KEKUATAN SABDA GENDAM
KEKUATAN SABDA GENDAM
Medan Pengaruh, ESP, dan Telepati dalam Perspektif Kesadaran
Dalam banyak tradisi keilmuan Nusantara, kata bukanlah sekadar bunyi, dan komunikasi tidak selalu membutuhkan suara. Di balik ucapan, ada sesuatu yang lebih halus namun jauh lebih kuat, yaitu SABDA.
Dalam konteks Gendam Murni, Sabda bukan mantra verbal, bukan sugesti psikologis, dan bukan pula hipnotis. Sabda adalah pemancaran kesadaran.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam:
- Apa itu Sabda Gendam
- Bagaimana Sabda bekerja melalui Medan Pengaruh
- Hubungannya dengan ESP (Extra Sensory Perception) dan telepati
- Mengapa Sabda yang sejati tidak bisa dipalsukan
1) Apa Itu SABDA GENDAM?
Sabda Gendam adalah pesan batin yang dipancarkan langsung dari kesadaran seseorang ke kesadaran orang lain, tanpa harus melalui kata, suara, atau pancaindra.
Dalam Gendam Murni:
- Sabda bukan kalimat
- Sabda bukan suara di kepala
- Sabda bukan sugesti verbal
Sabda adalah getaran niat yang utuh, lahir dari keselarasan:
- Cipta (pikiran)
- Rasa (emosi)
- Karsa (kehendak)
- Tekad (ketetapan batin)
- Lampah (sikap dan tindakan)
Jika kelima unsur ini selaras, Sabda muncul secara alami, bukan dibuat-buat.
2) Medan Pengaruh: Ruang Kerja Sabda
Sabda tidak bekerja di ruang kosong. Ia bekerja melalui apa yang dalam Jadug dan Gendam disebut sebagai Medan Pengaruh (Field of Influence).
Apa itu Medan Pengaruh?
Medan Pengaruh adalah ruang energi-kesadaran yang terbentuk dari kualitas batin seseorang. Medan ini:
- Tidak terlihat
- Tidak selalu disadari
- Tetapi dirasakan
Setiap manusia memilikinya, namun kualitasnya berbeda-beda.
Medan Pengaruh dipengaruhi oleh:
- Keutuhan batin
- Stabilitas emosi
- Kejernihan niat
- Integritas hidup
Sabda Gendam menumpang pada medan ini. Jika medannya rapuh, Sabda lemah. Jika medannya padat dan stabil, Sabda bekerja tanpa usaha.
3) Mengapa Sabda Lebih Kuat dari Kata?
Kata bekerja di pikiran sadar. Sabda bekerja di pikiran bawah sadar dan lapisan kesadaran lebih dalam.
Pikiran sadar punya filter:
- Logika
- Curiga
- Penolakan
- Pembelaan ego
Sabda melewati filter itu, bukan dengan paksa, tetapi dengan resonansi.
Itulah sebabnya kadang seseorang bisa merasa:
- “Kok aku jadi percaya ya?”
- “Entah kenapa aku nurut.”
- “Rasanya aman mengikuti dia.”
Padahal tidak ada kata perintah yang jelas.
4) Sabda Gendam dan ESP (Extra Sensory Perception)
Dalam kajian modern, fenomena seperti Sabda sering dikaitkan dengan ESP (Extra Sensory Perception), yang meliputi:
- Telepati
- Intuisi tingkat tinggi
- Empati ekstrem
- Persepsi non-indrawi
Namun Sabda Gendam bukan sekadar ESP pasif. ESP biasanya bersifat:
- Spontan
- Tidak terkontrol
- Tidak bisa diulang dengan konsisten
Sedangkan Sabda Gendam adalah:
- ESP yang disadari
- Diarahkan
- Bertanggung jawab
- Berbasis latihan kesadaran
Dengan kata lain, Sabda adalah ESP yang matang dan terlatih.
5) Telepati dalam Perspektif Gendam
Telepati sering dipahami sebagai “mengirim pikiran ke orang lain”. Dalam Gendam, telepati dipahami lebih dalam.
Yang dikirim bukan pikiran mentah, melainkan:
- Keadaan batin
- Rasa aman
- Rasa percaya
- Rasa tertarik
- Atau dorongan tertentu
Karena itu, Sabda Gendam sering terasa emosional, bukan rasional. Target mungkin tidak tahu apa yang dikirim, tetapi merasakan efeknya.
6) Mengapa Tidak Semua Orang Bisa Menggunakan Sabda?
Karena Sabda tidak bisa dipalsukan. Sabda tidak lahir dari:
- Nafsu
- Ambisi
- Dendam
- Ego ingin menguasai
Jika seseorang mencoba “mengirim Sabda” dari ego, yang muncul justru:
- Tekanan
- Kegelisahan
- Resistensi dari target
Sabda sejati hanya muncul saat:
- Batin tenang
- Niat jernih
- Tidak melekat pada hasil
Paradoksnya:
- Semakin ingin mempengaruhi, Sabda semakin lemah.
- Semakin ikhlas dan utuh, Sabda semakin kuat.
7) Tahapan Kerja Gendam: Sabda – Ucap – Lampah
Dalam Gendam Murni, Sabda tidak berdiri sendiri. Ada tiga tahapan yang harus selaras:
- Sabda — Pengaruh di dimensi batin.
- Ucap — Penyaluran Energi Gendam Melalui Kata-kata.
- Lampah — sikap hidup, konsistensi, dan tindakan nyata.
Tanpa Lampah, Sabda akan menguap. Tanpa Sabda, Ucap hanya basa-basi.
8) Sabda Gendam Bukan Alat Kejahatan
Penting ditegaskan: Sabda Gendam bukan alat manipulasi kriminal.
Jika digunakan dengan:
- Niat buruk
- Eksploitasi
- Pemaksaan kehendak
Maka yang bekerja bukan Sabda, melainkan reaksi balik medan yang sering merusak pelakunya sendiri.
Dalam tradisi kesadaran: medan yang tidak jujur akan bocor, dan kebocoran itu kembali ke pemiliknya.
9) Kesimpulan: Sabda adalah Cermin Diri
Sabda Gendam tidak bisa dipelajari hanya dengan membaca. Ia adalah hasil dari kualitas hidup seseorang.
Sabda adalah cermin:
- Siapa Anda sebenarnya
- Seberapa utuh batin Anda
- Seberapa selaras hidup Anda
Itulah sebabnya dalam Gendam Murni, latihan utama bukan “cara mempengaruhi orang”, melainkan cara menata diri. Ketika diri tertata, Sabda bekerja dengan sendirinya.
JADUG
Seni Pemberdayaan Diri Nusantara Modern
Semua praktek dilakukan sendiri
Tanpa Trik • Tanpa Rekayasa • Tajrib Nyata
📌 INFO & PENDAFTARAN
Klik WhatsApp: 0812-3164-9477
Salam
Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com
Ps.
- Info kelas Getar sabda shakti Online, KLIK DI SINI ( https://sabda.naqsdna.org )
- Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
- Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0812 3164 9477

Terima Kasih sudah membaca KEKUATAN SABDA GENDAM. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Reviewed by Edi Sugianto
on
11.57
Rating:











Tidak ada komentar: