermain panah. Tanpa diduga Arjuna yang ditahbiskan oleh langit dan bumi sebagai ahli panah, busur panah yang dilepaskannya selalu berhasil dirontokkan oleh anak panah Ekalaya. Geram dan rasa malu melingkupi hati Arjuna. Hingga dia bertanya pada Ekalaya, dari mana dia belajar ketrampilan memanah?

Dengan lantang, Ekalaya menjawab dia belajar dari Mahaguru Durna sama seperti Arjuna. Arjuna seperti disambar geledek disiang bolong. Terngiang di telinganya sumpah Durna yang hanya akan mengangkat murid dari kalangan Pandawa dan Kurawa saja. Durna tidak akan mengangkat murid dari selain Pandawa dan Kurawa.

Arjuna yang dirasuki perasaan cemburu langsung melabrak ke Sokalima, padepokan Durna. Dengan disertai caci maki, dia menghujat Durna yang dinilai Arjuna telah melanggar sumpahnya sendiri. Arjuna juga mengatakan Durna telah berlaku nista dengan mengajarkan ilmu memanah rahasia kepada orang lain selain Pandawa dan Kurawa.

Durna tentu saja kaget dengan penuturan Arjuna tersebut. Lebih kaget lagi dia mendengar penuturan Arjuna bahwa ada orang yang sanggup menandingi ketrampilan memanah Arjuna. Dan orang itu mengaku sebagai muridnya.

Diiringi seribu perasaan tak menentu, Durna meminta Arjuna untuk mengantarkannya ke tempat Ekalaya ditemui. Ekalaya yang saat itu sedang asyik menguliti kijang hasil panahannya, langsung bersimpuh begitu melihat Mahaguru Durna mendatanginya.

Selama ribuan hari dia menunggu Durna untuk datang sendiri mengajarkan panah kepadanya. Teringat dalam benak Ekalaya, saat dia datang menghadap ke Sokalima untuk berguru. Durna menampiknya karena telah terikat sumpah dengan Pandawa dan Kurawa. Meski begitu dia tidak pernah sakit hati. Justru hal itu menjadi pemicu semangatnya untuk meluluhkan hati Sang Mahaguru agar bisa membimbingnya memanah.

Dibuatnya patung Sang Mahaguru di padepokannya. Setiap pagi dan sore hari di bersihkannya patung itu dari debu. Jika hujan atau panas terik, patung itu diteduhkan dengan menggunakan payung. Sementara di samping patung Durna itu, Ekalaya belajar memanah. Setiap hari, sepanjang bulan, hingga bertahun-tahun, hingga akhirnya bisa menguasai aji Danurwenda (ajian ini bekerja seperti halnya roket, mau busurnya dilepaskan ke arah mana saja pada akhirnya akan melesat lurus ke arah sasaran, ajian ini juga banyak digunakan juru pancing ikan). Ketika Durna datang dan bertanya siapa gurunya, Ekalaya langsung menjawab lantang Durnalah guru yang selama ini membimbingnya belajar memanah.

Ekalaya menunjukkan patung sang Mahaguru yang menemaninya berlatih memanah selama ini. Durna terkesiap atas keteguhan dan kejujuran hati Ekalaya. Tak pernah dinyana, orang yang pernah ditampiknya dengan semena-mena, masih mengagungkan dirinya. Dan bahkan berhasil belajar ilmu dari Mahaguru Dorna secara imajiner saja.

Cerita pewayangan ini masihlan panjang, namun saya potong hanya sampai disini saja agar kita lebih fokus pada topik kita yang berkaitan dengan ‘Personality Jumping Virtual Guru’.

Bagaimana Fenomena Personality Jumping Virtual Guru yang dilakukan oleh Bambang Ekalaya itu dapat dijelaskan...?

Sebagaimana yang telah anda baca dalam materi Quantum Kontak bahwa Science telah membuktikan bahwa Otak bukanlah alat untuk menyimpan memori. Memori seluruh makhluk, termasuk manusia, sejak awal hingga akhir tersimpan di matriks alam semesta (The FIeld, Zero Point Field, Divine Matrix, atau apapunlah penamaannya). Otak ibaratnya adalah alat receiver untuk mengakses memori yang mengapung di matriks ini. Sejak awal mula penciptaan hingga sekarang, memori terus terakumulasikan di dunia ini. Dengan demikian, sudah tidak terhitung lagi banyaknya memori di dunia ini.

Dalam Kisah dari Bambang Ekalaya di atas, apa yang dilakukannya secara tidak sadar telah mengakses Memori Kesadaran Sang Guru Dorna yang ada di alam semesta, ia adalah akses universal. Dan akses tersebut hanya bisa dilakukan ketika seseorang masuk ke dalam Titik Nol dan melakukan Quantum Kontak Roso. Wujud fisik dari MahaGuru Dorna adalah sekedar sebuah sarana di alam materi sebagai simbol untuk meng-akses kesadaran guru yang berada di Alam Semesta ini. Bagi orang-orang yang belum bisa melakukan Quantum Kontak Roso, maka wujud fisik tersebut diperlukan. Patung Dorna adalah katalisator dari sebuah ‘kesadaran guru’ yang mengalir di alam semesta.

Bisa saja orang berguru melalui guru fisik di depannya, namun belum tentu mereka mengalami Quantum Kontak Roso dengan sang Guru, dan hal itulah biasanya yang menyebabkan sang murid tidak berhasil untuk menyerap ilmu dari sang guru secara penuh.

Saat ini Rekaman Kesadaran guru-guru bijaksana dari seluruh dunia sedang ‘berhamburan’ di dalam Matrix Kesadaran Universal, dan mereka siap membimbing anda untuk sebuah pemahaman dan pengetahuan yang anda butuhkan. Quantum Kontak Roso inilah sebenarnya yang menjadi spirit dasar dari Pelatihan Personality Jumping Virtual Guru. Dan anda dapat menjadi apapun saja yang anda inginkan dan impikan sesuai harapan dan impian anda..

Syaratnya adalah kemauan, maukah anda untuk mengaksesnya..? Dan maukah Anda masuk kedalam kesadaran quantum dalam Quantum Kontak Roso dan mengalami pengalaman yang melampui batas logika untuk  mengakses "the infinite intelligence", yaitu sebuah sumber pengetahuan tak terbatas..? Dan Maukah anda untuk berkembang lebih baik dan lebih maju...?

Ya, ini adalah soal pilihan. Pilihan anda untuk mengambil keputusan bagi diri anda sendiri. Dan soal itu semua, tentu semuanya terserah anda sendiri bukan..?

Ingat..!!!
Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dan ini artinya, senantiasa akan ada perbaikan yang terus menerus dari segala seuatu yang ada. Akan ada barang-barang baru dengan model dan kualitas yang baru. Akan ada cara-cara baru yang lebih baik, lebih efektif, dan lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Dan begitulah dinamika perkembangan dunia.Pembaharuan dan pembangunan akan selalu ada di segala bidangnya. Dan orang yang sukses adalah seseorang yang dapat berselancar dengan baik di atas gelombang samudera perubahan dunia ini. Itulah sebabnya, Manusia yang sukses pasti mempunyai Spirit Pembelajar sejati di dalam dirinya.

Ya, mungkin hasil pembelajaran anda tidak sehebat Bambang Ekalaya. tetapi paling tidak, anda sudah berjalan di atas jalan yang tepat dari jalan sukses anda... dan mekanisme servo di dalam pikiran bawah sadar anda akan memberikan arah yang tepat bagi anda dalam mencapai impian anda dengan cara yang paling nyaman dan paling aman untuk anda...

Akhirul Kalam, Salam sukses untuk anda semua.

DOWNLOAD eBOOK EDISI LENGKAP PERSONALITY JUMPING
KLIK DI SINI..