ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 14 Januari 2016

Hipnotis Bom Bunuh Diri

APAKAH SEMUA ORANG BISA DIHIPNOTIS DAN MUNGKINKAH SESEORANG DAPAT DIHIPNOTIS UNTUK MELAKUKAN BOM BUNUH DIRI..? Simak terus tulisan saya kali ini.

Pada prinsipnya, Tidak ada orang yang berfikiran  normal dan waras mau mati bunuh diri, apapun alasannya. Kecuali orang yang sedang tidak sehat secara mental, dalam tekanan fihak lain, atau orang yang sedang berada dalam pengaruh hipnotis.

Itu sebabnya Sore ini saya tidak terlalu terkejut ketika mendengar kabar adanya peristiwa peledakan Bom yang terjadi di kawasan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dan dari beberapa artikel berita yang saya baca di internet sore ini, nampaknya ledakan bom itu merupakan hasil dari Ledakan Bom Bunuh Diri yang diduga dilakukan oleh sekelompok kaum radikal Agama tertentu..

Mengapa saya tidak terkejut dengan berita seperti ini..?
Jawabannya sederhana saja, dan jika anda sudah membaca tuntas tulisan saya kali ini, maka anda juga akan tahu jawabannya dan tidak akan terkejut jika aksi teror seperti ini terjadi lagi, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Saya bukanlah pakar sosial politik, itu sebabnya saya tidak akan menyoroti peristiwa ini dari sudut pandang sosial politik ataupun agama. Saya adalah Praktisi Hipnosis & Hipnoterapi, itu sebabnya saya juga akan membatasi diri saya untuk menganalisa peristiwa ini hanya dari sudut pandang ilmu hipnosis.

APAKAH SEMUA ORANG BISA DIHIPNOTIS DAN MUNGKINKAH SESEORANG DAPAT DIHIPNOTIS UNTUK MELAKUKAN BOM BUNUH DIRI..?

Mengantuk itu merupakan fenomena hipnosis yang disebut Hypnogogic, yang merupakan kondisi peralihan kesadaran dari kondisi jaga menuju kondisi tidur, dan juga terjadi penurunan gelombang otak dari gelombang otak Beta menuju gelombang otak alpha, Theta, & Delta.

Jika kenyataannya semua orang dapat mengantuk, maka semua orang dapat dihipnotis.

Jika emosi termasuk bagian dari pikiran bawah sadar, dan jika semua orang dapat mengalami kondisi emosi ini : bingung, panik, kaget, tenang, rileks, sedih, bahagia, serakah, tamak, takut, berani, takjub, kagum, dll... Maka semua orang dapat dihipnotis. Karena kondisi hipnosis itu adalah suatu kondisi kesadaran dimana beberapa elemen pikiran bawah sadar menjadi aktif dan dominan.

Hypnosis adalah sebuah proses penembusan Critical Factor dari pikiran sadar yang dilanjutkan dengan diterimanya suatu sugesti tertentu ke dalam pikiran bawah sadar.

Saat orang memasuki kondisi yang rileks, santai, dan nyaman, critical Factor dari Pikiran sadar sedang melemah atau OFF, dan di saat itulah proses hypnosis dapat dilakukan.

Ketika seseorang dapat dipicu emosinya secara intens, maka di saat itu Critical Factor dari orang tersebut sedang OFF, sehingga suatu sugesti Hipnotis dapat dimasukkan ke dalam pikiran bawah sadarnya.

Kita perlu memahami bahwa logika (Elemen Pikiran Sadar) dan emosi (elemen Pikiran Bawah sadar) tidak dapat aktif dalam waktu bersamaan. Salah satu pasti menguasai yang lain. Jadi, bila emosi yang dominan maka logika tidak dapat bekerja. Demikian sebaliknya. Saat logika sedang aktif maka emosi kehilangan daya pengaruhnya. Hal ini bisa terjadi karena perasaan atau emosi sebenarnya adalah bentuk pikiran juga (yang berada di dalam pikiran bawah sadar).

Ketika suatu Ide atau Sugesti sudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar yang kemudian di dukung oleh pengkondisian lingkungan yang tepat, maka sugesti tersebut akan menjadi permanen.

Tidak semua sugesti dapat diterima dengan mudah oleh pikiran bawah sadar. Karena di dalam pikiran Bawah Sadar seseorang juga sudah terdapat beberapa Nilai yang menjadi program pikiran yang mengatur bagaimana seseorang dalam bersikap serta berperilaku. Sehingga suatu sugesti yang baru di instal harus menghadapi Program Pikiran yang sudah ada ini sebelum akhirnya dapat tertanaman dengan baik di dalam pikiran bawah sadar.

Jika sugesti Hipnotis tersebut ternyata bertentangan dengan sistem nilai atau Program Pikiran yang ada di dalam pikiran bawah sadar seseorang, maka secara otomatis sugesti tersebut akan tertolak.

Misalnya, anda menghipnotis seseorang agar mau bertelanjang bulat dan melakukan hubungan sex dengan anda.

Apakah sugesti tersebut dapat dijalankan oleh subjek..? Dengan catatan bahwa subjek hipnotis ini bukanlah Suami atau Istri anda.

Jawabannya bisa Iya dan bisa juga tidak, Tergantung dengan sistem nilai yang sudah ada di dalam pikiran bawah sadar subjek.

Jika sistem nilai di dalam pikiran bawah sadar subjek memang permisif terhadap hubungan sex di luar nikah, maka mungkin saja sugesti anda tersebut dapat dia jalankan dengan baik. Namun sebaliknya, jika sistem nilai yang sudah tertanam di dalam pikiran bawah sadar subjek tersebut sangat anti dengan hubungan sex di luar nikah, maka kemungkinan besar sugesti anda akan ditolak oleh subjek.

Nah, itu baru menyangkut sistem Moralitas yang sudah tertanam di dalam pikiran bawah sadar. Belum lagi mengenai Insting Hidup yang ada di dalam diri manusia.

Sebagai makhluk hidup, kita akan berusaha dengan sepenuh tenaga agar tetap bertahan hidup sampai tiba saatnya nanti ajal menjemput. Naluri untuk bertahan hidup ini merupakan naluri terkuat dari manusia, bahkan tidak sedikit orang di masa lampau dan juga di masa kini yang mencari cara dan tekhnologi agar dapat hidup abadi. Yang tentu saja secara logika ini tidaklah mungkin terjadi. Namun walaupun tidak logis, faktanya ada yang melakukannya bukan..?

Hal ini menunjukkan bahwa Insting untuk bertahan hidup merupakan insting terkuat dari seorang manusia. Lalu bagaimana ada orang yang mau mematikan dirinya secara sengaja. Mau melakukan bunuh diri, dan mau menjadi orang yang melakukan bom bunuh diri..?

Tentu saja ada faktor sosial ekonomi dan juga faktor psikologis yang melatar belakanginya. Termasuk juga adanya pengaruh sugesti hipnotis yang mengendalikan kesadaran seseorang sehingga dia mau melakukan bunuh diri.

Nah terkait dengan adanya Proses Hypnosis yang melatar belakangi Bom Bunuh Diri, maka dalam analisa saya terdapat beberapa proses hypnosis yang berlaku di sana.

Pertama : Conditioning & Filtering
Proses ini adalah proses penanaman Sistem Nilai ke dalam pikiran bawah sadar, untuk membentuk Pola Pikir, Pola Sikap, serta Pola perilaku tertentu di dalam diri seseorang. Yang mana materi-materi sugesti yang diberikan dalam proses ini biasanya masih bersifat umum. Sehingga masyarakat umum tidak menyadari bahwa di dalam sesi ini sudah mulai diarahkan untuk ditanami ide-ide tertentu yang sudah mengarah kepada faham radikalisme.

Sesi pertama ini ini termasuk sesi yang sangat penting dalam meletakkan Sistem Nilai Dasar di dalam diri seseorang. Karena keberhasilan di dalam sesi ini sangat mempengaruhi keberhasilan di dalam sesi-sesi selanjutnya.

Merujuk dari paragraf tulisan-tulisan saya di atas, sesi inilah yang mengkondisikan agar pikiran bawah sadar seseorang siap untuk menerima sugesti lanjutan yang bersifat khusus dan tidak menolak terhadap sugesti-sugesti khusus yang diberikan nantinya.

Selain sebagai sesi pengkondisian, sesi ini merupakan sesi Filtering, yang bertujuan mencari orang-orang yang tepat untuk dijadikan subjek pelaku (Pengantin).

Dan silahkan anda membuka mata anda, dan lihatlah. Betapa Komunitas-komunitas yang berhaluan Radikal ada di sekitar kita. Faham radikal tersebar dimana-mana, bahkan di internet ini sekalipun.

Komunitas-komunitas inilah yang merupakan lahan subur untuk menumbuhkan benih-benih terorisme. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk para Penghipnotis Gila memanen mereka dan merekrutnya ke dalam komunitas khusus untuk menjalani sesi Hipnosis selanjutnya.

Kedua :  Induction, Deepening, & Installation
Setelah subjek yang tepat dipilih, maka mereka ini akan dimasukkan dalam komunitas khusus dan di isolasi... Penanaman sugesti yang lebih ekstrim dan lebih dalam dilakukan dalam sesi ini. Sedemikian hingga, subjek betul-betul telah siap untuk menyerahkan jiwa dan raganya demi mencapai tujuan yang diberikan oleh sang penghipnotis.

Ketiga : Execution
Setelah waktunya tiba, para pengantin ini akhirnya memperoleh perintah untuk melakukan tugas sesuai dengan perintah.

Kesimpulannya :
Metode Hipnotis biasa tidaklah dapat membuat seseorang melakukan bom bunuh diri. Untuk dapat membuat seseorang mau melakukan berbagai hal yang ekstrim termasuk bunuh diri, diperlukan suatu metode Hipnotis khusus yang Terstruktur, Sistematis, dan Masive yang memerlukan waktu yang panjang. Yang mana, hal itu bisa bermula dari sekitar kita sendiri, dan dari sekitar lingkungan kita sendiri. Dalam hal ini, sugesti sebenarnya telah dilakukan secara soft di lingkungan keluarga dan masyarakat juga dilingkungan pendidikan, yang walaupun tidak mengajarkan kekerasan namun telah membangun pondasi radikalisme.

Oleh sebab itu, waspadalah selalu. Para Penghipnotis Gila yang bermoduskan agama dan juga keyakinan tertentu banyak berkeliaran di sekitar anda. Jagalah anak, istri, serta keluarga anda dari mereka.

Sekian dulu artikel saya kali ini, semoga bermanfaat untuk anda.


SALAM

Edi Sugianto
(Founder NAQS DNA Institute)

SMS/WA : +62 812 3164 9477
HP / Telegram Messenger : +62 822 3458 3577
Pin BB : 7ccd0ca5
Twitter : @edi5758
Facebook : https://www.facebook.com/haryopanuntun
Google Plus : +Edi Sugianto, C.Ht., MNLP

Nb,
Bagi anda yang ingin mendalami Hipnotism, silahkan pelajari di sini : MASTER NEO HIPNOTIS

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.