Belajar dari Katak bin Kodok

Filosofi Katak.
Pertama katak kalau melompat selalu ke depan, tidak pernah ke belakang yang diartikan bahwa pemikiran harus selalu ke depan. Kemudian katak menjalani evolusi, mulai dari telur, berudu hingga menjadi katak dewasa yang dimaknai sebagai proses yang sabar. “Bahkan katak ada yang bisa terbang hingga 7-9 meter,” Hebatnya lagi, katak bisa hidup di dua alam dalam arti fleksibel dan dinamis dalam setiap perubahan yang ada. Mempunyai daya adaptasi yang tinggi, Ia mampu hidup dengan bebas di darat, dan Ia pun tak akan pernah kekurangan oksigen ketika berada di dalam air. Dan satu hal lagi, Katak juga sangat periang lho... Buktinya, dia hobi nyanyi tiap hari.... hehehehehe

KATAK & MENTAL BLOCK
Ada yang memaknai katak dalam sudut pandang yang negatif, bahwa kalau katak mau melompat dua kaki belakangnya membuat pijakan (yg diibaratkan orang kecil/rakyat)...dan dua kaki depannya menyikut kanan kiri/rekan kerja....

Ya, pemaknaan yang demikian itu sih sah-sah saja.....
Bagi yang memandang dunia dengan kaca mata negatif.....

Sebenarnya persepsi yg demikian kayaknya dikembangkan oleh orang yg mempunyai mental block serta anti terhadap penguasa, golongan kaya, dan yang sirik dengan prestasi rekan kerja......

Mari kita perhatikan dengan seksama...

Siapakah yang melompat tanpa pijakan....?
Adakah katak kalau melompat harus berpijak pada binatang lain...?
Dan adakah katak yang sibuk bersikut-sikutan saat melompat.....????

Sahabat...
Tanpa adanya pijakan yang kokoh, kita tidak akan dapat melompat tinggi...
Dan tentu saja, pijakan yang kokoh adalah Berpijak pada Fondasi bangunan sukses yang kita bangun sendiri, dari hasil jerih payah kita sendiri..... dan bukan dengan menindas orang lain... Karena penindasan bukanlah cara yg baik untuk melanggengkan kesuksesan, penindasan adalah fondasi yang rapuh dan mudah goyah... sehingga tidak akan menghasilkan pijakan yg kuat untuk memunculkan Daya Lompat & Daya Lenting yang luar biasa.....

KISAH KATAK & MENDUNG
Seekor anak katak merasa sangat takut saat langit tiba-tiba menjadi gelap.

"Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba menjadi gelap?" ucap si anak katak sambil berpegang erat pada induknya.

Sang induk menjawab dengan senyuman, "Anakku, itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu pertanda baik." jelas induk katak. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil.

"Ibu, itu apa lagi?" tanya si anak katak sambil bersembunyi.
"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk.
"Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya dengan tenang.

BLARR....!!!
Petirpun menyambar dengan suaranya yang menggelegar. . Kilatan cahaya putih menjadikan suasana begitu menakutkan.

"Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu? " tanya si anak kata kTk lagi.
"Sabar, anakku!" ucap induk kata menenangkan si buah hati..
"Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak dengan tenang.

Anak katak itupun keluar dari balik tubuh induknya. Ia mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liuk dan sambaran petir yang begitu menyilaukan.

Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang! Horeeee!"

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang rupawan. Tidak pula disegarkan dengan wewangian harum. Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Dan menyerah di tengah jalan...

Persis seperti anak katak yang sangat ketakutan saat langit hitam, angin yang bertiup kencang dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak:
Jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar & hadapi saja. Bersama kesukaran akan ada jalan. Percayalah Tuhan akan berikan yang terbaik dan indah pada waktunya, jangan pernah menyerah kawan..

Sahabat...
Alam semesta ini begitulah dia apa adanya....
Baik atau buruk, tergantung kita yang memaknainya....

SALAM KESADARAN.....

Belajar dari Katak bin Kodok Belajar dari Katak bin Kodok Reviewed by Edi Sugianto on 19.45 Rating: 5

Tidak ada komentar:


kelas Gendam Online
Diberdayakan oleh Blogger.