WASPADA MODUS GENDAM PENIPUAN
WASPADA MODUS GENDAM PENIPUAN
Mengkritisi Kelas Pelatihan Gendam Sugesti: Antara Ilmu Pengaruh dan Produksi Penipuan
Belakangan ini, kelas pelatihan yang mengatasnamakan gendam semakin marak. Sayangnya, banyak di antaranya tidak mengajarkan gendam sebagai ilmu kesadaran, melainkan mengemas teknik sugesti dan hipnotis dengan balutan mistis. Praktik semacam ini perlu dikritisi secara jujur, karena dampaknya bukan hanya menyesatkan peserta, tetapi juga melemahkan kecerdasan publik.
Artikel ini membahas mengapa kelas pelatihan gendam sugesti bermasalah secara metodologis, etis, dan sosial.
1) Mengasah “Skill Menipu”, Bukan Memberdayakan
Inti dari banyak kelas gendam sugesti adalah menciptakan kepatuhan cepat melalui manipulasi psikologis. Peserta diajarkan:
- Framing verbal yang menekan
- Teknik kejut (shock)
- Pola bicara hipnotik
- Permainan atensi dan emosi
- Pembingkaian otoritas semu
Ini bukan pemberdayaan. Ini adalah pelatihan manipulasi.
Alih-alih membangun kesadaran diri, kelas semacam ini justru mengasah keterampilan menipu—bagaimana membuat orang lengah, bingung, atau kagum sesaat agar patuh.
Hasilnya bukan masyarakat yang kuat dan sadar, melainkan calon-calon penipu yang percaya diri karena “pernah berhasil”.
2) Tidak Memberdayakan Masyarakat, Justru Merusak Kepercayaan
Ilmu yang sehat seharusnya:
- Meningkatkan kemandirian
- Memperkuat nalar
- Membangun tanggung jawab
Sebaliknya, gendam sugesti menggantungkan hasil pada kelemahan target. Ia bekerja paling efektif pada orang yang:
- Sedang tertekan
- Takut
- Bingung
- Kurang kritis
Ketika praktik ini menyebar, dampaknya adalah:
- Rusaknya kepercayaan sosial
- Meningkatnya trauma psikologis
- Publik menjadi sinis terhadap semua ilmu batin
- Warisan keilmuan Nusantara tercemar
Ini jelas bukan pemberdayaan, melainkan eksploitasi.
3) Dikemas Mistis, Faktanya Teknik Hipnotis & Sugesti
Salah satu pola paling problematik adalah pengemasan mistis:
- Mantra “gaib”
- Azimat “sakti”
- Ritual teatrikal
- Klaim energi tanpa struktur
Padahal, inti yang diajarkan hanyalah hipnotis dan sugesti.
Mantra dipakai sebagai anchor psikologis, bukan sebagai kerja kesadaran. Azimat berfungsi sebagai placebo, bukan sebagai medan pengaruh yang terbangun dari diri.
Pengemasan ini menyesatkan peserta, karena:
- Mengaburkan pemahaman
- Menutup proses belajar yang jujur
- Menghambat literasi psikologis dan kesadaran
4) Metode Ini Sendiri Merupakan Bentuk Penipuan
Masalahnya tidak berhenti pada isi. Metodenya pun menipu.
Ketika sebuah kelas:
- Menjanjikan hasil instan
- Mengklaim “bisa ke siapa saja”
- Melarang berpikir kritis
- Menekan peserta agar percaya
Maka kelas itu menjalankan praktik yang sama dengan yang mereka ajarkan.
Ini adalah meta-penipuan: menipu untuk mengajarkan cara menipu.
Ilmu yang benar tidak takut diuji, tidak anti-pertanyaan, dan tidak alergi transparansi.
5) Tidak Mencerdaskan, Justru Melemahkan Mental
Efek jangka panjang gendam sugesti berbahaya:
- Peserta menjadi percaya jalan pintas
- Ego membesar tanpa kedewasaan
- Ketergantungan pada trik meningkat
- Kepekaan etis menurun
Alih-alih kuat secara mental, peserta justru:
- Rapuh saat trik gagal
- Panik ketika target sadar
- Defensif saat dikritik
- Cenderung menyalahkan korban
Ini melemahkan mental, bukan menguatkan.
Perbandingan Singkat: Sugesti vs Kesadaran
Gendam Sugesti
- Bekerja di permukaan pikiran
- Bergantung kondisi target
- Efek sementara
- Rawan manipulasi
- Minim tanggung jawab
Gendam Berbasis Kesadaran
- Bekerja pada Field kesadaran
- Target tetap sadar & merdeka
- Efek stabil & etis
- Berbasis resonansi
- Menguatkan kedua pihak
Perbedaannya fundamental—bukan sekadar teknik, tetapi arah keilmuan.
Kesimpulan: Saatnya Bersikap Jujur dan Bertanggung Jawab
Kelas pelatihan gendam sugesti mungkin tampak menarik karena:
- Cepat
- Dramatis
- “Terasa berhasil”
Namun di balik itu, ia:
- Mencetak manipulasi
- Merusak kepercayaan
- Menipu dengan bungkus mistis
- Melemahkan mental masyarakat
Ilmu sejati tidak lahir dari kebingungan dan ketakutan, melainkan dari kesadaran, kejernihan, dan tanggung jawab.
Jika sebuah kelas:
- Membuat orang tunduk tanpa sadar
- Menutup nalar
- Mengaburkan kebenaran
Maka itu bukan ilmu—itu eksploitasi.
Sudah waktunya publik membedakan pengaruh yang membebaskan dari manipulasi yang menyesatkan.
JADUG
Seni Pemberdayaan Diri Nusantara Modern
Semua praktek dilakukan sendiri
Tanpa Trik • Tanpa Rekayasa • Tajrib Nyata
📌 INFO & PENDAFTARAN
Klik WhatsApp: 0812-3164-9477
Salam
Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com
Ps.
- Info kelas Getar sabda shakti Online, KLIK DI SINI ( https://sabda.naqsdna.org )
- Info jadwal workshop terdekat, KLIK DI SINI ( https://workshop.naqsdna.org )
- Kontak saya di WhatsApp, kirim pesan ke WA No. 0812 3164 9477

Terima Kasih sudah membaca WASPADA MODUS GENDAM PENIPUAN. Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.
Reviewed by Edi Sugianto
on
14.51
Rating:











Tidak ada komentar: